Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Mencoba kabur


__ADS_3

Oh my god, biarkan aku bernafas, jika ini diteruskan, habislah riwayat ku,


namun disini Clarisha tak kehabisan akal, sebab dirinya melihat sesosok paman Darka yang kini Tengah menatap nya, ucap ku pasti mengagetkan keduanya, paman Sizen dan Lukas,


teriak ku,


"Ya paman Darka, aku akan segera kesana?"


masih berdiam diri di tempat,bagaimana tidak,toh mereka masih ketat aja main pegang pinggang aku,


sahutku kembali,


"Tolong lepasin, atau aku yang menepis kalian, Paman Darka sedang memanggilku! "


langsung saja keduanya dengan mudah melepaskan ikatannya,


hampir saja aku tertekan karena masalah yang mereka perbuat,


Clarisha berlari menuju paman Darka, dalam langkah kecilnya ia menarik nafas panjang, hingga menuai tanya dari Pamannya,


"Clarisha tarikan nafas itu seperti kau baru saja lari dari masalah? "


ni paman sok tau aja, gak ngerti apa jantung keponakannya hampir meledak, bisa-bisanya ngomong kek gitu, semua sudah terlanjur terjadi, hidup mu akan sangat sulit kedepannya, Clarisha,menyemangati hidup yang akan selalu mengalami gangguan hati ini,


tanya Clarisha pada Paman Deray yang saat itu berada didekatnya, kalau melihat keberadaan paman Darka pasti ada Paman Deray, terkadang aku berpikir mereka berdua seperti saudara kembar, tapi tidak,


"Paman Deray mau ngapain? "


jawab dengan santainya,


"mau beli beberapa bunga sebagai penghias ruangan, memang kenapa, mungkin Clarisha pengen coba? "


mendengar ucapan nya seolah Clarisha dibuat penasaran dengan gaya dan ciri khas paman yang satu ini,


"Baiklah, aku akan mencobanya, pasti akan menambahkan nuansa yang berbeda didalam kamar, bukan begitu paman? "


paman pun menjawabnya segera


"ya, cobalah, kau akan mengetahuinya nanti, Clarisha, paman terkadang berpikir, kau ini keponakanku atau bukan yah? "


bukan main dibuat kaget oleh Deray, la gimana tidak dia jawabnya main asal buka mulut angkat suara aja, udah tau ini produk asli dari saudarinya, masih sempat-sempatnya dibilang seperti itu, jika Mommy tau hal ini, aku yakin, itu akan menjadi momen paling luar biasa waktu Mom meluncurkan roket dan mendaratkan ke dirinya, saudara-saudara yang usil,


"Paman kok bilangnya seperti itu sama aku! aku ini beneran cetakan asli dari produk Shintya dan Deriyan, bukan asal ngejiplak lo paman,atau haruskah aku telfon Mom, untuk memastikan? "


wah, saat kata terakhir itu didengar terlihat ekspresi Paman Deray menjadi aneh, ya wajar kan, kalau Mommy adalah orang yang paling spesial diantara enam bersaudara,


sahut Deray pelan pada Clarisha,


"haduh, apa Clarisha ingin bunuh Paman? kok main langsung mau telfon Mom,jangan dong, bisa-bisanya nanti Paman digoreng setengah matang sama Mommy kamu itu! "


serasa nahan tawa liat gelagatnya,


"Telur dong yang digoreng setengah matang, paman ini ada-ada saja! "


lalu ketika semua sudah kembali, ya hampir dari mereka semua membeli bunga masing-masing, seolah apa yang dibeli itu pertanda dari mereka ingin memberikan kepada kekasih tercintanya, tapi lain lagi cerita nya saat sudah keluar dari tempat itu, untuk pertama kalinya Clarisha menghindari kedua pamannya sekarang,


terdengar suara memaksa gadis bermata hazel biru tersebut,


"Paman Darka aku ikutan dimobil mu? "


mendengar ucapan tersebut sontak membikin Sizen sekaligus Lukas memandang kearah Darka, sampai dianya juga merasakan sesuatu yang janggal,


"Ada apa dengan reaksi yang gak alami itu? tapi tumben mereka berdua memasang wajah datar seperti itu, apa kau tau Clarisha? mungkin salah satu dari mereka bercerita? "


langsung memberikan pendapat


"Gak tau paman, mana aku paham, mereka tidak bercerita sesuatu yang aneh-aneh kok! "


ya masih diliputi rasa penasaran dari kelakuan kedua sang kakak, didalam mobil Darka bertanya sesuatu yang membuat hati Clarisha tidak nyaman seketika,


"Clarisha, kau baik-baik saja kan dengan mereka? "


pertanyaan nya langsung membuat ku sedikit ngerasain kalau paman sedikit curiga dengan Clarisha,


"iya, memang adakah yang terlihat dari aku begitu mencurigakan paman? "


Darka tersenyum menatap lekat raut wajah manis sang keponakan,


haduh gawat, lain cerita lagi kalau sampai ada porsi yang nambah dalam hidup Clarisha, semoga ini hanya firasatnya saja,iya ku harap seperti itu,


perjalanan kembali ditempuh cukup memakan waktu yang lama, sebab dalam perjalanan Paman Darka mendapatkan panggilan penting sehingga dia harus menepikan mobil yang ditumpangi oleh nya, diluar dia berbicara sangat serius pada si pe nelfon, mungkin dari kantor, setelah beberapa menit Clarisha menunggu, Paman Darka tersenyum menatap ke arah wajah gadis yang sedang tertidur pulas disamping nya, bahkan dia sedikit melakukan gerakan cukup unik disini, sambil menyentuh kening Clarisha dengan lembut, pasti karena tertidur pulas, sampai dia tidak merasakan kiss yang diberikan oleh Paman Darka,

__ADS_1


woi Clarisha buruan bangun, kau baru dapet satu semangat yang baru, sekarang nambah satu paman lagi dalam daftar calon kekasih mu,


ujarnya pelan,


"Kau tau Clarisha, hadirnya dirimu,memberikan keadaan yang baru, semua nampak berbeda dan itu berkat kamu, memang sangat sempurna kalau kau adalah putri, Shintya dan Deriyan, komplit sudah kehidupan mereka,dipenuhi hasil yang menarik luar biasa semacam kamu, "


meratapi diri yang masih ngejomblo,


setelah mobil itu terparkir didepan Vila, langsung Darka menggendongnya ala bridal style, tapi mau gimana lagi, orang yang digendong tidur mulu dari tadi, ia pun langsung membawa nya masuk kekamar Clarisha,


setelah pintu dibukakan oleh salah satu penjaga Darka membaringkan tubuh Clarisha untuk bisa beristirahat dengan kenyamanan dirumah yang dia tunggu sejak awal, memang sih gak ada tempat yang spesial selain rumah tercinta, tapi bisa diartikan bagi gadis itu Vila ini adalah kebahagiaan tersendiri untuk Clarisha,bukan karena beberapa paman yang luar biasa aktif itu,


sambil mengawasi lelapnya kelopak mata yang tak sanggup digerakkan membuat Darka lagi-lagi memberikan kecupan untuk sang keponakan,


ini hidup ku menjadi Clarisha full dengan drama romantis,bak seperti novel yang terus dibaca semakin menarik,


kemudian ia pun langsung meninggalkan kamar tersebut dengan senyum afiliasi.


jika sudah berurusan dengan senyum afiliasi pasti seolah ada niatan yang berbeda gitu, tapi mau bagaimana lagi,itu juga bibir nya, jadi terserah la, senyum atau gak ya terserah paman sih,


sebenarnya disini Clarisha sejak awal sudah terbangun saat paman mengendong nya, hanya dia pura-pura karena ingin tahu apa Darka juga sama dengan mereka berdua,ternyata tes untuk paman Darka lulus teruji, memang yang namanya sedarah gak akan pernah luput dari namanya sifat keturunan,


"Bener-bener, kalian akan membuat ku sesak nafas diantara mereka, sekarang tinggal Deray, aku gak berani asal komen, takutnya, dia juga sama, gak perlu uji coba juga, takut nambah lagi, seperti tadi, Mommy hidup ku dalam masalah, jemput aku Mom, please! "


ini seolah lembaran soal paling menjebak seumur hidup,


Daddy, tidakkah kalian ingin mengunjungi ku,


mana ada kesempatan seperti itu, mereka sibuk, terlalu sibuk sampai hari ini saja bahkan tak pernah menelfon apalagi mencoba mempertanyakan keadaan putri tercintanya,


memikirkan semua itu lebih baik kembali tidur dan bermimpi indah, namun beberapa detik saja Clarisha harus menggulingkan tubuh nya sampai terjatuh dari tempat tidur,


"BUK, "


menghindar dengan tepat,


kemudian seperti dugaan jika dia akan datang kemari dan tak akan membuat hidupnya tenang,geramnya cukup keras,


"Kau, orang yang sudah berumur tapi sikap mu dibawah umur, nyebelin banget sih paman, Clarisha ngantuk ni, aku gak bohong, lain kali bisa kan ngerjain aku, kali ini aja,sampai harus mengorbankan tubuhku hanya untuk menghindari mu, paman Lukas! "


masih menatap ku dengan wajah tak berdosa nya, penuh senyum seringai seolah sedang mencoba mencari cara agar aku bisa masuk kedalam perangkap nya,


menghela nafas panjang,


sehingga hal itu sangat merespon Lukas dan bertanya padanya,


"Clarisha, mau paman temenin disini? "


telapak tangan yang menepuk pelan ranjang itu,


seperti nya dia sudah mulai gila saat ini,


"Kenapa? meragukan paman mu?"


masih disodorkan pertanyaan yang terasa aneh saja, antara paman dan keponakan,ya seiring berjalannya waktu,semua merubah ku,karena sudah sering berkumpul bahkan,sekarang pikiran ku juga ikutan agak miring sebelah karena Lukas, jika bertanya saja ku anggap gila, lalu sesi ciuman didalam mobil waktu itu, ahkkk, rasanya aku ingin teriak keluarin semua unek-unek berat dikepala,


"Apa? Aku lagi gak mood balas omongan paman! "


sahutnya kembali,


"Bukti nya, kau masih menjawabnya, apa Paman salah bicara? "


ya, tepat, tumben paman ku pintar, dan sekarang nyaris mataku melotot lebar kala pintu itu terbuka dan ku lihat paman Sizen juga ikutan masuk, apalagi dia menguncinya dari dalam, oh my god, nyawaku sebentar lagi akan melayang, ni apa dari tadi sudah saling mengatur kesepakatan untuk mengusik tidur ku,


tanya ku seolah tak mengerti dari tingkah kedua paman,


"Paman Sizen, ada apa? "


entah kenapa seolah bahaya sedang menyerang ku saat ini, dua pria dalam satu kamar ku, satu saja sudah cukup membuat ku sengsara, walau kadang menyenangkan, gak bilang gitu kayak nya tidak adil, kan sebagian permainan aku juga menikmati nya, tu kan udah ketularan nakalnya,


dia pun menjawab tenang,


"Tidak ada, aku hanya ingin memastikan sesuatu saja, apa ada masalah yang membuat mu segugup itu, Clarisha? "


ini ni disini mereka gak punya hati sampai bilang seperti itu padaku, toh aku gugup juga karena kedatangan mereka, sekarang malah mencoba memojokkan ku dipihak yang seolah menginginkan, jahat mereka menjadi seorang paman


"Ya, kalian yang mengacaukan segalanya, tolong pergi dari sini, paman Lukas dan paman Sizen, anggap kalau kalian sedang menghormati keponakan kalian okey! "


balas Lukas yang ngeselin


"Gak akan, sebelum aku mendapatkan sebuah hadiah dari mu? "

__ADS_1


bahkan dia sudah berani berkata demikian walaupun ada Paman Sizen disamping nya, ini niat yang nekat banget, keterlaluan,


"Maksud Paman Lukas apa? bicara seperti itu padaku? "


alih-alih aku mengulur waktu agar ada seseorang yang datang membantu ku,


tapi di sudut lain paman Sizen hanya menjadi pendengar yang aktif, itu menakutkan,


"Jika aku mendapatkan tiga ciuman, maka aku akan angkat kaki dari sini, janji! "


hahhh, sudah kuduga, permainan kali ini merepotkan ku,


"Gak mau, dan gak akan pernah, Clarisha lakukan, paman mengerti! "


sekuat tenaga bertahan dititik aman,


"Jadi ingin bermain gertakan dengan paman, coba liat siapa yang paling kuat dalam sesi tanya jawab kali ini,bagaimana menurut mu, Kak Sizen?sebaiknya kau yang harus melanjutkan pertanyaan ku tadi! "


lo, lo, lo, jadi ini persekongkolan to, waduh, parah banget, hancur sudah hidup ku, jadi menu mereka saat ini,adalah menargetkan ku,


lalu Paman Sizen melanjutkan nya,


"jika keponakan ku tidak mau, maka setiap dari paman yang akan melangkah maju, bagaimana, gadis bermata hazel biru?"


hmmm, selesai sudah, aku mengalami Kekalahan telak dalam ronde permainan pertama dari kedua belah pihak, ya mesti kalah dong, kan akunya disini sendiri an, kalau mendapatkan penyerangan dari keduanya secara langsung, maka aku seperti santapan makanan mereka saat itu, berbeda dengan aku yang memberikan ciuman, nilainya setara dengan menerima ke-dua paman menjadi orang yang berada disisiku.


ternyata hebat juga semua saudara Mommy ini, mecari taktik hingga siasat cerdik membuat Putri nya terperangkap dengan mudah nya, keberhasilan yang mendukung mereka dan menekankan saat ini,


"Kenapa kalian jadi seperti ini padaku, paman? "


meminta kejelasan yang pasti,


"karena kami sudah sepakat untuk bisa mendapatkan mu, Clarisha! "


bak sebuah panah mengarah tepat pada jantung Clarisha,


ini dia yang ku takutkan, akhirnya diantara semua waktu semuanya terjadi juga, Tiba-tiba saja ketika aku hendak menjawabnya tanpa ada bantuan dari pihak luar, aku pun pasrah mau bagaimana lagi, namun ketika aku sudah berdiri dan melangkah setengah perjalanannya, terdengar,


"DOK, DOK, DOK, "


aku pun berlari kemudian langsung membuka kunci pintu kamar, namun karena takut ketahuan keduanya ada didalam, aku pun langsung keluar dari pintu dan menutup nya kembali,


batinku,


"Ku harap mereka tidak keluar sekarang! "


rasanya cukup lucu melihat Clarisha menjadi takut saat menatap Deray,


katanya,


"Clarisha, apa kau sakit? lihatlah dirimu, dahi mu penuh dengan keringat, padahal kata kak Darka, kau sedang tidur, kenapa sekarang-? "


memotong pembicaraan,


"Paman, bolehkah temani aku turun, tidak tau kenapa seperti nya barusan mimpi buruk itu menghantui ku, bisakah paman menemani ku berbaring di sofa bawah, dan janji, tidak akan meninggalkan ku, okeyy! "


melihat reaksi itu Deray tersenyum padanya,


"Iya baiklah, sekarang atau nanti? "


jawab ku langsung,


"Sekarang paman aku masih mengantuk, "


bermanja padanya,


"Baiklah, kita turun sekarang juga, "


nyawaku terselamatkan, bagaimana pun juga aku harus lebih cerdik dari mereka berdua, jika tidak mustahil aku bisa lepas di Vila yang membuat ku tak bisa leluasa menghadapi tingkah dari tindakan paman Sizen dan Lukas, seharusnya Mommy mengajak ku aja, jangan meninggalkan ku disini, Daddy jemput aku, walaupun aku bergumam sendiri, semua juga tidak berguna, ya wajar toh aku sendiri gak berani hubungi mereka, inilah yang disebut dengan Masuk kedalam perangkap musuh, lalu sesudah sampai nya disana aku langsung membaringkan tubuh letih ku dan tertidur, namun tidak disangka, beberapa menit pulas rasa lelap itu tak menyadarkan nya, apa yang akan terjadi saat Deray tiba-tiba mendapatkan telfon dari perusahaan dan meninggalkan nya, dan siapa yang saat ini menemani nya tepat didepan wajah nya dia mematung menatapnya, dan dibelakang sofa dia berdiri,


kata Deray yang memutuskan sesuatu dengan kesalahan terbesar nya,


"Oh, Jadi kak Sizen dan Kak Lukas disini, bagaimana kalau coba gantikan aku menjaganya, tadi aku sudah berjanji padanya, tapi sekertaris ku memanggilku agar datang ke perusahaan sekarang,"


Jawab Lukas


"Tentu, dengan senang hati, pergilah, nanti kau akan terlambat! "


hidupmu tergantung dari seberapa lama kau akan terlelap dalam tidurmu Clarisha,


dan situasi kali ini sangat sempurna untuk dijadikan kesempatan paling sempurna bagi keduanya.

__ADS_1


__ADS_2