
Niko memegang sebuah foto kenangannya bersama wanita sebelum menjadi cassanova, menggenggam foto itu dengan erat saat memikirkan masa lalu.
Di saat itu, Niko merupakan pria yang sangat setia kepada kekasihnya, pria hangat dan selalu memberikan seluruh cinta dan kasih sayangnya kepada seorang gadis yang bernama Nurika. Hubungan yang berjalan satu tahun membuatnya selalu memuja sang kekasih, selalu mengingat hari-hari spesial.
Dia berencana untuk memberikan Nurika sebuah kejutan ulang tahun, datang ke apartemen wanita itu dengan menyelinap masuk. Namun, dia sangat terkejut melihat Nurika sedang melayani pria lain membuat hatinya sangat hancur dan patah hati. Niko keluar dari persembunyiannya dan memergoki aksi kedua orang yang bertubuh polos tanpa sehelai benangpun. Kemarahan dan emosi Niko semakin memuncak, saat Nurika melindungi pria lain.
Hati Niko menjadi buta, menghajar pria itu bertubi-tubi dan tewas di tempat. Dia menatap Nurika yang menangis ketakutan di pojokan, melihat kematian partner ranjangnya yang tewas di tangan sang kekasihnya.
Niko berjalan semakin dengan dengan kekasihnya, ingin melenyapkan wanita yang berani menguranginya sangat kejam. "Selamat ulang tahun untukmu, aku ingin memberikan kejutan tapi kau sendirilah yang memberiku kejutan." Ucapnya menyeringai.
__ADS_1
"Tidak…ku mohon! Jangan sakiti aku, aku khilaf." Ucap Nurika yang menyatukan kedua tangannya, sembari menangis ketakutan berharap pria itu memberinya pengampunan.
"Kau mengkhianati cintaku, kau harus mati di tanganku!" ucap Niko yang ingin melayangkan pukulan, tapi aksinya itu terhenti saat Niki berhasil mencegahnya, menyuruh Nurika untuk pergi dari hadapan kembarannya. "Apa yang kau lakukan, lepaskan aku!" teriak Niko yang memberontak.
"Tidak, sadarlah dengan perbuatanmu ini." Tolak Niki yang memeluk kembarannya, terpaksa mengikat tubuh Niko dan memasukkannya ke rumah sakit jiwa.
Niko manjadi pasien rumah sakit jiwa membuat hati Anna dan El menderita. Rasa cinta dan berkhianat Nurika membuat anak mereka mengalami depresi, Niki sangat sedih dengan kondisi kembarannya. Memberikan support dan dukungan untuk kembarannya untuk bangkit, tanpa rasa lelah.
"Arghh…wanita sialan!" pekik Niko yang menggenggam erat foto di tangannya, kenangan lama membuatnya tidak mempercayai cinta sejati.
__ADS_1
Merobek foto di tangannya menjadi potongan kecil, membuangnya ke udara memenuhi lantai kamarnya.
Terdengar suara pintu yang diketuk dari luar, Niko mengalihkan perhatiannya ke asal suara. "Ini aku, buka pintunya!"
Niko melangkahkan kakinya, membuka pintu dengan raut wajah yang kusut. Niki melihat kembarannya yang masih memikirkan mantan kekasih yang membuat Niko depresi selama tiga bulan. "Sudahlah, jangan memikirkan wanita itu lagi."
"Wanita itu sama saja, mereka suka berkhianat dan aku sangat membenci perselingkuhan." Jelas Niko dengan penampilan sangat kacau.
"Ini sudah bertahun-tahun lamanya, kau lupakan saja kenangan buruk itu." Ucap Niki yang menenangkan Niko, dia begitu peduli dengan kembarannya. Bahkan dia membantu Niko terhindar dari jeratan polisi mengenai kasus kematian pria selingkuhan Nurika.
__ADS_1
Niko menarik nafas dalam, berusaha mengendalikan emosi agar tidak mempengaruhi mentalnya. "Kau benar, aku akan melupakan kenangan buruk itu."
"Bagus, itu baru Niko yang aku kenal." Keduanya tersenyum sembari memeluk dengan erat, Niko sangat beruntung mempunyai kembaran yang begitu peduli pada dirinya.