Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Pencarian berhasil


__ADS_3

Beranjak pergi dari sana huyan bergegas langsung pergi menemui sang Mom, dalam perjalanan yang menempuh cukup banyak waktu, hingga memakan beberapa kendala, huyan masih tak sanggup menahan tetesan air mata yang membasahi pipinya,hatinya hancur sejadi nya, kala serangan musuh menghantam keluarga kandung nya, hingga menyebabkan pada ujung sebuah kematian, sesampainya Frand Huyan melanjutkan pemakaman sang Mom yang kini menjadi mendiang Delega Rison, bahkan sang adik juga bernasib sama, baru beberapa jam yang lalu senyum menunggu kehadiran nya terpancar begitu berat, nyatanya sebaliknya keduanya kini pergi amatlah jauh dari kehidupan Huyan, dan tak akan pernah kembali walaupun mengharapkan kehadiran nya, masih terpaku diam melihat tempat peristirahatan sang Mom,


lalu sesaat datanglah orang kepercayaan nya berhasil mendapatkan kabar, bahwa segalanya sejak awal memang sudah direncanakan,


Ujar nya,


"Tuan saya melapor, kalau sebenarnya dalang dibalik kecelakaan Tuan Muda Hezan dan racun yang diminum Nyonya besar, dia adalah-"


dia bungkam sejenak, ia takut ribuan kekecewaan ini akan dirasa oleh bossnya, sebab dirinya jauh lebih mengenalnya dibandingkan siapapun,


katanya yang tak sabar menunggu mendengar siapa pelaku dibalik ini semua,


"Kenapa diam? apa kau ingin berada di pihak nya? mencoba melawan ku? "


tegas jawab nya,


"Tidak Tuan, dia adalah Fran Hangze, "


gelas yang tadinya dipegang oleh Huyan seketika terjatuh dari genggaman nya, tangan itu seketika tak bertenaga, kala mengetahui kalau semua kejadian yang bertubi-tubi ini ulah dari sang Daddy sendiri,


"Hah... kenapa pada akhirnya aku sendiri yang harus mengakhiri mu, Daddy? kegilaan apa ini? dan apa dia juga orang dibalik hilangnya Finesha? "


jawab anak buahnya yang kedua,


"Tidak Tuan, tapi-"


kalimat itu terpotong seolah dirinya merasakan adanya kecemasan jika hal ini akan menjadi faktor terpecahnya keluarga yang begitu Tuan besar sayangi,


mengambil sebuah gelas lagi lalu melemparkan nya tepat di depan kakinya,


"Pyarrr, "


"Sekali kau mengubah jawaban perkataan mu, maka bersiaplah untuk akhir dari hidup mu, kau mengerti! "


"Ceklak, "


sebuah senjata tengah mengarah tepat pada dahinya, sontak semua orang yang berjaga disekitar sana, menelan saliva atas sikap bos nya yang sudah berubah drastis,


sambung nya lagi,


"Aku tidak menerima sedikit kebohongan dari sebuah tugas yang kau jalankan untuk ku, jika kau tidak hati-hati dalam tindakan mu, maka bisa dijamin senjata ini akan menemani kepergian mu! "


ancaman ini bahkan nyaris tak terpikirkan oleh seluruh anak buahnya,


Lalu kemudian anak buah itu akhirnya mengatakan yang sebenarnya,


"Tuan yang menyergap nona saat ini adalah Adik angkat pertama anda, "


pertama Frand Huyan terkejut, terpaku hingga terduduk lemas, dirinya terhuyung seolah dipermainkan waktu, semakin hari lebih menyakitkan baginya,


"Sizen, kau kah itu! "


jawab lagi sang anak buah lainnya,


"Kami sempat melihat kepergian dari keberangkatan Tuan Sizen keluar menaiki helikopter dengan membawa seorang gadis dalam bopong annya, kami pun sempat mengikuti nya dengan cara yang sama, namun setelah dia mendarat, ternyata Tuan Sezan berada dalam keadaan dimana kami tak bisa memasuki kawasan tersebut, itu adalah tempat kawasan musuh anda Tuan besar, "


sahut Huyan letih,


"Kau bahkan sampai bertindak sejauh ini Sizen, untuk apa? dan kenapa? tindakan mu sangat membuat aku terganggu,ketidak sadaran nya adalah kelemahan nya, tapi tunggu lah beberapa saat lagi! "


"Pyarrr, "


emosi kemarahan membludak beberapa perabotan rumah nyaris dibuat hancur berkeping-keping ditempat,


"Brengsek kau Sizen, jadi kau mencoba menguji ku, baiklah sejauh apa kau bisa kabur dariku?bersembunyi dibalik musuh, apakah kau sanggup bertahan disana? dan sehelai rambut Finesha kau sentuh maka aku akan menghancurkan mu dengan tangan ku sendiri, kita lihat saja nanti!aku akan lenyap kan kau disana jika sampai terjadi sesuatu pada Finesha ku! "


melihat expresi yang tak bisa digambarkan itu membuat seluruh anak buahnya merinding ketakutan, kini dia Frand Huyan membuka sebuah gorden otomatis dan berpikir,


setelah beberapa menit kemudian alhasil dia memiliki strategi khusus dengan ide yang briliant,


"Langsung pegi ketempat Hangze, membunuh nya kemudian menyingkirkan pria sialan itu! "


jika si bos sudah membuat keputusan maka tidak ada yang bisa merubahnya, namun tidak disangka diluar dugaan, dua orang menerobos masuk keruang pribadinya,


Teriaknya,


"Huyan dimana kau membawa putra ku? "


kata Shintya yang keras dalam logat bicaranya, disusul dengan Deriyan bertanya,


"Apakah kau mengetahui keberadaan mereka, Kak Huyan? "


karena bertanya dengan sopan,maka membuat Huyan menghormati dirinya, walaupun sudah sangat ceroboh memasuki kawasan pribadi miliknya tanpa izin, namun melihat expresi Shintya Frand Huyan ketua mafia penerus besar dari keturunan Sherya, tiba-tiba melangkah cepat menuju Shintya, mendekat hingga membuat kedua kaki wanita itu berjalan mundur, lalu kemudian mengangkat satu tangan dan, mengejutkan,


"Bagaimana rasanya? saat kakak Tirimu mencekik leher panjang mu seperti ini, Adikku? "


meronta, mencoba melepaskan eratnya cengkraman satu tangannya yang kini menyiksa pernafasan nya,


"Beginilah saat ini gambaran dari kondisi yang tak terlihat dari seorang anak angkat Sherya, kau telah membuat semuanya kacau, bahkan semakin rumit, aku hanya ingin kau pembuat ulah juga merasakan rasanya penekanan yang luar biasa ku rasakan saat ini, sebatas mana kau akan melawan kakak angkat mu dengan kekuasaan penuh yang berada dalam kendalinya, inilah sesaknya saat aku harus kehilangan anggota keluarga kandung ku, demi menyelamatkan kedua putra mu itu, kau tau berkat kebodohan kalian dalam perceraian, mereka berakhir pada melakukan aksi bunuh diri, "


mata Shintya terbelalak tidak percaya, dari keputusan nya berdampak seburuk ini pada kedua anaknya, dilepaskan lah cengkraman dari leher itu,


sambung nya lagi,


"Sekarang aku juga akan membunuh kakak mu sekaligus, yang pernah memberikan hatinya pada Clarisha, "


terkejut dengan penuturan Huyan,


"Maksud ucapan mu apa, Huyan? "


sahutnya,


"Oh ya, aku harus jelaskan sesuatu, Finesha adalah poin utama yang membuat Clarisha hidup kembali, kau tau semua rumit dari jalannya hidup Finesha, dan berkat dari kejadian tak menentu keduanya dipertemukan dengan situasi yang aneh, sebaliknya berkat Finesha Clarisha bisa hidup kembali untuk menembus waktu dari beberapa kesempatan membuat kau bisa menikmati kebersamaan dengan nya, walaupun sesaat kalian bisa merasakan keberadaan Clarisha dimenit terakhirnya, "


masih tidak percaya,


ucap Shintya,


"Jadi selama ini! "


Deriyan juga menimpali nya,


"Mustahil kalau selama ini, Kak Huyan menyadari hal ini tanpa memberitahu kan kebenaran yang sebenarnya! "


jawabnya,


"Maka jika itu sampai dikatakan pada pihak lain, secara tidak sengaja aku akan membahayakan salah satu nyawa mereka, walaupun pada akhirnya, akan tetap ada yang menghilang, "


kata Shintya,


"Bagaimana kakak bisa mengetahui hal ini? "


jawab dengan tenang,


"Karena aku bisa mengetahui sesuatu yang tak kan pernah kalian bisa mengerti sejak awal, "


tanya nya balik,


"Lalu apa urusannya dengan kak Sizen sampai kau akan membunuhnya? "


senyum menakutkan nampak dari raut wajahnya,

__ADS_1


"karena kini dia menyergap Finesha, menculiknya dan membawa dia menghilang ditempat persembunyian nya, "


Shintya tercengang,


"Tidak mungkin kak Sizen sampai bertindak sejauh itu, kak Huyan! "


Deriyan pun ikut bercakap,


"Tapi, kenapa dia sampai melakukan itu pada Finesha? "


Huyan memperjelas nya,


"Coba pikiran Shintya, segalanya berubah dimenit kematian Clarisha, obsesi mu pada Finesha seolah menghancurkan segalanya, bahkan hati kedua putra mu kau goyah kan dengan pendirian konyol mu itu, berkat keputusan dalam kebodohan mu, kau ibarat menggantikan tempat keberadaan Clarisha begitu mudah tergantikan karena pilihan mu memilih Finesha sebagai pengganti nya, ada sesuatu yang tak kau lihat saat itu, expresi Sizen,apa yang kau rasakan sebagai seorang adik? "


baru merasakan,


"Tunggu seharusnya dia panik atau menghentikan langkah dari tingkah ku disana, tapi dia hanya tenang dan diam, "


sahut Deriyan,


"Itu artinya sejak awal ada kejanggalan yang tak pernah terlihat disisi ini, lalu sekarang nyawa Finesha berada dalam bahaya, "


kata Huyan,


"Tepat, bahkan kau Shintya tak akan bisa mencegahnya, dan untuk kedua putramu, aku menghukumnya dengan penjagaan semua pamannya, jadi kau tidak perlu khawatir, "


ucap penyesalan Shintya ,


"Maafkan aku atas kecerobohan ku, kakak, lalu sekarang apa yang akan kau lakukan untuk mendapatkan nya kembali? "


senyum menakutkan terlihat,


"Tentu, dengan cara yang diajarkan Sherya kepada ku, "


terduduk sudah Shintya, bergumam gemetar,


"Kalau dengan cara Sherya dia menangani hal ini maka akan terjadi-"


terpotong tak sanggup melanjutkan nya,


tanya Deriyan,


"Kenapa Shintya? apa yang akan terjadi? "


jawab nya,


"Maka sebuah senjata yang akan menjadi akhir dari semua permasalahan kali ini, inilah menjadikan alasan utama ku kenapa aku begitu benci Sherya dalam clan mafia nya, "


Deriyan,


"itu artinya dia akan-"


Shintya,


"Ya, melakukan semua dengan akhir yang besar, nyawa lah yang akan menjadi taruhannya, "


Deriyan saat melihat Huyan bergegas keluar meninggalkan mereka berdua yang kini tengah terduduk tak bergerak disana


ujarnya,


"Ku harap Frand Huyan selamat membawa Finesha kembali, "


pikir Shintya,


"Apa yang akan terjadi dengan hidupnya? kak Sizen, kenapa harus kau?segila inikah pengaruh kematian Clarisha bagi mu? "


jawab nya,


"Ya, kau benar, kita hanya bisa menunggu hasil akhirnya, kemenangan atau kematian yang tak terhindarkan? "


semua tergantung dari sebuah keberuntungan,


********


Tersadar aku sudah berada di sebuah kamar yang begitu asing bagiku,


"Ini dimana? seingatku aku sama sekali tidak berada-! "


sahut seseorang yang duduk didekat jendela sembari memandang teduh diriku,


"ditempat ini, begitu kah! "


memang ucapan nya benar, tapi siapa sebenarnya seseorang yang kini mengajak ku ngobrol?


(Wah kenalan lama mu mungkin)


gak, tapi wajahnya sangat tak asing, tapi coba aku ingat mungkin pernah di lain tempat bertemu dengan nya, emmm,


(gimana? siapa dia? sudah ingatkah?)


belom, entahlah dimana wajah itu pernah aku lihat,


"Kau masih memikirkan sesuatu, Finesha? "


hahh dia bahkan tahu nama ku, yah siapa dia?


barulah disusul seseorang datang memasuki pintu tersebut,


"Kau sudah sadar sayang? "


apa? jadi aku berada di tempat Grandpa,


"Ini benar-benar kau kan, Grandpa? "


senyum nya yang selalu ku rindukan,


"Tentu sayang, "


perlahan mendekat kemudian membelai rambut panjang ku dengan begitu lembut,


tanya ku,


"Jadi semua rencana ini adalah hasil rekayasa mu, Grandpa? "


jawab nya,


"Ya, berkat paksaan dari bantuan Paman nya Clarisha, "


masih tidak percaya,


"Maksud Grandpa siapa? "


muncullah Grandma bersama seseorang dibelakangnya yang ternyata,


"Oh, Paman Sizen, "


Ohh, segera menutup mulut ku, aku keceplosan mengatakan hal itu, semua karena kebiasaan yang membuat ku memanggilnya tanpa berpikir,


ujarnya,


"Ucapan mu yang begitu tenang seolah kau sudah terbiasa memanggil nama ku sebelum nya, "

__ADS_1


lirih Sizen,


kata Grandma,


"sayang, bagaimana keadaan mu? "


batinku,


mereka mencoba mengambil ku tanpa sepengetahuan kak Huyan, lalu dari tindakan paman, bukankah ini akan menimbulkan kesalah pahaman diantara hubungan bersaudara itu,


tanyaku,


"Apa kalian berdua mencoba merencanakan sesuatu di belakang ku? "


Grandpa dan Grandma saling bertukar pandangan,


sebenarnya disini kepolosan Finesha yang dimanfaatkan oleh keduanya, bahkan keberadaan Sizen juga berada dalam kendali mereka,


"Tapi siapa orang itu? "


senyum Grandma,


"Dia Paman mu, "


Paman lagi, sepertinya kehidupan ku dipenuhi dengan kata itu,


(tepat sekali, tapi dia lumayan)


gak sama sekali,


(lihat baik-baik)


Gak, jadi kangen kumpul sama semua Paman di kediaman Vila Paman Sizen,


(ya di sana menyimpan sejuta rasa bertabur toping memikat hatimu, bukan begitu Finesha)


yup, kangen banget,


(tapi dia Paman dari mana?)


ya mana ku tau?


(tanyalah)


lalu Grandma mengatakan kalau dia adalah saudara angkat dari,


"Sayang dia adalah kakak dari Daddy mu, "


wah bagaimana bisa? bukankah Daddy adalah anak tunggal,


aku pun bertanya,


"Apa Daddy tau hal ini? "


jawab gelisah dan resah menatap wajahku,


"Dia tau sejak awal saat mereka masih diusia yang sangat muda, namun, Daddy mu mencoba melukainya, sehingga mau tidak mau, kami berdua harus menyembunyikan nya, "


tempat persembunyian, tunggu jadi aku sengaja diambil untuk dijauhkan dari mereka semua,dan untuk berbaur dengan nya, begitu kah, ini sangat mengganjal, dan sikap Paman Sizen juga seolah dia dikontrol dalam kendali mereka, jadi aku masuk permainan kedua orang yang begitu aku percaya i,


sekarang bagaimana aku bisa kabur dari kedua orang yang selama ini membesarkan ku? ada yang aneh dari tingkah mereka, mungkin karena Paman baru itu,


saat mereka bertiga keluar menyiapkan segala sesuatu urusan mereka secara tidak sengaja aku menarik lengan kemeja Paman Sizen,


"Paman, bagaimana caranya kita bisa kabur dari sini? "


terkejut,


"Bukankah ini yang kau inginkan, Finesha? itu alasan kenapa aku mengambil mu dari tangan Huyan, "


sudah kuduga, ini permainan menyulitkan segalanya,


"Paman, disini kau sedang dijebak oleh mereka berdua, dan mungkin yang mendominasi aturan permainan adalah Paman yang tadi, dia adalah musuh Paman Huyan, dan sekaligus orang yang bibenci Daddy, sebut saja biang masalah, "


tertegun baru bisa berbicara,


"Kau mengetahui lebih jauh dari ku,!"


jawab ku,


"tentu,kan karena mereka keluarga ku, "


"Huyan, dia kan baru kau kenal, "


"Critanya panjang, nanti malah kita kehabisan pikiran untuk membikin ide kabur dari sini bersama, apa Paman bawa ponsel? "


"Ya, "


Tanpa pikir panjang dia merogoh kantong celana milik Sizen dengan paksa,


"Kau benar-benar mengejutkan, Finesha, "


"Ini bukan waktu yang tepat untuk terkejut lagu Paman, "


masih menatap lekat wajah Finesha,


ujar nya,


"Apa aku cantik Paman? "


tersenyum sejenak,


"Kau bahkan berbicara begitu renyah seolah aku adalah Paman mu, "


jawab jujur dirinya,


"Kau memang Paman ku, dan kau bahkan nyaris tak mengenali sosok seseorang yang berada didepan mu saat ini, Sizen, "


diam, mendengar dia hanya memanggilnya dengan nama tanpa sebuah embel-embel didepan nya,


"Kau mengingatkan ku dengan gaya bicara, Clarisha, tunggu kau bukannya? "


"Coba tebak, aku akan menghubungi kak Huyan,agar dia tak salah paham dengan keberadaan mu yang membawaku ke tempat persembunyian, "


namun tiba-tiba saja, pintu itu terbuka sehingga mau tidak mau, Finesha harus menggagalkan ide bagus untuk menghubungi Huyan, sebab Paman biang masalah itu menghampiri ku saat ini,


"Apa yang akan dia lakukan kepada ku? "


dia pun berbicara,


"Sizen, kau ditunggu dibawah sekarang! "


"baiklah, "


dia pun turun meninggalkan Finesha bersama si biang masalah,


"sepertinya dia orang yang lebih menakutkan dari Frand Huyan, "


katanya,


"Haruskah aku membuat mu menghilang dari sisi seluruh keluarga mu, Finesha! kau sangat manis, bahkan nyaris aku tak ingin kau berada di dekat bocah sialan itu, sebab malam ini kau tidak akan selamat dari ku, tunggu nanti malam, okey, kau akan menikmatinya! "

__ADS_1


Tiba-tiba tubuh ku merinding, apa maksud dari perkataannya barusan, itu sungguh menakutkan, bagaimana caranya agar aku bisa kembali ke sisi kak Huyan? dan kenapa juga Paman Sizen mau di atur oleh mereka? sebenarnya ada apa dengan semua ini? menjengkelkan.


__ADS_2