
Ucapan Delega Rison gentar kan hati Henson ditempat nya,
"Kau dibiarkan semakin melunjak, memang dalam otak mu sama sekali gak bisa dibuat menjadi damai, padahal selama ini aku sama sekali tak pernah bertindak atas kebodohan mu,malah kau membikin semua semakin kacau, apa dengan pertimbangan matang mu tadi akan meredakan emosimu, Delega Rison? "
tunggu apa maksud perkataan Daddy barusan, dia seolah mengizinkan ku, untuk berada dalam genggaman tangan Wanita yang saat ini semakin menatap lekat kearah ku,
jawabnya begitu senang,
"Tentu, setelah kesepakatan pertukaran, aku sama sekali tidak akan mengganggu mu lagi, Henson! "
bagaimana tu otak berfungsi sebelumnya, dia datang meminta hak penuh terhadap ketiga putra nya, setelah mereka menolak, bahkan kesimpulannya bisa dengan mudah mengatakan kalau aku pantas sebagai penggantinya, sekarang apa yang akan Daddy katakan, ini semakin membikin aku menjadi penasaran?
lalu tiba-tiba saja muncul sebuah aturan baru seolah mengimbangi wanita itu pada keinginannya,
"Kau bisa membawanya disisi mu, tapi camkan ucapan ku, dia Finesha harus berada di dekat ku, jika kau menginginkan nya maka,kau harus pindah kemari, Delega Rison, agar bisa berada di dekat nya, juga bisa bersama ketiga putra angkat mu, bukankah keputusan ku ini lebih baik putra kandung kedua Frand Hezan,"
Wah apa-apaan tadi, barusan Daddy bilang, nama depannya Frand, itu mencengangkan, apa mereka satu saudara? benarkah! berarti aku akan bertemu dengan nya lagi, Frand Huyan,
(jangan berharap terlalu jauh,)
******
Disisi lain Frand Huyan yang sedang berada dirumah sakit masih berada di dekat Shintya untuk menjaganya, ujarnya,
"Kanapa seolah ada seseorang yang memanggilku? jadi teringat gadis itu, Finesha, setelah kau sudah kembali pulih, kini yang menjadi masalah adalah kesadarannya, apakah dia akan menerima kala,kau meninggalkan nya tanpa kata, atau sebaliknya aku hanya khawatir jika keputusan Tuan Henson malah mengacaukan segalanya, "
seseorang yang begitu dengan lembutnya selalu berada di dekat bed pasien, dia tidak lain yaitu Deriyan, seorang suami yang merasakan bahwa sikap istrinya kini berubah drastis,
"Kuharap kesadaran mu akan membuat semua membaik, Shintya! tolong jangan buat aku kecewa, aku sangat menyanyangi mu, sama halnya dengan Clarisha, kalian adalah keluarga ku, jadi, kebahagiaan mu juga menjadikan segalanya lebih berharga dari hidup ku! "
sahutnya yang kini mulai terbangun,
"Aku tidak percaya dengan ucapan mu, selagi Finesha tidak berada disisi ku saat ini, maka semua perkataan mu bagiku hanya sekedar bualan saja, keluarga kau bilang, jika itu ya, maka kau seharusnya mencegahnya pergi, tapi kau membiarkan nya begitu saja, "
mencoba duduk dan melepas selang infus yang terpasang di punggung tangan nya,
kata Deriyan,
"Apa yang kau lakukan, jangan bersikap seperti anak kecil, Shintya! "
memandang tajam kearah Deriyan,
"Tidak ada gunanya mempertahankan seseorang seperti mu yang hanya bisa membuat ku menghalangi keinginan ku, dan jangan khawatir seperti pendapat mu waktu itu, kita akan akhiri hubungan ini sekarang juga, Deriyan holwin,"
akhirnya semua yang dikhawatirkan Huyan terjadi, Shintya adalah keturunan Shereya, mereka memiliki watak bahkan sifat sama persis menakutkan, sebelum mendapatkan apa yang diinginkan, maka dia akan menyingkirkan semua penghalang yang mengacaukan nya,
hela Huyan,
"Dia pasti sudah segila neneknya, hahh. percuma kalau sudah seperti ini, tinggal menunggu Finesha didapatkan baru dia bisa berubah, tapi jika dia mirip dengan Shereya, mustahil dia akan membaik, walaupun keberadaan nya ditemukan, aku yakin semua pasti berakhir kacau balau, Finesha, semoga Tuan Henson bisa melindungi mu dari bahaya yang sedang menuju kearah mu, bahkan seorang mafia dikalahkan dengan keturunan asli darah Shereya,walaupun aku di didik menjadi penurun mafia, tapi yang paling melekat memang tidak bisa dipungkiri lagi, aneh jika perintis asli berada pada salah satu enam bersaudara namun jatuh pada sikap Shintya bukan salah satu dari kelima pria yang seharusnya pantas,dipikir kembali,Nyonya besar juga wanita,sama juga, "
Shintya yang berusaha pergi dicegah oleh Deriyan, sembari memegang erat pergelangan tangan nya, dia memandang nya begitu teduh,
"Apakah cintaku hanya akan berakhir sebatas ini Shintya? bisakah kau ubah pendirian mu!kita bisa pergi jauh dari sini, bersama Dirgha juga Defhan,membangun kembali semuanya tolonglah pikir kan kembali keputusan perpisahan ini, "
Sizen merasa bersalah atas semua yang terjadi karena disebabkan kecerobohannya, namun Huyan mencoba berusaha agar semua kondisi serta situasi kacau bisa terhenti,
kata Huyan,
"Adik pikirkan baik-baik keputusan mu, sebab semuanya akan berakibat buruk kalau sampai berakhir pada perpisahan, apa kau sama sekali tak berpikir tentang pukulan terbesar kedua putra kalian yang baru saja kehilangan adiknya?lalu kini kau malah menambahkan masalah bagi mereka, liat lah sejak dari tadi bibir bungkam itu nyaris tak mengeluarkan suara sedikitpun, Shintya, "
lalu menatap kearah sorot kedua mata putra mereka, benar-benar tak sanggup lagi diungkapkan, Shintya mendatangi mereka namun tidak disangka, sekali lagi dia membuat pilihan pada keduanya,
"Apa keputusan Ku menakuti kalian? "
jawab Dirgha,
"Ya,"
Defhan hanya menyerah kan segalanya kepada suara dari Kakaknya,
"Bukankah keputusan Mommy benar? "
sahut berat Dirgha,
"Tidak, "
lalu tiba-tiba saja Defhan buka suara,
"Jangan berpisah, aku mohon, ini yang aku inginkan dari kalian, jika permintaan ku tak didengar oleh mu, maka kau bisa mendapati kematian kedua dari ketiadaan putra kedua mu, Nyonya Shintya! "
hal ini begitu mencekam, bahkan Dirgha sampai menitihkan air mata kalau sang adik begitu putus asa karena sikap Mommy nya, justru sikap ini membuat Hati Dirgha semakin kuat,
sambung nya,
"Ingatlah, perpisahan kalian, akan membuat runtuhnya tiga bersaudara lenyap, Mommy, hari ini aku masih menghargai mu, tapi jika keputusan mu terlalu bulat untuk dihentikan, maka cobalah sebisa mu, menangkap seseorang yang bukan darah daging mu, atau kau dengan sengaja ingin menghilangkan keberadaan semua anak mu, dengarlah ini baik-baik! "
benar-benar menakutkan, kedua putra nya bahkan mencengangkan Frand Huyan,
batinnya,
"Mereka berdua juga memiliki sisi sama buruknya dengan Mommy nya,sifatnya yang mengancam sangat persis dengannya,jika seperti ini, maka Shintya akan bertindak sendirian, sekarang apa yang akan menjadi keputusan mu, adik? "
diam tanpa kata, seolah Shintya sedang berusaha mencari cela untuk melakukan penenangan pada kedua anaknya, dia sudah kehilangan satu putrinya, namun dirinya juga tidak mau kedua putranya semakin membencinya, lalu dia pun memberikan saran,
__ADS_1
"Baiklah, Mommy tarik kembali ucapan Mom, "
sambil mengusap pelan kedua pipi putra nya,
sambung nya kembali,
"Tapi pilihlah kalian mau tinggal bersama Mom, atau sama Daddy? "
tanya Dirgha,
"Maksud Mom apa? "
menjelaskan,
"sebagai gantinya Mom akan tinggal divila nya Mom sendiri, biar rumah itu Daddy yang menempati, Mom butuh waktu untuk semuanya, jadi sekarang pilihlah? "
sebuah paksaan harus membuat kedua saudara itu berpisah tempat,
kata Defhan,
"Mom pilih satu dari kami, setidaknya adil untuk satu anak dalam satu sisi, aku akan tunggu waktu itu agar bisa bersama lagi seperti dulu, Mom, "
batin Huyan,
"Mustahil, sebab inilah akar dibalik cara dia mencoba menjauhkan semua perkara, ternyata dia mengelabui kedua putranya begitu mudah, namun Deriyan seperti nya tahu betul bahwa ini hanyalah sebuah alasan sementara untuk menenangkan hati kedua Putra nya,setelah semua membaik barulah dia akan mengakhiri niatnya sejak awal, "
******
Entah kenapa aku merasakan cemas yang begitu dalam dari lubuk hatiku, apakah keluarga Clarisha mengalami hal yang sulit,
(mungkin lebih buruk dari dugaan mu,)
semoga itu tidak terjadi,
panggilan seseorang membuyarkan anganku,
"Finesha, bukankah itu lebih baik? "
jawab nya,
"Ya, aku lebih setuju dengan Daddy! "
aku benar-benar gak bisa berpikir sejauh ini,
jawab nya dengan sedikit menyunggingkan kan senyum nya,
"Kau pikir aku anak kecil? dengan konsep bodoh mu, bisa dengan mudah mengelabui ku, jangan konyol Henson, aku bukanlah wanita yang bernama Briana yang begitu bodoh dalam membuat keputusan, tapi jika kau tetap dalam aturan aneh mu, maka bisa kita lihat siapa pemenangnya! "
(berhenti membandingkan walaupun begitu dia itu ibu kandung mu,)
aku tau, gak perlu dijelaskan,
balik mendekati ku perlahan dia mengangkat tangan putih nya itu tepat diatas bahuku,
"Perlu kau tau, aku mengetahui satu rahasia cantik milikmu? "
wah barusan apa yang dia katakan,
"Apa maksud perkataan mu barusan? "
berbalik badan melangkah bakal model dengan bodynya yang begitu luar biasa itu,
"Oh ya, Henson, apa kau begitu mempercayai Putri mu? dia memiliki sesuatu hal yang kau bahkan tidak akan mempercayai nya, "
jawab Henson sambil emosi, sebab pikirnya dia sedang mencemarkan nama baik sang putri,
batinku,
sepertinya ini siasat baru untuk mengelabui sang Daddy dan berbeda dari sebelumnya ia semakin menghasut dengan bualan konyol nya, usaha yang sempurna untuk membuatku berada di sisi nya, tapi dibandingkan dengan sikap Tante Shintya memang berbeda, dia lebih bermain pada aturan untuk mengubah lawan mainnya jerah dengan bersusah payah, namun Tante Shintya bahkan tak bisa lagi diungkapkan dengan kata-kata, menyeramkan,
(memang, itulah Shintya keturunan darah mafia)
"jangan mengubah keadaan Delega, karena itu sama sekali tak berlaku padaku! "
"Begitukah, kau begitu percaya, padahal selama ini dia hidup berada dalam genggaman Grandpa mu kan, apa kau tau dibalik hancur nya pernikahan Finesha dengan Direndra kau juga tidak tau kan apa yang telah dilakukan putri kedua mu? dan kau tau aku bisa saja mengatakan kepada publik kalau yang meninggal adalah Finesha, dan kau tau putri mu ini akan mendapatkan balasan dari apa yang tengah diperbuat Fenesha sebelum nya, dalam perusahaan Ferdigo, dia adalah mantan pacar Fenesha yaitu Diego, yang kini telah melakukan proses perceraian akibat ulah dari kebodohan putri yang kau bangga kan itu, bagaimana jika aku katakan kepada keluarga Diego, kalau Fenesha masih hidup, bisa kau bayangkan, seseorang yang kau anggap tidak memiliki kekuasaan bahkan nyaris sepadan dengan kekuatan mu saat ini,kalau dua bersaudara menjadi satu bisa kau bayangkan apa yang akan terjadi dengan nasib putri mu, Henson? "
gawat apa perkataan tadi mempengaruhi Daddy? sepertinya Delega bukan wanita yang bisa dianggap remeh, dia bahkan mengetahui sisi kelemahan Daddy, bagaimana sekarang? tunggu barusan wanita itu bilang jika Fenesha meninggal, itu berarti nyawa nya sudah,
(hei kau bahkan terhanyut dalam perjalanan karangan sinopsis milik Delega Rison,)
oh iya hampir saja,
(kau ini,)
hahhh,
tapi mengenai Diego, siapa dia? mantan pacar! aku bahkan tidak tau sampai sejauh itu sedangkan dia, mengorek segalanya dengan mudahnya, siapa sebenarnya wanita ini?
jawab Daddy,
"Sejauh mana kau mengetahui segalanya, Rison? "
"Mungkin lebih dari dugaan mu, Henson! "
__ADS_1
"Benarkah! "
"Kudengar pihak keluarga Diego, apa lagi Oma nya, Fresika Hilia, kini sedang mencari keberadaan Putri mu, Fenesha?haruskah aku menghubungi nya, dan mengatakan jika saat ini aku bersama dengan dirinya? "
kecaman itu tak membuat Henson bergetar, lalu tibalah ketika dia mengambil benda pipih di tangannya langsung saja sebuah panggilan diarahkan, namun Henson berlari dan mencoba mencegahnya, tapi gagal sebab dirinya dihadang oleh Hezan,
katanya,
"Jangan bermain tangan di sini, Tuan Henson, "
dia tau resiko jika sampai Rison benar-benar menghubungi pihak keluarga mereka,
wah gawat sudah berakhir hidup ku,
gumamnya,
"Dia sudah lenyap, tapi selalu saja meninggalkan masalah, memang berapa banyak Fenesha membuat kehidupan Finesha semakin kacau, dasar gadis idiot, selalu saja bikin ulah, "
sambung nya,
"Hallo, apa ini Nyonya Fresika Hilia? "
mengeraskan mode panggilan,
"Siapa kau? "
"Bukankah anda mencari keberadaan Fenesha? "
"Jadi kau mengetahui keberadaan nya, katakan padaku apapun akan ku berikan padamu, asal kau mengatakan dimana dia saat ini? "
karena Henson masih bungkam maka,
"Datanglah di kediaman Henson, xxxx, maka Nyonya akan mendapatkan jawabannya, "
menutup panggilan,
menambahkan sebuah gertakan besar,
"Semua nya sekarang tergantung pada keputusan mu, Henson! jika kau mau memberikan putrimu sebagai ganti dari ketiga putra ku, maka aku akan mengagalkan rencana mengejutkan ini, "
Henson tau sikap Rison tidak pernah sekalipun meleset dari ucapannya, sehingga mau tidak mau,
lagi lagi, Henson selalu kalah dengan keadaan,
"Baiklah, tapi jangan pernah kau buat dia menjauh dari panggilan ku, Delega Rison! "
barusan aku tidak salah dengar kan, Daddy membiarkan dia begitu saja, sebenarnya apa yang sedang terjadi sampai bahkan dengan mudah nya, menyerah kan ku kepada Delega Rison,
"Tentu, baiklah kalau begitu, akhirnya jika sejak awal kau bersikap seperti ini masalah besar tidak akan pernah menjadi sebesar ini Henson,"
Daddy benar-benar menyetujui nya,
lalu tibalah beberapa jam kedatangan Nyonya besar Hilia, dia masuk dengan tergesa-gesa, membuka pintu,seolah luapan emosi terpendam tersulut membakar dirinya, yang ingin menghancurkan gadis yang bernama Fenesha, lalu teriak lah dia dengan kerasnya,
"Dimana kau Fenesha? keluarlah! atau aku sendiri yang akan membunuhmu dengan tangan ku ini! "
terlihat seorang wanita yang hampir mirip dengan usia Grandma, namun cantiknya juga masih tersirat lekat dalam raut wajahnya, sontak tiba-tiba saja dia menoleh kearah ku dan berkata,
"Jadi kau ada disini, Fenesha, Katakan padaku bagaimana kau bisa membuat hubungan pernikahan itu berakhir tragis?ancaman apa yang kau berikan pada menantu ku?bahkan dihari perpisahan saja, dia sampai mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan dirinya didepan mobil tepat dihadapan kami, kegilaan apa yang sengaja kau bikin sedemikian cantiknya?tidak kusangka buruk rupa juga ada dalam kenyataan, dan itu slalu berada dalam hidupmu, Fenesha! "
lalu setelah emosi kian memuncak barulah Delega Rison menjadi penengah diantara acuan rahasia dibalik terbongkarnya keburukkan putri yang selama ini di didiknya berujung menghancurkan kehidupan baru Finesha, dan itu pasti mengekor padanya, sebab kesamaan wajah mereka yang nyaris tak bisa dibedakan, membuat dia harus menerima kenyataan sebagai tertuduh dari setiap perbuatan saudara nya,
kata Delega Rison,
"Nyonya Hilia, sepertinya anda salah main tuduh seseorang, kali ini jika dia adalah Finesha apakah sifatnya akan setenang ini? dan bagaimana dia bisa bungkam tanpa mencela pembicaraan Anda, aku akan memberitahukan sesuatu, bahwa Fenesha yang kau cari itu, sudah dibunuh oleh Ayah kandung nya sendiri, apa Nyonya ingin tau tempat pemakamannya? biar saya yang akan beritahukan kepada Anda! "
aku pun tergelak dengan suara yang terbata-bata,
"Da-ddy... k-au mem-bunuh Fe-nesha! "
melihat tubuhku yang gemetar seolah tekanan yang dialami dalam tubuh Clarisha dengan situasi ini benar-benar sama, ada apa dengan tubuh ku? aku bahkan begitu takut, sampai ketika Daddy mendekati ku aku menghindar darinya, dan bersembunyi dibalik tubuh Frand Hezan,
"Da-ddy... i-tu bo-hong kan! "
kedua telapak tangan ku menjadi dingin, melihat keanehan yang terjadi barulah Nyonya Hilia mempercayai setiap perkataan dari penjelasan Nyonya Delega Rison, penglihatan yang mulai kabur, suara yang tak bisa lagi dikeluarkan akhirnya tenaga yang tersisa bahkan tak sanggup menahan beratnya tubuhku yang kini berakhir terjatuh dipelukan Frand Hezan,
ujar Hezan,
"Mom, dia pingsan dan tubuh nya begitu dingin, sepertinya sekarang kita harus melakukan pemeriksaan kepada nya! "
"baiklah kita bawa dia kerumah sakit, "
lalu Henson yang berusaha menyusul, di ancam oleh Delega,
"jika kau berani menampakkan wajahmu dihadapan nya, bisa aku lakukan kalau ini akan menjadi hari terakhir mu kau Henson bisa melihat ketidakberdayaan putri mu karena ulahmu, jangan pernah mengusik putriku lagi, kau mengerti! "
Nyonya Hilia bahkan berkejut dengan apa yang terjadi,
ucap Akira,
"Daddy apa semua penjelasan yang menunjukkan mu sebagai tersangka adalah kebenaran?bahkan aku tak mempercayai nya sedikitpun! "
"Ini memang rencana Delega untuk membuat Finesha menjauh dariku,sepertinya sejak awal dia sudah mengetahui titik lemah Finesha, jadi dia membuat seolah semuanya menjadi salah ku, aku tidak sangka jika bisa membiarkan wanita picik seperti dia hidup tenang dan membuat aku terpisah dari putri ku, kita lihat saja nanti!apa yang akan aku lakukan bahkan bisa lebih buruk dari sebelumnya, kupikir memberinya kesempatan bisa mengubah dirinya tapi nyatanya dia malah menyusahkan saja!biarkan dia bersama Finesha sesaat, setelah semua sedikit membaik, aku sendiri yang akan menghancurkan wanita yang bernama Delega Rison itu! pasti akan sangat menarik, "
__ADS_1