Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Tebing sebelah


__ADS_3

********


Masih didalam mobil,


"Om berhen_ti! "


mencoba mendorong dada bidang nya namun tak sedikitpun mampu mengubahnya untuk sedikit menjauh, malahan kali ini dia seolah candu bersenang-senang dengan angan liar dengan bibir Finesha,


"Bagai santapan liar yang tak pernah didapat,Om bisakah berhenti aku gak bisa nafas! "


batinnya mengelegar tak bisa berkutik,


Frant yang tau kalau sang ponakan tak mampu menahan nafas lebih darinya akhirnya ia membuat Finesha beristirahat sejenak dengan nafas ngos-ngosan kedua mata itu tercekat berat menatap Om nya,


tanya nya,


"Kenapa Om berbuat seperti ini pada Fi? apa salahnya Fi Om? "


sentuhan jemari lembut memainkan helaian rambut yang menjuntai panjang,


"Karena aku menyukai mu Fi, "


kenyataan diluar perkiraan,


balas Finesha,


"Om, aku ini keponakan mu, bagaimana bisa sampai menyukai ku? Om sebaiknya jangan seperti ini! semuanya salah Om__"


mendengar semua pembicaraan Finesha akhirnya desiran mengebu hati Frant langsung memainkan kelihaiannya,


Menyentuh setiap sisi ujung bibir manis merona Fi menyusuri kelembutan nya yang begitu menarik hati sang Om, hingga kini ciuman itu semakin tajam mengarah pada gejolak mendalam menjelajah hanyutan beradu pada kedua lembah lembut menerjang bahkan saling bersentuhan manja didalamnya,


Batin Finesha yang meronta-ronta,


"Mom, berasa hidup gue diujung tanduk gara-gara si Om udah mulai gagar otak ringan, "


Lamanya hanyutan itu membuat Finesha harus mengimbangi nya, seolah tak menyerah sampai disana, tak pernah berpikir saat ini mobil berada dimana,dia tidak berpikir bisa saja seseorang yang lulu lalang disini melihat keduanya melakukan hal serius didalam mobil, kedua mata hazel biru itu sontak terbelalak penuh bagaimana tidak, jari tangannya sudah mulai melakukan aktivitas diluar bayangan gadis yang terhimpit posisi yang paling sulit,


karena sebuah panggilan telfon dari seseorang akhirnya Finesha bisa terselamatkan,


Ucapnya kalau Frant mengangkat sebuah telfon diluar mobil dengan meninggalkan Finesha sendirian di dalam,


"Gue harus pergi atau ni nyawa gue akan berasa loncat tebing jika selalu bersama dengan Om mesum level tingkat dewa, ihhh cari cewek tu yang benar, yahh gue udah benar cuma yang paling bener tu jangan gue la gak mikir atau emang tu otak loading nya lemot kek orang nya, gak bisa paham yang mana bener dan salah, lagian dia ngangkat telfon juga dari tadi gak beres-beres, yah bego nya gue dipelihara, cabut aja mumpung ada kesempatan dalam kesempitan, seru deh bayangin wajah Om ku kelimpungan cari anak asuh nya yang hilang, heheheh, mampus lo, ini pembalasan gue, "


setelah setengah jam lebih Frant memasuki mobil dan dia melihat jika didalam sana anak gadis itu sudah lenyap bagai ditelan bumi,


gerutunya,


"Yah... coba aja kabur, nanti juga bakal ketemu lagi, setelah itu gak ada ampun buat gadis yang melanggar aturan! "


Tiba-tiba Finesha bersin,


"Haajizzz, napa tiba-tiba gue bersin, moga aja entar pulang selamet tidur pun tentrem, berasa dihantui makhluk aneh saja, ya walaupun Om ku juga luar biasa aneh nya, bahkan hantu pun bisa dijamin kesemsem karena ulah mesumnya! "

__ADS_1


**********


Setelah pulang kembali ada sebuah tatapan tajam mengarah kepada Finesha,


gumamnya,


"Ini kenapa bulu kuduk gue berdiri merinding gak jelas gini sih! "


sahut Iden yang mendengar celotehan sang kakak,


"Tu ada mayat hidup lagi nimbrung disofa nyariin lo kak! "


tatap tajam Finesha,


balasnya,


"Gue gak ada masalah sama tu mayat hidup, emang tadi dapat angkringan dimana sampai kebawa kemari hah? "


melihat reaksi unik sang kakak Iden benar-benar dibuat tahan tawa olehnya,


"Gak tau kak, mungkin tadi main asal nylonong kali, tapi kok bisa masuk ya? "


sahut srampangan sang kakak,


"Gak jelas, tinggal tembus tu pintu kelar kan,ngapain juga repot-repot mikiran mayat hidup, yang bener usaha kan gak ganggu orang lewat, apalagi main slomot milik orang,"


jawab sang Iden,


"wah berarti dia gila dong kak, "


"Emang, "


gak disangka obrolan mereka membuat senyum beberapa Om disana terkulai lemas, sebab ada sosok orang yang saat ini sedang kena incaran pembicaraan mereka berdua,lalu tanpa menghiraukan Finesha pun pergi kekamar tak lupa dirinya mengunci pintu sebab takutnya ada tikus nimbrung lewat gak jelas masuk kekamar nya,


"Jika gak ku kunci Tikus jantan pasti langsung main bobol pintu orang, "


kemudian ada sebuah pesan chat diponsel Finesha yang terlihat dari benda pipih itu nampak lah dari Farah yang sengaja ingin mengajaknya jalan ketebing sebelah,


tolak Finesha,


"Gak gue capek, lagian jika aku keluar Tikus jantan pun pasti ikutan lomba keluar, gak deh gue cari keselamatan saja Far, "


balas dengan sebuah ledekan,


"Bawa pelampung aja kan beres, "


emosi Finesha,


"lo pikir lagi renang, yah main aja sendiri lagian tu tebing sebelah kan deket rumah lo, pergi sendiri gue mau bobok cantik, bye, "


Tanpa diduga dua jam lebih seseorang mengetuk pintu kamar Finesha,


"Dok.. dok... dokk, "

__ADS_1


Mata kantuk itu terbangun seketika,


celoteh nya kesal sebab pengganggu datang menghampiri dirinya,


pikir nya yang sesaat terdiam diambang pintu,


"Gue bukak gak ya, entar kalau langsung main colok ces nya gimana? nasib gue lama-lama jadi bubur dong, hahh ribet amet si hidup sekali juga, "


mau tidak mau terpaksa gagang pintu ia buka ternyata,


seorang wanita langsung memeluk dirinya dia adalah,


"Farah lo ngapain kesini? "


"Tentunya ganggu tidur lo Fi! "


menengok kebelakang,


Ucap Frant yang seolah menatap memantau dari sana,


"Gi mandi kita bertiga kan bareng ke tebing sebelah! "


sahut Fi,


"Dari mana Om tau nama itu? "


jelas Farah,


"Tentunya dari gue dong, kan lo gak mau gue ajak, ya aku kemari sebenarnya mau minta bantuan Om agar lo mau kesana, jadi nanti kita bisa pergi bertiga Fi, "


ucap Ceplos Si Fi yang geleng kepala,


"Mampus ni hidup,"


tanya Farah,


"Napa Fi?bukannya lo seneng? "


"Masuk sebelum Tikus jantan main colek sama betina nya! padahal si betina gak ngarep apa-apa, "


"Maksud lo apa sih Fi, Tikus jantan dan betina? dimana sambung nya sama tebing sebelah la Fi? "


"Tu otak lo walaupun disaring sampai ember penuh pun gak bakalan ngerti posisi gue, udah masuk jangan banyak omong!"


***********


Setelah beberapa jam akhirnya gadis yang ditunggu Frant memukau pandangan nya, dengan tampilan sederhana kaos putih yang membentuk tubuh atasnya nampak menonjol, sekaligus rok panjang motif bunga beserta anting panjang yang mempercantik dirinya kala rambut panjang itu terurai indah,


ujar Frant,


"Sudah siap, tinggal ke tujuan sekarang! "


melihat mata yang meronta-ronta seolah ingin menerkam sang kakak Iden pun langsung bergumam,

__ADS_1


"Zaman sekarang Om cabul benar-benar ada dimana-mana, lagian otak miring mereka sangatlah antik, masak ya ponakan sendiri di embat, dasar mesum, bagaimana nasib kakak nanti di tebing sebelah? sudah pasti, beeeeee, nyesek diterkam buaya darat, hahh, apes banget hidup lo kak, Om sendiri aja kecantol sama lo, lagian kakak gue emag sexy si, tapi gara-gara kacauan mereka seperti nya kakak juga sudah agak mulai bersikap gak jelas juga, hahh... ni begini kalau anak dititipin sama Om nya, orang tua nyari duit, anak kena sasarannya, "


__ADS_2