Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Acara Kampus.


__ADS_3

*******


Posisi terhimpit otak gak ada jalan pikiran buntu, sumpek ni rasa gemeruh luar biasa dialami Finesha, tak disangka sebuah panggilan telfon berdering dalam genggaman Gadis yang kini terpojok gak bisa bergerak, saat dilihat lah benda pipih itu kerut Fi mengerut tiba-tiba, sentuh Frant melihat kening berasa orang tua mampir kepada nya,


geram Frant,


"Memang ada masalah apa Fi? tumben memasang wajah seseram itu, "


"Emang Kampus itu yah bikin kesel, tapi ini hari apa Om? "


sahut Shinge,


"Amnesia? "


"Gagar otak, karena Om Shinge, "


celetuk Shinge,


"Kok malah nyalahin orang, "


"Makanya tu mulut kasi rem kalau blong gi di service, bilang aja jika kesulitan, gue bantu nyari tukang ahlinya, masalah biaya kirim ke Mom, reseh amet,ditanya juga karena aku gak inget, "


Frant,


"Hari Sabtu sayang, "


teriak Finesha karena terkaget-kaget oleh Ucapan Om Frant, hari sabtu adalah hari acara kampus bagi para mahasiswa untuk melakukan kegiatan ekstra bersama para anggota senior, dan udah tau pikiran nya takut telat malahan di kasih embel-embel sayang,


tanya Finesha,


"Om tu bandrol dapet dari mana bisa berubah jadi sayang? "


Sahut ngelantur Shinge,


"Nyita merk tetangga, gak tau lagi Viral Om demen sama Ponakan? "


ocehan Finesha sambil meninggalkan mereka,


"Tu otak Travelling nya jauh amet sampai ke alur novel, emang Om pendukung apa? paling cuma lewat liat judulnya doang, ihhh dasar, "


setelah kembali kekamar ia bergegas untuk mengambil bag yang berisi persiapan yang sebelumnya telah disiapkan, lalu kemudian Frant mengantarkan nya kekampus,


*********


beberapa jam akhirnya kampus Finesha terlihat dari arah sebrang,ia mendengar panggilan dari seorang temannya yang tidak lain adalah Farah dan dua pria yang menetap lekat kearah Finesha yang keluar mobil bersama seorang pria, sebenarnya mereka tidak tau siapa pria yang disebut Finesha sebagai Om nya, karena baginya keluarga nya adalah hal pribadi yang tak seharusnya orang luar tau,


Melambai pada mereka namun tiba-tiba saja Om Frant merangkul pinggang Finesha dan mengecup bibir mungil manis milik nya dihadapan ketiga temannya, bukan hanya itu disana bahkan ada beberapa seniornya yang masih berada diluar menatap kearah diri nya,


langsung saja ditepuk dada bidang sang Om,


gerutunya,


"Kau ini suka sekali buat ulah untuk ku, Om mesum! "


lalu kemudian Finesha berlari ke arah Farah,


jawabnya,


"Far, masuk yuk, entar telat! "


ucap Farah,


"Okeyy, bye Om, "


Frant tersenyum melihat ekspresi keponakan yang kesal diujung sana,melihat sekilas punggung gadis itu kemudian dirinya memasuki mobil dan kini pergi menuju ke perusahaan,


**********


Didalam kampus,


Tiba-tiba sebuah layunan bola menghantam kepala Finesha sehingga yang membikin terkejut aktivitas olahraga saat itu terhenti melihat Gadis yang terkena santapan bola terduduk ditempat dengan ketiga temannya mengitari Finesha, bahkan kini suara tanya mereka tak terdengar olehnya, mata sayup mulai berat pandangan menghitam dan,

__ADS_1


"BRUK, "


Finesha terjatuh pingsan,


seketika Dosen muda itu mengendong Finesha ala bridal style, sontak beberapa anggota senior terkejut karena ulahnya dibawanya gadis itu ke ruang UKS ternyata, dia pingsan karena hantaman bola cukup keras mengenai kepalanya, beberapa menit kemudian mata lentik mulai terbuka perlahan,


Dosen Muda bertanya,


"Kau baik-baik saja? bagaimana keadaan mu? "


Tak langsung menjawab bahkan Farah dan kedua teman prianya tercekat ketika dia memarahi sang Dosen,


"Lain kali bisa gak jangan buat masalah dengan ku, aku capek dan kali ini Dosen baru juga sama ngeselinnya kek mereka, dasar menjengkelkan! "


melihat gerutu emosi Finesha Dokter yang memeriksa pun bengong sebab dirinya tau sosok gadis yang bernama Finesha dia adalah gadis pendiam, namun seperti nya sekarang dia sedang ada masalah yang menumpuk jadi tu bibir mayun se lapangan kek pengen nerkam orang aja dari belakang,


jawab sang Dosen,


"Maaf, aku gak tau kalau kamu berada dibelakang makanya aku membantu mu sampai disini! "


balas Finesha,


"Ya Terima kasih atas hadiah nya! "


mencoba beranjak dari sana mala seorang senior masuk dan mengatakan,


senior Yun,


"Haruskah aku menghubungi pihak keluarga mu! mungkin pria tadi! "


kedua mata itu seolah ingin membunuh seseorang,


"Berani bilang gue bunuh diri disini! "


mendengar kalimat sadis ibarat sebuah luapan lucu bagi senior Yun,


ucapnya,


"Aku tau, makasih sudah mengkhawatirkan ku, "


cetus Finesha yang membuat Dokter disana terkekeh kecil,


sahutnya,


"Dokter ngapain terkekeh gitu? ngeledek? gue cekek baru tau rasa! "


mendengar kecaman Itu Farah melotot bahkan sampai memeriksa diantara kedua dahi mereka,


"Woi lo napa? amnesia? "


"lo mau gue kubur juga disini! "


"ihh sadis lo, Fi lo kenapa yaaa jangan bikin gue takut, mendadak jadi emosian gini emang lagi PMS? "


"Gak tau kenapa ni tangan pengen nabok orang aja dari tadi! "


Dokter pun tersenyum lebar akibat ulah omongan nya Finesha,


pria yang sedari tadi disamping Farah pun menahan senyumnya,ocehan Farah,


"Dosen sebaiknya tanggung jawab deh, ni udah buat temen gue jadi seantik ini? "


sahut Fi,


"lo pikir gue barang, enak asal minta tanggung jawab, gue gk hamil! "


Farah pun merespon temannya yang gak tau kenapa jadi emosian dari tadi,


"siapa bilang kalau kamu itu hamil? "


tiba-tiba sebuah panggilan telfon berdering, Finesha hanya melihat tanpa mengangkat nya,

__ADS_1


ungkap sang Dokter,


"Itu panggilan udah keseratus kali, napa gak diangkat emang berat? "


"Udah tau masih nanyak, "


Dokter menimpali omongan lagi,


"Mungkin dia menghubungi mu karena ada urusan yang sangat penting, Finesha maka angkat lah! "


"Aku gak Kuat, "


"Ni anak dari tadi bikin pengen orang naik saja! "


"ikutan dong! "


"Emang bisa?"


Farah menyahuti,


"Kalian lagi janjian mau kompak ya? "


"GAK TUH, "


jawab bareng keduanya,


setelah kondisinya membaik Finesha pun kembali ikutan acara kampus,


keluh nya,


"Capek tubuh gue, butuh sandaran? "


kedua pria yang di sebelah Farah pun menyahuti,


"Ni kami lagi nganggur, kemari aja tinggal pilih! "


tiba-tiba Finesha memukul kedua bahu mereka,


"Usilnya gak nanggung-nanggung, "


kata Giram,


"katanya butuh, ni kami sediain dua puluh empat jam spesial buat kamu, Finesha, "


sahut Giral,


"Sama gue juga gak apa, tenang kami ada buat lo! "


kedua saudara kembar itu terkekeh menggoda Finesha,


gumamnya,


"Punya temen ngejengkelin juga, kalau entar ada yang liat gue lagi sandaran dibahu lo, yang ada kalau pulang gue bakalan mati dalam sekejap, "


karena penasaran dengan celoteh Finesha akhirnya Farah pun menimpali omongan,


"Emang mau diapain sampai mati? kok bisa kan lo gak ngapa-ngapain, cuma lagi butuh sandaran doang kan? "


"itu menurut lo, yang sana? "


"Emang siapa sih yang kau maksud? "


datanglah dari arah belakang seseorang meraba punggung Finesha dengan sentuhan menyeramkan, ditengoklah Fi disana, gak taunya,


"K_Kkau disini, bagaimana bi_sa? "


menarik pergelangan tangan Finesha membawanya masuk kedalam mobil yang jaraknya cukup lumayan jauh hingga dirinya dibuat ngos-ngosan karena ulah sang Om,


namun sebelum dia bicara ternyata Frant membungkam mulut ku saat memasuki mobil, bibir nya berjalan menari merasakan setiap bibir Finesha,


batinnya,

__ADS_1


"Om ku sudah gila! "


__ADS_2