
Hidupku pada akhirnya selalu dihimpit diliputi oleh mereka sampai terikat dengan yang namanya disebut "Paman"m
(Betul itu,)
dan sekarang bahkan aku tak sanggup berpikir jernih lagi, dari kegigihan mereka yang mencoba mempertahankan ku disini, sedangkan untuk pertama kali nya, bagi ku melihat hal segenting ini,
"Jangan coba melakukan tindakan yang akan membuat kami melawan keputusan mu, Shintya,kau yang dari awal sudah memutuskan, jika Clarisha akan tinggal di vila ku, namun kau mengubah dan menyuruhnya menempati Mansion,seharusnya ia tinggal dengan kami, it's okay, kami menerima nya, tapi kali ini jika berkaitan dengan semacam menjalin hubungan baru, aku bisa pastikan akan membuat mu dalam masalah yang sangat besar, bayangkan kau sendiri, sedangkan kami ber-enam, apa kau sanggup menghadapi ini semua? "
aku tidak habis pikir kalau mereka sampai memgancam Mommy demi melindungi ku, senang dan bahagia banget semua paman membantu, penolakan nyata ini,
ujar Mommy padaku,
"Kau tau Clarisha, sebenarnya Mommy mencoba membuat mu menjalin hubungan dengan Dirvergo, tapi semua pilihan Mommy berdampak buruk hingga harus sampai adanya perlawanan dari berbagai sisi saudara, menjengkelkan, tapi baiklah, akulah yang egois, tidak memikirkan mu, Clarisha! "
akhirnya keputusan Mommy bertekad bulat, membatalkan rencananya itu, sehingga detik itu juga seluruh keluarga itu, yakni mereka bertiga kembali ke kediamannya,
aku langsung membaringkan tubuh tegang beserta letihku diatas ranjang ini, baru mataku ini hendak melelapkan semua bayangan, datang seseorang langsung menemuiku sembari memberikan ciuman hangat di dahiku,
Oalah mimpi apa gue semalam,
(Napa hidup lo bak ratu nya semua pamanmu, penakluk hati para CEO,sekaligus Mafia,)
tapi aku masih sama, cinta adalah kesederhanaan, lalu ketika dia meminta jawaban, dihatiku, hanya ada paman Sizen, menarik perhatian ku,
(Woi, bagaimana Frand Huyan? )
entahlah, jangan katakan tentang dia, mood ku kurang gak nyaman jika berurusan dengan nya, setelah itu aku masih dalam mode diam, Mommy yang mengantar kepergian mereka, sedangkan satu kamarku dipenuhi dengan keberadaan semua Paman ku, Wow mimpi apa aku semalam,
(Sekarang apa yang akan terjadi, bahkan aura nya terasa menyekat aneh disemua ruangan, Clarisha)
ya, ya, ya, kan aku Finesha memang apa yang perlu ditakutkan,
Tiba-tiba saja Sizen mendekat kearah kananku sedangkan Lukas didekat kiriku serta tak lupa pula, Darka yang memandangiku dari ujung ranjang bawah kamar ku, tapi diantara jarak kedekatan mereka, nyaris yang paling menyesakkan adalah pandangannya yang mengarah tajam padaku,
(Hehhh, aku tau siapa dia, bener to, gak ada jaminan kau lolos dari sengatan jangkauannya walaupun sebatas bertatap mata)
Frand Huyan, wuaaaa, bagaimana bisa dia bersikap seperti ini kepadaku, wajar dia menjauh, tapi lebih tidak sadar lagi, semua pola tatapan itu seolah menerkam ku dari jauh,
(Kau tau seperti nya Nyonya sherya membesarkan seorang yang nyaris sempurna dari segala bidangnya, sepertinya kau termasuk golongan kedua, bagaimana tidak? kau bahkan membuat hampir sebagian paman mu tertarik padamu, Clarisha? )
Bukan niatku juga, hanya sebuah luka yang menjadi keberuntungan beruntun,lebih tepatnya seperti itu,
"Kau tidak apa-apa Clarisha? "
jawab ku yang sejenak tersenyum padanya,
"Ya, Paman Sizen, aku baik-baik saja, semua karena tindakan kalian, Terima kasih banyak, sudah menghargai ku sejauh ini, "
lalu dia langsung membelai rambut ku perlahan,
"Bukan sekedar menghargai, tapi tanpamu, kehidupan yang kami semua jalani lebih terasa berharga, Clarisha, jika bisa kami akan membuat mu bertahan disisi semua orang yang kau panggil Paman, "
aku bahkan tak sanggup lagi, berkata-kata, tapi aku suka dengan semua perhatian mereka,
(Emang siapa cewek didunia ini yang gak suka mendapatkan perhatian berlebihan seperti itu)
hemmm, apalagi bening-bening, hehehehe,
Tiba-tiba seseorang memukul dahiku ya lumayan keras, tapi lebih tepatnya seperti biasa kalau bukan ulah si Lukas,
"Kapan kau kembali?apa disini kau benar-benar nyaman, Clarisha? "
jawab ku,
"Seperti yang kau lihat! "
Darka menjawabnya,
"Tidak senyaman di Vila kak Sizen, bukan begitu! "
entah kenapa paman Deray juga Shinje lebih memilih untuk tersenyum melihat situasi ku,
namun,
"Dia akan tinggal di Mansion, sebab Nyonya besar keluarga ini adalah Clarisha, apa kau akan meninggalkan tugas mu sebagai pewaris penuh semua aset milik Nyonya Sherya, "
lagi dan lagi, mesti harus ada kata Nyonya, kenapa harus ribet masalah semua ini, semakin runyam aja, satu kelar datang satu lagi, kini malah bentrok sama saudara sendiri, ya langsung saja Deray mengambil cela,
"Semua itu hanya bisa diputuskan oleh Nyonya besar sendiri, kita hanya harus ikut alurnya, bukan memaksa atau mengekang nya, dia juga masih muda, biarlah dia sendiri yang ambil keputusan, "
Shinje juga komplen,
"La kita ini penonton, kenapa repot amet ngurusinnya, dia aja santai gitu, jangan lebay deh, lagian kalian yang lebih dewasa kok malah bertingkah kekanak-kanakan, "
kata ku,
"Tepat sekali, "
Rasanya senang bisa menanggapi ucapan lurus si Paman Shinje,
(emang biasa gak gitu apa? dan mungkin karena situasi nya aja jadi dia pengen bantu kamu,)
bisa juga sih, tapi,
"oh ya, semua berkas sepertinya harus kau periksa, sebab dokumen sedang membutuhkan beberapa tanda tangan mu, dan tangan kanan mu juga sudah begitu repot ngerjain segalanya demi dirimu, "
sahut Sizen,
"Biar nanti setelah keadaan nya membaik, dia bisa langsung ngerjain semua hal yang kau katakan tadi, Kak Frand, "
"Baiklah, kalau begitu aku harus pergi lebih dulu, semoga semuanya membaik, Clarisha!"
entah kenapa dia bilang seolah semuanya akan memburuk,
(jelek amet pikiran lo! )
__ADS_1
ya habis gimana? setiap ucapan nya terkadang memiliki respon yang nyebelin bangett,
(walaupun nyebelin, kalau dapet perhatian nya, lo aja kesem-sem to?)
hemmmm, hidup ku penuh dengan Cogan, sayang banget mereka semua pamanku,
(seandainya bukan, bisa dijamin pasti lo ngoleksi mereka jadi pacar lo to?)
tu anak orang, ati-ati kalau ngomong,
berasa ada sesuatu yang menelusuri tengkuk leherku ternyata,Lukas
"Ngapain bengong, haruskah kami bertiga langsung main aja sekarang! "
"Mau gue tampol gak tu muka, gak sabaran amet jadi orang! "
"itu berarti lo mau! "
"Plaster dimana sih, ada orang yang sangat membutuhkan bantuannya! "
"Bibir lo aja, gue mau banget, Clarisha! "
"Kak Sizen, apa dia sedang ada masalah? "
jawab nya,
"Tidak, memang kenapa, Clarisha? "
"Tu mulut, bisa direm dikit gak, nerocos mulu, nyebelin amet, Oh ya, jika semua disini, kenapa Kak Dirgha gak ada? "
Darka menimpali,
"Toh sudah ada kami, memang kau perlu apa? biar aku ambilkan, "
"Enggak paman, gak mau ngerepotin, cuma-? "
sahut Deray,
"Gak nyaman kami semuanya ada disini! "
"Enggak juga, malahan seperti semua hal yang rindu di Vila bak terasa kembali melihat kalian disini, "
Paman Sizen mengambil pergelangan tanganku, kemudian mengusap punggung nya seraya berkata,
"Tak ada hal lebih penting, selain kamu, Clarisha, karena mungkin kau sudah masuk terlalu jauh dihati Paman mu ini, "
kalimat itu membuat ku tertegun, dan,
uwaaaahhhhh, dia cintai juga sama gue,
(lo gak sekalian girang aja didepan nya,kalau perlu guling-guling juga, pasti lebih seru,)
gak la, entar dikirain aku nya gila, enak aja,
(seneng banget tu persaan nya)
(langsung nyali menciut kalau berurusan dengan Mommy mu, hehehe)
lalu akhirnya akupun lanjut bercakap dengan Lukas,
"Clarisha, "
dia yang manggil nama aku jadi merinding,
"Ya, Paman Lukas, "
"Apa dihati lo udah nempol seseorang dari kami? "
"kenapa bertanya seperti itu? "
"Penasaran aja, walaupun udah ada tempat pasti buat orang itu, aku Lukas akan buat hati lo terbagi untuk ku juga, inget baik-baik ucapan ku ini, "
aku menelan salivaku mendengar tekad bulat nya si Lukas, dia pun kembali menyodorkan kalimat,
"Karena aku sudah terlanjur suka sama kamu, Clarisha, "
aku menjadi bengong tak menentu, mendengar dua kalimat penting dari seseorang yang sekarang berada didekatku, disusul paman Darka,
"Jangan khawatir, aku juga masih menyimpan sebagian perasaan suka sama lo, tapi gak sehebat mereka, atau seharusnya aku mengurungnya, dan mungkin lebih mengungguli mereka berdua? bagaimana menurut mu, Clarisha? "
(wkwkwkwkwkwkk, Clarisha mendadak terkena serangan jantung,)
barusan itu beneran juga,
(Ya sekarang gimana nasib lo, tinggal tunggu tanggal main nya Frand Huyan, sengsara lo ngurusin empat cowok sekaligus, hehehe)
ku pikir setelah aku kehilangan cowok yang aku sukai pasti akan mendapatkan lebih baik lagi, la ini bukannya lebih baik malahan lebih ditambah dan di kali langsung aja sama dengan ku, hah gimana ni hidup,
(gak tau la, aku jadi penonton dan pendengar yang baik, sebab mereka bisa di jamin akan buat lo lebih bermasalah, karena mereka sudah bilang suka sama lo, lo nya mundur mereka yang akan tancap gas, Hati-hati, Clarisha)
lo nakutin gue,
(gak kok, cuma ngingetin aja)
suara bising seseorang membuatku menatapnya, dia tidak lain Paman Shinje,
"Woi Clarisha, lo gak pa pa dapet pengakuan dari ke-tiga Paman mu? "
"Emang kenapa Paman? "
"Kalau lo jawab gak papa itu artinya lo udah gak normal, ya masak ketiganya lo langsung trima, yakin apa gak takut mereka akan ngapa-ngapain lo? "
"Kenapa Paman berpikir sampai sejauh itu? "
"emang kau gak kepikiran, luar biasa kalau begitu, kau bisa sesantai ini, malahan gue yang tegang, ya lo gak mikir apa? tentang nasib lo? "
__ADS_1
"tiap hari juga mikir Paman, kan Masih hidup, la emang kenapa to dengan nasib aku? "
"Sepertinya nyerah bicara sama keponakan yang gak ngerti situasi, "
"Bahkan aku lebih sadar dari Paman, jika gak bagaimana aku bisa berbicara dengan mu, Paman Shinje? "
"Diantara mereka berempat, siapa yang paling kau suka, Clarisha? "
mereka terdiam mengetahui bahwa kata berempat menjadi tanda tanya besar bagi ketiganya, sahut Lukas,
"Shinje siapa maksud mu yang ke-empat? "
"tentu saja, Kak Frand Huyan, kenapa kak Lukas? "
"Kak Sizen, ini akan membuat semua berantakan, "
jawab Sizen,
"Memang perasaan gak tau tempat, mau bagaimana lagi, bukan begitu Clarisha? "
mereka yang berbicara akunya yang terbawa suasana oleh pikiran ku yang dikacaukan oleh Frand, sebenarnya aku cemas sebab,
(Dia adalah seorang Mafia kelas berat, itu yang ingin kau katakan)
lebih tepatnya seperti itu, lalu sekarang bagaimana aku menyikapinya,
(lalu bagaimana keputusan mu dengan ketiga perasaan mereka?)
gak tau, bingung, walaupun aku akan jawab hanya suka sama Paman Sizen, lo pikir mereka semua mau trima, udah jelas gak la, yakin deh mereka pasti langsung nerobos lampu merah dihati gue, gimana lagi aku harus nyikapinya, repot kan,
(iya juga sih, sekarang menunggu saja gitu)
ya iyalah mau gimana lagi, tapi kenapa sekarang aku malah kepikiran soal Finesha ya, pasti dia seneng banget dapet perhatian lebih dari Daddy, Grandma dan Grandpa,
Tiba-tiba rasa kantuk mulai melekat dimataku, sehingga aku tertidur pulas dihadapan semua Paman ku,
******
Kata Daddy dikediaman besar miliknya,
"Kau gak papa sayang? mulai hari ini biar Daddy yang urus kamu, dan kau tau Grandpa sama Grandma harus kembali mengurus sesuatu, jadi kau akan bersama dengan Daddy, kau gak marah kan? "
jawabku sebagai pengganti Finesha, walaupun aku sendiri tak tahu tentang sikapnya, namun kejadian diingatan ini, hampir membuat ku frustasi saja, dia bisa bertahan hidup adalah keberuntungan, jika aku jadi dia, pasti udah langsung ambil tindakan nekat,
"Daddy pernakah menyesal memiliki putri seperti ku? "
pertanyaan itu membikin Daddy menundukkan pandangan nya, sekaligus membuat ku berpikir, seandainya Kau tau aku bukan putrimu, pasti kau akan lebih terisak dibandingkan sekarang,
"Sedikitpun,tak ada Kekecewaan dihati Daddy, mau gimana lagi, semua kebodohan Daddy sudah terlampau jauh, tidak mungkin juga untuk diputar ulang dan diperbaiki, Daddy hanya bisa minta maaf kepada mu, Sayang, "
sambil mengusap lembut kepalaku, tanya nya lagi,
"Haruskah kita keluar negri untuk berlibur sayang! "
"Ya, ide yang bagus, tapi aku ingin pergi jika dengan Clarisha! "
hanya ini kesempatan ku bisa dekat dengan nya,
"Tapi sayang, ini untuk kita berdua saja, "
"Aku akan pergi jika bersamanya, "
"Baiklah, nanti Daddy yang akan pergi menemuinya, "
"Aku ikut Daddy juga, "
"Kenapa sayang? kamu semangat banget kalau berurusan dengan Clarisha? "
"Aku ingin lebih dekat dengan nya Daddy,"
"Baiklah Daddy paham, nanti ya kita kesana buat kasih kabar ini, "
"Benarkah, janji Daddy akan ajak aku kesana? "
"Iya Janji sayang, "
"Terima kasih, Daddy, "
******
Tidak tau udah berapa jam ketiduran ternyata, aku melihat seseorang yang tak pernah kulihat sebelum nya, ternyata dia adalah Defhan,
"Lama tak bertemu, kau sudah baikan, ataukah mau main game dengan ku! "
"Plok, "
sebuah pukulan melesat kearah kepalanya,
dia kak Dirgha,
"Udah tau keadaan nya seperti itu, kau malah ngajak main game, apa lo gak kangen? "
"Maksud kakak apa? kangen sama Clarisha? ogah lah, bukan pacar juga, "
aku terkekeh pelan gemas dengan tingkah nya, namun tiba-tiba saja jika ada Defhan tentu nya pasti ada Daddy kan, setelah pintu kamar ku terbuka,aku dikagetkan dengan wajah familiar yang kurindukan dia tidak lain adalah Daddy Henson dan putrinya aku yang kini berada disini sedangkan kau ada disana, kau membuat ku pilu Finesha, sedih rasanya,
(gak perlu sedih, gak nangis juga biasa aja kenapa)
diem lo, nyingkir aja kali ini, rasanya kedatangan mereka membuat ku sesak saja, tapi ini adalah kesempatan langkah yang tidak datang dua kali,
tanya Finesha,
"Bagaimana kabarmu, Clarisha? "
"Baik, Finesha, "
__ADS_1
tidak tau ada apa alasan dibalik kedatangan mereka tapi, jelas ini ada sesuatu yang akan terjadi..