
Kehidupan ini sama sekali adil bagiku, disisi aku bisa merasakan kembali kehidupan dengan kedamaian, namun berujung pada titik dimana aku Finesha terjebak dalam masa tersulit, si Kang Yun Kepiting yang baru-baru ini berulah menggegerkan otak gadis itu, dibuat terpojok dengan setiap kalimat nya, hingga sewaktu ketika semua hidangan telah disantap aura aneh menyelimuti dirinya,
batinku,
"Apakah dia baik-baik saja? "
(Mana ku tau, kau tanya aja langsung, jarak cuma berbatasan meja, kalau khawatir ma nyahut dong, kan cepet,)
hahh tipikal orang gila kek dia kalau aku bicara, bukannya sama aja aku dengan dia?
(Maksudnya,)
kan gak ada yang bisa nanganin orang gila kalau dia juga bukan-
(Orang gila, wkwkwkwk kau bisa juga Finesha,)
ni logat paman Shinje parah udah nempel banget ke gue,
(enjoy aja, kan mirip)
what? dari mana nya coba?
(Dari parahnya berulah, heheheh)
menyodorkan makanan dengan senyum menggoda,
ucap ku,
"Percuma,gak ngaruh, "
semakin aneh dia menatap Finesha,
ujarku yang semakin khawatir pada hidup ku,
"Lo jangan buat gue ilfil bisa kan? "
cepet banget balas nya,
"TERGANTUNG, "
wah parah, ni anak dateng dari mana coba?
(Pacar kedua lo luar biasa Andalan,)
Lalu Kang Yun berbicara secara santai pada Finesha,
"Lo tu udah umur berapa sampek lupa ma gue, Finesha? "
masih tidak percaya dia pulih dari kata gila,
"Lo beneran udah stabil sekarang?"
tersenyum melihat tingkah kocak Finesha terjebak dalam jebakan permainan nya,
"Emang dari tadi gue ngapain lo, Anjir? "
"wkwkwkwkwk, Awas aja kalau gila lo nyambung lagi, gue cekik lo baru tau rasa! "
sahutnya bikin Finesha makin panik,
"Apa? Cium gue, Oke bagaimana kalau sekarang? "
keluhnya,
"ucapan lo bikin perut gue mules-mules! "
mencoba menenangkan,
"Mau gue bantu? "
kaget dengan balasan simpelnya, Finesha pun terbelalak sambil berkata,
"Bantu ngapain! "
"Ngusap perut lo yang bakal ada hasil dari cinta gue, "
jengkel dengan Kang Yun maka Finesha pun melonjak emosi,
"Makan tu cinta!emang kenyang kalau gak kerja cuma bisa bilang cinta doang,"
tertantang sehingga munculah kata yang berasa menyebalkan bagi gadis yang tengah mendapatkan gangguan serius dari pria tersebut,
"Pacarku, apa kau marah? ngambek kah?bisakah, setau ku Finesha ku gak bisa kek gitu,"
hah Apa-apaan ini, pacar?Finesha ku katanya,ogah, gue gak demen ma lo, punya gue aja udah buat ketagihan,
(ketagihan apa tu?)
ketagihan bisa sering lihat wajah tampan nya, maksudnya Huyan,
Ujar Kang Yun,
"Sampai kapan kau gak nrima keputusan ini, gue cinta banget sama lo, tenan lo iki? "
menarik nafas panjang,
"Lo itu gak kehabisan ide apa buat ngerjain gue dari tadi! "
Kang Yun malah bertindak ngegas mendadak, mengangkat kursi dan menempatkan nya disamping tempat duduk Finesha,
jawab ku,
"La ini mau ngapain kursi dibawa-bawa sampai kesini? "
berlanjut serius,
Kang Yun bersikap normal kembali,
"Lo tau gak, ada reuni SMA? "
mikir gue dibuatnya,
"Gak tau, "
memasang wajah cemberut,
sambung Fi bertanya,
"Napa tu wajah keriting kek gitu? "
mereka pun berdua bercakap sangat panjang disini,
Kang,
"Lo yang bikin gue kek gini! "
Fi,
"La kan aku gak apa-apain wajah lo Kang? "
Kang,
"Lo lupa? "
Fi,
"Kapan emang? "
Kang,
"Barusan, "
Fi,
"Jangan ngacoh deh Kang! "
Kang,
"Bener Fi, gue gak bohong, "
Fi,
"Dimana nya coba gue ngelakuinnya?Lo salah ingat kali Kang! "
Kang,
"Gak, lo tadi bilang wajah gue keriting kan, la tu ulah siapa? "
Fi,
"Gue, "
Kang,
"Tuh lo nya ngaku juga kan! "
Fi,
"Bukan gitu Kang, maksud ku! "
Kang,
"Gue ngerti kok lo cinta sama gue! "
Fi,
"Terserah lo aja deh Kang, Capek kalau sudah dikasih efek, nyesel banget gue kenal sama lo Kang! "
Kang,
"Fi, gue juga seneng banget kenal sama lo, "
Fi,
"Kang, mau gue tendang gak! "
Kang,
"Lo dapet undangan nyan kan, Finesha?"
Fi,
"gak, "
Kang,
"Mungkin mereka lupa Fi sama kamu, jangan khawatir gue gak kan pernah lupa kok sama kamu, ayank, "
Fi,
"Kang, "
__ADS_1
Kang,
"Iya Yank, "
berdiri mencoba meninggalkan meja makan,
kata Kang Yun,
"Oke, gue udahan deh bercanda nya, maaf, "
duduk kembali sambil cemberut,
sambung nya lagi,
"Pasti kau sudah menerimanya, mustahil undangan itu tak berada pada teman semasa kelulusan, jangan bercanda deh, Fi? "
jawabku,
"Ngapain juga gue bohong ke lo, apa manfaat nya? "
balasnya,
"Gak tau, "
ucap Finesha,
"La itu pun kau tau, aku juga gak tau, "
(Ckkkkk, lo ketularan gila tu sama si keriting,)
langsung ngajak bareng ke acara sambil berdiri dan narik tangan gue,
"Ya udah kita kesana bareng aja, lagian kelamaan juga lo mikir, entar keburu mereka pergi semua, kan jadi gak asyik Fi! "
gerutu ku yang dipaksa masuk mobil selesai keluar dari sana,
"Emang siapa juga yang mau ikut, lo nya juga yang maksa gue, "
jawab nyebelin lagi,
"Kan lo spesial dihati gue Fi, "
ucapku,
"Dan lo gak ada artinya buat gue, "
Kang,
"Lo sadis Fi, "
Fi,
"Emang, napa? lo gak suka! udah tau sadis napa juga masih suka! "
sahut manis Kang Yun,
"Cinta itu buta Fi,makanya apapun kekurangan nya,akan menjadi hal spesial bagi nya, "
Finesha gak trima,
"Kata siapa cinta itu buta, buktinya cinta gue gak tuh! "
(bener tuh Fi)
napa lo juga panggil gue kek gitu,
(lucu, heheh)
nyolot pada Kang karena kesal sehingga dia hanya tersenyum melihat tingkah lucu yang begitu mengemaskan bagi Kang Yun yang kini melakukan perjalanan ke acara Reuni,
setelah perjalanan panjang, akhirnya mobil ini terhenti di tempat parkir yang sangat megah,
kaget ku,
"Lo gak salah tempat kan Kang? "
masih nahan tawa, Kang Yun sebenarnya berasa aneh karena dia memanggilnya dengan sebutan nama depan nya, karena biasanya semua teman semasa dirinya pasti mengatakan nama belakang nya,
menyahuti Fi,
"Gak, seratus persen tepat Fi, kita masuk yuk, lagian kenapa juga lo nya natap ini tempat begitu serius, percaya sama gue, beneran kok, gue gak akan nyulik lo! "
Finesha pun menuruti kemauannya, didalam sana dia sangat terkejut, ternyata bener kalau ini adalah tempat yang dikhususkan untuk Reuni mereka, sapa seorang gadis yang kini melambaikan tangan kepada Fi,
ungkapnya,
"Fi, kemarilah ngapain berdiri! "
gumam para cowok,
"jadi gosip itu benar ya, kalau mereka itu berpacaran, "
yang lain ikutan menanggapi,
"Dilihat aja udah ketahuan, bukti nya mereka berdua kemari bersama, "
jawab salah seseorang yang merasa terganggu oleh perbincangan mengelikan itu,
"kalau ya apa ada masalah? "
dia adalah Ashen, sahabat Kang Yun dari kecil, kepribadian nya sangat dingin bahkan nyaris sulit untuk bisa berbaur apalagi kalau berdekatan sama dia, namun dibalik itu dia juga memandang Fi dengan cukup serius, merasa aneh dengan tatapannya Fi langsung saja bertanya pada Ashen,
"Adakah yang aneh dengan wajahku, Ashen? "
"Ya, gimana ceritanya lo bisa inget ma dia sedangkan gue di lupa in Fi? "
jawab ku untuk Kang,
"Karena lo spesial makanya gue lupa sama lo,"
senyum gadis yang saat ini berada didekat Finesha, namanya Shayma,
katanya,
"Ya, ada apa dengan mu, Yun? "
aku kaget mereka memanggilnya seperti itu,
Ashen pun bertanya pada Fi,
"Kenapa kau sekaget itu? "
tanya nya pada Shayma,
"jadi lo panggil dia Yun? "
senyum Shayma pada Finesha,
"Lo tu kenapa sih? tau gak kau datang kemari bersama Yun aja udah bikin gue kaget, malah sekarang lo berlagak mirip dengan tingkah kocak nya, "
sahut Ashen,
"Apa dia udah maksa lo buat kek gini? "
marah juga Kang Yun pada Ashen,
"Ya, ngapain juga lo nuduh gue, dan gak mungkin aku maksa orang yang gue cinta, Ashen, "
tanya nya pada Fi,
"Beneran Fi, "
emosinya,
"Sejak kapan dia menjadi daftar pasien rumah sakit jiwa? "
sahut tenang Kang,
"Saat gue suka sama lo, "
ungkap Finesha pada Ashen,
"Lo betah amet sama dia,gue jadi takut lo juga akan sama kek dia, "
jahil Ashen pada Fi,
"Bukannya lo yang hampir kek dia, "
Fi,
"Ogah, "
akhirnya Reuni kali ini berlangsung menarik, pertemuan semuanya membikin Finesha lupa kalau dia harus kembali, namun setelah mengingat nya dia bergumam diantara mereka yang secara sengaja didengar oleh Ashen,
"hahh, "
menghela nafas panjang,
sambung ku,
"haruskah kembali! "
tanya Ashen,
"Kau gak papa Fi? "
Fi,
"Ya, cuma sedikit pusing aja, "
"Kita balik aja sekarang, gue anterin dan lagian ini udah agak sore, takutnya keluarga lo nanti akan khawatir sama lo Fi, "
"Itu sih udah pasti, cuma-? "
"Kenapa? "
"Gue gak tau harus kemana? "
langsung secara spontan menarik pergelangan tangan Fi dan membawanya keluar untuk memasuki mobilnya, akhirnya Ashen melanjutkan perbincangan tanpa gangguan dari mereka,
"Maksudnya apa Fi? jangan bilang kamu gak tau alamat rumah lo? "
"Tepat sekali, "
"Sekarang coba lo panggil seseorang dari ponsel mu, mungkin mereka bisa bantu memberikan informasi Fi? "
"Sebenarnya gue inget cuma, Pura-pura lupa aja, "
"ni liat, yang gue khawatirkan terjadi, persis kek Kang Yun, "
"Wah gak la, gue beda sama dia, enak aja disama in sama si keriting itu, "
__ADS_1
senyum Ashen sambil berbicara,
"Baiklah lalu sekarang mau gimana Fi? "
"Kerumah lo aja! "
"Yakin, "
"Napa emang? kalau gak boleh tinggal bilang gue akan turun dari mobil, gue sedang ada masalah tau gak lo, makanya gue sedikit ngehindar dari rumah, gak pengen balik, cuma? "
"kenapa lagi? "
"gak balik gue juga dapet masalah! "
"lo pun tau itu, dan sekarang mau nya gimana? "
"Ketempat lo aja! "
"Baiklah kita ke vila ku saja, "
"Vila? "
"gak perlu terkejut, bukankah ini bukan kali pertama lo kesana Fi, "
"iya juga, tapi pacar lo? "
tersenyum,
"Gak akan ada orang yang akan cemburu sama lo Fi, jadi tenang aja, tapi mungkin sebaliknya! "
"Iya sih, hahh dia pasti akan cekik leher gue sampai gak bernafas, "
"Jangan nakutin gue Fi! "
"Bukan niatnya nakutin, cuma sikapnya emang kek gitu, "
"Kalau udah tau, kau tetap masih suka Fi sama dia? "
"Banget mala, "
"Hah, ya udah, entar kalau butuh bantuan hubungi aku aja sini ponsel lo, "
mengambil ponsel nya dan menyimpan nomor nya, saling bertukar membuat ku tersenyum, dia orang yang unik,
kata Fi,
"Ngomong-ngomong kayaknya dia akan kebingungan mencari ku, Ashen! "
"Biarkan aja napa juga lo cemas seperti ini, jadi buat mood ku buruk aja, "
"Yah, emang apa hubungannya coba! "
saat aku menengak air beberapa cegukan perkataan Ashen mengagetkan ku,
"Karena gue punya rasa sama lo! "
"Gekkk, "
"Ugkhh, ugkhh,, "
"Fi lo tersedak, tumben! "
"Gara-gara lo tau, "
"aku gak salah ngomong padahal, "
"Salah, "
"Oh maksudnya salah dari mananya Fi, kaget karena aku punya rasa, "
"emm, "
"ngambek, "
"Lo tinggal sendiri Ashen? "
"Gak, "
"lalu? "
"Sama lo, "
"What,? "
membelai rambut Fi dengan senyum,
"istirahatlah ini kamar kosong pakailah untuk mu sementara, tidak masalah kan? "
"Terima kasih, "
********
Dikediaman Helizen,
Dia menatap depan pintu rumah merasa cemas karena Finesha masih belum juga datang,
resahnya,
"Kenapa Finesha masih belum juga kembali, atau mungkin dia? "
sahut Shinje,
"Tersesat, wajar kan dia juga orang baru di kawasan ini, "
dengan nada tinggi Huyan menyela mereka,
"memang siapa yang membiarkan nya keluar tanpa Pengawalan, yah, apa kalian tidak berpikir? "
sahut Shinje,
"Tanya aja yang berulah, jangan asal main menyalahkan orang kak, kau itu pulang-pulang nyolot mulu emang ada masalah apa dikantor kak? "
tatap penuh emosi dia,
"Jika aku tidak membawa Finesha ke kantor sekarang secara otomatis, partner bisnis besar ini akan gagal, "
Deral terkejut,
"Memang apa hubungannya dengan Finesha kak? "
tegas Huyan,
"Sepertinya Bosa besar clan itu kenal dengan Finesha, dan bisa jadi alasan utamanya hanyalah untuk bertemu dengan nya, jadi dia akan menanda-tangani perjanjian dari pekerjaan ini kalau ada Finesha sebagai saksinya, aku pun agak ganjal dengan syarat nya tapi, mau bagaimana lagi, ini adalah keinginan terakhir Sherya dimasa hidupnya, "
Sizen terkejut,
"Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan? "
ucap Huyan,
"Mencari keberadaan nya, "
lalu dengan cepat dia menghubungi anak buahnya untuk melacak keberadaan Finesha, namun seketika dalam hitungan menit lokasi keberadaan nya tengah ditemukan,
panggilan dari salah seorang pengawal,
"Tuan chat yang saya kirim adalah alamat dimana nona saat ini sedang berada, "
jawab Huyan,
"Baiklah aku akan segera kesana! "
meninggalkan tempat itu tanpa pikir panjang,
ujar Helizen,
"Bahkan dalam hitungan menit, dia langsung mengetahui nya, menakjubkan, "
Shinje,
"Wajar di bukanlah orang seperti kita yang hanya bertugas sebagai CEO saja, tapi lebih tepatnya dia adalah seorang Mafia, jadi untuk mengatasi keberadaan nya, tinggal kring langsung beres, lagian Mendiang Sherya juga gak salah pilih orang, dia benar-benar menakutkan kalau sudah marah, "
Helizen merasa aneh, lalu akhirnya dia mengajukan pertanyaan pada Shinje,
"Maksudnya mu apa dengan gak salah pilih orang? "
jawab tegas Lukas,
"Dia saudara angkat yang tak memiliki hubungan darah dengan kami, sebab itu juga merupakan kesalahan dari kita, sejak awal keturunan darah ini tak ada satu pun yang mau memegang kendali atas Kelompok Mafia yang dibangun Sherya, sehingga sejak kecil dia di didik secara ketat, sampai kau lihat sekarang, tak ada satu dari kami yang berani pada ketua Mafia Frand Huyan, "
mendengar hal itu Helizen langsung terdiam,
disisi lain mobil yang sudah terparkir didepan pintu vila itu mengejutkan pemikiran Huyan, walapun tak memakan waktu lama tapi perasaan Huyan dibuat kacau sesaat,
"Apa yang sedang kau lakukan di Vila ini, Finesha? "
mengambil benda pipih itu sembari menatap kedalam Vila,
Tiba-tiba panggilan berdering kencang dan dilihat lah ponsel diatas nakas itu ternyata,
"Haa, Huyan, gawat, apa yang harus aku lakukan? bagaimana cara ku mengatakan kejadian kali ini? apa dia akan menghukum ku? wahhh parah gue akan gila dalam hitungan menit, "
melihat ocehan Fi membuat Ashen masuk dan membuka jendela Vila tersebut namun disaat bersamaan, gorden yang terbuka membuat nya bertanya,
"Siapa yang ada didepan gerbang saat ini? "
jawabku,
"Mungkin tamu mu? "
menjelaskan,
"Tak ada satu pun dari pihak keluarga ku yang mengetahui Vila ini, "
terkejut sehingga ia langsung melihat ke jendela yang sama disamping Ashen,
aku menutup bibir ku seketika, sebab secara bersamaan dia juga memandang dengan kobaran api yang hendak melahap siapapun disana,
"Hidup ku sudah berakhir, "
pikir Ashen,
"Maksud mu? "
penjelasan yang diluar dugaan Ashen,
"Dia pacar gue, Ashen, liat gue disamping lo kek gini, rasanya bulu kuduk gue berdiri dalam sekejap, "
apakah yang akan terjadi?
Akankah Huyan akan tinggal diam melihat mereka berada diruang yang sama?
__ADS_1
atau ini akan menjadi momen paling mengerikan bagi hidup Ashen?