Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Bagaimana bisa?


__ADS_3

Sepertinya perjalanan kehidupan Finesha baru saja dimulai kembali, dengan kesadaran yang masih belum juga pulih kini tubuh gadis itu terbaring lemah dibed pasien,


ujar Hezan,


"Mom, seharusnya dia sudah terbangun kan, tapi kenapa sekarang masih belum juga tersadar! "


jawab Delega,


"Sebentar lagi dia juga akan tersadar, kau tenang saja, Hezan, soal kakak mu, apa dia sudah menghubungi mu? "


sahutnya pelan,


"Belum Mom,"


desahnya,


"Anak itu, aku sudah bilang untuk datang tapi masih saja berada disana, padahal nenek tua itu juga sudah meninggal, lalu kenapa harus berada ditempat nya? "


kata Hezan,


"Jika aku jadi dia juga akan berpikir sama, Mom, "


merasa heran,


"Maksud mu! "


mencoba menjelaskan segalanya,


"Sejak awal, kemampuan bahkan etiket sekaligus kekuasaan yang dimilikinya adalah pemberian darinya, jadi wajar dia merasa kalau keluarga nenek itu juga tengah menjadi tanggung jawabnya, "


kesal mendengar penerangan dari putra kedua nya,


"Cih, aku tidak peduli dengan semua itu, menjengkelkan, tinggalkan saja, kan lebih mudah, dia malah memilih hal yang merepotkan saja, dasar anak itu memang tidak bisa diajak untuk berkompromi, "


senyum memandang wajah sang Mom,


"Itulah prinsip dari putra mu Mom,jadi Mom harus hargai mau tidak mau, Huyan sudah memiliki jalan nya sendiri sekarang,"


"ya aku cukup tau hal itu, tapi kenapa sampai sekarang dia sama sekali tidak pernah dekat dengan seseorang?apa kau pernah mendengar nya, Hezan? "


"Ya, "


"Apa kau bilang? kau tau, lalu siapa gadis itu? "


"Emm, entahlah, "


"Jangan mencari ribut dengan ku! "


"Tidak Mom, "


"Lalu siapa dia coba katakan sekarang atau aku akan buat seseorang menyelidikinya! "


"Baiklah, tu-"


sambil menunjukkan kearah Finesha,


masih dibuat bingung karena mata ku menatap kearah Finesha,


"Kau sengaja membuat ku bingung begitu, Hezan! "


"Tidak, "


"Lalu maksud mu apa, memandangi nya seperti itu? "


"Finesha adalah orang pertama yang paling disukai oleh Kakak, "


"What? kau gila! "


"Hemm, aku sudah mengatakan apa yang aku ketahui, jadi bisakan Mom janji untuk berpura-pura tak mengetahui nya? "


"Baiklah, jika itu mau mu, setidaknya, aku anggap sebagai imbalannya, menjaga rahasia, kalau dia kembali ke Mansion dan melihatnya, bagaimana reaksi nya saat seseorang yang begitu penting baginya tengah menjadi adiknya! "


"Mom, bukankah sebaiknya, Kau mengembalikan dia saja, sebelum Kakak bertingkah dan berbuat sesuatu dirumah nanti! "


"Bukankah itu semakin menarik, yang pasti akan sangat mendebarkan bagi mereka berdua saat bertemu nanti, aku akan menantikan saat pertama kali pertemuan mereka menjadi saudara angkat, waoow amazing pastinya! "


"Aku benar-benar heran dengan mu Mom! "


"Biarkan saja setidaknya pasti semuanya menjadi lebih menyenangkan,tidak sabar menunggu waktu nya tiba,"


setelah beberapa saat akhirnya mata yang begitu berat itu akhirnya terbuka,


ucapnya kala dirinya tersadar,


"Ini dimana? "


jawab Hezan yang sedang menunggu Finesha tepat disamping nya,


"Di hospital, bagaimana kondisi mu? adakah yang terasa masih sakit, Adik? "


langsung menatap kearah sesosok pria yang kini memanggilku Adik,


batinku,


"Apa aku tidak salah dengar tadi?Adik katanya! lalu dimana Daddy kenapa sama sekali tak terlihat? "


karena kecemasan yang terlihat dari raut wajahku begitu mudah diterka, sehingga Hezan pun menjelaskan semuanya pada ku,


"Kau mencari Daddy mu, dia sudah tak lagi berada disisi mu, sebab kau tau mulai sekarang kau telah resmi menjadi anak angkat ketiga dari keluarga Delega Rison, dan bukankah wajar kalau aku memanggilmu dengan sebutan Adik! "


masih menunduk memikirkan segalanya yang selalu menimpa nya secara bertubi-tubi,


gumamnya,


Mungkin ini sudah menjadi jalan terburuk dari yang terbaik,


(Maksud mu apa?)


Ya, gak punya kekuasaan untuk mengubah semua keputusan, dan lebih baiknya semoga akan ada hal baik yang menunggu ku berikutnya,


(Ya, itu pasti terjadi,)


lo nongol cuma kasih suport aja, sesekali ubah kek jalan nya, capek ni akunya,


(napa salah in gue, kan hidup punya lo, Cinta juga yang ngerasain lo, napa giliran susah, sekarang minta aku yang ubah alurnya, ya gak mungkin bisa la, bukannya sekarang lo lagi coba menghindar dari masalah, seperti nya ini kesempatan buat lo, untuk merubahnya, boleh juga ini adalah sebuah takdir khusus yang paling spesial diedisi kali ini,)


semoga saja, dalam hidup baru ini aku diberikan hadiah terbesar bersejarah yang akan menjadi pengubah segalanya ketika dimasa kini,


Sontak aku kembali terkejut merasakan tepukan telapak tangan seseorang dibahu sisi kanan ku kala itu, dia kak Hezan,


(Cie sudah panggil kakak to, manis nya, dulu jadi kakak yang teraniaya, sekarang menjadi adik yang disayang sama kakak nya, jika dipikir-pikir, lo tu gak lepas yang namanya Cogan, bukan begitu,)


iya sih, dulu mencintai Direndra,


(Bukan dia,)

__ADS_1


memang siapa yang lo maksud si?


(Tentu saja para mantan Uncle mu itu)


Oh,


(kok cuma Oh!)


emang pengen liat reaksi aku kek gimana, udah tau lagi ada acara ngebuat semuanya menghilang, sekarang lo malah ungkit mereka, ni mulut pengen teriak tau gak, sedih gue, tenan gue gak bohong,


(Aku tau jangan khawatir, tapi siapa dari para Uncle mu itu yang paling berkesan mendalam sampai sekarang, Finesha?)


Tentu saja Paman Frand Huyan, masih nyantol ni dalam hati nyangkut mulu, susah lepasinnya, mungkin di kesempatan baru ini aku bisa lupakan dan lepasin perasaan ku pada nya,


(ku harap, keadaan ngertiin lo, soalnya masalah yang paling ribet kan selalu nempol ke lo kan)


iya juga sih,


sahut Hezan,


"Adik, kau baik-baik saja! "


jawabku,


"Ya, aku baik-baik saja, ka-kak, "


dia tersenyum duchennes saat melihat ku yang masih agak sulit memanggilnya kakak,


katanya sembari masih senyum kepada ku,


"Nanti kamu juga akan kebiasaan dengan kata itu, Adik, "


aku hanya merasa malu sebab, dia begitu lembut sehingga aku teringat dengan kepribadian yang berbanding terbalik dengan nya, Paman Shinje, what ngapain kepikiran dia juga, oh, nyebelin banget napa sih ribet banget nyingkirin kebiasaan mereka yang masih kesimpen mulu sama pikiran gue,


(ya karena lo udah ngerasa nyaman aja sama mereka, makanya jadinya agak sulit)


mungkin juga,


tiba-tiba seorang perawat masuk dan mengatakan kalau aku bisa pulang sekarang juga, sebab kondisi ku sudah mulai membaik, mendengar hal itu aku cukup lega, setidaknya gak lama-lama dirumah sakit yang hanya bisa membuat ku terbaring saja, tapi kalau dipikir-pikir sejak dari tadi kenapa aku sama sekali tak melihat ponselku,


tanya ku pada kak Hezan,


"Apa kau lihat ponsel ku, Kak? "


lalu setelah dalam perjalanan menuju mobil, akhirnya mereka berdua masuk dan duduk dikursi tepat bagian belakang pengemudi Hezan memberitahu nya,


"Ponsel mu dipegang oleh Kakak pertama, nanti ambillah sendiri, sekarang kita ditunggu di Mansion Adik! "


langsung menjawab,


"Baiklah kak, "


sambil menatap keluar kaca mobil,selang memakan waktu yang cukup lama menempuh perjalanan, tibalah didepan sebuah Mansion yang begitu menarik, banyak orang-orang sedang berkumpul tepat dihadapan pemberhentian mobil yang ku tumpangi, pintu mobil yang terbuka seolah disanalah mereka semua menyambut kedatangan ku dengan begitu hangat nya,


"selamat datang, Nona Muda Fine, "


what, tadi mereka memotong nama belakang ku padahal cuma tinggal dikit doang, ngapain harus kepotong lanjut aja kan lebih menarik, Finesha, lebih mantap didengar, Fine, haduhh anehnya bikin main,tunggu mungkin ini juga karena ulah Nyonya Delega Rison, wah aku harus memanggilnya Mom, benarkah, tepat setelah aku dan Hezan memasuki pintu utama, ternyata wanita itu sudah menyambut ku,


"Kemari sayang, akan aku beritahukan sesuatu tentang mu, kamar mu ada diatas tepat berada ditengah kamar milik kedua kakak mu, samping kiri mu adalah kakak kedua mu, dan sebelah nya lagi dia adalah kakak pertamamu yang katanya sudah memperbaiki ponselmu yang rusak,


kagetku,


"Benarkah! "


"Tunggu, bagaimana kau akan memanggilku sayang? bisakah aku mendengar nya? "


haduhh ngapain sih pakai acara ngetest juga, dasar,


"Mo-mmy, "


tersenyum sambil membelai rambut panjang ku,


"Manis nya sekarang beristirahat lah, biar kak Hezan yang akan mengantarkan mu, sayang! "


jawab ku,


"Baik, Mom, "


"Senang nya melihat putri ku satu-satunya, "


hasil penyitaan anak milik orang bangga banget, udah tua untung aja masih cantik,


(bawel juga lo Finesha)


emang,


setelah kak Hezan mengantarkan ku menuju arah kamarku ternyata cukup membuat lamunan mataku terpanah akan sesuatu, yaitu nuansa dari Mansion ini sangat unik, atau mungkin karena menyamakan dengan ciri khas pemilik nya, Delega Rison, setiap jalan menyusuri lorong nampak hiasan dinding yang sangat megah bahkan segalanya disini seolah dibuat beda pada setiap keindahan Mansion yang sungguh luar biasa, menakjubkan,


namun dalam perjalanan kamar pertama yang ku lewati tersirat perasaan yang begitu aneh, aku tidak tau itu apa, yang jelas bak familiar begitu dekat terasa didepan pintu itu,


apaan sih perasaan ini? bikin aku kacau saja!


lalu kata Hezan,


"Ini adalah kamar mu, aku akan kembali kebawah jika kau ada perlu, panggil saja aku atau kakak pertama, oke Adik! "


jawab ku,


"Iya, Kakak Hezan, "


senyum manis itu terlihat dari raut wajahnya,


"Seperti nya sudah cukup membaik kamu memanggil sebutannya, baiklah, selamat beristirahat, "


dia lalu pergi meninggalkan ku tepat didepan pintu kamar ku, sebenarnya aku tidak masuk begitu saja, kan tadi Mom bilang kalau ponsel ku dibawah sama pria yang dikatakan sebagai kakak pertama untuk diperbaiki, ya tadinya aku berniat untuk mengetuk pintu kamar nya dan mencoba meminta ponsel ku kembali, tapi karena terasa tidak begitu nyaman akhirnya aku kembali masuk ke kamar ku untuk mandi agar menyegarkan diri sebelum kesana menemui si kakak pertama yang aneh itu,


Selesai nya aku pun menyiapkan diriku dengan berpakaian, Dress Chiffon abu motif lengan pendek yang begitu melekat pada bagian atas dan memiliki sisi lebar pada bagian bawah, ya walaupun yang dikenakan masih diatas lutut tapi, ini pertama Kali nya, model ini aku kenakan seolah menarik perhatian ku, atau mungkin ini hanya sekedar pendapat ku, entahlah, yang tau pasti hanyalah dari pandangan orang lain, seperti biasa pakai make up natural, tapi kali ini aku menggunakan lipstik favorit ku, melanjutkan kembali niatku sebelum nya, mengambil ponselku,


(Berhati-hatilah,)


ya kau nongol langsung memberikan aba-aba membuat ku takut saja,


(pokoknya bersiaplah)


untuk apa?


(kau bisa melihat nya nanti)


jadi merinding,


(bukannya takut, sepertinya akan menyenangkan,)


enak banget lo tinggal ngomong kek gitu,


(selamat menikmati)

__ADS_1


apa katamu? jika lo bukan versi kedua gue, uda gue tampol lo sekarang, jadi ragu-ragu untuk kesana,


jangan kacau oleh perkataan nya, setelah sudah melangkah berjalan tepat didepan pintu, aku pun langsung mengetuk pintu itu tiga kali


"Dok, Dok, Dok, "


selang beberapa saat tibalah,


"Ceklek, "


gagang pintu itu seolah ditarik seseorang dari dalam untuk dibuka dan saat ku lihat ternyata,


"KAU disini! "


keterkejutan ku tidak sampai disitu, aku bahkan secara sengaja ditarik olehnya masuk kedalam kamar dan,


"Klakk, "


tatap ku padanya sembari bertanya,


"Kenapa kau mengunci pintu nya? "


masih sama sekali tak merespon, dia hanya memandangiku menatap lekat dari atas rambut sampai ujung kaki ku,


Ujarku,


"Jangan bikin aku ngerasa aneh dengan tatapan mu itu! "


dia malah tersenyum,


gumamku,


"Haruskah sekarang bahkan aku mengganti panggilan ku padamu, Paman Frand Huyan! "


balasnya lembut


"Tentu aku ingin mendengar nya secara langsung, "


akhirnya aku pun langsung mengatakan kepadanya,


"Bisakah kau mengembalikan ponselku, Kak Huyan! "


senyumnya semakin memiliki arti tersendiri buat ku, tapi yang bikin aku menelan salivaku,


kenapa dia tidak mengenakan pakaian apapun yang menutupi tubuhnya, hanya sebuah handuk yang melilit dibagian bawah, waow ini kondisi yang menegangkan,


memalingkan wajahku darinya, dengan jemarinya ia menarik dagu ku lalu membuatnya mengarah menatap kedepan wajahnya,


Ucapnya,


"Kau menghindar, adakah yang salah dari ku, Adik Finesha? "


Kata-kata barusan membuat ku tercengang, mendadak dia menarik pinggang ku tiba-tiba, membuat ku semakin tak berdaya dengan semua perasaan yang tak menentu kali ini,


"Kenapa Adik ku begitu terkesima melihat ku? "


jawab ku yang masih tidak mempercayai segalanya saat ini,


"Aku dibuat kaget dengan kejadian melihat mu tiba-tiba disini, bukankah itu wajar, "


tapi sekali lagi matanya yang memancarkan rona menarik saat menatap ku, sedangkan bibir sexy nya seolah menggodaku, apalagi sekarang aku begitu dekat dengan nya, rasanya aku dibuat gila olehnya,


desahku,


"Hahh-"


mendadak dia langsung mencium ku, aku terpaku memandangi nya, wajahnya yang begitu dekat seolah menarik ku lebih dalam, daya tariknya menjadi luar biasa dari sebelumnya,membuatku


berasa menikmati secangkir Caffe latte art hati diatas nya,ini sungguh gila, setelah dia berhenti disana, kupikir aku bisa langsung menanyakan ponselku, ternyata, dia kembali menerjang ku bak tadi ibarat tanda jeda untuk ku bernafas, namun sekarang dia melumuri bibir ku dengan dipenuhi rasa yang menuai kontroversi, bagaimana tidak, aku dibuat terdesak tak bisa bergerak, lalu sentuhan bibir yang berasa keju meleleh di setiap bibir ku kini nyaris terasa lebih berbeda kala ombak basah itu menyapu kedalaman disana sehingga aku terbelalak kaget, bukannya serius merasakan nya,sebab seperti ada sebuah magic pop permen pletak pletok didalam mulutku yang begitu aktif menyala disana bahkan lebih menjadi setelah dia membuatnya dengan porsi double magic disana, pastinya sebagian orang tau kan jenis permen itu,wah pletak pletok nya gak main-main, parah abis dia, setelah selesai aku pun masih dengan pandangan yang membuat nya semakin tersenyum lepas,


katanya,


"Seperti nya kau baru saja merasakan sensasi yang begitu luar biasa, sampai kedua mata itu tak mau lepas dari melihat wajah ku, apa aku semakin tampan? "


jawab ku usil,


"Kalau kau semakin tampan, maka aku akan melayang mendadak! "


sahutnya kembali,


"kenapa kau berbicara seperti itu? "


sedikit kesal,


"Mana ponselku? "


menatap ku,


"jika kau tak menjawab ku, bagaimana kalau aku akan membuat mu tak bisa bertahan Hidup tanpa ku, Adikku Finesha! "


terkejut dengan perkataan nya barusan,


"Ya baiklah akan aku jawab, aku berbicara seperti itu sebab, kau selalu berbuat yang mengejutkan ku, wajar kan, "


obrolan yang semakin berlanjut, walaupun Frand Huyan tak mau melepaskan cengkraman tangan yang saat ini masih berada tepat dipinggang nya, tapi Finesha mencoba melepaskan jemarinya yang membikin dia semakin tidak nyaman,


"Kau berani melepaskan jemariku, akan ku buat Adik baru ku merasakan yang lebih dari tadi, atau kau bahkan menginginkan nya lebih, maka aku kakak mu dengan senang hati akan melakukannya untuk mu! "


"Kau gila! "


"Bagaimana kalau kita lakukan ronde ke-dua, Adikku? "


"Ogah, "


"Sepertinya lebih baik sampai ke ronde tiga! "


"Apa kau bilang? "


"Atau bisa juga disambung sampai nanti malam, Adikku sayang! "


"Hiiii, ngeri, lepasin gak! "


"Gak, "


"Ayolah kak, lepasin pegangannya! "


"Gak akan, "


"Please, Kumohon, "


"Baiklah sesuai permintaan mu, "


salah menduga ku pikir balasan tadi untuk menerima permintaan melepaskan pegangan nya, ternyata dia malah benar-benar menerobos masuk kembali ******* bibir ku dengan begitu agresif,seperti katanya akhirnya benar-benar terjadi, ronde ke-dua,


"Ni gimana cara menghentikan nya coba! "

__ADS_1


__ADS_2