
Pernikahan yang ditunggu oleh kedua pasangan bak dunia seolah milik berdua secara brutal dipegang kendali penguasa tak berhati sebut dia Fenesha,memukul kepala Finesha dari belakang tanpa bisa menghindari nya sekalipun benda itu sampai tiga kali melukai dirinya,namun ketika dia mencuri pandangan kebelakang menengok perlahan menguatkan tatapan buram itu nampak jelas terlihat sudah wajah yang sama dengan Finesha,dia adalah adik kembar nya yang sengaja ingin mencelakai hidup nya,
"Kau bahkan tega melakukan hal serendah ini, Fene-sha! "
ucapan terakhir disaat dia masih sanggup berbicara pada gadis yang memegang benda berat hingga kini masih terpegang kuat ditangannya itu,
begitu tersenyum lepas setelah melakukan perbuatan keji hingga kakak kembar nya terjatuh ke lantai dengan kehilangan kesadaran,
kata pembuat masalah,
"ini yang aku tunggu kakak kembar ku, Finesha!kau bukan orang yang tepat berada disisinya, kau mengerti, walau kau saudariku tapi aku tak ingin melihat keberadaan mu, wanita konyol! "
dia bahkan masih menyempatkan untuk menendang tubuh yang tergeletak itu,
pada hari yang telah di nantinya bersama sang kekasih pujaan Finesha sebuat dia Direndra,pria yang sudah terikat oleh segala persiapan matang itu telah berhasil mencuri tempat miliknya dihati Fenesha,seketika saat hatinya tengah dilepaskan dan dicampakan sang pacar tidak sengaja dia bisa menempati posisi sebagai seorang pengganti yang menakjubkan pikir Fenesha dengan gelap mata,hingga berbuat nekat mengambil alih posisi kakak kembar nya untuk menikah dan berada dipelaminan agar dia Direndra bisa dijadikan suami sah dari Fenesha,
"Aku akan mendapatkan apa yang semestinya pantas untuk ku, Finesha bodoh! "
sebelum kejadian tersebut,Fenesha adalah seorang gadis manja bagai seorang putri kerajaan yang begitu disayang berlimpah kebahagiaan itu semua dia genggam sepenuhnya saat dirinya masih berada di keluarga Fhirzen,keluarga itu memiliki kekayaan yang tak terhitung bahkan dengan semua aset sekaligus semua perusahaan yang berada dalam tangan penguasa handal Henson, semakin memukau perkembangannya membikin setiap para wanita mengidolakan dia, ada juga yang terkadang menyematkan untuk menatap pandangan itu dengan debaran kalau dia adalah seorang pria perfect tanpa kekurangan,
ya, pendapat mereka memang benar mengenai segi Henson dari penilaian mata wanita,tapi keluarga Fhirzen dengan kehadiran sang istri tercinta Briana membuat suasana nyaman dan keharmonisan itu sangat terlihat jelas, Henson melabuhkan hatinya tepat pada wanita dari kalangan sederhana,itu pun mendapatkan restu begitu mudah dari keluarga besar Fhirzen,
dikatakan mendapat lampu hijau menjalani hubungan memang benar, tapi dimana hubungan keduanya sudah memilih untuk memutuskan pernikahan, disitulah konflik panas terjadi Henson mendapatkan kecaman luar biasa dari sang Ayah, peringatnya,
"selama ini aku tidak keberatan dengan hubungan mu dengan wanita itu, pacaran dengan nya tidak masalah, tapi pernikahan bukanlah permainan yang bisa ditentukan dengan mudah oleh mu,tapi walaupun peringatan sekeras apapun yang akan ku lakukan, tak akan membuat mu melepaskan wanita itu dengan mudah, dan sekarang ingatlah perkataan ku,menikahlah dengan nya dan berikan satu anakmu padaku!itu adalah jaminan dari hubungan baru kalian, dan harus anak pertama yang akan kau berikan padaku, ingat itu Henson bodoh, begitu banyak wanita kenapa harus nyasar ke Briana, anak dari tukang roti sebelah,dasar bocah lain kali naruh hati tuh yang tepat, lihat Ayah mu ini, ibumu saja seorang model ternama sedangkan menantu nya, hahhh, sudahlah hanya itu syarat nya sana pergi kau keluar!dia memang mirip ibunya, teguh pendirian dan keras kepala, "
terduduk menyandarkan Kepala penat karena ulah putra nya,
selang beberapa waktu,
akhirnya pernikahan pun terjadi kebahagiaan terpancar dari wajah Henson dan Briana hingga saat dimana setahun hubungan baru itu mendapatkan hasil yang sempurna dengan adanya bayi kembar, disini kesepakatan Henson sama Ayahnya sengaja dirahasiakan oleh dirinya karena dia takut itu akan mempengaruhi kehamilan sang istri tercinta, sembilan bulan tepat kandungan Briana mulai mengalami reaksi yang membuat nya harus dilarikan kerumah sakit, sebab saat itu ketuban dalam rahim Briana tiba-tiba saja pecah dan memungkinkan akan mengakibatkan masalah dalam kelahirannya,
dirumah sakit, Henson mondar-mandir tidak karuan tepat disamping Ibunya Merinda hingga langsung sang ayah yang berdiri tegap dengan gaya maskulin nya menyematkan gumamnya untuk putra tunggal nya,
"aku tau jika proses lahiran bisa membuat tegang,tapi kali ini aku juga merasakan mengalami hal yang begitu berbeda,bahkan bisa membuat frustasi bagi kaum pria hingga sampai menuju titik kegilaan yang tak menganggap siapa pun di sekitarnya,kau tau Merinda! seingatku waktu kau lahiran reaksi ku tidak sehebat Putra mu, lihatlah tingkahnya,didalam wanita itu bertaruh nyawa untuk melahirkan anaknya namun kenapa bukannya istri nya yang bertingkah, malahan putra kita yang seolah mengalami gangguan jiwa, apa memang benar itu bisa berpengaruh? ya, putra ku adalah jawabannya, istrinya melahirkan normal, dan sekarang suaminya bersikap tak wajar, apa memang dia perlu dihajar sa-yang?ini memalukan bagi keturunan besar Fhirzen,dia perlu dijinakkan!"
jawab sang istri yang masih tertegun menatap raut wajah pucat pasif sang putra,sahutnya
"yang bisa menjinakkan putra kita hanya dia seorang, kau pasti tau maksud ku kan!menantu kita, Briana,dan wajar dengan sikapnya sebab kecemasan pasti menderu dalam hatinya kala istrinya saat ini masih belum jelas keadaan disana, mengenai keadaan sang istri yang baru mulai saja sudah terjadi adanya kendala,siapapun dalam posisi anak kita pasti mengalami hal yang sama, sayang,walaupun proses nya sudah dalam penanganan normal,tapi seseorang yang baru akan menjadi Daddy pasti sangat takut luar biasa kalau sampai terjadi sesuatu pada istri dan anak nya,bukan begitu, Henson?"
Jawaban matang sang putra,
__ADS_1
"Mommy memang yang paling handal mengatasi Pak tua itu, "
kembali risau didepan pintu,
"baru saja dia berbicara seperti itu sekarang, lihatlah kau bahkan akan menjadi seorang Daddy yang kebingungan mencari tempat untuk bisa duduk dengan tenang,padahal kursi berada tepat didepan mu, seperti nya Briana memang jago membuat Henson jadi gila tak tertahankan,perlukah aku memberitahu mu arah kamar pasien!Henson,"
akhirnya semua terdiam mendengar suara tersebut,
tiba-tiba suara rengekan tangisan anak kecil terdengar hebat dari luar,Janson sang ayah mengelengkan kepala saat sikap Henson berubah sedemikian rupa konyolnya,seolah dirinya baru saja memenangkan sebuah lotre yang tak ternilai harganya, ujar Janson sambil menghela nafas,
"ya, memang kehadiran buah hati akan selalu membuat suasana berubah, bukan begitu, sa-yang!"
memeluk erat bahu Merinda,
didalam ruangan terlihat nampak Briana masih terbaring lemas di brankar dorong rumah sakit, dokter menyarankan untuk sejenak beristirahat sebab proses kelahirannya berjalan dengan lancar, hingga dimana Henson yang kini tengah menjadi seorang ayah dikejutkan dengan kedua putri kembarnya yang sangat cantik, manis dan lucu, mengemaskan tapi, beberapa saat ia diingatkan oleh pak tua Janson,
"berikan satu putri tertua mu pada ku sekarang, atau kau akan tau akibatnya? "
ancaman kian menguat kala Henson seolah keberatan dengan memisahkan bayi kembar nya dalam dunianya, baru seperdetik dia merasakan kebahagiaan yang luar biasa kini dirinya harus dibebani keputusan yang pernah dia janjikan,
lalu setelah Henson memberi nama pada kedua gadis kembar itu, pak tua Janson mengambilnya dari tangannya,
"nama yang menarik,aku tidak sangka kau bisa juga memilih panggilan unik untuk nya, Finesha putri tertua mu dan Fenesha muda berada dalam genggaman mu, kita selesai sekarang, Merinda sekarang kita bisa pergi membawanya dan memulai awal baru bersama sicucu favorit ku ini, "
kembali Henson keruangan Briana dengan mengendong putri tercintanya dia begitu senang sekaligus bahagia ia tersenyum menatap sang istri, tapi dirinya tak mampu membendung kesedihan ketika Briana bertanya dimana sikembar imut yang satunya,
"mas dimana yang satunya, biar aku yang gendong?"
terpaku diam tanpa bisa mengatakan sebenarnya kepada sang istri tercinta Henson hanya bisa meminta maaf atas keegoisan nya, dirinya tau walau pak tua itu mengambil hak asuh sebagai keluarga, maka dia tidak akan pernah membiarkan Henson dan Briana untuk menjenguknya, sebab prinsip kuat Janson tak mampu diubah oleh siapa pun,
Briana pasrah dengan sengaja tersenyum agar Henson tak lagi bersedih, disini Henson membuat istrinya salah paham dengan tingkah nya yang membikin sang ibu menahan luapan air matanya,
"Mas, jangan sedih ya, mungkin ini sudah takdir kita? "
disini seharusnya suamilah yang harus dominan menyemangati sang istri memberi pelukan juga ketenangan, tapi lain cerita dengan keluarga baru Henson dan Briana mereka berdua salah memberikan porsi kebalikan, melihat Henson yang berkalut kesedihan membuat Briana harus menghibur nya dan melupakan kesedihan nya,
kata salah satu pengawal Henson yang masih berdiri diluar, dia Jeral
"sepertinya boss kita memang beda dari yang lain,seharusnya saat ini Nyonya sangat membutuhkan perlakuan khusus dari tuan boss, tapi kenapa malah boss yang diperlakukan spesial sama Nyonya ya, seperti boss saja yang baru lahiran! "
jawab Juan yang berdiri disamping nya,
__ADS_1
"terserah,toh itu urusan mereka,gimana kita disini hanya bisa melihat saja,tinggal omongan Jeral aja yang Hati-hati, ntar boss denger kita bisa mati kaku disini! "
setelah semua sudah dibereskan oleh Henson kini keduanya kembali ke Mansion miliknya yang tak jauh dari sana,
beberapa tahun kemudian pertumbuhan gadis itu begitu mengejutkan tepat saat dirinya berusia dua puluh tiga tahun dimana mereka merayakan hari ulang tahun putri nya Fenesha yang begitu terkesima, sebab hadiah yang diberikan kepadanya sangat mengejutkan bagi gadis manja dengan logat menarik perhatian, sebuah mobil Kabriolet hitam dambaan Fenesha yang dikemudian Jeral menuju kedepan Mansion, melonjak kegirangan karena Daddy nya begitu luar biasa memperhatikan setiap urusan terkecil pun tak terlewat kan bagi nya mengenai kesukaan dan keinginan putri yang dimanjakan oleh dirinya juga Briana,
disisi lain kekecewaan melanda sangat dalam ketika kebahagiaan itu tak lengkap tanpa keberadaan Finesha, kakak kembar Fenesha, ribuan hal selalu terpikir dibenak nya,apa yang bisa dilakukan oleh orang tua yang tengah melepaskan tanggung jawab tanpa memberikan kasih sayang hingga diusia dewasanya kali ini,
harapan Henson pada Janson mengingat dia memegang kendali atas kehidupan Finesha,
"kuharap pak tua itu tak merepotkan putri tercinta ku disana! pasti dia menyembunyikan disuatu tempat yang spesial jauh dari sana, semoga kau bahagia, Finesha, selamat ulang tahun yang ke dua puluh tiga tahun, sa-yang, maaf Daddy membuat mu terpisah demi mendapatkan Mommy mu ini! "
sedih raut wajah itu terlihat sehingga Briana menghampiri nya sembari mengusap beberapa tetesan kesedihan dirinya,
"Fenesha berulang tahun sayang, kenapa kamu bersedih seperti ini, emm? "
tersenyum manatap Henson,
hatinya bergemuru luar biasa mendengar ucapan dari Briana,
"seandainya kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi, pasti kau akan marah karena aku telah memisahkan putri pertama mu dari dekapan seorang ibu, dan lebih buruknya seolah kita mengabaikan dirinya tanpa memberikan kebahagiaan serta kasih sayang yang sama pada putri pertama kita, terasa hanya sepihak pada Fenesha saja segalanya telah diberikan sedangkan dia yang terpisah tak satupun mendapatkan semua kehangatan dari genggaman Daddy dan Mommy nya,seperti anak yang tak dianggap keberadaan nya bahkan sesekali pak tua menjengkelkan itu tak memberikan izin untuk ku menengok nya, dasar pak tua sudah jadi kakek juga egois dipelihara, kapan sarafnya itu akan berjalan normal, semua masalah ini membuat ku serba kebingungan setiap saat, hingga kalau tengah malam aku terbangun melihat tatapan kesedihan seseorang yang amat dirindukan, pasti itu kau sayang ku, Finesha, maafkan Daddy nak! "
lalu Fenesha yang masih asyik bermanja didalam mobil Kabriolet hitam terpaku dengan Gaston yang membuat mata lentik milik gadis manis itu mengerucut seketika,
berjalan menghampiri kekasih nya,
"jangan pakai pakaian yang menggoda!bagaimana jika mereka para wanita haus pandangan akan melahap mu, tampan? "
percakapan mereka begitu mengesankan dan berakhir pada kalimat yang menguncang hati Fenesha,
"Paman dan Tante aku kemari untuk bersikap baik dengan memberitahu kan kalau kini hubungan ku dengan Fenesha berakhir, aku minta maaf, atas apa keputusan yang dibuat nenek ku, dia sudah menyiapkan pernikahan ku dengan wanita pilihan nya, kedatangan ku hanya memperjelas semuanya, tolong maafkan aku, Fenesha! "
melihat ekpresi tenang Henson seperti nya dia lega sebab sejak awal hubungan itu sudah tidak begitu disukai oleh nya, tapi beda dengan Briana yang selalu membikin semua menjadi geram,
ujarnya,
"jika sejak awal niatmu hanya mempermainkan putriku, maka ingatlah kau seorang pria tapi dengan mudah nya mengakhiri hubungan lama demi memperdalam keadaan yang baru, pria seperti mu memang tidak lah pantas menjadi calon suami Fenesha, pergilah dan jangan pernah menampakkan wajah mu lagi disini! "
mendengar dia mendapatkan keputusan hubungan sepihak membuat kekesalan hingga kekecewaan mengebu dibenak Fenesha,
"ini keputusan yang akan menghancurkan segalanya!"
__ADS_1
sejak hari itu sikap putrinya jauh berubah,
terkadang jengkel, marah- marah sampai membentak luar biasa dengan temannya, kondisi saat dirinya dilepaskan pacarnya yang lebih memilih sesuatu baru demi kebaikan keluarga.