Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Memancing Perbincangan


__ADS_3

Seusai percakapan yang bisa dikatakan kalau itu membuat segalanya berubah Clarisha langsung berdiri mencoba untuk melangkah pergi dari tempat itu, tapi,


"Brukk, "


hatinya


kenapa begitu menjengkelkan, setidaknya sesekali permudahkanlah urusan ku, dan semua sangat kacau sekarang, tatapan bagiku yang saat ini sangat familiar adalah, Direndra, ternyata, dia juga menginap di Mansion atas izin Paman Frand Huyan,pandangan mata itu seolah pengingat ku pada bayangan kelam menyedihkan,


ujar kata seseorang yang mendatangi ku terlebih dahulu saat aku sedang terjatuh terkulas lemas dibawah sana, dia tidak lain,


"Kau baik-baik saja, bolehkah kau memperkenan kan aku membantu mu, Clarisha! "


Direndra,rasa lembut nya terhadap wanita, menghormatinya bahkan tak akan pernah pudar dari kepribadiannya,


jauh terdengar seseorang bersuara lantang menjawab,


"Tentu saja, jika seseorang berniat membantu baik, maka pasti di perkenankan, bukan begitu, Sayang! "


panggilan sayang itu membuat ku tertegun sesaat, mana kala Mommy bener-bener datang mengunjungi ku, namun disaat yang tepat Direndra menatap lekat wajahku, sehingga sontak aku terpaku memandang dirinya yang begitu serius menunggu balasan perkataan ku, lalu,


"Ya tentu, Direndra, "


Dan ketika tubuh ini sudah berada dalam bopongan ala bridal style, mata ku terbelalak melihat sesosok orang disamping Mommy adalah keluarga Direndra, dia adalah Ayahnya dan satu lagi Paman Dirvergo,dia pewaris kedua yang memiliki hal yang luar biasa sempurna nya di pandangan wanita,


aku sih biasa aja, melihat semua wajah Paman ku aja sudah mengkhawatirkan seperti ini, melihat kedatangannya, namun aku menelan salivaku kala dia memanggilku dengan nama yang membikin bibir ku bergetir sesaat,


"Lama tidak bertemu Finesha, oh bukan begitu, kupikir aku hanya teringat padanya saja saat berada dalam bopongan keponakan ku, Clarisha! "


Kata-kata nya menerobos masuk ke ulu hati, seolah dia memang tau siapa sebenarnya aku ini, bagaimana ini,


(Kau berhati-hati lah padanya, Clarisha,)


aku mengerti, semoga dia tidak melakukan sesuatu yang membuat ku kehilangan kata-kata,


Dibopong lah ia langsung membuat nya berjalan menyusuri arah menuju kamar ku wajar dia tahu, sebelum ini kak Dirgha yang membawanya masuk menemui ku, namun disela itu pikiran ku bertabrakan tak menentu, coba saja semua ini seolah seperti sebuah benang, walaupun panjang, namun ketika semua sudah tertarik dan bertemu pada kedua sudut, maka seperti kehidupan ku ini, Bener-bener mirip seperti itu, tapi apa hubungannya ayah Direndra dengan Mommy? dan Paman Vergo juga, bagi ku dia membahayakan,


ketika Direndra membaringkan Clarisha diranjang ternyata Dirgha juga ikut naik mengikuti Direndra kala itu, untuk melihat keadaan nya, dan disusul dengan Paman Dirvergo juga ikutan menyusulnya,


apa-apaan ini, ia juga kemari, sekarang apa maunya? kenapa membuatku merasakan tekanan luar biasa dalam sekarang,


namun dia lagi-lagi membuyarkan lamunanku tentang Paman Dirvergo, belum lama ini Paman Frand Huyan,sekarang, tapi yang ini lebih berbeda terkesan sesuatu yang nyaris tak bisa ku perkirakan,


"Adakah yang membuat mu merasa aneh, Clarisha? "


tanya Dirgha membuat ku mengalihkan segalanya yang sejak dari tadi memenuhi pikiran ku,


"Tidak kak, cuma, aku kangen aja sama Mommy, "


jawabnya,


"Nanti Mommy juga kemari, tenang saja, dia sampai bela belain mengubah tempat pertemuan hanya demi bisa melihat mu dari dekat, adik, "


entah kenapa ucapan itu membuat ku sedikit tersenyum disana, sisi sudut lain condong banget caranya menatap kearah ku,


"Sebenarnya apa sih maunya itu? "


disaat seseorang dibalik pintu mengatakan sesuatu disitulah Ucap itu memang memberatkan ku, kata Paman Shinje,


"Kau Dirgha dan Direndra sedang dipanggil Mereka untuk bertemu di ruang pertemuan, hahhh, adakah hal yang benar-benar membikin semua terasa kacau ini! "


setelah perkataan Paman Shinje mereka berdua langsung keluar meninggalkan ku, tapi di kamar ini, hanya berdua dengannya, rasanya-


"Woi Clarisha! "


ia sontak membangunkan hayalku,


"jangan banyak pikiran, kau akan membuat kami ketakutan lagi, Clarisha! "


lalu aku pun membalas sahutannya,


"Tentu, Paman Shinje! "


dia juga ikutan berselisih disana,


"Bisa langsung akur, menakjubkan, bukan begitu Clarisha! "


tidak tau demi apa perlahan sikap nya membuat ku sangat terpancing dan tau- tau malah Paman yang mengatainya,


"Lo tu orang yang bertamu, namun sejak awal memasuki mansion seolah mencoba memancing perkara dengan keponakan ku saja, apa dia pernah membuat perkara pada mu?dan cara bicara mu juga menjengkelkan! "


akhirnya ucapan serius terjadi disela pintu yang tadinya terbuka kini ditutup rapat oleh Paman Shinje dan menghadap ke arah Paman Dirvergo,


kata Dirvergo,


"Kau yang seharusnya tau diri! "


lontaran kalimat tadi nyaris membuat ku tak bisa bergeming, dia memang sengaja memancing emosi Paman Shinje namun melihat ekspresi nya seperti itu dia langsung menarik kera kemeja yang kini dipakainya, tanpa mengatakan apapun akhirnya aku yang menambahi tutur kata yang mungkin bisa dianggap mustahil didengar oleh Paman Shinje,


"Kau cukup bernyali dengan membuat masalah dihadapan ku, Dirvergo! lama tidak bertemu sifatmu memang tidak bisa diubah, hahhh, bisa-bisanya, bertemu ditempat yang salah! "


jawab nya

__ADS_1


"Setidaknya melihatmu dalam keadaan seperti ini, rasanya sangat menyenangkan, bukannya seharusnya semua ini menjadi pengalaman hidup mu, "


Paman Shinje semakin emosi lalu aku pun bertindak agar meredakannya,


"Paman Shinje, sebaiknya jangan kacau dengan setiap ucapan nya, sebab dia memang tipekal orang yang senang membuat kemarahan seseorang, jadi jika Paman terbawa alur pembicaraan nya, maka dia adalah pemenang nya, dia orang yang buruk dari yang terburuk jenius nya, hah, "


ya wajar aku takut terjadi sesuatu diantara mereka, sebab dominan diantara kedua Paman itu memang jika dibiarkan pada akhirnya, toh akan menyusahkan saja, yang ada nanti perdebatan sengit malahan menjadi serius dari sikap keduanya yang gak bisa dibayangkan lagi,


namun dia bertanya balik padaku,


"Kau bicara seolah kau sangat mengenal betul orang ini, dan logat serta nada bicara mu, bahkan nada setiap intonasi bicara mu berubah total, "


balasku,


"Hanya mencoba membuat semua tidak runyam Paman Shinje! "


lanjut Shinje pun menimpali nya,


"Apa sebelum ini kalian pernah berhubungan? "


aku sangat terkejut dengan perkataan Paman, walaupun bicaranya memang selalu blak-blakan, tapi kali ini nyaris membisu bagi ku yang semakin tidak mengerti dan paham menyaring pembicaraan nya,


Sambung nya lagi,


"Bagaimana mereka bisa membicarakan hal seperti itu? "


karena penasaran maka aku langsung aja bertanya,


"Tentang kami, Paman! "


dia lebih terkejut lagi,


"Kau bilang kami, jadi sebelum ini kalian pernah dekat? "


jawab kami berdua yang berbeda pendapat,


aku membalas


"Tidak, "


sedangkan dia


"Iya, "


respon Paman Shinje semakin frustasi mana kala aku membikin dia kebingungan, lalu


"Kalian bertingkah seolah. sedang gugup ketahuan saja, hahh terserah aku balik keluar dulu, oh ya lupa, mereka akan menemui kalian sebentar lagi, jadi tunggu di sini, okeyy Clarisha! "


"Okayy Paman, "


selekas dia pergi, membikin ku teringat


"Apa yang sebenarnya akan terjadi selanjutnya? "


"Memang apa yang akan kau harapkan dari keputusan mereka, Finesha? "


mematung sesaat,


lanjut nya,


"Walaupun mereka tahu, pasti hanya mengira kalau kau udah kehilangan akal sehat mu, jika kau bertekad mengatakan sebenarnya, lalu sekarang setelah kau mengetahui segalanya, apa kau akan tinggal diam tanpa melakukan apapun, Clarisha? "


"Memang kau pikir aku mau bertindak seperti apa? apa yang bisa diperbuat toh semua sudah salah sejak awal nya, gak mungkin juga aku mengembalikan keadaan seperti semula, Dirvergo!"


"Benar sekali, lalu sekarang apa yang akan kau lakukan? "


"Menikmati setiap permainan yang sedang menimpaku saat ini, "


"Dan kau juga seperti nya sejak awal sudah menyadarinya, bukan begitu Dirvergo! "


"walaupun kau sudah tak lagi sama, tapi kepribadian mu, benar-benar masih utuh seperti sedia kala, "


"memang apa yang kau harapkan dariku, Paman Dirvergo? "


"Mendapatkan mu, "


terdiam mendengar ucapan Dirvergo, jadi pandangan masa itu terhadap ku ternyata masih tersimpan erat, jadi dia benar menyukai kekasih dari keponakannya sendiri, oh my god, tapi yang masih terpikir olehku, bagaimana dia bisa tau kalau aku adalah Finesha?


pikiran ini dihantam tanda tanya berkelanjutan, sehingga tanpa pikir panjang aku pun langsung saja,


"Bagaimana bisa kau menyimpulkan dengan semudah itu, Dirvergo? "


"Menurut mu! "


"Selalu balik bertanya jika ditanya, "


"tentang apa, Clarisha? "


"Tentang ku, "


"Ya dari gelagat mu itu sudah sangat terlihat, kenapa? apa rasa penasaran membuat mu memberanikan diri untuk bertanya? ataukah sebaliknya?"

__ADS_1


"Jadi kau kau sudah bertemu dengan nya, memang orang pertama yang mungkin memperkirakan segalanya mustahil menjadi nyata hanyalah kau, Dirvergo,tapi bagaimana menurut mu tentang dia? "


"Maksud mu Finesha? "


"Siapa lagi? "


"Baiklah, sepertinya perbincangan kali ini sangat lah serius, apa kau sanggup berbicara seolah kau berpura-pura tak tahu, Finesha? "


"Jangan berbuat ulah disini, Dirvergo!"


"Kebiasaan terburukmu, adalah ketika kau marah pasti hanya akan memanggil namaku saja, bukankah ucapanku benar, Clarisha! "


lalu tiba-tiba saja Mommy masuk kekamar bersama Ayah Direndra, juga dirinya yang saat ini masih mengekor padanya,


ditutup pintu itu dengan rapat, kemudian langsung saja perbincangan serius mendebarkan terjadi disini, sebuah pilihan yang sebenarnya tak pernah terpikirkan olehku, dan tumben nya lagi dia si pengkritik biasanya aktif nongol dengan sendirinya, sekarang bahkan sama sekali tak merespon ku, apa dia sudah lelah,


(lo jangan gegabah, ni keadaan lo sangat kacau sampai lo gak akan bisa lagi cari jalan keluar nya, Hati-hati lah, Finesha,)


mendengar kalimat itu diucapkan, seluruh tubuh ku bergetar, rasanya aneh bahkan aku tak sanggup berpikir lagi,sebab untuk kali pertama dia memanggilku dengan nama asli ku,


wah sepertinya ada yang tidak beres jika dia ngomong langsung ngilang lagi,


"Clarisha, kau mendengar Mommy Sayang! "


"Ya, Mom,"


aku tidak berani bertanya sebab sudah di pastikan dia akan lanjut mengatakan yang seharusnya dia niatkan detik ini juga,


"Mommy membuat keputusan untuk mu, namun peru persetujuan dari mu, Sayang, bisakah kau membantu Mom kali ini? "


"Jika tidak ada sangkut pautnya dengan ku, tentu aku akan bantu, tapi jika sebaliknya, jangan berharap lebih, Nyonya Shintya, "


bisa dijamin dia pasti sangat terkejut, aku bukanlah putrinya yang mungkin bisa diatur dengan mudah, tapi kali ini aku nyaris membuat seringai dihadapan Mommy yang seharusnya ku hormati itu,


" Bagaimana kau bisa mengatakan hal sedemikian itu padaku, Clarisha?aku adalah Mommy mu! dan apa alasan yang membuat mu bersikap sedingin ini! "


"Jika kau Mommy ku, pasti kau tidak akan semudah itu memutuskan untuk membuat ku menjalin hubungan baru, bukankah itu adalah hal sengaja dengan mudahnya membicarakan seolah kau membutuhkan bantuan ku, Mommy Shintya, "


Direndra tertegun melihat sikapku yang berbanding terbalik dari sebelumnya, sedangkan Dirvergo sudah paham betul sifat asli ku seperti apa, bukannya Direndra melainkan malahan Pamannya yang benar-benar bisa mengerti sikap ku ini, menyebalkan,


kata Mommy dengan serengut dimatanya,


"Baiklah mau tidak mau Mommy sudah buat keputusan, kalau kau akan melakukan pertunangan dengan-"


sebelum dia melanjutkannya, aku membuat pilihan yang rumit bagi nya,


"Direndra, Dirvergo, Frand Huyan, Sizen, Lukas, atau Darka, pilihan mana yang menurut mu sangat menarik perhatian ku, Mommy? "


(Wah wah wah, ni anak sudah kehabisan baterai atau memang jaringannya sedang trouble, sampai-sampai dia memancing perkara dengan Shintya, hahh)


"Jadi kau angin, buat Mommy mu ini sebuah tebakan sekonyol itu, Clarisha! "


"Karena aku tertarik dan ingin melanjutkan hubungan dari salah satu mereka, Mommy, bagaimana mana menurut mu? "


semua menjadi hening tiba-tiba respon gila dilontarkan pada nya,


"Apa kau gila mau menjalin hubungan dari saudara Mommy mu, mereka adalah Paman mu, dan Mommy tidak akan mengijinkan kau berhubungan salah satu dari mereka! "


"Jadi sekaligus dengan Direndra dan Dirvergo, baiklah,Mommy memang cukup pengertian,maka aku tak ingin lagi memberikan keputusan yang ingin kau dengar!"


"Kau sengaja membikin Mommy terhimpit oleh setiap omongan mu, Clarisha? kenapa kau melakukan semua ini, tindakan mu sudah sangat keterlaluan, dan kau bukanlah menjadi Clarisha yang dulu Mommy kenal, "


"Bukankah sejak awal Mommy tau apa yang menjadi keluhan dalam kehidupan ku, jika kau sampai melakukan nya lebih jauh tanpa sepengetahuan ku,maka aku bisa jamin, kau bahkan tak akan bisa melihat gadis bermata hazel biru ini lagi, Nyonya Shintya! "


Dirvergo menatap lekat kearah Clarisha,memang kali ini sikapnya lebih melangkah terlalu jauh, tapi kenapa perasaan Dirvergo semakin menjadi sehingga detik itu juga, tanpa basa-basi dia langsung menerkam ku dengan gesitnya,satu tangannya menekan tengkuk leherku, sedangkan bibir nya pun bergerak aktif tak menentu disetiap sisi gelap milikku,melancarkan keinginannya disana tanpa ragu, ternyata tiba-tiba saja, seseorang dari arah belakang menariknya dan memukul wajah Dirvergo secara kasar, hantaman pukulan lagi-lagi melesat padanya, sempat menepi namun dia terlalu gesit untuk berencana menghancurkan segalanya, dia adalah....


(Clarisha, lo gak papa, kenapa lo cuma diem aja, ngomong sesuatu jangan membuat suasana menegang)


gue udah tegang ni, gimana gak, lo liat ekspresi wajah Mommy yang melihat ketiga Paman langsung mengatasi masalah dengan bukan hanya mereka bertiga, namun ke-enam Paman main masuk secara paksa dan menghentikan kekonyolan ini,


beginilah kekompakan para Paman yang perfect abis, sepertinya kehadiran ku beberapa saat lalu sudah membuat ku menetap dihati mereka, apakah ini berita baru, tidak lebih tepatnya, mereka semua tak Terima dengan keputusan Mommy,


(Bagaimana menurut lo sama ide jitu semua pria berkedok CEO itu? bahkan mereka membuat Shintya tak bergerak sedikitpun ditempat!)


tidak masalah tapi aku lebih suka dengan upaya mereka yang mencoba mengagalkan tindakan yang meresahkan ku tadi.


(Oh iya ikan asin tadi)


tepat itu, julukan yang cocok untuk dia, Si ikan asin Dirvergo.


(lalu sambel goreng nya dimana?)


Warung terdekat,


(reseh lo)


udah tau lagi suasana mencekam, masih aja coba bikin greget gue.


Suara lantang terdengar oleh ku dibalik punggung mereka yang menghalangi dari Mommy,


sebenarnya disini aku tidak paham maksud mereka, menentang bahkan melawan bukanlah ciri khas mereka, namun malah sebaliknya memang sebenarnya apa yang sedang terjadi? sampai mereka bela-belain menantang Mommy. jadi tambah penasaran.

__ADS_1


__ADS_2