Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Mengubah takdir


__ADS_3

Posisi ini hanya membuatku semakin terperangkap, ketika keadaan sudah berbalik, bahkan Daddy yang ku impikan telah ku peroleh kembali, dan setelah semua hal yang telah terjadi, masih sama, semua kondisi selalu menuntun ku dimana aku harus melekat pada keluarga Shintya, bukan sebagai Clarisha melainkan sebagai pengganti, ku harap Daddy bisa membantu ku kali ini, aku hanya tidak mau merasakan terkepung oleh perasaan yang kacau dengan semua paman,


kata Luis,


"Apa kau gila Shintya? bukankah sejak awal sudah ku katakan, dia tak ada hubungannya dengan meninggalnya Clarisha! "


tidak Terima begitu saja,


"Kau pikir aku percaya, dan mungkin mudah untuk mengelabui orang lain, tapi aku bukan orang yang tepat untuk itu, "


pisau yang masih berada dileher jenjang milik Finesha,


ujar Frand Huyan,


"Kenapa kau malah memperburuk keadaan? semua seharusnya harus direlakan, jika seperti ini seandainya Clarisha ada, apa kau pikir dia akan Terima begitu saja perlakuan mu pada Finesha, yang menjadi satu-satunya teman terbaiknya? "


jawab dengan penuh emosi,


"Kau pikir aku perduli mengenai semua pendapat konyol mu itu, aku hanya menginginkan dia juga berada didekatku, sebagai putri pengganti ku, karena aku hanya bisa tenang kalau kau Henson memberikannya kepada ku? "


tutur Henson yang masih tenang melihat kondisi Finesha berada dalam jangkauan Shintya,


"Lakukan apapun yang kau mau, jika itu menjadi keputusan terakhir dari putriku, aku akan menerimanya, tapi apabila dia tidak menerimanya maka bersiaplah, aku akan menghancurkan seluruh keluarga mu, sampai pada semua saudara mu, akan ku lenyapkan, kau belum tau saat ini sedang berhadapan dengan siapa, Shintya? "


Luis kembali menjadi penengah demi meredakan dan mengakhiri kekacauan yang tak terhindar kan,


"Cukup Shintya, kau bukan hanya membahayakan dirimu saja, bahkan saat ini kau nyaris akan menenggelamkan seluruh keluarga mu dalam taruhan yang sengaja kau buat demi keegoisan mu, kenapa kau bertindak sebodoh ini Shintya? "


jawab nya sambil menitihkan air mata yang mengalir disetiap pipinya,


"Aku hanya ingin putriku kembali, apapun yang terjadi Finesha adalah orang yang tepat menggantikan dirinya, tak ada yang bisa mengubah pendirian ku! "


sahut seseorang dibalik pintu, dia tidak lain adalah Deriyan,


"Jangan seperti ini, kau membuat putri mu kecewa Shintya, selama masa hidupnya dia begitu bangga padamu, tapi sekarang seolah kau mengecewakan nya begitu saja, apa karena kau tak merelakan segalanya tentang nya, atau kau juga harus kehilangan ku baru kau menyadari nya, "


kecaman luar biasa terjadi demi menghentikan tindakan Shintya sampai Deriyan mengorbankan hubungan nya tepat dikeluarga nya,


"Jadi kau mengorbankan dirimu demi menyelamatkan gadis ini, kau pikir aku takut, aku sama sekali tak peduli yang aku sayangi dalam hidup ku telah meninggalkan ku, bahkan dia tak memikirkan ku sedikit pun, kau tau perasaan sangat sakit bahkan pukulan dari ketiadaan nya meninggalkan ku sendiri membuat semua tak berharga lagi buat ku, kau harus tau mengenai hal itu, Deriyan! '


balasnya,


" Jadi kau beranggapan kalau keberadaan ku tak berharga tanpa Clarisha, bagaimana kau bisa menyimpulkan hal gila dengan mudah di mulut mu, kau sama sekali tak berpikir sejauh mana hubungan kita begitu sempurna, sampai kehilangan seseorang membuat hatimu melenyapkan ku Shintya, baiklah jika itu mau mu kita akhiri hubungan ini sekarang juga!karena aku tidak ingin berurusan dengan seorang pembunuh seperti mu! "


ajuan Deriyan membikin semua tercekat tak percaya, apa lagi Finesha yang bingung dengan kekacauan yang akan mengakibatkan hubungan keluarga Clarisha menjadi taruhannya,


batinku,


"kenapa semua menjadi seperti ini? "


Frand dan Sizen tak bisa berkutik mengenai keputusan bodoh keduanya, Shintya yang mencoba membunuh Finesha karena tak menerima tawarannya,lalu Deriyan yang menjadi agresif karena sikap Shintya, sekarang semua membingungkan,


(Bagaimana semua ini akan berakhir nanti?)


tumben kau nongol,


(kenapa? kangen!)


bisa gak tu masalah yang kini menimpaku kau urus, nyerah aku berurusan dengan orang-orang ribet seperti mereka,


(Nasib lo tu, gak pernah mujur dari dulu,)


memang, lalu sekarang ni leher aku gimana? apa semua akan berakhir ditangan Shintya,


(Entahlah, kita lihat saja nanti! )


lo enak banget ngomong nya, la aku bahkan nyaris gak bisa gerak saat ini,


(Terus, )


bantuin napa? saran kek atau apa bisakan?


(Ya, baiklah kenapa tidak coba menjadi seperti kemauannya saja, pasti semuanya akan kelar dengan mudah!)


apa? enak banget lo ngomong,


(tadi bilangnya nya sama aku minta pendapat)


iya sih, tapi ya masak hidup aku muter lagi, ketemu sama semua paman, dan


(beda cerita kan, kalau kau kesana dalam bentuk aslimu, maksud ku sebagai Finesha)


itu sama sekali gak nyaman, seolah aku menjadi pengganti keberadaan Clarisha yang begitu berharga bagi mereka,


(lo tu ribet amet, sepertinya sikap mereka kau buat nempel dengan kepribadiannya lo)


apa kau bilang?


(benar kan, la emang sejak awal yang ada ditubuh Clarisha siapa? ya mungkin karena hidup lo aja yang udah dikunci sama paman-paman nya Clarisha, makanya waktu kesadaran lo kini berakhir rumit begini)


ndak tau a,capek aku, tapi jika aku menerima keinginan tante Shintya itu berarti secara sengaja aku akan menjadi anak yang melukai perasaan Daddy ku, aku gak mau itu terjadi,


(ya kalau begitu, biarkan semua berjalan mengalir saja, tinggal menunggu hasil akhirnya,)


ucapannya membikin lamunanku membuyar,


"Kenapa kau hanya melamun, Finesha? Daddy mu juga gak akan bisa membantu mu kali ini, dan-"


"Bukk, "


sebuah pukulan tepat mengarah pada kepala Shintya sehingga dia terjatuh tergeletak tak sadarkan diri saat ini,


hatiku,


"Lega banget liat Tante Shintya dalam kondisi seperti itu, sekali saja mereka salah bertindak dalam sekejap leher ku pasti melayang, hahh, "

__ADS_1


Daddy langsung menarik pergelangan tangan ku sembari berkata,


"Kau baik-baik saja Finesha, "


memeriksa leher ku dan dia dapati tak ada satu goresan pun yang mengores disana, akhirnya tanpa pikir panjang, Daddy membawa ku pergi dari rumah sakit lalu mempersiapkan segalanya tanpa sepengetahuan ku, yaitu mengirimku ke alamat yang tak terpikirkan olehku, meninggalkan Tante Shintya dan yang paling berat adalah paman Frand Huyan,


(hemm, bukannya lo nyantol sama paman Sizen?)


gak dia menakutkan, liat aja Clarisha dibuatnya sampai menghilang, dan tak kusangka jika Hanya paman Frand yang lebih memahami ku,


dalam perjalanan yang begitu panjang mataku hanya terlelap bahkan tak sanggup lagi menahan kantuk yang luar biasa, keluar rumah sakit secara mendadak, pergi menghindari keluarga Tante Shintya juga dengan cepat, semua extra kilat, biasa sikap Daddy memang membingungkan, saat perlahan kelopak mataku terbuka, semua gelap karena saat itu hari ternyata sudah malam, mau tidak mau mata yang masih ingin tidur akhirnya kembali menjemput mimpi indah dialam bawah sadarku,


Tiba-tiba saja terdengar suara,


"PYAAR, "


suara jelas berada didekatku, itu ternyata seseorang tengah memarahi orang lain kala telah melakukan kesalahan dengan menjatuhkan minuman yang seharusnya diletakkan diatas nakas,


tegur nya dengan amarah,


"Lain kali hati-hati bagaimana kalau sampai kau menganggu Nona besar, "


namun kata terakhir yang membikin kedua mataku terbuka lebar, ucap ku,


"Kalian bicara apa tadi? Nona Besar!kenapa kalian memanggilku dengan sebutan seperti itu? "


sahut seseorang dari luar,


"Kau sudah bangun, ternyata kau lebih manis saat tersadar, imutnya, "


sambil tersenyum menatap ku,tapi itu tak membuat ku merespon nya sebab semua kamar ini membuatku kaget,


"Ini dimana? "


hela ku,meninggalkan kehidupan ku dengan Clarisha, bersama perasaan yang harus ku kubur, dengan waktu yang seolah begitu singkat namun berarti khusus buatku,


"Kau terkejut dengan kamar mu sendiri, Nona manja! "


aku terbelalak dengan semua sikap mereka kepada ku,


"Kalian siapa? "


lalu datang seseorang lagi menghampiri ku tepat disisi kanan ku, langsung saja akau menghindari nya, takut terjadi seperti sebelumnya, baru saja dikubur, kalau yang datang menghampiri ku adalah tipe ku banget gimana ni jadinya perasaan ku ini,


"Kami adalah kakak mu, Finesha, Salam kenal, okey, "


dia bilang okey, apa Daddy menikah lagi?


lalu tibalah seseorang yang kutunggu pun datang,


"kau sudah bangun sayang, bagaimana keadaan mu? "


jawab ku,


"Baik, daddy gak perlu cemas, tapi apa Daddy nikah lagi? "


alasan Daddy,


"Ya, karena ingin membuat suasana baru dengan keberadaan mu sayang, dan jangan takut Mommy mu, orang yang menarik, "


entah kenapa kata itu membikin aku berpikir dua kali,kenapa harus nikah lagi? menyebalkan,


Rasanya aku ingin berada didekat grandma dan grandpa, tapi dimana mereka, kataku,


"Daddy dimana Grandpa? "


entah kenapa raut wajah nya berubah seketika,


"Jangan mencari nya, dia sedang sibuk melakukan meeting yang memakan waktu dengan perjalanan panjang bersama bisnisnya,dan Finesha mulai hari ini kau akan tinggal bersama ketiga kakak mu, mereka yang akan menjaga mu mulai sekarang, baiklah sekarang mulai dari mana kau ingin mengenal kakak mu, coba katakan! "


jawabku,


"Seseorang yang memanggilku imut, "


aku menunjuk pada pria yang menggunakan sweater berwarna abu-abu sambil bersandar didekat dinding,


ujar Daddy,


"Dia Anhu,saudara ketiga, "


menoleh lagi padaku,


"Lalu seseorang yang mengatakan anak manja, "


Daddy langsung memberitahu waktu jemari tangan ku berubah arah,


"Argan, saudara kedua,lalu yang terakhir dia mengatakan apa padamu? "


sambil memandang Daddy aku berbicara,


"Sederhana, untuk kesan berkenalan,"


senyum seringai Daddy padaku,


"Akira kakak petama mu, Kau pasti akan menyukai mereka sayang, "


tanya ku,


"lalu, dimana Mom,Daddy? "


tidak terduga pertanyaan ku kali ini membuat semua menegang,


kataku karena kaget, sebab raut wajah mereka berubah mendadak,


"Nanti Daddy akan ceritakan, tapi tidak sekarang, mandilah dulu setelah itu turun kita akan makan bersama, sayang! "

__ADS_1


"Baiklah, daddy! "


bahkan ketiga pria itu juga mengikutinya dari belakang,


pikir ku,


"masalah menghilang kini berasa masalah baru menghadang, "


(Takdir lo kali)


gimana lagi jalan udah kek gini,


selesai mandi aku bersiap untuk memilih beberapa pakaian yang akan aku kenakan, ternyata menakjubkan semua yang ada ditoko pasti dirampok sama Daddy,


"Sebanyak ini bikin pusing aja memilihnya, "


setelah dilihat-lihat ternyata aku lebih memilih sebuah jumpsuit dengan style yang tertutup bagian dada, saat selesai aku pun langsung make up dengan natural saja,


"lagi pengen sederhana,"


(cantik tenang aja)


lo bilang cantik aku nya yang berada gak nyaman keluar dengan fashion seperti ini,


kaki beranjak pergi dari kamar sambil melihat sekitar ternyata tempat yang ku tinggali sangat lah besar,


"Waow, Daddy menempati tempat ini, menakjubkan, lalu entah kenapa aku seperti tersesat, dari tadi berjalan yang terlihat hanyalah vas bunga besar yang sama, "


melihat benda pipih ini ternyata Daddy menghubungi ku,


"Kau masih lama diatas, Finesha? "


"Daddy seperti nya aku tersesat! "


"Apa? bagaimana bisa? "


"Dari tadi kaki aku muter mulu, udah tiga kali ni, capek, kembali aja ke kamar! "


"tunggu biar Anhu aja yang kasih Arah, dia sudah berjalan keatas saat ini, "


"Menyusulku, kenapa bukan Daddy aja sih, "


"Gak Daddy lagi ada diruang kerja ngecek sesuatu, memang kenapa dengan Anhu? "


"Ya gak apa, cuma-"


sahut dia dari jarak yang cukup dekat,


"cuma apa Finesha? merasa gak nyaman dengan kakak baru mu! "


mendekati ku lalu tanpa sadar dia menggandeng tangan ku sembari berkata lagi,


"Jangan malu jika kau butuh bantuan dari ketiga kakak mu! "


berhenti lalu memandangi ku sambil berbisik didekat telinga ku,


"Kau sangat cantik mengenakan jumpsuit dengan model tanpa lengan, "


lalu kembali dia berjalan menunjukkan arah menuju ruang makan, dan sesampainya Daddy langsung membelai rambut ku,


"Kau tau Jumpsuit yang kau kenakan adalah Style yang dipilih kakak Anhu untuk mu dilemari pakaian mu, "


batinku,


"pantas jika tadi dia berlagak seperti itu, pasti dia begitu senang saat pilihannya aku kenakan dihari pertama berada serumah dengan nya, "


(Berasa masalah baru akan datang)


aku juga sependapat, tapi entah kenapa terkadang pikiran ku dikacaukan oleh bayangan kedua mata paman Frand, sedih banget begitu berat untuk melepaskan kepergian ku, tanpa bisa berpamitan dengan nya,semuanya tak bisa sedikitpun memihak pada perasaanku, tapi mau bagaimana lagi, sekarang sudah saatnya membuka segalanya dengan baru,


(dan kehidupan baru mu semoga berjalan dengan lancar,)


sepertinya mustahil jika bisa lancar, soalnya dari awal emang bagianku selalu terjal,


Setelah aku menduduki salah satu kursi tersebut ternyata ada sebuah hal yang mencengangkan terjadi, seorang wanita menerobos masuk dan memberitahukan sesuatu,


"Tuan besar, Nyonya besar dan Tuan utama sekarang berada di gerbang depan, mereka menerobos masuk dengan perlawanan, "


akhirnya aku masih duduk dan mendengarkan konflik tersebut, kan tidak tau juga sedang ada kejadian apa sampai berlanjut menegangkan seperti ini, kemudian setelah beberapa saat tibalah seorang wanita yang cantik dan pria yang hampir seusia paman Deray datang menghampiri Daddy,


"Lama tidak bertemu, Henson, kau tau aku membawa seorang pengacara yang akan mengatakan segalanya padamu! "


wah sampai sang pengacara juga dibawah ada apaan sih, rasanya ini urusan sangatlah serius,


(sebaiknya kau diam dan dengar kan)


dari tadi lah, gak kau suruh pun bibir ku masih bungkam,


kata seorang pengacara,


"Kedatangan kami kemari untuk mengambil hak asuh penuh dari ketiga putra yang kau pegang dalam kendali mu saat ini, jadi kuharap anda tidak mencegahnya untuk kami bawa kembali ke kediaman Nyonya Delega"


bukan Daddy yang yang menolak, tapi ketiga pria sekaligus kakak ku menjawab,


kata Akira,


"Walaupun hak asuh sepenuhnya dalam tangan mu kali ini, tapi aku Akira selalu menempati rumah ini Nyonya Delega Rison,dan tetap akan berada disini, "


sahut Argan,


"Jangan mengharapkan kami kembali jika kau saja masih bersih kukuh bersikap sama, semua itu tak ada gunanya, "


sebenarnya ini konflik gimana sih, bukannya ketiga pria ini anak kandung nya, lalu kenapa mereka bersikap seolah wanita itu bukanlah ibu mereka, membuat ku jadi bingung aja, ya seenggaknya aku gak kebagian masalah jadi bisa bernafas sedikit lega, namun tiba-tiba saja,Finesha masuk juga dalam topik pembicaraan,


"Jadi begitu, putrimu sudah kembali, bagaimana kalau kau ambil ketiga putra ku dan sebagai gantinya berikan putrimu padaku? "

__ADS_1


wah udah gak waras tu orang ngomong kek gitu, baru aja di omongin sekarang malah aku jadi alasan keduanya sebagai ganti katanya, dasar Delega Rison.


__ADS_2