Terjerat Cinta Twins N

Terjerat Cinta Twins N
Bab 44 - Markas Black Wolf


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya Niko mengumpati Alex yang mengganggu aktivitas olahraganya bersama dengan dua orang wanita cantik dan juga seksi. "Katakan saja jika kau ingin mengatakannya," seloroh Alex yang fokus mengemudi mobil. 


"Kah datang layaknya hantu, mengganggu rutinitasku dan membuat si Mumun ku menderita." Ungkap Niko. 


Alex mengerutkan kening, menatap sepupunya sepersekian detik saja. "Aku tidak mengerti!"


"Tentu saja kau tidak mengerti, karena kau pria impoten. Tidak sepertiku, seorang pria sejati!" sindirnya sambil membusungkan dada. 


"Ck, aku bukan impoten, tapi phobia dengan wanita!" ralat Alex yang protes. 


"Kalau begitu, sebaiknya kau terima cinta Baby."


"Aku tak mempunyai perasaan apapun darinya."


"Aku harap kau tidak tersinggung, aku sangat kagum dengan perjuangan Baby untuk mendekatimu. Tapi kau? Malah menyia-nyiakannya, seringkali aku menggoda wanita itu, rasa cintanya padamu berimbas padaku," jelas Niko yang mengingat sering mendekati Baby, tapi wanita itu malah menyukai sepupunya yang persis seperti kulkas. 


"Berhentilah membahas Baby, fokus pada tujuan kita saat ini."

__ADS_1


"Baiklah, tapi darimana kau mengetahui posisiku?" tanya Niko tampak berpikir. 


"Karena aku juga ahli dalam IT," sahut Alex tanpa menoleh dan fokus mengemudi. 


Tak lama mobil berhenti di sebuah markas Black Wolf, sebuah aliansi yang didirikan oleh kakek Nathan. Berkembang begitu besar saat di kelola oleh dad El, yang sekarang diambil alih oleh Niki. 


Di saat mereka masuk ke dalam markas, berberapa orang berbadan kekar menundukkan kepala dan menyambut kedatangan Alex dan Niko yang menjadi junjungan mereka. Membahas mengenai musuh yang belum diketahui identitasnya, bahkan Niki sudah berulang kali meretas sistem untuk mencari data musuh yang menyerang mereka tempo hari. Tapi tidak pernah berhasil, itu artinya pihak musuh sangatlah cerdik. 


Alex memperlihatkan sebuah peta pada Niko, mengingat musuh yang akan mereka hadapi sangatlah kuat dan juga licik. "Lihatlah peta ini dengan jelas," seloroh nya yang sangat serius. 


Niko melihat peta itu, ingin membuat sistem keamanan diperketat. "Apa ini menyangkut kepulangan keluarga?" tanyanya yang mengerutkan kening. 


"Hah, ini cukup sulit. Siapa target utama?" tanya Niko menghela nafas. 


"Sasaran mereka adalah kakek Nathan dan juga Eve."


"Eve? Apa kaitan boneka Annabelle itu dengan semua ini?" sintak Niko sangat terkejut, mengingat adik sepupunya yang hanya mempunyai keahlian bela diri saja."

__ADS_1


"Itu benar."


"Tapi kenapa? Kenapa mereka malah mengincar si cupu itu?"


"Karena keahlian Eve sangat luar biasa," jawab Alex. Seketika tawa Niko pecah, tertawa dengan terbahak-bahak seraya memegangi perut yang terasa kram. 


"Apa kau serius?"


"Berhentilah tertawa!" tekan Alex dengan tatapan tajam menyorot Niko yang masih tertawa. 


"Sebaiknya kau mencuci wajahmu lebih dulu, apa Eve mempunyai kekuatan sihir yang dimiliki oleh Herry Potter?"


Alex terdiam tanpa menunjukan ekspresi apapun, bahkan dia sudah memberitahu hal itu pada saudara sepupunya. "Hem, terserah kau saja."


"Baiklah, kembali ke sistem keamanan dan juga penjagaan ketat. Kapan mereka akan pulang?" tanya Niko yang sangat penasaran. 


"Tiga hari, dan artinya kebebasanmu berkurang." Ancam Alex yang tersenyum jahil. 

__ADS_1


"Heh, kau tidak perlu mengancamku. Aku tahu cara mengatasi mereka," seru Niko yang sebenarnya sangat khawatir, apalagi ayahnya yang bernama El bisa mendeteksi kelakuannya. 


__ADS_2