
Clarisha yang tadinya mengalami Kram seketika menghilang karena gangguan penekan sesaat dari Frand Huyan, kata Nya yang resah menatap ekspresi Paman Sizen,
"Paman,Are you okey? "
dengan menyentuh dada bidang Sizen sambil menekankan pada satu jari telunjuknya, tingkahnya kali ini membuyarkan lamunan sang Paman,
"Adakah yang aneh, dengan dada Paman? ataukah kau menyukai nya, Clarisha! "
menyeringai kan senyum malu,
"Coba Paman tebak! Aku ingin lihat sejauh apa Paman bisa menangkap unsur yang terkandung dalam jemariku ini? "
kembali menatap tajam keponakan yang sengaja menjahili nya, namun beberapa saat kemudian Paman menaruh ku disofa dan kedua bola mata yang indah itu mengarah pada wajahku,
"Sengaja ingin membuat melupakan semua masalah barusan, dengan memancing perkara sambil mencolek dada Paman yang sejak awal begitu dekat dengan mu, Clarisha! "
akhirnya akupun tersenyum Duchenne padanya sehingga Lukas pun langsung secepat kilat menyambar nya,
"Kamu pengen kalau hari ini kau menjadi menu santapan kami bertiga, Clarisha? "
tau ah, kalau Paman Lukas selalu bersikap bak binatang yang selalu kelaparan jika keberadaan ku dekat pada jangkauan nya,
(bisa gak tu omongan sesekali disaring,)
wah hati gue meracau membela ku karena ulah sang Paman mesumnya bukan main, sedangkan batin aku gak trima to ucapan ku memang benar nyata,mengenai dia,
(apa ada seorang keponakan menyamakan pamannya sepadan dengan bintang? )
La emang buktinya seperti itu, kenyataan mereka itu-
"Clarisha? "
kata Darka yang membuyarkan kekosongan pikiran nya,
lanjut nya,
"kamu sakit? udah dua kali mata kamu ngelamun tanpa sadar, padahal ada ketiga Paman mu disini! "
gak tau juga sih, memang bener seharusnya ketiganya tak membuat ku sampai terbawa area alam sadar ku, yang sedang mengalami perdebatan sengit, diantara pembela dan si korban, hati dan batin aku, diporak porandakan dengan CEO yang tak mungkin terhindarkan dariku,
(Bukannya senang tu, dapat perhatian dari bening-bening gitu!)
ni hati pengen gue gembok aja, nerocos mulu, ya gue suka, demen pula, napa sewot aja dari kemarin?
(bilang aja kalau kau juga ngarep kek gitu sama mereka)
Protes lagi aku akan lak ban kau?
(bicara sendiri seperti itu, emang tau caranya, sampai Lak ban turun tangan)
Gak tau juga sih,
(hidiuh,sulit emang bicara sama orang yang bawaan nya nyolot mulu)
"Clarisha!! "
mereka bertiga sontak membuat tubuhku bergeming kala secara bersamaan membangun kan kesadaran ku dengan si hati yang susahnya kalau sudah ikutan tampil, menggoyahkan tubuhku sehingga aku pun melihat dari tangkapan raut wajah Ke-tiga Paman yang sangat khawatir, lalu tiba-tiba saja Paman Darka menyodorkan sebuah paket yang tidak sengaja ku buka, itu adalah pakaian yang sengaja dipesankan untuk ku, agar bisa kembali berpenampilan wajar,
Ya, aku kan sudah berpenampilan wajar,
(gak tu, gak ada bener-bener nya mala,oooo, atau emang pengen nya langsung disruput aja teh nya, sebagai pengganti kopi pahit, manis ketiga Paman mu, dasar bocah)
Wah ngatain aku bocah, awas kau, idih ngiri to sama aku, hehehe
(Semua yang baca mungkin)
Selesai menerima paket aku pun beranjak untuk mengganti pakaian ku, selang beberapa saat aku mendengar ke-tiga Paman, saling berembuk mengenai kedatangan Frand Huyan,
jadi mereka juga ngerasa gak nyaman to sama di Rubah Jantan itu,
"Kak Sizen, apa yang akan kita lakukan selanjutnya? jika dia menetap cukup lama, pasti itu akan menimbulkan masalah, khususnya di Vila,"
sahut Darka,
"Iya kak, adakah solusi yang lebih bisa menjauhkan dia dari dekat kita, aku gak suka aja dengan kedatangannya yang secara mendadak gini!"
Sizen terdiam sejenak, berpikir kalau dirinya juga gak suka kalau ada Frand Huyan, namun mau tidak mau dia juga harus menerima kenyataan yang begitu dipercayai oleh Nyonya besar Sherya,
"kita biarkan saja seperti ini dulu, ntar kita cari jalan keluar yang terbaik bukan untuk kita, tapi buat Clarisha? "
jawab Lukas,
"Kau memang benar Kak? "
lalu helaan nafas berat pun keluar dari mereka,
Selesai aku menguping pembicaraan ketiga Paman, ada reaksi aneh terlihat dari raut wajah Sizen,
entah kenapa hanya melihat dia saja sudah membuat ku sangat tenang!
(woi, liat kondisi napa, inget tu Paman lo sendiri)
__ADS_1
lo nyuru gue inget ma mereka, giliran mereka nerjang gue emang mereka mikir aku keponakan nya apa, gak toh, yang ada sama-sama nyandu dari ribuan rasa yang terombang-ambing waktu kinerjanya dimulai, tidak tau lagi aku harus berbuat apa,
Clarisha yang saat itu menyandarkan kepalanya tengah mencuri perhatian mereka,
Darka,
"Ngapain dia melongo seperti itu lagi? "
jawab Lukas,
"Apa karena perkataan Frand Huyan? jadi dia termenung tanpa henti, jika diteruskan seperti ini akan berdampak buruk pada kondisi nya, Kak Sizen! "
Sizen pun langsung mendekati Clarisha dari jarak kedua sisi bahu mereka berdua saling bersentuhan, namun alhasil, masih tetap sama, terbawa suasana yang membikin Sizen harus melakukan sesuatu padanya, tanpa pikir panjang, sebuah kissmark diberikan pada sisi jenjang leher Clarisha, lalu akhirnya dia terbangun dan menatap disamping nya,
"Sejak kapan Paman berada disebelah ku? "
mendengar kalimat itu arah mata Sizen tertuju pada Lukas dan Darka, timpal Darka secara langsung,
"Seperti nya tindakan kakak barusan juga tak menyadarkan nya, buktinya bukan bertanya apa yang kau lakukan, mala ucapan itu membuat nya seolah-? "
sahut Lukas,
"Pikiran nya sedang dikacaukan dengan hal lain, "
Sizen juga melanjutkan nya,
"Tepat sekali! "
sambil memandang wajahku,
"Apa yang sebenarnya terjadi sih? kenapa tatapan aneh kalian menuju kepada ku? yaa, Paman jangan membuat ku khawatir! "
dia tidak sadar kalau dirinya lah yang saat ini membuat mereka lebih khawatir yang berlebihan, menghela nafas panjang,
kata Sizen,
"Aku akan mengantarkan mu pulang! kalian juga semobil dengan ku, Lukas dan Darka kita kembali ke Vila! "
suara pengantar tadi bak debaran menyesakkan timbul di jantung ku,
ni jantung lagi olah raga apa, degap degup dari tadi, atau emang ada peringatan hal lain, selang pikir ku beberapa detik,
Oh my god, aku inget pasti Ular piton, eits, salah Rubah jantan mksud ku, dia pasti sedang berada disana kan, la nasib aku nya ni gimana to, Mafia gaes Mafia,
(idih, rusuh amet, emang mau tempur dengan siapa sih, Rubah jantan, lo gak liat, diantara semua tampang, cuma dia yang paling hemm nya luar biasa,)
apaan tu maksudnya? oo, jadi ni hati mau ngerayu aku to buat sama Rubah Jantan, ogak, benci ma sama yang namanya Mafia,
(Cinta lo baru tau di rasa, klepek-klepek tu ikan yang terdampar dipangkuan nya, sesosok Frand Huyan, kau bahkan belum tau sikap nya, tapi menjamin membenci nya, inget, jangan bilang benci nanti jadi cinta lo syukurin, rasain lo baru tau rasa gimana kesemsem sama orang yang menarik kek dia?)
sesampainya didalam mobil, Clarisha yang mencoba masuk mobil terhenti melihat sesuatu yang aneh disana,
Lukas berkata sambil tersenyum,
"Gadis Biru, sampai kapan kau akan menatap spion mobil itu? "
mengernyit kan dahi, gadis biru dia berkata, rabun apa, hahh, uji nyali sebentar lagi akan dimulai,
"Ini kok bisa ada disini, emang sejak kapan kissmark nya nempel? "
Darka tersenyum melihat tingkah konyol sang keponakan yang agak lucu, hingga Sizen pun dibuat menyunggingkan senyum sedikit disisi satu sela bibir nya, kata Darka,
"Emang kau gak inget kapan kejadian nya, Clarisha? "
masuk ke mobil dengan tenang lalu mencoba mengingat sesuatu, aku menarik nafas sedalam-dalamnya,
"Ini alamat bisa mampir padaku dari mana asal usul nya toh! "
jawab lucu Sizen padanya,
"Jadi,kau sampai kapan akan mengumpulkan banyak kekasih, bukankah tiga dari kami sudah cukup! "
mengoda Clarisha seolah tak tau siapa yang telah menerjang nya,
ya, apa apaan barusan, mengumpulkan kekasih katanya, buset tu akal di pakai mikir apa kagak ya, otak gue udah mulai lelet gara-gara mereka bertiga, malah ngatain mau nambah lagi, tekor banget gak bisa ngimbangin akal bulus yang mencoba memojokkan gue, dan sekarang nambah plus nya,Rubah jantan yang mungkin sebentar lagi akan menggila mencari ku sebagai seorang target sasaran nya,ni hidup apes amet jadi Clarisha, kupikir bisa seneng dan hidup normal, eh gak taunya, ada aja soal ujian akhir yang sulitnya bukan main, la emang sulit la kan gak ada pembelajaran dalam pembahasannya, melainkan ya langsung terjun payung aja, hebat to, hehehe,
"Pusing gak tau ah, sejak kapan ada?terserah ribet mikir mulu dari tadi, "
ke-tiga Pamannya pun langsung tertawa melihat tampang Clarisha yang masih kebingungan soal kissmark yang dibuat oleh Sizen padanya,
setibanya dirumah ternyata, ke-tiga pamanku terhenti sambil mengepalkan tangannya, itu nampak terlihat dari tangan Darka,
kayak nya udah siap naik darah ni,
(gak usah cari masalah, suasana udah menegang tu)
ya aku ngerti, jangan banyak omong lagi, entah kenapa hatiku resah banget hanya masuk vila saja, menekan seperti ini, biasanya reaksi ini tak pernah terjadi, oh ya, ada Mafia Frand Huyan itu,
mereka pun akhirnya mencari hal yang perlu dibicarakan namun sesosok wajah menjengkelkan datang, tau dong siapa dia
"Kak Sizen, kenapa tu orang bisa nongol di vila? bukannya sekarang seharusnya dia berada di tempat nya sendiri? "
__ADS_1
walaupun itu memang benar, tapi Sizen diposisi nya saat ini juga harus menghargai nya, sebab baru pertama kalinya dia ikutan bergabung dengan saudara angkat nya,
jawab Sizen,
"Untuk sementara dia akan tinggal disini, setelah keperluannya selesai, dia juga akan kembali ke tempatnya, Shinje! "
sahut keras,
"Ya, baiklah, entah kenapa rasanya semakin gak menarik lagi! woi Clarisha, kemari ada kiriman paket untuk mu dari seseorang, aku simpan dikamar ku, naik bentar dan ambil sendiri! "
balasku,
"Ya Paman Shinje, aku akan keatas! "
tu Paman emang paling nyebelin namun ngegemesin, apalagi soal cara pikir nya,
tanya nya,
"Clarisha, apa mungkin dari pacar mu? karena hanya tertulis my sweet, seperti itu! "
Mafia itu pun juga ikutan main lontar kata,
"Mungkin, Seorang Fans berat mu, Clarisha! "
entah kenapa dia yang ngomong, akunya malah menelan salivaku memikirkan kalau dugaan itu memang benar, namun tiba-tiba saja ponsel ku berdering, aku pun dikacaukan oleh nama yang muncul dibalik layar yang membuatku tertegun sejenak, hal ini memicu Frand Huyan berdiri dan menghampiri ku, panggilannya yang tiada henti itu tiba-tiba membuat isi Kepala ku terngiang sesuatu, ingatan serpihan dirumah sakit saat detik dimana aku mendengar ketidak puasan Daddy Henson kala Finesha diambang kematian, terdengar sebuah teriakan nyata,
"Aku tidak trima kau pergi begitu saja, meninggalkan Daddy mu,karena aku lebih rela kalau kau hidup didunia lain walaupun aku sebagai Daddy mu menerima hukuman apapun untuk konsekuensinya, aku tidak rela kau mati, maka hiduplah di manapun agar aku tidak menyesal seumur hidupku tanpa kebahagian yang bisa ku berikan padamu, Finesha-"
"BRUK, "
aku secara tidak sengaja menjatuhkan tubuhku ditengah perjalanan tangga yang ku naiki, Frand Huyan yang saat itu disana langsung mengecek dahulu, namun berbeda dari tanggapan nya,
"Kau tidak demam, "
lalu dia mengambil ponsel milikku yang kini sedang berada dalam genggaman tangan ku yang mungkin sebenar lagi tak akan sanggup membawa benda pipih tersebut,
ada apa dengan ku, kenapa kepala ku rasanya begitu sakit, dan semua pandangan mata ini menjadi gelap,dan lenyap,
"BUK,"
tubuhku teringkuh tepat di depan dada bidang Frand Huyan, semua Pamanku berlari ke arah ku yang saat itu masih sedikit terdengar gemuruh langkah kaki mereka, termasuk suara teriakan semua paman,
Dikamar, setelah selesai diperiksa dokter, Sizen hanya bisa menghubungi Shintya, karna saran dari nya membikin kecemasan yang luar biasa melemahkan hati para Paman, melihat ekspresi yang tak terduga, Frand Huyan berbicara pada seseorang yang mungkin saat ini bisa menjawab pertanyaannya,
"Apa sebelum ini, dia pernah mengalami Trauma? "
jawab Sizen,
"Iya, kau benar, "
ponsel yang mencoba menghubungi Shintya masih saja belum bisa terhubung,
"Dari Mantan suaminya! "
kedua bola mata Sizen tercengang,
"Bagaimana kau bisa mengetahui semua itu, Frand? "
jawaban yang meruntuhkan hati mereka,
"Semua keluarga dari mantan suaminya tengah hancur dan dimusnahkan oleh Shintya, bahkan untuk pertama kalinya aku melihat kemarahan adikku menggila karena cedera parah yang dialami Clarisha dalam ingatanya, kondisi nya sekarang memang membaik, tapi kalian tau, ini artinya dia berada dalam fase kritis yang ku takutkan, itulah sebab dari alasan ku datang kemari, semakin ingatan nya kembali, maka tubuhnya akan melemah tanpa sebab, Shintya tidak mengetahui hal itu, karna ku pikir dia akan mengalami stress berat jika mengetahui kondisi sebenarnya dari putri ketiganya,maka aku sengaja membungkam dokter agar tidak mengatakan semuanya dengan jelas pada Shintya,gejalanya sudah mulai bereaksi pada kondisi tubuh nya, dan ku harap, perasaan kalian bisa tertahan agar tidak membuatmu nya semakin gelisah, itu membahayakan nyawanya, ini bukan bibir ku yang asal bicara, tapi saran dokter lah yang membuat ku harus mengurungkan pekerjaan ku demi melihat kesehatan Clarisha! "
mereka tertegun, bahkan tak ada satu suara yang keluar dari bibir mereka,
hemm, seorang Mafia berhati menawan,kini mengalami kegundahan hati, menatap sang keponakan terbaring diranjang, akankah keadaan Clarisha membaik? , atau mungkin kini dia kembali ke sosok dirinya yang sebelumnya? bisa juga kematian yang didengar dari telinganya adalah sebuah kebohongan, jika hal itu benar, maka akan ada kesempatan kembali Finesha untuk barada pada posisinya semula,
"NGINGG.... "
denyutan luar biasa mengawali kedua mata ku yang beratnya hampir mencapai ribuan kilo,
"Ini mata kenapa terasa begitu berat, bukannya tadi aku hanya pingsan! "
suara isakan terdengar dari dekatku,
"Finesha akhirnya kau sadar sayang, ini Grandma kau ingat nak, Finesha, apa kau bisa mendengar ku? "
apa dia barusan tadi bilang Grandma, itu berarti sambungan jaringan wifi masih aktif, la kok bisa aku kembali ke tempat semula, woi ini gimana ceritanya bisa terdampar ditubuh ku kembali,
(Bukannya lo seneng? udah kembali, pada dasarnya Clarisha bukan tempat lo kan?)
bukan itu yang gue pikiran,
(La emang apa toh?)
itu berarti aku gak bisa liat semua Paman Clarisha lagi dong,
(widih, lo kangen gitu, baru aja sekedipan mata dikembaliin, sekarang mau kembali gitu?)
siapa to yang gak seneng kembali ke habitatnya, tapi, dada bidang mereka, ciuman mereka, ibarat semua hanya seperti sebuah mimpi sekarang,
tiba-tiba suara berat terdengar mendekat kearahku,
__ADS_1
"Finesha, kau baik-baik saja, sayang! "
Oh my god, itu Daddy Henson. apa aku bermimpi bertemu dengan Daddy ku, yang tak pernah sekalipun mengunjungi ku. benarkah?