
Masih dengan niat yang sama,memaksa Finesha untuk menerima tawaran nya, namun, disaat Lukas berpikir sambil menutup mata itu, disitulah kesempatan untuk nya bisa berkomunikasi dengan Huyan, ya walaupun hanya dengan metode menggerakkan mata dan kepalanya,
"Bagaimana caranya membuat nya keluar? "
bergumam menatap kearah nya, tapi tidak sengaja terlihat oleh Lukas,
"Apa yang barusan kau lakukan, Finesha? dan gerakan apa itu tadi?apakah kau menyembunyikan sesuatu?"
kesalnya,
"Ya, "
jawaban itu membuat mereka bertiga yang hanya terpojok bersembunyi tanpa bisa berkutik,
pikir Helizen,
"Apa dia akan mengatakan yang sebenarnya? kalau dia menyembunyikan beberapa pria memikat ini dikamarnya? itu akan sangat mengagumkan, kalau dia berani berbicara tentang hal itu, kepada nya! "
rasa ingin menghancurkan situasi ini membikin semakin Huyan tersulit kan, sebab dia,
"Mau mencoba mempercepat,dia yang akan kena imbasnya, mau keluar dari sini dan menjelaskan segalanya, Finesha juga yang akan kena getahnya, hah, Ribet, pertama kalinya berurusan susahnya bukan main, hanya ingin berdua an dengan sang pacar saja, susahnya gak main-main, "
intip Sizen dari balik pintu kamar mandi itu,
"Kenapa Lukas begitu kokoh dengan pendiriannya? jika diteruskan, ini akan menyulitkan Finesha! "
ketiga nya kepikiran untuk mencari jalan keluar namun tak bisa ditebak,
"Tok, Tok, Tok, "
suara ketukan membuyarkan suasana,
ku harap ini adalah cela bisa menyingkirkan semua masalah di malam hari ini, melangkah berjalan menuju pintu, ternyata, tiba-tiba saja Lukas menarik tangan ku sembari menyematkan sebuah kata yang membuat gelisah hidupku,
(Gua bukan lo, tapi tegang amet kisah lo malam ini,)
lo pun tau, ini kisah baru dimulai aja udah ribetnya gak ketulungan kek gini, ada tiga cowok juga gak bisa diajak berunding, malah gue umpetin pula, berasa jadi cewek serakah dengan tiga pria aja, padahal satu aja susahnya bikin ampun, liat kondisi ku seperti ini, bagaimana cewek diluaran sana, bisa sampai menjalin hubungan dengan beberapa cowok sebagai pacarnya, gue yakin, kalau ketemu pasti ngerepotin orang,
(napa lo yang susah, mereka yang menjalani aja santai gitu, ngapain lo sewot coba,)
gak juga, cuma gue mikir kalau jadi mereka dan yang terpilih adalah bagian dari mereka yang gue umpetin, rasanya gak bakalan seperti ulang tahun yang berharap panjang umur, melainkan mendadak stres berat karna ulah para cowoknya,
(ya itu pun, kalau mereka yang akan jadi pacar lo, emang mau nambah?)
Ogah banget, Hah, Ribet tau,
Ucap Lukas,
"Jangan-jangan dia langsung nyolot mau nerobos pintu lo, Finesha? "
kagetku,
"Apa? siapa? jangan bilang kalau itu temen lo yang reseh itu, "
menatap sembari berkata,
"Jangan asal menarik kesimpulan aja, ini kan hanya dugaan ku saja, kenapa lo kek emosi seperti itu, Finesha? jika lo bantu gue, kelar masalah malam ini , "
hahhh, narik nafas panjang,
"Janji, okey gue trima tawaran lo, jika ini sampai berlanjut nyusahin hidup ku, lo tanggung sendiri akibatnya nanti,Lukas! "
mau tidak mau, Finesha harus terpaksa menyetujui nya agar semua kelar dan dia bisa tidur pulas malam ini, dan
"sepertinya gue lupa sama semua pria di dalam, terserah, gue capek, maunya ini cepetan selesai, biar gak berat beban hidup gue, pengen tidur aja susah nya minta ampun, "
(nasib lo udah seperti skenario yang menantang,)
itu menurut lo, kalau gue, gak sama kali.
Lalu menjawab dengan seseorang yang mengetuk pintu sejak dari tadi,
"Siapa? "
sebelum aku membuka gagang pintu ternyata, terlihat seorang wanita menerobos masuk pintu kamar ku dengan emosi yang tertahankan,
"Jadi kau bersembunyi dibelakang wanita ini! Apa yang ku lihat dia hanya seorang wanita yang merepotkan, "
batinku,
"sepertinya mereka berdua cocok satu sama lain, dateng gak diundang bikin ribut, buat onar, ngatain orang pula, "
ucap ku pada Lukas,
"Itu cewek lo, norak banget, gak bisa apa cari yang lebih dan gak nyusahin sama kayak lo ke gue, Lukas! "
merasa tidak Terima dihina oleh wanita yang tak dikenal akhirnya Lukas pun turun tangan,
berdiri melangkah berjalan dihadapannya sambil menghadang wanita itu, agar tidak mendekati Finesha,
"Mau apa lo, ikutan datang kesini, Laiyan? "
sahut seseorang dari belakang,
"Wajar kan dia ingin melihat wajah kekasih hatinya!"
aku pun langsung menarik bahu Lukas sehingga secara singkat dia langsung menghadap ke wajah ku,
"Sepertinya kau harus ngejelasin apa yang barusan dia katakan, Lukas? "
ya walaupun sebenarnya aku tau apa arti kondisi saat ini, gadis ini bersikap seperti ini Karena pria pembela yang tidak lain adalah teman Lukas yang sengaja ingin menghacurkan keadaan, supaya aku yang dijadikan target menjadi pacar pura-pura nya biar seperti kemauan mereka,terpengaruh agar aku salah paham, Oke, gue ikutin langkah kalian, dan gue juga ingin tau bagaimana reaksi Lukas mengenai tanggapan ku padanya? bukan membantu bisa dibilang aku semakin membuat suasana runyam, hehehe, seenggaknya dia juga ikutan kena getahnya, enak aja gue dibuat menjadi seperti ini, pacar gue aja, sayang banget, bahkan gak pernah bikin satu aja masalah sama gue, lo enakan aja cari gara-gara ma gue, Finesha kok dilawan,
(Beneran,)
lo napa nongol disaat yang tidak tepat,
(pengen liat, endingnya jadi kek gimana entar?)
penasaran,
(Banget,)
nyingkir sana,
(napa lo sewot, Finesha?)
karena lo,
__ADS_1
(Oke, gue pergi dan akan kembali lagi,)
hemmm, kebiasaan,
menjelaskan dengan gugup,
"Maksudnya dengan kekasih hatinya, karena Laiyan menganggap ku sama seperti kekasih nya, padahal itu hanya cinta sepihak, Finesha, apa sekarang kau paham? "
melihat ekspresi wajah Finesha karena kesal, sebenarnya dia cemberut sebab jika ini terus berlanjut maka, aku kepikiran sama yang dibawah kolong,
rasanya semua nyamuk itu kenyang ditemenin cowok ganteng kek Helizen, Huyan dan Sizen sih masih mending ngumpet di sana, tapi Pamanku, hah sudah lah, semua juga karena salah nya,
lalu tanpa pikir panjang aku pergi meninggalkan mereka dan beranjak pergi keluar kamar, berjalan tanpa henti sambil kesal menuruni anak tangga maka disaat itulah, Shinje yang baru saja keluar dari kamar menengok kejadian yang heran sekaligus tak terduga, disusul Lukas keluar dari kamar Finesha sambil berteriak memanggil nya,
"Finesha, tunggu, jangan marah, aku kan sudah menjelaskan semua kepada mu! "
sambil membuntuti dia berjalan penuh emosi,
ujar Deral,
"Tu Lukas ngapain buru-buru keluar sambil berlari seperti itu? "
balas Deray,
"Sebenarnya ada kejadian apa sampai ribut seperti ini?Shinje bisa kau jelaskan! "
jawab nya,
"Mana ku tau, sama seperti mu dan, "
belum berlanjut ucapannya Deray dan Deral kembali ke kamar untuk tidur kembali,
kata Shinje,
"Wah, gak di lihat malah kembali tidur, ni aku yang bertambah dewasa pikiran nya, atau mereka yang semakin kek bocah yang bandel kalau urusan tidur, sudahlah, "
namun dia di kagetkan oleh kemunculan seseorang yang tidak lain dia adalah,
batin Shinje,
"Tadi seorang Pria dan wanita keluar bersamaan mengikuti Finesha dan Lukas, sekarang apa aku tidak salah Liat, setelah Sizen keluar, beberapa saat Huyan juga keluar dari sana, dan kemudian disusul dengan Helizen, wah, wah, wah, parah, Finesha demen ngoleksi para CEO dalam kamar di jam segini, tapi apa yang mereka lakukan dimalam hari berkumpul bersama seperti itu, hal ini perlu diluruskan, biar besok aku akan bertanya sendiri pada Finesha, "
********
Keesokan harinya,
saat jam makan sudah dimulai, seseorang membangun kan ku,
"Bangunlah, sampai kapan kau akan bertingkah seperti ini, manis? "
langsung membuka selimut yang tadinya menutupi seluruh tubuh ku,
"Lo bilang apa barusan? manis, jadi lo nyamain gue dengan gula,sepagi ini apa otak lo gak berfungsi dengan jelas, Zoom aja biar kelewat jelasnya, "
(heheheheh, lo pikir HP apa pakek acara Zoom,)
kesel baru beberapa jam tidur, udah di suruh bangun, capek gue,
"Cepetan bangun, atau-! "
"Apaan gue gak takut sama lo, Helizen,! dan kenapa harus lo yang bangunin gue sih, "
"Tumben tu pikiran berfungsi dengan cepat, "
"Brukk, "
"Woi apaan ni! "
Berada tepat diatas tubuh nya,
"Mau membuat si bandel cantik ini menjadi gadis manis yang penurut, "
"Gak mempan sama rayuan apalagi gertakan lo, "
"Beneran, "
"Ya, kenapa? dan ngapain lo selalu usilin gue?, lo paman atau apa coba? bangunin ponakan kek gini caranya, emang lo suami gue apa? "
"Hem, bentar lagi lo akan jadi istri gue, "
"Hihh, ngeri gue, punya suami kayak lo, bisa di jamin kalau-"
langsung membungkam bibir gue dengan jemarinya,
"Lo gak bisa tidur setiap malem nya, gimana? mau putusin dia dan hidup dengan ku, maka aku pastikan Keponakan ku-"
giliran Finesha yang membungkam bibir nya,
"Akan mati mendadak,lo gak mikir nyawa gue cuma satu, dan lo mau gue naruh di tangan Huyan, ogah gue, dan Minggir sana sebelum ada orang lain yang ngeliat, rasanya semua masakan akan menjadi dingin kalau kek gini caranya lo ngebangunin gue, gi minggir dan buruan-"
namun dalam sekejap saja dia, membikin Finesha tertegun, rasanya seolah hari ini aku merasakan sarapan pagi dengan pembukaan ciuman lembut dari Paman Helizen,ni kalau kek gini bisa gawat, menekan tubuh Helizen mencoba melepaskan cengkraman erat tangannya namun tak sanggup berkutik lagi, akhirnya dia pun mencari cela, ia membuat sebuah kesempatan dengan menggigit lidah nya, seketika setrika panas yang hampir menjalar di semua pakaian gue tarik langsung colokan nya, jadinya matikan, tunggu ninggal dingin dan rasain lo, entar kalau makan kena juga susah nya makan kalau lidah lo lecet, menghindar pergi dengan cepat namun dengan mengimbangi gesitnya Finesha sehingga menghindari nyaa mengakibatkan dia,
"Brakk, "
terjatuh dari tempat tidur,
"Gimana rasanya jatuh? pasti begitu nikmat! "
"Bagaimana, Daddy memiliki saudara gila kek lo? "
"Gila kau bilang, "
wah langsung gue lari terbirit-birit keluar tanpa cuci muka,disana tepat setelah menuruni anak tangga aku langsung masuk ke arah dapur tanpa menghiraukan panggilan dari berbagai paman yang sudah sabar menunggu ku,
ucap Deral,
"Finesha, kau mau kemana dengan mengenakan piyama itu? "
teriak ku,
"Dapur, "
Deray heran
"Masih mengenakan piyama, itu berarti dia dibangunkan secara paksa oleh Paman nya! "
gumam Shinje,
__ADS_1
"Ku harap tidak secara Brutal, "
kata Lukas,
"Sepertinya dia gak sekejam itu, "
Sizen,
"itu menurutmu, kalau Finesha-"
jawab tegas dirinya,
"gak ada bedanya sama orang gila, "
Shinje kaget sampai tersedak,
"Apa? ughh ukh.. kau-"
"Bukan salah ku kalau kau sampai tersedak, "
"Bagaimana jika dia sampai tau? kau keponakan yang gak tau etika! "
"gak peduli, karena dia juga mengajariku hal sedemikian rupa, seperti omongan lo, dan ngapain lo embat semua tu menu, gue bahkan belum menyantapnya, lo curang! "
"Salah sendiri ngapain bangun dijam akhir, jadi gak salah kan kalau kau gak dapet jatah, "
sahut Helizen,
"Mau jatah dari ku? "
"Enggak, gi pergi sana, tu duduk dan jangan bisanya ganggu orang mulu, "
Helizen,
"Kau marah tambah semakin cantik aja, Finesha, "
"Lo ngomong gue pengen nyolot aja, "
"Gak papa, gue suka kok, mau nambah yang mana, biar aku ambilin, "
"terima kasih atas bantuannya,dan jangan khawatir, ni tangan masih aktif, jadi gak perlu sok manis padaku,"
kaget Shinje,
"Paman sama Keponakan, tumben ribut,emang ada masalah apa? "
"dikerjain mulu sama paman Helizen, pengen ngamuk aja, kalau pengen cari cewek kek, napa giliran kek gitu nyusahin sama keponakan! "
"Tapi gue suka, kenapa? "
"ini-ni mulai lagi jengkelnya gak bisa ditenangin, "
"Ada apa dengan tatapan mata itu? kacian udah di tinggal pacar kerja duluan, "
"lebih kacian orang yang ngomong udah tua juga, gak laku-laku, hii, hidup lo ngenes, "
sambil memakan beberapa suapan, ternyata dia lebih gesit dan lincah,mungkin karena aku mengatai nya didepan semuanya,langsung saja dengan sengaja mengambil makanan di hadapan ku sembari dibelakang tempat duduk tiba-tiba saja Bibir itu meniup telinga ku sehingga,
"Bufff, "
beberapa makanan ku menyembur keluar,
kata paman Sizen,
"Ada apa Finesha? kau baik-baik saja kan? "
dasar biang masalah pinter amet cari sela saat mereka semua tak melihat dia nya langsung bergerak melakukan aksinya, super gilanya kelewatan batas,
jawab ku,
"Tidak ada paman, aku cuma kaget aja kok! "
sahut Shinje,
"Sepertinya aku yang lebih kaget, semalam di kamar lo tepat pukul sebelas malam, kau-"
sepertinya dia mengetahui sesuatu gawat, apa yang dia tau, dia dibikin gugup takut dan gelisah namun tiba-tiba saja Lukas menyelamatkan keadaannya,
"Kalau ramai-ramai itu sebenarnya ulahku, karena teman terdekat ku gila membawa seorang wanita gak peka, "
tanya Deral,
"Tapi apa hubungannya dengan Finesha? "
jawab malu-malu,
"Sebenarnya tadi malam aku meminta bantuan kepada Finesha untuk menjadi pacar pura-pura ku,"
"Brufff, "
melihat Deral, Deray juga Shinje menyembur tiba-tiba membuat ku tertawa lepas,
ucapnya
"Kenapa kau tertawa lepas seperti itu, Finesha? "
balasnya pada paman Lukas,
"Ketiganya menyemburkan makanan secara bersamaan, bukannya itu kocak, hehehe, kompak banget, "
lalu Shinje melanjutkan serangan tiba-tiba,
"Tapi kenapa disana ada Kak Sizen dan Helizen dikamar Finesha? kalau Huyan sih wajar kan pacar tapi keduanya?ngapain dikamar mu, Finesha?"
"ughh ukh, kau membuat ku tersedak, napa sih gue makan dulu, kalau kek gini gue gak akan selesai memakannya, "
Shinje,
"Baiklah, aku cuma penasaran aja, "
Sekarang gimana meluruskan nya?
bahkan aku harus makan sambil berpikir jawaban apa yang tepat untuk membikin paman Shinje gak salah paham?
hahh, ribet,
namun sesuatu sepertinya sedang mencoba mendaki kaki ku, tapi kaki siapa dibawah meja yang cukup nakal menyerang ku disaat makan?
__ADS_1
ini kaki reseh banget semakin dibiarin mala makin ngelunjak, apa sih mau nya? dan siapa pelakunya? gue aja dari tadi malam sampai bangun pagi, sarapan juga dibuat jadi target sasaran,mereka kenapa sih?.