Terjerat Cinta Twins N

Terjerat Cinta Twins N
Bab 28 - Pijat bahuku


__ADS_3

Keesokan harinya, Niko hanya melamun tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Duduk terdiam di depan laptopnya, dan tidak mengerjakan pekerjaan kantornya. Pikirannya masih ke pembahasan semalam, akibat Alex yang tidak mengatakan alasan dari perkataannya. 


Septian hanya berdiri di samping atasannya, mengerutkan kening karena tak mengerti. "Ada apa dengan tuan Niko?" batinnya yang penasaran. 


Terdengar suara ketukan pintu, Niko melirik asistennya dan memberi isyarat untuk membukakan pintu. Dengan cepat Septian bergegas menjalankan perintah, meng-handle pintu dan melihat sekretaris baru yang datang dengan membawa berkas. 


"Nona Ara?" 


"Saya kesini ingin memberikan hasil laporan data perusahaan, Tuan." Ucap Amora tersenyum seraya membenarkan posisi kacamata tebalnya. 


"Hem, masuklah!" ucap Septian mempersilahkan. 


"Tuan, saya kesini ingin memberikan laporan data perusahaan." Ucap Ara yang tersenyum, tapi Niko hanya terdiam dengan pikiran melayang. 


"Tuan…nona Ara datang memberikan laporan yang anda minta!" ulang Septian yang mengeraskan suaranya, hingga lamunan Niko buyar. 


Niko menatap sekretaris barunya yang berpenampilan sangat kuno dan juga cupu, dan mendelik kesal. "Kalian hanya mengganggu saja, letakkan laporan itu diatas meja kerjaku!" bentaknya kesal. 

__ADS_1


"Baiklah," sahur Ara dengan santai, dia tak peduli dengan pria yang menjelma sebagai bosnya, dan memutuskan untuk keluar dari ruangan itu. 


"Kau mau kemana?" ucap Niko dengan tatapan menyelidik. 


"Masih banyak pekerjaan yang belum saya selesaikan, Tuan." Jawab Ara. 


"Lupakan itu! Sebaiknya kau memijat bahuku!" ucap Niko. 


"A-apa? Bukankah ada asisten Septian yang bisa memijatmu, Tuan?" sahut Ara dengan maksud menolak perintah. 


"Baiklah, jika Tuan menginginkannya!" pasrah Ara yang tersenyum paksa. 


"Hem. Dan kau, cepat keluar dari ruangan ini!" tegas Niko yang menunjuk asistennya agar keluar dari ruangan.


"Astaga…kenapa situasi ini terjadi padaku?" gumam Ara di dalam hati, memikirkan pria dan wanita berada di dalam satu ruangan. 


Setelah kepergian Septian, Ara berjalan mendekati atasannya dan mulai memijat bahu Niko. "Lakukan dengan benar!" titahnya. 

__ADS_1


"Baik, Tuan." Sahut Ara yang tersenyum, jauh di lubuk hatinya yang mengumpat pria itu. 


Niko hanya berniat untuk mengerjai sekretaris barunya untuk menghilangkan rasa jenuhnya, tapi rasa pijatan di tangan gadis kuno dan cupu membuatnya begitu terlena. "Ternyata pijatannya sangat enak!" batinnya yang tersenyum samar. 


Sudah setengah jam Ara berdiri dan terus memijat tanpa henti, membuatnya terus mengumpati Niko. "Tuan, apa sudah selesai? Tanganku sangat lelah!" rengeknya. 


"Belum, lanjutkan saja dan jangan mengeluh." Cetus NikoNiko membuat Ara meringis. 


Tak lama pintu terbuka dengan lebar, membuat keduanya mengalihkan perhatian. Terlihat dengan jelas kedatangan salah satu kekasih Niko yang bernama Gemini. 


"Sayang, aku sangat merindukanmu!" ucap wanita seksi itu sembari menghampiri Niko, mencium bibir kekasihnya tanpa menghiraukan orang lain. 


"Ya tuhan…mataku ternodai oleh mereka berdua," batin Ada yang jengah, menutup kedua matanya. "Apa aku boleh pergi?" ucapnya yang sangat ingin keluar dari ruangan itu. 


"Ya, kau pergilah!" usir gemini dengan ketus. 


Dengan cepat Ara keluar dari ruangan itu sebelum Niko mencegatnya. "Ini kesempatan ku, " gumamnya tersenyum cerah.

__ADS_1


__ADS_2