
**********
Tiba-tiba sebuah klakson menghentikan penyerangan brutal sang Om kepada Finesha dia tidak lain adalah,
"Tan Tin Tan Tin, "
gerutu emosi Frant,
"Sepertinya aku tau ini ulah siapa, "
sumringah wajah Finesha ibarat dirinya sedang menang dalam undian lotre paling berharga,
batinnya,
"Dia datang disaat yang tepat, gemasnya, Om Shinje suka deh, bukan berarti gue demen la, Om sendiri juga, tapi biasanya dia selalu buat masalah deh, tumben kali ini mendarat ditempat yang tepat, atau mungkin akan terjadi sesuatu disini?entahlah siapa yang tau juga, gue juga gak peduli, seenggaknya gak cari gara-gara sama aku, hemmm, "
keluar dari mobil langsung menghampiri Shinje yang tengah didepan mobilnya,
"Kau itu gak bisa baca situasi apa, Shinje? "
"Ngapain juga situasi dibaca, toh bukan buku atau majalah, tapi kali ini kan lebih langkah, "
"Maksud mu? "
"Tu branded mau lo apain hah? "
Finesha yang sudah berada diluar mobil pun menahan ekspresi untuk tersenyum puas melihat keduanya berdebat dengan sesuatu yang benar,
lanjut keduanya,
"Apapun yang aku lakukan bukan urusan mu, lalu kenapa tu branded jadi ganggu pikiran lo hah? "
"Kok sewot, tahan la, aku kesini juga tidak sengaja liat plat nomer mobil yang ku kenal, eh gak tau nya buaya darat lagi keliling cari mangsa, tapi kenapa kakak dapat tu branded yang langkah?kan masih banyak to diluaran sana yang lebih dari nya, "
batin finesha merasa lega ada dia yang membelanya,
"Bagus Om Shinje, tolong sadarkan saudara mu itu! "
balas Frant,
"Gak usah sok ngajarin pergi saja dan biarin aku puas dengan branded yang ku punya sekarang, kau mengerti, Shinje! "
"Kak, pikir lagi tu keponakan, gimana lo akan tanggungjawab jika mau Ngebuntingin dia yang masih jadi titipan untuk kita jaga? "
"kau gak perlu cemas memikirkan hal itu, okeyy, sekarang pergi biarkan kami_"
"Melanjutkan hal gila, gue masih normal, jadi ngusir aku cuma pengen muasin hasrat kakak dengan si branded itu, jangan harap aku pergi selangkah pun dari sini! tu branded harus ikutan gue sekarang! "
pikir Finesha,
"Kenapa sekarang malah berdebat ingin membawa si branded toh? tunggu mungkin Om Shinje cuma mau nyelametin Branded langkah dan antik ini agar gak dimakan seutuhnya oleh Om Frant yang gilanya lagi diluar nalar, "
"Mau nantang kakak mu ini, Shinje! "
"Gak takut tu, serahkan branded langkah antik gak da duanya itu padaku atau_! "
"Atau apa? sebuah gertakan dan lelucon aneh mu kau pikir bisa merubah pendirian ku untuk mendapatkan keponakan, hah? "
hati Finesha semakin was-was,
"Wah gila bener tu Om, masak ya kuat amet menyukai barang branded, biasanya yang main serobot barang ber branded adalah wanita, ini malah kebalikannya, keponakan nya dijadikan barang branded tu kelakuan Om radak kek gitu kesambet apa sih? "
"Aku gak bercanda kak, lagian tu branded harga gak mudah dibanting ngapain kakak berat banget buat lepasin nya, cari yang mudah dibanting aja, terus kan bisa langsung ganti yang baru! "
Finesha geleng-geleng kepala karena omongan nyeleneh dari Om Shinje,
__ADS_1
"Tu otak benar-benar udah miring, masak ya barang branded cantik begini dibanting, anak orang kali kau banting dimana taruh tu ati,ungsepin dimana coba gak mikir amet jadi laki, enak aja, muka tampan tapi otak tekor, tu keduanya kiranya beda tenyata, harga nya juga sama, banting harga karena kekoplakan gila yang tiada tandingannya, udah disamain kek barang, ujungnya dibanting selesai menikmati cari yang lain, dasar tidak berperasaan,seharusnya mereka diungsikan aja ke RSJ biar semua kelar, gak akan makan korban,selesai to masalahnya,heheheh"
*************
Dikediaman,
Iden mondar-mandir didepan pintu khawatir dengan keadaan sang kakak,
"Kak napa gak pulang sih, buat otak gue muter aja kek kaki ini? "
sahut satu Om nya yang dari tadi nungguin dibelakang,
"Gak usah di tungguin, nanti juga pulang sendiri, Iden, "
"Hahh, kenapa sih sampai selarut ini? nyusahin pikiran ku aja, "
geramnya sembari masuk kedalam,
*************
Celotehan gak jelas berlanjut,
"Ni drama series kapan kelar nya coba? "
ujar Shinje yang tiba-tiba narik pergelangan tangan Finesha masuk kedalam mobil,
"Ni anak sekarang akan balik ke kediaman bersama ku! "
lalu ditarik lah pergelangan tangan Finesha yang sebelah lagi oleh genggaman tangan Frant,
"Dia akan kembali bersama ku! "
batin Finesha,
"Jika kakak masih gak mau lepas maka? "
"Apa yang akan kau lakukan? "
"Menghubungi Mommy nya sekarang juga, lagian pasti seru jika Om nya yang satu ini sudah mulai gila meraba tubuh gadis mungil ini, apa lagi ini gadis kesayangannya pula, pasti dia juga akan langsung lepas landas, bagaimana kak? masih mau bersama nya? "
melotot keheranan mendengar ancaman tegas dari Om nya,
"Waow, keren, bisa juga ni Om ngancam Tikus jantan reseh nya gak main-main itu, terus Om semangat aku selalu dibelakang mu, heheheh, "
akhirnya tak diduga Frant pun melepaskan genggaman nya sebab dirinya tau sifat sang adik satu ini, kalau gak diturutin pasti ponsel itu langsung mendarat ke Majikannya yang merantau menjauh cari uang,
"Ya baiklah terserah kau saja, "
langsung pergi masuk ke mobil Frant dan meninggalkan Finesha bersama Shinje,
setelah Om Shinje membukakan pintu mobil buat Finesha, didalam mobil pun Shinje masih bergumam sendiri,
"Tu otak kapan berubahnya sih? "
jawab asal Fi,
"Tahun depan mungkin, "
menatap tajam kearah Fi,
"Jadi lo lebih suka diganggu olehnya? tau begini ngapain juga aku ngebantuin, biarin tadi jadi santapan buasnya saja biar tau rasa! "
"Gak gitu juga kali Om, "
"Lalu, "
__ADS_1
"Mana ada sikap seseorang yang langsung dengan kecepatan kilat jadi berbeda Om, semua butuh proses, "
"Dan proses nya jika kau udah kembali ke Mommy mu, "
"Yah Om jangan nakutin aku dong, "
"Emang kenapa? "
"Jika Om ngomong kek gitu, mendingan aku yang tadi bilang setahun, la sampai aku dijemput Mommy, kapan coba? hahhhh nyebelin, "
*************
Sesampainya Dirumah Frant yang pulang lebih dulu mengejutkan Iden dan lainnya,
tanya nya,
"Kenapa pulang sendiri Om? dimana kakak? "
"Jangan tanya sama mayat hidup, cari sendiri! "
Iden kaget mendengar Jawaban barusan,
"Apa aku gak salah denger ya? "
setelah Om kembali ke kamar barulah selang beberapa saat Shinje pulang bersama dengan Finesha,
Iden pun langsung berceloteh,
"Dari mana aja kak? pergi dengan Mayat hidup kembali dengan Mummy, emang ngapain aja sih sampai main oper aja? "
Shinje seketika melongo karena mendengar sebutan asal Iden padanya,
"Hahh capek kekamar dulu, baringkan tubuh, Lama-lama bisa dapet doorprize kalau begini terus ni hidupku, "
jawab sang kakak,
"lo pikir kakak bola apa sampai main oper, ya tadi sebenarnya ada kejadian kocak sih, "
bertanya karena penasaran,
"Tentang apa kak? "
"Branded, "
"Maksudnya? "
"tiga sudut ruang dengan luas yang berada ditengah keluar pun tak bisa, coba tebak? "
"Kok malah main tebakan, gue serius kak, "
"Segitiga, "
"Kak? "
"Apa? "
"Jawab, "
"Ya itu diantara tiga sudut Mayat hidup, Mummy, juga Mom, dan ditengah yang tak bisa berkutik adalah kakak, jelas gak Iden? "
"gak,lebih detail kak? "
"Buka Kamus beres, "
Tanpa menghiraukan akhirnya Finesha berlanjut ke kamar untuk beristirahat.
__ADS_1