
Ara melihat temannya yang sedang bermesraan bersama dua orang wanita cantik dan juga seksi, tatapannya berubah saat pria itu mencium kedua wanita tanpa tahu malu, tak mengingat tempat umum. "Ternyata dia seorang playboy," gumamnya.
Tepukan pelan yang terasa di pundaknya, membuatnya mendongakkan kepala menatap seorang wanita yang mengerutkan keningnya. "Ada apa?" tanya Tari yang sangat penasaran.
"Aku sedang melihat pria yang berkencan dengan dua orang wanita, dan pria itu adalah bosku di kantor," ungkap Ara, mengomentari pria yang tak berada jauh darinya, menyipitkan kedua matanya menatap dengan jelas.
"Jadi dia bosmu?" ucap Tari yang tak menyangka.
Dengan cepat Ara menganggukkan kepala. "Apa orang kaya bertingkah seperti itu? Mempermainkan wanita lain hanya untuk kesenangan semata."
"Hah, aku juga tidak tahu. Dia selalu kesini dan menggoda wanita cantik di sini, sangat memuakkan. Tapi apa boleh buat?" jelas Tari yang menghela nafas.
__ADS_1
"Apa pekerjaanmu telah selesai? Kita bisa pergi ke salon."
"Tentu saja, kenapa kau tidak mengubah penampilanmu menjadi seperti aku?" tanya Tari yang sangat bingung, karena dia pernah melihat Ara berpenampilan seperti dirinya dan terlihat sangat cantik.
"Entahlah, aku merasa nyaman dengan penampilan ini. Sudahlah, jangan banyak bertanya, sebaiknya kita pergi ke kantor." Tukas Ara. Karena kisah masa lalunya yang pahit membuat Ara merubah penampilan sangat cupu dan juga kuno, mengingat seluruh keluarganya tiada akibat kecantikan yang dia miliki.
"Apa kau tidak risih?"
"Hem, aku sangat memahaminya. Ya sudah…ayo!" ajak Tari.
Keduanya pergi meninggalkan tempat itu menuju salon, Tari sangat bersemangat begitupun dengan Ara yang bahagia melihat sahabatnya sangat antusias. Persahabatan yang terjalin tiga tahun lalu membuat mereka layaknya saudara.
__ADS_1
Niko menatap kedua wanita seksi secara bergantian, muncul ide negatif di otaknya. "Kalian sangat cantik, bagaimana jika kita main secara trio? Bukankah itu sangat menarik?" ucap Niko yang ingin mencoba bermain di ranjang dengan dua orang wanita cantik dan juga seksi.
Kedua wanita itu saling melirik dan juga tersenyum mengangguk, mengiyakan perkataan dari pria tampan itu. Niko sangat senang dan menggandeng keduanya menuju hotel terdekat. "Hah, inilah hidup yang sesungguhnya!" batinnya tersenyum menggoda.
Saat ini ketiganya ada di hotel bintang lima, Niko memulai aksinya dengan merangsang kedua wanita itu, menyentuh titik-titik tertentu. Dia sangat bersemangat saat mendengar suara merdu yang keluar dari mulut kedua wanita itu. Kedua tangan yang secara bergantian untuk menyentuh kedua wanita itu, Niko melepaskan dasi dan juga kemeja, memperlihatkan otot-otot perut sixpack yang meruntuhkan iman siapa saja yang melihatnya.
"Kami sudah siap!" ucap salah satu wanita yang membuka lebar kedua kakinya.
Karena hasrat dan lemah iman membuat Niko segera menindih wanita itu, tapi terhalang saat terdengar suara pintu yang ditendang dari luar ruangan. Mereka sangat kaget dan segera menutupi tubuh polosnya menggunakan selimut, sedangkan Niko menatap pria itu yang tak lain sepupunya Alex.
"Ck, apa kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dulu?" kesal Niko yang menghampiri sepupunya, kesal saat mengganggu ritual penyatuannya.
__ADS_1
"Berhentilah bersikap murahan, ikuti aku ke markas. Sekarang juga!" tekan Alex dingin, melirik kedua wanita yang melambaikan tangan ke arahnya. Dia segera berlalu pergi, tidak tertarik dengan kedua wanita itu.