Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Kembali lagi


__ADS_3

Masih dengan rencana untuk menemui Finesha, Clarisha yang masih didampingi oleh ke-tiga pria berbody maskulin itu kini begitu dekat dengan nya,


sampai kapan mereka tetap disini, kalau tetap seperti ini maka niatku bertemu dengan Clarisha akan semakin sulit, hemm, tunggu aku memiliki sesuatu yang perlu untuk dicoba,


ucap ku,


"Kak Dirga bisakah mengantarkan ku ke Finesha sekarang? "


jawabnya yang sejak awal sudah ku duga,


"Kondisi mu baru saja membaik dan kamu meminta untuk bertemu dengannya, istirahat saja dulu pulihkan keadaan mu, nanti kakak antar kesana berkunjung ke Finesha! "


hemm, akhirnya aku menghela nafas panjang mendengar hal itu,


tidak disangka Frand Huyan memberikan saran mengejutkan bagi dirinya,


"Biarkan saja, mungkin kerinduan diantara mereka akan membuat keduanya saling bahagia, Dirgha, "


Akhirnya karena keputusan dari paman membuat Clarisha bisa langsung menemuinya, ketika hendak berdiri untuk melakukan sebuah perjalanan yang akan membuat Finesha melihat tubuhnya yang saat ini menjadi tempat baru bagi Clarisha seolah membikin hatinya menjadi gundah, bahkan gusar, kaki yang mencoba berpijak itu tiba-tiba saja terhuyung, seperti tak ada tenaga untuk ku bisa berdiri,


kenapa rasanya tubuh ku sulit digerakkan,


sahut kebiasaan nya yang suka nongol,


(mungkin efek dari kesadaran diantara kalian berdua! itu hanya firasat saja, kan aneh to,kondisi kritis mendadak, melakukan pemeriksaan secara bersamaan, kini bahkan kesadaran kalian juga begitu, tapi kenapa tidak kembali ke titik semula,)


aku juga tidak tau kenapa? atau memang karena semua ini adalah sebuah kutukan,


(woi dari mana kau bisa mendapatkan ucapan seperti itu, Clarisha?)


ya kau ingat tidak perkataan Daddy Henson yang mengatakan kalau dia tidak rela untuk ku meninggal, melainkan dia lebih Terima kalau aku hidup didunia lain,


(sepertinya harapan Daddy mu terkabul)


rasanya ini harus diubah, tapi bagaimana cara mengubah agar Daddy menarik kembali ucapan nya, kan bagi nya sekarang Finesha sudah kembali hidup, pasti pikirnya ya seperti itu,


Setibanya tepat di kamar itu,


Tanpa bisa menyambung kembali pembicaraan ku, aku bisa melihat saat ini sesosok wajah yang kurindukan, Finesha, didalam ruangan yang berseberangan ini aku bisa menatap wajah kegembiraan Daddy atas kesadaran Finesha,


walaupun kau tidak tau kalau saat ini putri mu berada tepat disebelah mu, bukan dia! namun bagaimana lagi,


melihat ku menatap kearahnya akhirnya ia meminta Daddy untuk meninggalkan kami berdua, disinilah bahkan ketiga pria yang disamping ku juga meninggalkan ku, untuk bisa membuat kami berdua leluasa berbicara,


diruangan itu kami berdua saling berbicara,


ujar Finesha,


"Bagaimana keadaan mu, tubuh Clarisha yang sengaja ingin aku tinggalkan, dan sekarang aku malahan harus masuk kedalam tubuh mu, menjadi seorang Finesha, "


"Kau kenapa menyulitkan ku? kau pikir hidup ku juga tidak sulit apa? bahkan lebih darimu, asal kau tau, lalu sekarang apa yang harus kita lakukan tubuh Finesha? "


"Entahlah, aku juga tidak mengerti tapi perasaan ku, sepertinya kau lebih sempurna ditempat ku? "


"kau berpikir tentang pria yang bersama ku?paman mu? "


"Bukan, tapi sikap mu lebih pantas berada pada tubuh ku! "


"berhenti, aku sampai bingung harus bagaimana sekarang, seperti kita harus membuat rencana jika tidak? "


"memang kenapa, Finesha? "


"seharusnya kau itu memanggilku kakak, sebab umur ku lebih tua dari mu, sedangkan saat ini keadaan nya membuat semua berbanding terbalik, aku harus memanggimu kakak, sedangkan kau! "


"Aku harus panggil apa ke kakak? "


"kau tau semenjak aku berada di tempat ku, pendiam yang menjadi ciri khas ku lenyap, ditelan kobaran semua masalah yang ada disekitar ku, begini saja, kau panggil aku sesuai peran kita! "


"ya kak baik, dan sekarang kita menjadi temen deket yang paling sempurna untuk saat ini,tapi? "


"ada apa Finesha? berasa manggil nama aku sendiri, hahhhh


(woi jangan menghela nafas terlalu panjang)


lo pikir sekarang waktu yang tepat gitu untuk nongol, yaaa, kembali bersembunyi atau aku-?


(ya gue pamit gitu aja repot amet)


sahut kembali Finesha,


" Kak kenapa bengong? "


"Terkena serangan mendadak, lupakan, sekarang bagaimana caranya kita-? "


"bisa kembali ke masing-masing tubuh kita kak? "


"Nyerah kalau lo minta aku cari solusinya, karena jawabannya emang gak ada, jadi aku juga gak tau, Finesha! "


Tiba-tiba saja Frand Huyan menerobos masuk diantara mereka, sehingga pintu yang tadinya tertutup kini terbuka beserta semua yang masih berada diluar, namun Ucapan nya membikin aku menelan salivaku, bagaimana tidak dia datang-datang membawa kabar yang sangat buruk,


kata Huyan,


"Semua tengah berkumpul menunggu mu di Mansion milikmu? "


wah apa-apaan itu, kenapa bisa sampai seperti ini,


jawab ku,


"lalu kenapa? "


tanpa sadar Finesha menyahuti,


"sebab mereka cemas akan kehadiran dirimu, makanya sampai mencari mu, bahkan hingga menunggu, "


lalu bersama Dirgha dan Direndra aku berpamitan kepada Finesha mungkin kali ini kehidupan mu akan dimulai sejak awal lagi, sampai ketika jemarinya memegang erat tangan ku saat mencoba pergi darinya,


"tolong sesekali kunjungi aku, dan aku akan menghubungi mu nanti! "


"iya aku mengerti, "


sebenarnya tadi mereka berdua masih menyempatkan bertukar nomor ponsel yang kini di genggam nya,


"aku pergi dulu Finesha, sampai jumpa lagi! "


melihat keduanya berpisah seolah hati terberat begitu dirasa oleh keduanya,

__ADS_1


hahh kenapa aku merasakan hal yang aneh ya,


(wah wah wah, sepertinya beberapa detik lagi nyawa lo terancam dalam bahaya!)


ya, kau itu datang-datang bawa kabar menyengsarakan saja, bisa tidak sedikit aja memberikan sesuatu yang menyenangkan ku,


(gue gak bohong lo sama lo, ati ati aja saat disana)


nasib gue emang selalu berada dalam masalah, kau ini membikin aku jadi tegang aja,


ucap Dirgha,


"Adek kamu gak pa pa kan? kok bengong? "


sahut ku dengan ketus,


"semoga hidup ku selalu berjalan mulus, "


sela Frand,


"Yang ada bukannya mulus, tapi berhenti di pertigaan, itu nasib mu, jika ku trawang! "


(Widi dapet kamus dari mana bisa bilang di trawang, wei Clarisha lo denger gue gak?)


jangan khawatir gue masih standby ditempat,


ya mana gue tau, bodoh amet sama dia,


(bukannya lo cinta sama dia)


gak jadi, mikir lagi deh gue ma, kayak nya, mending sama Paman Sizen aja, entah kenapa jadi merindukan nya,


(cie cie cie, emang udah berapa rumus yang dia buat ke lo sampai jadi klepek-klepek kek gini)


lo si sembunyi saat kejadian berlangsung, udaah tau lagi live aksi tapi malah sembunyi,


(live aksi kata lo, mending gue nyingkir dari pada jadi penonton, enakan liat sinetron, la ini, hemmm, hati aja selalu nempol kesana kemari, gimana tidak, kadang ke-dia, lalu yang satunya, dan-)


lo kursus aktifin omongan mode cepat dimana, gue akan daftar seengaknya bisa seperti lo, nerocos mulu, gak tau ni pikiran gue melayang-layang tidak karuan,


(ya kalau layangannya tidak karuan napa harus lepas landas kan, bukannya seharusnya dari awal buat dulu ancang-ancang, supaya bisa terbang mendarat dengan sempurna, selamat sampai tujuan)


lo pikir ni alat transportasi gitu, ini ni sudah pasti bubar jika berurusan dengan lo.


Dalam perjalanan menuju Mansion, Clarisha dengan menghela nafas panjang membikin Dirgha selalu mengkhawatirkan nya,


"Adek adakah yang mengganggu jalan pikiran kamu? "


(katakan aja dengan jelas kalau lo takut sama semua konsekuensi yang akan kau Terima dari mereka)


lo tuh ngejengkelin bener,


langsung menanggapinya,


"ya setiap orang pasti ada yang membikin seseorang berpikir-"


tanpa basa basi langsung aja Frand Huyan nge gas ala kadarnya,


"Semua Paman mu, begitukah! "


sebenarnya semenjak gue jadi Clarisha,rasanya hidup ini benar-benar berubah drastis,


"jika lo tau,napa gak langsung tutup bibir aja,"


Ujar nya,


"sebab ada kala nya sesuatu itu begitu dirindukan, apa lagi dari yang paling spesial, "


balas ku,


"Gak ngaruh, ogah aku nya, "


(hw he he, jaga tu ucapan nanti terseret baru tau balasannya)


gak tau juga rasanya terasa aneh saat mobil yang ku tumpangi,masuk ke tempat nya, ternyata sesuai dugaan, pasti Clarisha bakalan mendongakkan semua pemandangan langka ini, didalam Mansion miliknya katanya,


"ini apa-apaan coba? "


Dirgha hanya tersenyum melihat ekspresi wajah nya kembali dibuat bingung dengan keadaan,


tanyaku,


"Kak, emang nya lagi ada reuni apa? mobil aja sampai penuh kek gini! "


jawab asal Frand,


"Semua kekasih mu datang melamar mu, kau bahkan tidak tau itu! "


aku sontak terkejut menatap ke arah Frand Huyan, sehingga Direndra yang semobil juga terkekeh kecil melihat kondisi ku yang semakin kebingungan,


"Paman, memang sebelum nya aku memiliki pacar berapa sampai mobilnya sebanyak ini! "


"ya mana aku tau, mungkin tak terhitung! "


"hesshhh, lo ngerjain gue Paman! "


"memang aku terlihat bercanda, "


"gak juga, "


"terus kenapa menatap Paman sejahat itu? "


"kau menjengkelkan, Paman, "


"Katamu aku menarik! "


"sejak kapan telinga Paman tersumbat? "


"Semenjak aku berada di dekat mu, Clarisha, "


percakapan keduanya berakhir setelah dia Frand Huyan mengatakan sesuatu yang terlihat serius,


ya tentu masak aku coba lanjut, entar yang ada dia masuk ke jalur yang salah lagi,


(Emang mau pergi kemana sampai masuk ke jalur yang salah, lo pikir nyasar apa?)

__ADS_1


la emang iya,


(terserah lo aja, Hati-hati saat masukin area terlarang)


apa? maksud ucapan mu,


(nanti kau juga akan tau, sedang ada beberapa topping minuman sedang menunggu mu,)


topping minuman? maksudnya sedang ada banyak macam minuman gitu to!


(masuk entar lo juga tau, gak sepolos yang gue kira, topping minuman yang menunggu mu malah lebih fantastis, satu minuman saja yang menunggu menjadi topping terpantas hanya kau sendiri yang bisa putuskan)


ya tentu lah kan aku yang akan meminumnya,


(jika lo tau pembahasan gue apa? gue yakin pasti lo gak akan jawab kek gitu)


tapi seperti nya satu minuman dengan campuran berbagai topping seru tu!


(serius, oh my god, serakah amet lo jadi orang)


kan bisa ngerasain gimana topping nya sebagai pengomplit minuman nya, bukan begitu to,


(hehehehe gue jamin entar lo pasti narik semua omongan lo barusan)


sapa takut, heheheheh


(sepertinya dia bener-bener polos)


saat langkah kaki sudah berpijak namun tidak disangka dia Clarisha mendapatkan sebuah kejutan dari bopongan seorang Paman yang kini berada di dekat nya, dengan model ala bridal style membuat Kedua mata hazel biru itu menatap lekat wajah yang nampak mempesona,


sepertinya aku sedang dibuat risau dengan semua ciri khas Paman ku,


namun setelah aku dibawah masuk, tubuhku diturunkan di sebuah sofa dan terlihat, semua nya benar-benar berkumpul,


wah wah wah, jadi ini yang kau maksud dengan topping? tunggu itu berarti minuman nya adalah gue sendiri gitu! ya ampun lo udah buat gue terkena masalah dengan semua celotehan aku,


hemmm, rasanya melihat wajah semuanya yang bening-bening ini terasa menganjal saja, bahkan sekarang cara mereka menatap ku seolah,


(ingin membuat minuman nya semakin menarik dan segar untuk dinikmati, bukan begitu!)


lo gila


(gak tu, aku nya masih sadar kok, Hhhhh)


ya gimana enggak gila, lo umpamain semua Paman yang ada diruangan ini sebagai topping minuman, udah gak beres tu lo nya,


(sekarang lo tingal pilih, katanya mau topping campur biar bisa menikmati rasa yang berbeda dari topping nya, sekarang giliran minuman nya yang pilih, silakan)


benar-benar gak habis pikir ni buat kepala aku jadi depresi tingkat tinggi,


(oh ya dari topping coffee jelly, rainbow jelly sampai nata decoco lo pilih yang mana oh ya satu lagi, ada yang tertinggal yaitu Popping Boba, heheh lanjut)


sepertinya sebelum aku bicara sama mereka aku udah dibuat tersungkur dengan candaan hati ini, ya dari mana kau bisa menjuluki mereka, dan siapa semua topping minuman itu,


(oke biar aku jelasin topping coffee jelly yaitu Sizen, rainbow jelly berarti Lukas, nata decoco adalah Darka dan Popping boba nya hanya cocok oleh Frand Huyan, wkwkwkwk seru to, asyik tinggal pilih)


ini ni kalau udah kelewat batas candaan nya, mereka anak orang diumpamakan topping, sebenarnya hati aku juga sih yang udah agak mulai tidak waras, mungkin karena semua masalah yang selalu menimpaku secara beruntun,


(Clarisha lo pilih yang mana?)


gak milih, ogah, males, gue lagi mikirin yang lain aja, semua topping itu terlalu sadis, gak mau akunya,


(gak mau, apanya,jika udah nempel dibibir lo juga keenakan to sama semua rasa minumannya, sekarang tinggal topping nya, yang akan ngelanjutin jalannya ceritanya)


lo yang bilang napa pikiran gue jadi aneh gini ya,


lalu Ucapan Paman Sizen membuyarkan lamunanku,


"Clarisha bagaimana keadaan mu? kau sudah membaik kan! "


hahh entah kenapa pikiran ku lagi-lagi berubah sensitif deh, pengen banget gue bilang ma dia udah tau juga sehat, kalau gak gimana rumah sakit ngijinin aku pulang to, wooaa, rasanya pengen gue teriak aja, kembali lagi ke awal permainan alur baru ini, apa emang hidup gue harus terkunci sama mereka, napa sulit banget sih kembalinya, gue cuma takut aja,


(takut napa Clarisha?takut jatuh cinta kah sama mereka! sepertinya dugaan ku tepat)


jika sudah tau sebaiknya menyingkir dulu sebelum mercon gue bener-bener meledak saat ini,


akhirnya dia pergi juga, sekarang gimana aku seharusnya melakukan semua kehidupan ku sekarang,


sahut Frand yang selalu tepat disetiap dugaan nya,


"jangan se bingung itu, lakukan aja sebisa mu, sesuai dirimu sendiri, bukan begitu, Clarisha! "


waduh rasanya dia emang pawang nya dari semua biang masalah,


jawab ku pada Paman Sizen,


"Baik Paman, kau gak perlu khawatir dan Terima kasih sarannya juga, Paman Frand, "


kembali bentrok jika berurusan dengan pengganggu jaim yang luar biasa tak terkalahkan,


"Sepertinya lo cuma kurang servis aja keponakan, "


wah nyolot tu omongan,


"he Shinje, gue plester mulut lo baru tau rasa, mau nyari gara-gara sama gue! "


"lo pikir gue takut, buktinya benar kan, lo aja dari tadi ngelamun gak jelas gitu, apa daya tarik mereka udah gak berpengaruh? gak mungkin kan, yang benar lo nya tu kurang topping nya, hehehe"


"mau gue jadikan topping juga lo! "


(woi lo main ngegas aja sama tu uler lincah)


"Lo pikir gue suka apa jadi topping lo, ogah, gak narik amet lo nya, inget tu, masih dibawah umur juga? "


"Dasar kentang rebus, udah gak ada yang naksir, sombongnya seperti udang yang baru digoreng, ngeselin amet, lo pikir wajah lo bisa narik mereka apa, gue jamin lo gak akan pernah dapet pasangan hidup baru tau rasa, "


"wah, lo nantangin gue! "


sambil berdiri tidak Terima


"kenapa lo gak trima, trima ja itu kenyataan hidup lo, okeyy Paman Shinje, "


akhirnya semua ketegangan sesaat berubah seperti candaan dihadapan para pria yang super perfect nya gak main-main itu,


(hemmm, walaupun kehidupan Clarisha runyam, seengaknya, toh masih ada kebahagiaan,)

__ADS_1


lo aja yang gantiin gue, pengen gue cincang tu jadi acar goreng buat santapan gue.


__ADS_2