Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Terasa Nyaman


__ADS_3

Ku pikir ini akan menjadi akhir dari perjalanan kisah Finesha, tapi menempati tempat dimana semula keberadaan menjadi seorang pengganti hidup Clarisha nyaris tak bisa membuat ku melupakan para paman yang beberapa waktu lalu tengah mengubah kedamaian hatiku ini, walaupun mustahil melupakan mereka, namun ada saatnya kini bola berputar pada posisi ketitik semula, sekarang aku harus hidup terbiasa dengan kebersamaan dengan semua paman itu,


Wow menakjubkan,jalan pikiran utama ku saat ini,adalah menjadi cerita yang sangat mengesankan, bahkan gak akan pernah terbayang kan bisa beralih menjadi seperti kemauan paman Helizen,


lalu setelah itu semua para anggota tertua kembali untuk menyelesaikan tugas yang di tunda oleh mereka sementara, hanya demi merencanakan hal gila pada Finesha juga Huyan, bahkan tindakan yang tak terbayang kan pun bisa dilewati dengan adegan dramatis hingga menyentuh, tapi disaat semua berpamitan dan meninggalkan kediaman ini, berasa aku menjadi santapan oleh para paman disini yang saat ini bersama dengan ku,


ujar Shinje,


"Kau gak perlu khawatir, kami tidak akan menganggu mu, Finesha, karena mulai sekarang, seperti ucapan Daddy mu, kalau kau adalah kekasih nya Huyan, maka kami semua gak akan berani bermain petak umpet dengan mu, ni leher bisa jadi taruhannya nanti, "


aku tergelak kecil melihat respon paman Shinje, lalu Hezan,


"Kau baik-baik saja kan, Finesha harus berada tepat pada pengawasan kami semua?itu seperti keadaan yang menurut ku, tidak begitu nyaman untuk mu! "


jawab ku,


"Ya, Paman, aku baik-baik saja kok,tidak pa-pa Paman,nanti juga akan terbiasa kok, "


sahut Helizen,


"Jangan khawatir, bukankah pawangnya ada disini, Finesha! "


Lagi-lagi dia selalu saja memancing gara-gara,


kekesalan Huyan,


"Mau coba cari masalah, Helizen! "


hahahah ketahuan emosinya kalau berurusan sama biang masalah, emang sangat merepotkan,


sepertinya sifat paman ku, memang usil, atau memang sengaja ingin mengerjai Frand Huyan, entahlah kalau dilihat, dia selalu memasang pose yang sangat santai dan tenang, tapi bagiku itu menakutkan,


(walaupun gitu dia juga kan paman lo kan! )


iya, tapi sifat caranya bicara itu, selalu bikin orang geram, kau tadi juga bisa tengok, Huyan sampai dibuat kesal seperti itu,


(Wajar to,)


kok gitu?


(Mungkin paman lo suka sama lo kali, )


Apa? jangan ngaco deh,


(ya itu cuma tebakan aja sih, )


aku tau, tapi ngerasa anehh aja saat lo ngomong kek gitu, apalagi sekarang seatap sama paman sekaligus kekasih ku juga dalam satu lokal,


(ini akan sangat menarik, Finesha,)


memang, tapi terasa nyaman bisa dekat dan melihat semuanya sekaligus tanpa berpikir bagaimana keadaan mereka,


(benar juga,terus kenapa sekarang kau malah bengong, )


sedang mikir selanjutnya enaknya ngapain ya??


(napa repot amet, ikutin aja suasana di sana nanti juga kau bisa berbaur dengan sendirinya,)


sebenarnya agak sulit, jika aku bersikap biasa, seperti kesan paman Sizen, dia teringat seolah Clarisha masih tetap ada hanya dengan melihat ku,


(itu karna kau sejak awal memang berada ditubuh nya kan,)


iya, tapi?


sejenak pemikiran ku terkecoh oleh segalanya yang terlintas, namun kendati demikian, seseorang menyerempet tubuhku sampai aku terjatuh terduduk disana,


katanya,


"Sekali lagi bertemu,ku pikir kau tidak akan menyapa,bukan begitu,Finesha! "


ucapan Lukas seolah dia menaruh dendam padaku, apa aku pernah berbuat salah padanya?


(coba pikir dan ingat-ingat kembali, mungkin kau melewatkan sesuatu,)


entahlah, kejadian nya begitu beruntun,jadi agak sulit juga kalau dipikir kembali,


hmmm coba ku lawan saja,


(hei, jangan mancari perkara,)


biarin ngeselin banget, aku aja gak pernah buat gara-gara sama dia,


jawabku,


"Yup, terkhusus untuk mu, "


mendekat,


"Kau bilang apa barusan, bisa kau ulangi lagi!"


sepertinya dia marah, lalu paman Deral mencoba menjadi penengah diantara kita berdua,


"Hei hentikan, ini adalah awal baru dari kebersamaan kita, bagaimana kalian bisa mengawalinya dengan perdebatan? "


sahut Helizen,


"Mereka cukup imut dan seperti nya masih dibawah umur untuk bisa berkelahi kan, Sizen! "


jawabnya sembari tersenyum kecil,


"Ya, aku juga sependapat, bukan begitu, kak Huyan,"


dia hanya menonton perdebatan yang terjadi tepat dihadapan nya,


sejenak dia teringat,


"mereka sejak awal sudah seperti itu, walaupun waktu diputar kembali pada tempatnya, ternyata masih juga cara berinteraksi yang nyaris tak berubah sedikit pun, bukan begitu Finesha! "


mendengar hal itu Finesha memikirkan nya,


sontak terkejut,


"Oh, benar juga, dari mana kau tau itu, Huyan? "


jawab nya sambil berdiri pergi kembali menuju kamar,


"Tak ada yang tidak aku ketahui tentang mu, Finesha, "


perkataannya membuat ku merasakan seolah rasa nyaman itu selalu ada, saat dia berkata sesuatu yang bagiku begitu spesial,


"Lihatlah, bahkan sekarang kau tersenyum sendiri seperti orang gila! "


mengambil sebuah bantal kecil diatas kursi dan melemparkan tepat ke arah mukanya,


"Makan tuh bantal, nyolot amet jadi orang! "


Tiba-tiba saja ekspresi Lukas berubah dan dia mencoba mengejarku dan aku pun berlari mengitari semua kursi itu sambil berteriak keras,


"Woaa,yahhh parah bisa-bisanya gorila ngamuk gak jelas kek gini, woi minggir semua, "


aku berlarian mengitari mereka yang masih pasif disana,raut wajah mereka tersenyum melihat gorila mengamuk gak jelas disana mengejarku,


"Kau pikir bisa lolos dari ku, Finesha, ya awas kau kalau aku menangkap mu! "


ledek ku,


"Weekkk, gak takut tu sama gorila gila gak jelas kayak lo, "


menghela nafas panjang,


"sepertinya lo harus diberi pelajaran, "


sahutku sambil memancing emosinya,


"Wekk, wekk, wekk, "


sambil melototi nya, dan kabur aku langsung berlari lagi sebab gorila sudah mulai aktif bergerak berkeliaran mencoba menangkap mangsa nya,


dia pikir aku ini apa coba,


kata Deray,

__ADS_1


"Suasana yang menarik, bisa-bisanya berlarian didalam sampai sehebat ini, wahh, ini sangat luar biasa! "


Sizen,


"Memang apa yang perlu dibanggakan dari kekocakan mereka, ya walaupun itu cukup lucu, "


Shinje,


"ini adalah pemandangan terlangkah yang pernah ku nikmati, "


Helizen,


"tapi sejak kapan mereka seakur itu? "


mereka mengeleng-geleng kepala sebab kesimpulan dari jawaban sang paman nyaris tak bisa dibayangkan,


jawab kesal Hezan,


"Memang terlihat dari mana, bisa disimpulkan kalau mereka cukup akur? aku bahkan bingung kau ambil dari sisi mana bisa mengatakan hal itu, "


"Minggir paman Helizen, awass korban mau lewat!"


geramnya keras,


"Kau pikir aku ni tersangka apa? "


berhenti sejenak sambil berkata,


"Akhirnya kau sadar juga, "


kesalnya gak bisa ditoleransi,


"liat apa yang akan aku lakukan padamu? dasar bunglon, "


keduanya terhenti mengambil nafas istirahat sejenak dengan jarak sangat jauh mereka saling bersahutan,


"Kau mengatai ku bunglon, yah dasar gorila gila, lo pikir siapa bisa seenaknya mengubah panggilan ku? "


tenang sambil berkata,


"Aku hanya mengikuti apa yang bunglon lakukan itu saja, "


Finesha,


"Kau benar-benar mencoba membuatku terpancing dengan emosi mu, gak ngaruh tuh, "


Lukas,


"Dasar bunglon, "


Finesha,


"Dasar Gorila, "


teriak Huyan dari atas,


"Woi, sampai kapan kalian akan berolahraga? "


Sizen malah tersenyum,


"sepertinya pendapat Helizen lebih sedikit mengarah pada kejadian yang terjadi diantara mereka, "


kata Shinje,


"Dari pada Huyan, gak nyambung sama sekali, olahraga katanya, dia rabun apa? "


Deral,


"Awas leher, "


Shinje,


"Oh ya gue sampai lupa, "


pikir Deray,


"Mereka berdua mengingat kan ku seperti kartoon di TV, "


Deral,


ucap Shinje,


"Lukas kucing nya dan Finesha tikusnya, hehehehe, cocok sekali, "


Sizen dan Helizen tergelak tersenyum bebas menatap mereka,


desah Helizen,


"sepertinya ini akan berakhir cukup lama, "


Sizen pun berpendapat sama,


"Tepat sebelum ada salah satu dari mereka yang akan mengalah, "


Shinje berpikir,


"Mustahil, keduanya sangat seri dalam hal kekonyolan mereka, tapi aku cukup heran bagaimana Lukas bisa terprovokasi oleh Finesha! "


Helizen,


"Entahlah, keduanya cocok bermain berlarian seperti itu,ku pikir ini akan bersambung lama, "


Huyan mengomel gak jelas,


"Kenapa juga masih berlanjut?toh masalah sepele juga, bikin ribet aja, Woi berhenti! "


kompak membalas,


"GAKK, "


hampir semua yang ada dibawah berbahak-bahak dengan kekompakan keduanya,


Helizen,


"Jika kau masih ngomong gak jelas diatas, mending turun dan lerai mereka, sepertinya hanya kau yang sanggup memotong permainan kejar-kejaran gak jelas itu, "


desahnya sambil berjalan menuruni tangga,


"Bukannya seharusnya kau, yang menjadi paman Finesha semestinya wajar kalau menghentikan tindakannya, "


memperjelas keadaan,


"Apa gunanya punya pacar? kalau aku mungkin bisa menghentikan satu nya, tapi Lukas? "


ucap Huyan,


"Aku Yang tangani kau urus Finesha! "


kemudian barulah keduanya dihentikan dengan mengitarkan kedua tangan nya untuk mencoba menghentikan pergerakan mereka yang masih ingin melawan,lalu,


"Oh ya aku lupa, Paman Lukas apa kau memiliki hubungan serius dengan pria yang waktu itu, siapa namanya yah? sepertinya aku lupa, "


Lukas pun berpikir serius,


"pria yang mana maksud mu? "


suasana berubah tegang sesaat,


kata Shinje,


"ini bagaimana bisa berubah drastis kek gini? beneran mereka tiba-tiba akur dengan sendirinya, hanya karena topik pembicaraan yang berbeda, "


sahut Deral,


"Insiden unik, "


Deray,


"Bahkan Huyan dan Helizen tertegun tak bisa berkata-kata mendengar penjelasan mereka yang mendadak mencair seketika, "


"Paman, waktu itu, kalau tidak salah saat di cafe xxx, aku lihat kau sedikit mesra, apa kau memiliki hubungan serius dengan nya? "

__ADS_1


mengingat dan,


"Oh itu, jangan ngaco kalau ngomong, dia klien dari pihak temanku, dan ternyata dia alumni di Sekolah yang sama waktu itu, mengejutkan, jadi dari mana kau bisa menyimpulkan kalau aku memiliki hubungan dengan nya? "


masih dalam pelukan oleh kedua tangan Huyan dan Helizen,


"ya saat itu kau begitu mesra,menyentuh lembut rambutnya, bahkan kau seolah malu-malu sendiri, jadi aku hanya mengawasi saja, memang paman yakin dia hanya klien? "


kepala ku jadi semakin pusing memikirkan hal ini,


"Tidak ada, itu hanya-"


dia tak bisa melanjutkan sebab dirinya melihat orang disekitarnya sedang memperhatikan jawaban darinya,


"Hahh, ternyata membuat orang lain salah paham lebih mudah, dari pada membalikkan keadaan yang sebenarnya, Finesha lihatlah ulahmu! "


dia hanya tersenyum hingga Lukas mendapatkan ucapan balasan dari Sizen,


"Jadi kau sudah berdekatan dengan seseorang, Lukas? "


semua terkejut dari satu alasan Finesha,


Huyan pun langsung melepaskan genggaman nya begitu pula dengan Helizen,


"Aku sedikit tidak percaya putus harapan tapi kenapa mesti harus berhubungan dengan-? "


tidak melanjutkan namun reaksi aneh terpancar dari raut wajah mereka,


"Sudahlah, nanti juga kalian tau sendiri, semua tak seperti yang terlihat! "


Huyan,


"Bagus, percaya diri yang sangat tinggi, "


lalu tanpa pikir panjang Finesha pergi keatas meninggalkan Lukas bersama kesalah pahaman nya,


melewati beberapa anak tangga tegur Nya,


"Ya, kau mau kabur kemana? "


"Tidur, capek, suntuk mikir mulu, ni kepala juga butuh istirahat!"


"ya istirahat la, dan-"


terhenti sejenak penasaran dengan kelanjutan ucapan nya,


"jangan lupa mimpi yang indah, Finesha! "


"okey, Terima kasih, Paman Lukas, "


Shinje bergumam,


"Kalau begini caranya, kalau esok berubah cuaca lagi, rasanya akan menjadi kebiasaan unik diantara mereka, apa kau gak cemburu, kak Huyan? "


menoleh memberikan keterangan,


"Deket juga gak, biasa aja, kenapa mesti cemburu?"


memperjelas keadaan,


"Sebenarnya terkadang cinta bisa berubah seiring berjalan nya waktu, tapi lebih dominan, hasil poling tertinggi, kek tadi, kocaknya gak main-main, terus lanjut akurnya bukan main, terus, perhatian tiba-tiba terjadi, bukan nya itu bisa merubah kondisi, apa lagi kesibukan membuat mu menjaga jarak darinya? sedangkan Lukas, hanya meeting juga beberapa kali, sedangkan kau, mungkin seharian atau batas waktu tertentu hanya bisa meluangkan untuk nya sedikit, sebab masih dalam jam biasa, kalau super duper sibuknya, sampai berangkat pagi gak liat wajahnya, terus pulang malem, cuma liat tidurnya doang, tu nasib cinta, mau dibawa kemana? apa lagi ada sesosok orang yang disekitarnya begitu banyak pula, "


ujar Deray,


"Lo ngelantur dan gak inget apa sedang bermain bersama siapa? "


menepis dahinya,


"Oh my god, "


balas Deral,


"Bobrok nya kelewatan, "


Hezan,


"Seolah semua pria disini ibarat pesaing yang mencoba mengubah keadaan, tu Shinje dapat inspirasi dari siapa? bagaimana kalau sampai dia murka? "


sahut Helizen,


"Cukup lehernya jadi taruhan, kita lihat apa yang coba dia lakukan! "


Sizen,


"Memancing perkara pastilah mendapat sebuah masalah! "


lalu Huyan menjawab nya,


"Mau cari mati! atau mungkin sudah bosan hidup!"


"GLEK, "


menelan salivanya,


mencoba mengangkat tangan perlahan menaruh nya hampir mengenai sisi lehernya dan,


"Huyan,bisakah kau membantu ku? "


sambil menarik pergelangan tangan yang tergerak tadi,


ucap risau Huyan,


"Bukannya sejak dari tadi kamu sudah ada dikamar, Finesha? "


gumam pelan Shinje,


"Untung nyawa gue terselamatkan, terlambat sedikit saja, wah, kejadian menegangkan pasti akan terjadi, "


kata Sizen,


"Tepat sekali, "


Helizen,


"Kegagalan yang berada dipihak orang yang salah, "


nyolot,


"maksud lo apa, Helizen? "


perdebatan mereka tak membuat Finesha hilang akal, katanya,


"Huyan apa kau dengar!kalau sebenarnya orang yang suka berdebat, dia-"


sahut nge gas Huyan,


"Orang yang kurang waras, "


sontak Shinje terdiam sesaat, mendengar perkataan dari saudara tertua nya,


lalu akhirnya Huyan pun di pegang erat Finesha untuk membantu nya diatas, namun hal tidak terduga terjadi, ketika koper terbuka dan mulai berbenah menata setiap sudut bagi Finesha yang terasa gak nyaman, langsung saja dirubah agar terasa nyaman untuk tidur malamnya,


kata Huyan,


"Bahkan kau sudah merapikan ranjang dengan sempurna,"


sambil membaringkan diri disana,


"Sebentar lagi kan sudah waktunya, "


"waktu nya untuk merasakan, rasa coklat lumer di setiap bibir manis mu, Finesha, "


"Jangan bercanda, aku sedang mencoba merapikan ini dan-"


dia memeluk punggung Finesha begitu berat,


"I love you,Finesha, "


aku tersenyum tanpa sepengetahuan nya dan jemarinya kini mulai menarik wajahku sampai tepat menghadap ke arahnya, lalu mendekatkan bibir nya dan langsung sigap, merasakan sensasi mint menyegarkan dengan kelembutan coklat didalam nya, lumer nya berasa begitu lembut di dalam, Finesha tak sanggup berkutik dengan ciuman nya.


dan apa yang akan terjadi setelah selanjutnya?

__ADS_1


dan apakah memilih Huyan sebagai Kekasih adalah hal yang benar? ataukah aku gegabah mengambil keputusan ini?,


__ADS_2