Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Bunglon emosi


__ADS_3

Memang akar dari masalah kali ini selalu terarah pada Finesha, namun cap stempel merah itu benar ulah gadis yang saat ini dirundung kebingungan karena penasaran dengan respon sang Kakak pertama nya,


jawablah dengan wajar, jika tidak maka kau sengaja membikin riwayat ku berada dalam perkara baru, Frand Huyan,


Hezan hanya terpaku melihat expresi raut sang Kakak yang tersenyum samar memandang Mommy nya,


Hezan pun memotong pembicaraan mereka sehingga nyawa Finesha terselamatkan dengan mudah,


"Mom, apa kau sudah memberitahukan pada kakak mengenai gadis itu? "


Delega masih memikirkan baik-baik perkataan putra keduanya,


"Apa Hezan? gadis yang mana Mom sepertinya lupa? "


sahut Huyan,


"Mustahil kalau Mom bisa lupa mengenai masalah,hal sekecil apapun itu, jika berurusan dengan Delega Rison, pastilah berakhir secara live, bukan begitu, bahkan korban utama tidak berani berbicara sedikitpun, kenapa Finesha? apa kau setakut itu pada Delega Rison? "


"Bukk, "


pukulan cukup keras diberikan kepada Huyan,


tepat disisi bahunya,


ujar Delega,


"Kau itu cari ribut saja, diem dan makan dengan benar setelah ini, kita akan pergi keluar menemui gadis yang pernah kenal dengan mu di kota sebrang, "


pikir Finesha,


"Kota sebrang jauhkah!entahlah nama kotanya saja gak di perjelas, ngapain juga kepo, hehhh, aku hanya berharap nasibku berjalan dengan baik, "


Selang beberapa waktu mereka bertiga diminta untuk berganti pakaian yang menarik, sebab pertemuan nya kali ini mengarah pada urusan perusahaan, dan saat semuanya sudah mulai turun hingga memasuki mobil, tinggal menunggu putri ketiga Delega, walaupun sudah diresmikan menjadi putrinya, tapi Finesha kini beralih panggilan nama menjadi Fine, dia hanya bisa menurut pada kekuasaannya, selang dia turun dan keluar nampak lah hal yang begitu menakjubkan dilihat, bahkan kedua bersaudara itu, Huyan juga Hezan terpesona dengan penampilan menarik Fine, balutan Dress pendek import pita dengan kombinasi senada merah dan abu,sekaligus perona bibir berpoles nude terkesan menawan dengan anggun dia berjalan, mengarah tepat menatap kedepan dengan gaya rambut tergerai bergelombang menyeimbangkan kesan seksi terpancar tajam,


tak sengaja Hezan juga terbuai oleh style sang adik,


"Sangat cantik, "


sedangkan Huyan lebih menatap ke titik dimana dia pasti akan membuat masalah dengan model high heels hitam yang cantik di kakinya itu,


"Hah, walaupun berpenampilan menarik dan nyaris mendekati kata sempurna, sebentar lagi sifat bahkan sikapnya yang akan mengubah segalanya,membikin aku tidak sabar menunggu untuk-? "


sahut Hezan tepat dibelakang nya,


"Mengerjainya! "


tersenyum kemudian masuk kedalam mobil, akhirnya keberangkatan menuju tempat kota sebrang dimulai,


Memandang kaca mobil melihat pemandangan disepanjang perjalanan yang memukau untuk dilihat, tak pernah terlepas dari satu kedipan mataku,


Ucap Mom Delega,


"Apa yang kau lihat, sayang? "


memberikan penjelasan yang begitu berarti bagi Finesha ia semakin menyukai keindahan luar biasa dalam perjalanan panjang nya,


"Pemandangan yang sangat indah, aku suka itu, Mom, "


membelai lembut rambutku yang saat itu berada disamping nya, ketika lelapnya kedua mata sudah tak sanggup ditahan, disanalah tempat yang dituju telah tiba,


gumamku,


"Kau membuat kantuk ku terbengkalai, "


memasuki sebuah gerbang yang besar, melewati kebun bunga yang begitu cantik, sampai dimana aku berminat dengan sesuatu yang berada di sekitar sana, sebuah meja yang berisi berbagai minuman disajikan membikin Fine tak sabar untuk mencoba nya,


"Pasti ada yang berasa lebih mantap nanti, "


kata Mom mendengar celoteh ku,


"Kau bisa memilih makanan atau minuman sesuka mu disana! "


terkejut,


"Benarkah! "


jawab nya lagi,


"Realy,tapi sebelum itu aku akan memperkenalkan mu dengan seseorang yang pastinya membikin kamu terkejut, dia adalah gadis selama sepuluh tahun ini masih menyukai Kakak pertama mu, sayang! "


seperti nya dia sengaja mengatakan hal ini kepada ku,


lalu tibalah saat pintu utama dibuka, memasuki ruang tamu tak pernah terpikir jika aku dibuat bungkam oleh tampang yang bisa dibilang ini membuat kerinduan ku terobati,


Sapa lembutnya,


"Kau ada disini, Finesha! "


sebelum aku mencoba menjawab,Mom Delega berkata seolah Paman Lukas salah mengenali seseorang yang hampir dia kenal,


"Oh ya, aku kenalkan dia putri ketiga ku, namanya Fine, lalu kenapa aku sama sekali tak melihat adanya Azura yuwi?dimana dia? "


sahut lah seseorang yang ditunggu nya sedang berjalan kearah nya,


kata Aziran Yuwon, kakak pertama Yuwi,


"Kami datang Tante Delega, sepertinya ada seseorang yang terlihat spesial disamping tante! "


gerutu dalam benakku,


aku saranin jangan dekat-dekat dengan ku, sebab temperamen Bunglon itu selalu berubah disaat yang tepat, Huyan memang si Bunglon darat,


mencoba memperkenalkan diri padaku,


"Salam kenal, namaku Aziran Yuwon, kalau gadis menawan ini, apakah sudah ber pemilik? "


jawab ketus si Bunglon,


"Sudah bersertifikat, "


aku pun menahan tawa sekaligus terkejut dengan cara meng expresikan bentuk jengkel nya, bagi ku itu cukup lucu,


Aziran pun bertanya kembali untuk mendengar kejelasan dari perkataan Huyan padanya,


"Benarkah, lalu Siapakah dia? apa lebih tampan dariku? "


kenapa dia demen banget mengobrol, gak tau apa lagi males aku nya, senggol Mom pada bahu ku,


aku pun berusaha berkata, tapi lagi-lagi,


Si Bunglon siap sigap membalas,


"Ya, Orang utan, bukannya kau sendiri bisa membandingkan nya!jangan banyak omong,biarkan kami duduk, dasar Aziran Yuwon,"


mendengar kekesalan itu Aziran pun meminta maaf atas sikap nya,


"Ya, maaf kalau kau sangat kecewa dengan pertanyaan ku, tapi apa yang membikin Mood mu memburuk Huyan? "


aku penasaran dengan jawaban si Bunglon,


"memasuki kawasan dengan tegangan aliran tinggi seperti inilah yang membikin aku menjadi bertemperamen buruk, apalagi jika deket dengan orang sepertimu, kau mengerti! "


Hezan tersenyum melihat tingkah sang kakak pertama marah, kesal, bahkan jengkel karena Aziran mencoba mendekatinya, bahkan mau mendaftarkan diri sebagai kandidat pacar, namun alhasil sudah bersertifikat, Aziran bisa apa, heheeheh, kalah sama kelakuan si Bunglon,

__ADS_1


tanya Azura yuwi,


"Bagaimana kabar mu, Kak Huyan? "


wah gelagatnya berbanding terbalik dengan sang kakak yang reseh nya gak ketulungan tadi,


jawab berat si Bunglon,


"Baik, "


wah dingin banget, padahal dari yang terlihat dia menunggu Jawaban lebih dari itu, bagi ku jangan berharap banyak pada orang yang gak pernah peka pada perasaan orang, Bunglon memang tak terkalahkan,


kata Nyonya Feyzema,


"Baiklah, sekarang bagaimana kalau kita melihat tempat yang aku ingin perlihatkan kepada mu, Nyonya Delega, dan putrimu memang sangat cantik, bagaimana kalau kita jodohkan saja dengan putra pertama ku, Aziran? "


Mom hanya tersenyum padanya sembari berkata,


"Tanya dulu pada kakak pertama nya? "


merasa aneh,


katanya,


"Kenapa harus padanya? kan seharusnya kamu kan yang pastiin nya! "


kami semua berjalan searah, tapi yang paling berpengaruh adalah keberadaan Paman Lukas, ternyata dia adalah teman dari Aziran Yuwon, mereka pun saat ini berada di depan ku, sedangkan aku berada di tengah antara kedua kakak ku,


(Widih keren tu, dik apit kedua kakak angkat, ada mantan Paman Lukas juga, gimana hati lo sekarang, tau porsi gak? )


gak tau, bingung nyusahin sekarang, ditambah kau tidak lihat apa aura si Bunglon yang bertambah meluap seolah siap meletus dua puluh empat jam, semua juga gara-gara si bawel Aziran yang suka ngomporin omongan yang Aneh-aneh, dia gak tau kalau Bunglon berubah,kacau sudah segalanya,


lalu tepat melewati meja yang sejak dari tadi dituju,


aku punya perlahan berjalan pelan meninggalkan mereka menuju ke tempat tadi, kerongkongan ku terasa begitu kering, padahal sudah makan sebelum nya tapi melihat semua jenis minuman yang dihidangkan tak sanggup untuk ku menahan merasakan lezatnya sensasi minuman segar ini,


waktu aku mencoba memilih nya, tangan ku secara sengaja memilih minuman dengan rasa yang begitu menggeliat dilidah,


"ini berasa bibir-"


sahut seseorang dari belakang,


"Memang sudah berapa bibir yang kau rasakan, Fine? "


"Brufffhhh, "


aku me muncrat kan minuman yang hampir kuteguk karena terkejut oleh pertanyaan yang dilontarkan kepada ku,


"Maksud kakak Hezan apa? "


dia hanya tersenyum selang beberapa waktu datanglah Huyan dari belakang punggung Fine,


jawab nya,


"Maksudnya, bibir siapa yang paling manis untuk saat ini? "


wah parah penyakit lamanya dateng lagi, gawat, Pura-pura gak denger aja kali,


masih menikmati minuman nya, lalu karena tak dihiraukan, akhirnya Bunglon bertindak,


"Hezan seperti nya ada sesuatu dibalik sana? "


ya lantas dia menoleh untuk melihat keadaan disana, begitu pula dengan ku ternyata, itu hanya akal-akalan sibulus sengaja mengecoh sang adik supaya tak melihat ulahnya, dia menarik daguku dan langsung menyentuh bibir ku memasukkan minuman yang dirasakan nya hingga masuk ke kerongkongan ku,


"Glek, "


"Glek, "


"Glek, "


"Kak seperti nya kau salah lihat, disana tidak ada apa-apa? "


jawabnya tenang,


"Benarkah, ada kok, kau saja yang dari tadi tidak melihat nya bukan begitu, adik Fine? "


dengan gugup,


"Iya, "


Hezan tertegun melihat sifat Fine berubah,


"Adakah sesuatu yang aneh dengan minuman nya, Adik? "


jawabku,


"Ya, "


Kembali bertanya,


"Memang rasanya seperti apa sampai kamu terpaku seperti itu? apakah begitu nikmat? "


asal ngomong,


"Krim Vanila, Cappucino, dan lelehan coklat beku membuat ku tak bisa berpikir, ini benar-benar gila! "


Huyan tergelak melihat wajah Fine yang masih membeku disana, sedangkan Hezan malah melontarkan kata-kata,


"Minuman apa yang kau minum? adik ambil disebelah mana? seperti nya rasanya sangat luar biasa hingga membuat adikku tergila-gila, aku juga ingin merasakan nya! "


hah, sambil memandang wajah jengkel kurang aturan permainan itu, malah dibalas dengan satu kedipan mata,


"Ting,"


gumamku,


"Gak mempan tu, "


nyolot si Bunglon,


"Mau lagi seperti tadi! "


sepertinya dia benar-benar kesal,


"Tidak, dan jangan lagi, "


sahut Hezan,


"Apa kau bilang sesuatu Adik? "


jawabku,


"Minuman yang itu, "


asal pilih, gue lupa ambil disisi mana, galfok gara-gara si Bunglon tadi.


kemudian beberapa saat mereka semua datang menghampiri kami bertiga,


ujar Feyzema,


"Hemm, kalian disini, padahal dari tadi dicariin gak taunya malahan menikmati minuman es yang nikmat, apa kalian menyukai menu minuman nya,bagaimana menurut mu, cantik? "


merasa tidak enak jadinya mau gak mau ya dijawab aja,

__ADS_1


"Ya, enak kok, tante, banget mala, "


jelas si Bunglon,


"Yang bener, berkata siapa menjadi enak banget, Fine? "


sahut ku,


"Berkat tante dengan semua menu istimewanya, "


si ember juga ikutan nongol,


"Jadi kau menyukai minuman sejenis ini, padahal menu didalam lebih spesial cantik, bagaimana kalau kita masuk dan kau bisa mencicipi rasa yang memiliki ciri khas tersendiri disana? "


sambil memegang pergelangan tangan Fine, ditepis lah secara langsung oleh Huyan,


"Haruskah aku yang mengantarkan mu masuk, dan membuat mu mencicipi sendiri minuman khas jamuan spesial yang ingin kau berikan, "


apa dia sama sekali tidak takut dengan Huyan, dan malahan adiknya kini menatap ku dengan tatapan yang begitu aneh, ini keluarga beres kah?


hah gak ngerti,


sekali lagi Hezan menjadi penengah diantara mereka,


"Ayolah, kita bertiga bisa menikmatinya bersama, bukan begitu tante Feyzema! "


"Ya, tentu, kita masuk saja sekarang, "


mengikuti mereka ternyata pergelangan tangan ku ditarik cukup kuat oleh Azura Yuwi,


"Aku baru tau kalau kau memiliki hubungan yang begitu dekat dengan kakak pertama mu, Fine? "


itu pertanyaan aku sangat tau maksud dan tujuan nya, baiklah aku akan ikuti alurnya, ini pasti lebih menarik,


"Tentu, seperti yang terlihat, adakah hal itu cukup menarik perhatian mu, nona Azura Yuwi, "


dia mulai berlagak, ternyata gadis bermuka dua, pantas Huyan tak sedikit pun tertarik oleh nya,


"Bukannya kau seharusnya tau diri, kau itu hanya seorang anak angkat, dan kelakuan mu, gimana kau bisa berpikir sampai bertindak sejauh itu?"


jadi ceritanya dia mau aku sadar gitu, dia juga gak sadar pula kalau ceramahnya sedang mengalami salah alamat, lagian aku jadi cewek gak nyosor duluan, kok malah jadi terprovokasi sama ulah cewek rempong ni, gua ladenin lo baru tau rasa,


"Lo juga jadi cewek yang bener dikit napa? cowok yang lo suka aja gak ngerespon lo, karena lo nya juga gak ada kemampuan tuk memikat apalagi hanya pinter main tuding seseorang kek gini, gimana jika dia sampai tau? bisa dijamin ngebales omongan lo juga pasti ogah, tau gak, cewek reseh kayak lo, adalah biang masalah, menambah masalah dan pikir sendiri, "


dia langsung narik cukup keras bahu ku sampai memerah,


"Jadi lo cukup berani sama gue, lo tu hanya tamu, "


"Dan tamu adalah raja, "


"Kau gila, "


"Sedikit karena berurusan dengan lo, "


"Plakk, "


dia nampar gue,


"Plakk, "


tiba-tiba saja Huyan nampar balik ke wajah Azura,


batinku,


mampus gak lo, kena tamplok ma si Bunglon,


melihat hal ini Feyzema meminta maaf atas perlakuan putrinya yang sudah kelewat batas, tapi setidaknya dia menyadarkan Delega Rison untuk tidak menjalin hubungan dengan keluarga mereka,


tutur Huyan,


"Lihatlah, inilah yang tidak aku inginkan beneran terjadi pada adikku, dan ingatlah satu hal, bahwa ku pastikan ini menjadi terakhir kalinya aku dateng ke kediaman anda Nyonya Feyzema! kita pergi saja dari sini Fine! "


melangkah pergi dari sana, Fine di genggam erat oleh Huyan sambil berkata,


"Kenapa kau hanya diam dan tidak melawan? "


"Gue mau gaspol mala kau nongol, ya gak jadi kan critanya, "


"Alasan, "


"Gak percaya, ya udah, tapi kenapa kepala ku begitu pusing! "


"Kau baik-baik saja kan? Fine, apa kau mendengar ku? "


"Kak kenapa kepala mu menjadi banyak seka-li, "


"Brukk, "


dia terjatuh dan pingsan, langsung saja dia membawanya masuk kedalam mobil dan membawanya ke rumah sakit, didalam mobil Huyan menepuk pelan kedua pipi adiknya karena merasa sangat khawatir,Mom Delega dan Hazen juga mengikuti arah mobil Huyan yang kini membawanya,dan tepat setelah didepan rumah sakit, dia tersadar, namun tetap dia bersih kokoh mengajaknya masuk sambil dibopong ala bridal style,


teriaknya,


"Turunkan aku, cepat, "


bentaknya yang membikin Huyan geram,


"lo tu baru sadar dari pingsan tapi kenceng banget ngomong nya, "


"Ya, lo juga tau kalau aku udah sadar, ngapain bawa aku masuk kerumah sakit, ke UGD pula, emang mau ngapain? "


"Kau pikir di sana tempat untuk apa? "


"Ya untuk memeriksa pasien yang butuh penanganan kan! "


"Tepat, dan lo orang nya, "


"Huyan, "


"Apa sayang? "


"Berhenti, aku bisa gila kalau terus-terusan kek gini, "


"Jangan khawatir itu gak akan terjadi! "


Hidup yang selalu diliputi dengan berbagai rasa, apa sengaja dia membawa ku karena ada niatan lain? entah kenapa aku memiliki firasat buruk mengenai hal ini? apa hanya dugaan ku? tapi untuk apa?


jawab nya setelah selesai diperiksa, dokter hanya menyatakan kalau ini hal wajar disebabkan oleh capek kelelahan saja, jadi aku di beri obat vitamin dan lainnya untuk penyembuhan ku, padahal aku ne yo sek sehat to, cuma efek kaget doang mungkin, tiba-tiba suara bisikan Huyan mengarah tepat pada telinga ku,


"Nanti malam aku akan mendapatkan rasa caramel dibibir manis mu, adikku, "


"Apa? dia sudah gak waras, "


jadi itu adalah taktik nya.


lanjut ku,


"Semoga aku panjang umur, "


sahut manis si Bunglon,


"Dan aku akan selalu menemanimu mu disetiap waktu, "


"Glek, "

__ADS_1


menelan saliva ku, apakah malam ini akan menjadi rencana konyol nya berlangsung? liat aja, kunci kamar adalah jalan utamanya, tunggu,bagaimana kalau dia punya kunci duplikat?.


__ADS_2