Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Hilang Kendali


__ADS_3

Melihat suasana diVila begitu mencekam lalu Dirgha pun berusaha menasehati sang adik,


"Kau tau Defhan, inilah sikap Mom sebenarnya, walaupun dia memiliki sisi kehangatan untuk keluarga pada anaknya, tapi kalau sudah mengenai masalah keluarga kandung, beginilah jadinya, Mommy orang yang sangat menakutkan, itu yang aku tau, Defhan! "


tersenyum pada Defhan,


Lalu ada yang datang seseorang dari belakang melewati pintu masuk Dirgha menatap fokus pada ketiga orang itu dan ternyata dugaan nya memang benar kalau mereka adalah paman atau saudara dari Mommy Shintya,


dua sosok yang memiliki kharismatik luar biasa dan satunya lagi lebih berpenampilan sederhana,pria utama memasuki ruang pertama memiliki postur tubuh yang diidamkan para wanita dengan style Basic suit ia nampak lebih memukau ketika mengenakannya, terlihat seperti pria sejati saat jas itu terpakai ditubuhnya,


kedua sesosok pria bertubuh tinggi yang mengenakan jeans dan kaos putih polos terasa naik kelas dari urutan pria favorit dengan dilengkapi Blazer yang mendominasi dirinya, memang terlihat lebih santai tetapi tetap rapi saat dipandang,


kategori ketiga seperti nya Dirgha sudah tahu itu siapa, kesederhanaan yang tersirat penuh dari style nya dan bukan nampak dirinya seperti seorang yang memiliki kekuasaan, lebih tepatnya kalangan sederhana menggunakan jeans dan kaos navy lengan pendek, terlihat begitu humoris dan itu sama dengan reaksi wajahnya yang ceria sesaat,


sebab setelah memasuki ruangan pria sederhana itu tidak lain adalah Shinje saudara ke-lima Shintya,


"Wah, kenapa tidak bilang kalau ada live action disini, pasti aku akan datang lebih cepat?tapi kenapa kalian hanya bengong ditempat, tidakkah kau ingin mendekat dan menyapanya?Kak Darka dan Kak Deray kalian mendengar ku kan? "


melontarkan pertanyaan,


jawab Darka yang menggunakan style Basic suit saudara ke-tiga Shintya,


"Live action kali ini lebih menantang, tapi apa gunanya datang lebih cepat, coba sendiri saja untuk menyapa dan mendekati nya kalau kau brani! jangan khawatir aku mendengar mu disini! "


dengan gaya tangguh yang mempesona


lalu tak lupa saudara ke-empat pria dengan style Blazer tersebut dia adalah Deray,ikut berkomentar juga,


"Aku lebih suka leherku masuk dalam situasi yang aman, bukannya kau sendiri tau mengenai adik kita yang memiliki sifat berani pada siapapun!itu tak dapat dihentikan,"


sahut Shinje,


"bagaimana kita bisa memiliki seorang adik wanita yang begitu hebat dalam hal apapun? aku bahkan tidak tahu kalau didikan Ibu Sherya Louis sangat mengenaskan dan diluar dugaan Adik Shintya adalah versi muda nya, benar kan Kak!"


sambil menggelengkan kepala,


Mendengar suara Shinje Shintya langsung meminta Dirgha untuk membawanya duduk disofa panjang,


"Dirgha bawa Clarisha ke sofa, dia pasti lelah berdiri dari tadi, dan Defhan kau juga duduk yang baik disana, kalian mengerti? "


tegas meminta mereka menuruti kemauannya,


kemudian jawaban dari mereka membuat ke-lima kakaknya mengernyit sejenak,


"Okeyy, Mommy! "


ke-lima saudara nya terkejut bahkan Papa sampai melongo tidak percaya gadis yang masih dianggap anak kecil itu sudah membangun keluarga istimewanya dan memiliki tiga anak, sedangkan ke-lima saudara nya saja masih belum ada rencana untuk menikah, namun melihat gelagat Shinje menatap Clarisha saat melewati nya dia pun mengoceh padanya,


"Shinje, ada apa dengan tatapan mu? kenapa, kau melihat nya seperti itu? terkejut dengan Clarisha putri ketiga ku, Kak Shinje, bukankah dia menarik? emm! "


sebenarnya ini ucapan jebakan untuk nya,


Dirgha yang mengetahui taktik sang ibu hanya bisa tersenyum melihat situasi yang akan dijawab oleh pamannya itu,namun Defhan tak bisa menahan bibir nya,


"Sekali jawaban itu salah, tangan laknat akan melesat kepadanya, bukan begitu kak Dirgha! "


Dirgha hanya pasif senang dengan keadaan ini,

__ADS_1


tanya nya kembali,


"Kak Dirgha, sepertinya kau sangat menyukai tempat ini!dari tadi kau hanya senyum mengawasi mereka, sepertinya Kak Dirgha sedang memikirkan sesuatu, hayo, apa itu? "


Dirgha mengacak-acak rambut Defhan karena gemas,


dan perkataan Dirgha membuat Defhan terkesan,


"Karena untuk pertama kalinya aku bisa menyaksikan Mommy yang berbeda dari sikapnya saat dirumah, tidak terbayangkan kalau sampai begitu menarik, kau tau bahkan sekarang yang kulihat ke-empat kakaknya sedang berhati-hati untuk bisa berbicara padanya, berbeda dengan paman Shinje, Mom lebih suka mengerjainya, "


"SHINJE, kenapa kau diam saja? "


teriakan keras membikin wanita ****** itu ikutan bicara,


"Shintya kenapa kau dari tadi hanya bisa mengomel saja, hentikan membuat kebisingan disini! kau dengar tidak! "


seperti peringatan yang salah sasaran, kata logika dia wanita ****** sedang menyerahkan diri ditangan Shintya Louis,


mengangkat pistol yang masih digenggam erat mengarahkan tepat pada wajahnya dan,


"DORRR, "


Dirgha menelan saliva menyaksikan sang Mommy beraksi brutal dengan sasaran yang pas, dia juga sampai menutup mata Clarisha agar dirinya tak terkejut dengan aksi Mommy yang lupa mengenai kondisi putri tercinta nya, Clarisha,


Dirgha bergumam pelan,


"jika aku hentikan sekarang, bagaimana kalau Pelatuk itu diarahkan padaku? hahh, lebih baik aku tetap diam dari pada mendapat masalah karena Mommy! tapi sampai kapan ini berakhir,aku hanya khawatir pada Clarisha saat ini, Mom, ingatlah putri mu! "


ekspresi pasrah yang dramatis,


"Pak tua, angkat kaki kau dari sini! atau aku yang akan menyuruh semua anak buahku kemari dan membunuh wanita ****** ini, kau dengar! "


gertakan keras dan tatapan buas Lukas putra keduanya membuat Papa dan wanita itu keluar meninggalkan Vila, ucapnya sambil menarik tangan yang masih kaku dengan pistol yang haus tembakan itu,


akhirnya tubuh Shintya disandarkan pada dada bidang Lukas menekan kepala adiknya untuk berdiam sejenak dan memberi pelukan hangat dengan menepuk pelan serta lembut dipunggungnya,dia mencoba menenangkan sang adik kesayangannya,


"Tenanglah, aku sudah membuat nya keluar dari tempat ini, jadi tenang kan pikiran mu, dan katakan apa yang membuat mu sampai datang sejauh ini, Shintya Louis? "


semua yang ada diruangan tersebut membeku melihat perlakuan berbeda dari saudara nya yang bernama Lukas, memang sejak kecil dia sendiri yang selalu mengerti kelemahan Shintya, bahkan terkadang saat sang ibu tak sanggup memahami nya, Lukas lah orang yang menolong bahkan menjaga Shintya tanpa kerepotan, bahkan dia senang saat dirinya bisa bersama Shintya setiap saat, ada kala nya ketika kedewasaan sudah berada pada tingkatannya, Lukas hanya bisa melihat dan mengawasi nya dari kejauhan, sebab Shintya seolah menjaga jarak darinya, sesekali yang selalu memberi pelukan hangat dan kelembutan sikapnya pada dirinya membuat pikiran putri ke-enam Sherya Louis takut masuk kedalam lubang perasaan yang salah pada kakaknya sendiri,


Shintya terdiam sejenak mendongak kan wajahnya melihat tatapan seseorang yang tak pernah dilupakan nya,


"Terima kasih, untuk kakak terbaik seumur hidup ku,sejauh apapun aku bahkan kasih sayang mu yang selalu menjulang tinggi masih begitu hangat dalam pelukan mu, "


untaian kata itu begitu menenangkan Lukas yang sudah lama tak bertemu dengan nya,


melihat ekspresi keduanya Clarisha menyadari satu hal, seandainya dia bukan kakak yang sedarah dengan nya, pasti Mommy Shintya lebih memilih nya dari pada siapapun didunia ini, cinta itu terpendam sangat jauh di kedalam hati mereka berdua, mungkin inilah alasan utama Mommy tak mengizinkan Daddy ikut,perasaan yang akan menghancurkan segalanya,


walaupun keadaan mereda bahkan saat mereka bersaudara memandang pandangan yang berbeda dari kejadian barusan, tapi diantara mata pengawas itu yang lebih tajam adalah Sizen,


dalam hati Clarisha berkata,


"Ada apa dengan tatapan itu? "


masih penasaran dengan yang dilihat, namun merasa aneh dengan situasi sekarang akhirnya dia pun mengambil ponselnya menancapkan headset itu dan menutupi telinga nya dengan alunan musik merdu menenangkan pikiran,


melihat sang putri bersandar disofa sambil mendengar kan musik,

__ADS_1


lalu Shintya beranjak duduk tepat dihadapan Lukas dan mengatakan tujuan nya dengan tenang,


"Aku minta maaf atas sikap ku kali ini, tapi kedatangan ku disini untuk menitipkan Clarisha untuk tinggal disini selama beberapa bulan, dia akan menempati kamar ku, walau kalian keberatan, anggaplah hari ini Shintya Louis adik dari semua saudara kalian ini sedang meminta bantuan,tolong bantu dia agar bisa bicara lagi, sikap nya sudah tidak normal seperti sebelumnya, dan semua terjadi karena keputusan terbodoh ku,jika di bulan tertentu tak ada perkembangan makan aku akan membawanya melakukan pemeriksaan rutin di luar negeri, kakak kumohon bantu aku! "


untuk pertama kalinya ke-lima saudara itu melihat adik perempuan nya tersedu menangis karena mendapati jalan buntu, dan ini menjadi salah satu jawaban mereka kalau letak kelemahan Shintya adalah Clarisha, putri ketiganya,


Lukas yang saat itu berada didepan nya dengan mengubah posisi duduk tepat dihadapan Shintya, kemudian kembali memeluk adik kecilnya yang sedang mengalami masalah terberat dalam hidupnya, jawab Lukas padanya,


"Aku dan semua Kakak mu berjanji akan mencoba yang terbaik agar dia bisa bicara kembali, jadi sekarang jangan menangis lagi, Shintya! "


membelai rambut sebahu miliknya dengan lembut,


kemudian Lukas beranjak dari sana dan menghampiri Clarisha, menatap pelan wajah gadis yang sedang tertidur pulas kemudian mengangkat nya ala bridal style, dia tersenyum sambil mengatakan,


"Clarisha, dia adalah gadis yang menarik, tapi pikir kan baik-baik,kami juga memiliki hati bagaimana jika sampai terjadi pendaratan yang diluar dugaan Shintya, kau mengerti maksud ku kan? dan jika keadaan itu terjadi nyata, apa yang akan kau lakukan? jawab pertanyaan ku? semua tergantung dari keputusan mu, Shintya! "


mendengar perkataan Lukas memang benar, tapi Sizen juga berpikir demikian, sebab di Vila ini ditempati oleh lima pria yang sudah dewasa sedangkan seseorang yang dia titipkan adalah seorang gadis muda, bisa diartikan seiring berjalan nya waktu akan ada hal tak terduga yang akan terjadi, Sizen yang menjadi saudara tertua hanya bisa diam,


mata sayup sembari memberi senyum pada Lukas, dia bicara,


"Kuserahkan semua keputusan itu pada Putri tercinta ku, bagiku kebahagiaan nya adalah yang utama,


(berdiri melangkah menuju Lukas yang masih mengendongnya ala bridal style itu,jemarinya yang membelai lembut rambut panjang bergelombang hitam mencium kepala gadis yang terdiam hangat dalam genggaman kedua tangan Lukas dia menyematkan menatap kedua mata pria itu)


jika ada hari dimana dia menginginkan kalian, disitulah akan menjadi kelemahan ku, Kak Lukas,semua kuserahkan pada hati Clarisha karena aku tidak ingin egois lagi padanya, dan Shintya tidak bisa menjadi orang tua yang gagal untuk kedua kalinya membuat putri manis ini mengalami penderitaan, itu artinya aku telah mengalami kegagalan dan itu tidak akan terjadi untuk yang kedua kalinya, Lukas,"


panggilan terakhir mengisyaratkan bahkan dia menerima konsekuensi dari keputusan nya menitipkan Clarisha pada ke-lima pamannya,lalu mobil SUV itu kembali dengan harapan terbesarnya, yaitu kesembuhan putri tercinta nya, Dirgha sangat paham dengan apa yang terjadi, sehingga dia mengambil kesimpulan kalau dirinya memiliki seorang Mommy yang memiliki hati yang sempurna, pantas sang Daddy terpikat padanya dan meminang nya menjadi istri,dan Defhan dibelakang tertidur pulas menggenggam ponselnya dengan begitu tenang,


beberapa jam kemudian mobil SUV yang dikendarai nya tiba di rumah mereka,keluar dari sana ia menjatuhkan tubuh letih diatas ranjang kamar miliknya, disana dia melihat langit-langit ruangan yang penuh pikiran tentang masalah yang terjadi,melihat pintu kamar yang terbuka sedikit Dirgha pun menengok melihat kondisi sang Mommy,seperti apa yang dirasakan oleh putra tertua nya,soal Clarisha untuk pertama kalinya membuat keadaan keluarga ini menjadi berubah, dan besok mereka bertiga akan meninggalkan tempat tinggalnya karena harus menetap diluar negeri mengurus keperluan Dirgha, Defhan dan pekerjaan mereka, semua hidup Clarisha sekarang berada dalam kendali pamannya,


Mata hazel biru perlahan terbuka walau berat dia mencoba melihat dirinya terbangun sudah berada diatas ranjang minimalis dengan struktur interior ruangan yang cantik dan menarik,melihat lampu serta dekorasi ruangan yang nampak elegan walau didesain sangat sederhana, terkadang kecantikan itu datang dari sebuah kesederhanaan, Clarisha tersenyum melihat ruangan yang sangat sesuai keinginan nya,


sebenarnya Lukas berniat membawanya ke kamar Shintya seperti kemauannya, tapi dia berpikir mungkin Clarisha tidak akan bebas dengan semua perlengkapan milik Mommy nya, tentu dia lebih takut dan berhati-hati saat melakukan sesuatu disana, sehingga dia berakhir dengan memberikan kamar khusus spesial untuk gadis bermata hazel biru yang cantik itu,


berjalan melangkah ke arah jendela kamar dia terpukau dengan halaman megah yang begitu luas tepat dibelakang kamar Clarisha sehingga dia bergegas untuk pergi kesana tapi dia lupa kalau dirinya belum mandi, langsung dengan terburu-buru ia ke kamar mandi menikmati guyuran air yang terasa segar membersihkan tubuhnya selesai membersihkan diri ia pun mengambil Bathrobe untuk dikenakan,


setelah itu Clarisha berjalan membuka lemari pakaian,ternyata sudah terisi penuh dengan berbagai style fashion terkini,mungkin karena para paman tidak mengetahui hal yang disukai keponakannya,jadi,alhasil semua jenis pakaian dengan berbagai model tersimpan penuh didalam sana, namun dia lebih memilih dress casual berwarna cream, dengan ikat pinggang melingkar menghiasi bentuk tubuhnya tak lupa dia juga menggunakan gaya sederhana dengan menggunakan riasan yang natural,eye shadow coklat,blush warna peach dan memberikan warna lipstik kecoklatan pada bibir, sehingga sekarang Clarisha menjadi sesosok wanita yang menawan dan sexy untuk dilihat,


karena merasa Clarisha sudah begitu lama tertidur lalu Lukas pergi meninggalkan ruang kerjanya untuk menengok gadis yang mungkin masih dikiranya sedang lelap diranjang dengan selimut yang menghangatkan tubuhnya, tapi ketika Lukas membuka pintu itu secara tidak sengaja mata itu saling bertabrakan pandangan, melihat rona yang terpancar berbeda dari sebelumnya Lukas pun melangkah ke arah yang berbeda dia membuka sebuah rak khusus untuk penempatan perhiasan, dia mengambil sesuatu didalam sana setelah mengambilnya Lukas menyentuh kedua bahu Clarisha memutar tubuhnya menghadapkan ke cermin yang nampak jelas semua dari ujung kaki sampai rambut panjang yang menjuntai indah tampilan dirinya,


jemari tangannya memakaikan sebuah anting rumbai panjang dengan aksen berlian yang memukau dipasang,lalu memasang kembali disisi sebelah nya untuk menyempurnakan penghias ditelinga Clarisha,selesai itu tiba-tiba saja Lukas memasang senyum afiliasi kepadanya dan hal itu membuat hati gadis bermata hazel biru berdegup kencang,


mengangkat kedua tangan nya kembali dihadapan wajah Clarisha ia membuka genggaman jemarinya seolah memberikan arahan padanya mengenai sebuah kalung bermodel melilit dileher membikin pesona luar biasa pada gadis manis keturunan Shintya,


Lukas berjalan mundur dan melihat dengan logat paras pria yang berpenampilan sempurna setiap saat, Lagi-lagi dia tersenyum afiliasi padanya, ujar nya dalam hati,


"perhatian itu akan membuat ku memiliki riwayat penyakit jantung jika terus seperti ini,Mommy kau membawaku ketempat yang salah,"


ucapnya dalam hati,


kembali tersenyum lebar kala dia menatap aneh pada gadis itu sambil mengisyaratkan matanya ke arah bawah tubuh Clarisha, walau dia sama sekali tak paham tentang kode mata Lukas membikin ia hanya bisa mengangkat kedua bahu nya saja, tetap saja pamannya itu bergeliat aneh menatap dirinya,lalu Lukas kembali pergi mencari sesuatu lagi dan ketika dia membawa sesuatu ditangan nya Clarisha baru menatap kakinya yang saat ini tanpa alas apapun, jadi semua gelagat anehnya hanya karena ada kekurangan yang belum lengkap dipakai oleh dirinya,


sekali lagi Lukas duduk bersimpuh demi memakaikan high heels ditelapak kaki Clarisha yang saat ini begitu malu luar biasa sebab untuk pertama kalinya dia mendapatkan perhatian lebih dari seseorang,apalagi sekarang pamannya memberikan kebahagiaan tertentu tanpa pernah terlintas oleh Clarisha sampai tanpa disadari nya selesai high heels itu terpasang sorot mata Lukas mengarah pada wajahnya dengan sedikit mendongak keatas kala dirinya masih bersimpuh dibawah tak terduga senyum Duchenne terlihat di wajah Clarisha, hingga Lukas berkata,


"Cantik yang sempurna, Clarisha, "


tertegun mendengar suara lembut sang paman Lukas.

__ADS_1


__ADS_2