
"Tidakkah kau bisa melihat, kalau aku saat ini berada didepan mu, Clarisha! "
ucapan tajam itu membikin seketika bulu kuduk ku berdiri,
namun beberapa orang menuntun Tuan CEO yang tidak lain adalah paman Sizen, kini sedang menempati ruangan khusus rapat yang terasa begitu menegangkan, suasana berat ini,bahkan pandangan tajam yang mengarah padaku, seolah menyiratkan berbagai tanda tanya, dari tatapan yang tak kunjung lepas menerka ku,
aku memang tidak peduli dengan penglihatan yang terus menekanku, walaupun begitu aku harus apa, nyatanya tidak seperti hal yang terbesit dalam pikiran ku, hari ini sebuah kata pengantar sekaligus tanda keberadaan ku sebagai tanda dimana rapat akan berlangsung setelah jawaban itu sudah didapati dari bibir ku,
"Siapa kau? dan bagaimana kau bisa menjadi wakil dalam rapat kali ini? apalagi seorang gadis seperti itu, pasti hanya bisa merepotkan CEO Sizen yang nampak mempercayakan semua, dan menggantungkan harapan terbesar saham yang dimilikinya? salam kenal nona, namaku, Dexzon Lowrn, CEO dari Luar negri yang sengaja memiliki kejutan menarik pada nya, juga kau gadis polos! "
Kata-kata itu membikin aku ingin membuat dia mematung, seandainya dia tau siapa gadis yang saat ini dia terka dengan bangga nya, sampai begitu yakin kalau aku ini orang yang polos, jangan katakan kalau aku cucu dari Grandpa Janson dan Grandma Merinda, walau jati diri Finesha menghilang terkubur dalam tubuh Clarisha, tapi seutuhnya aku menjadi penguasa tubuh bodoh ini, selama ini memang aku mengikuti arus kekanak-kanakan yang aku tirukan dari perawat kepercayaan Grandpa, yang bernama Amesa,
dan kini aku harus berhenti bersenang-senang menirukan sikap bik Amesa, dan berlanjut bukan menjadi Clarisha melainkan harus bersikap seperti diriku sendiri, Finesha, tidak peduli seberapa mereka mengetahui perubahan ini, namun kenyataan memang lah nyata, kalau putri mereka benar-benar telah tiada ditempat yang seharusnya ku tempati,
suara pria itu lagi-lagi membikin aku Finesha berbicara disana,
"Nama ku, Clarisha, putri ketiga dari Shintya dan Deriyan, dan sekaligus cucu dari keluarga besar Eraldi.apa kau juga pernah menjalin kerja sama dengan nenek Sherya? "
perkataan dari jawaban Clarisha membuat mereka semua bungkam,terutama CEO Dexzon Lowrn,karena keberanian gadis yang dianggap polos itu ternyata, bukan main main,
ujar nya yang seolah masih tak mempercayai ucapan ku, melainkan dia malah mendesak ku dengan sesuatu yang sengaja membikin Clarisha tak sanggup bicara, dia salah sudah berpikir demikian padaku,
"Kau hanya gadis yang baru mengenal apa itu perusahaan, karena yang aku tau Shintya tidak akan pernah membuat putri nya bekerja keras hanya demi sebuah uang, sampai dia rela membuat, anak kesayangan nya berkeringat dingin disini! "
bukan hampir tapi memang Mommy tak pernah membuat ku bekerja di perusahaan, itu kalau Clarisha, tapi sekarang yang saat ini berada dihadapan mu adalah Finesha,
"Kau bicara seolah sudah mengenal siapa aku, kau hanya tau letak keberadaan mereka sampai hal yang penting bagi mereka, tak akan kau biarkan satu titik itu lepas dari pengawasan mu, begitu pula lah mengenai saham ini, karena kau tau perusahaan ini berada di tingkat utama dibandingkan dengan perusahaan yang dipegang dari semua anak Sherya, jadi kau berpikir untuk mengambil alih kekuasaan atas dasar, karena selama ini kau berada pada pihak Nyonya besar Sherya, maka kau juga memiliki hak atas hal itu, dengan membawa semua bawahan mu kesini, kau pikir itu berpengaruh, untuk perusahaan ini, aku akui itu benar, tapi untuk wakil seperti ku, jangan harap bahwa kau bisa mendonggak ku dari arah mana pun, sepandai-pandai nya kau mengubah jalan cerita, ingatlah masih ada yang melebihi dirimu, kuharap Tuan CEO Dexzon Lowrn memahami betul ucapan ku! "
Dalam keadaan penuh kegemingan, ini untuk pertama kalinya ada seseorang yang bisa mengimbangi lawan bicara tangan kanan Nyonya Sherya, sampai CEO Sizen terdiam melihat perdebatan sengit mereka tepat dihadapan nya, juga beberapa sekertaris dan para orang-orang tentu yang berada di kursi rapat pemegang saham, sehingga lebih mengejutkan lagi karena kedatangan sesosok tangan kiri Nyonya Sherya yang saat ini berada dibelakang kursi Clarisha seolah memberi tanda bahwa hal sepenuhnya bisa dipercayakan pada keputusannya yang saat ini lebih memilih ku sebagai penerus saham pelik dengan aku sebagai wakil perusahaan, sebut dia Rayan, pri yang seumuran dengan paman Sizen,
dengan demikian tiba-tiba saja keputusan telah didapatkan kalau sekarang yang menjadi pemegang saham mutlak adalah Nona Clarisha,
disini aku terkejut luar biasa, bagaimana tidak seorang wakil menjadi pemilik dari saham yang masih dianggap sulit didapatkan, namun hal dari warisan saham yang didengar dari pengacara mendiang Nyonya Sherya, bahwa siapapun orang nya, yang menjadi kepercayaan tangan kiri Rayan, maka dia adalah penguasa sebenarnya sebagai pengganti keberadaan Nyonya Sherya, lalu semua dalam sekejap berdiri memberi hormat padaku dengan memanggil,
"Selamat, Nyonya besar,Clarisha, "
apa-apaan ini, bahkan pamanku juga menundukkan pandangan nya padaku, lebih menghormati ku dari keadaan ku yang semula, sangat berbanding terbalik dari keadaan yang tadi sebelum ini,
setelah itu akhirnya Dexzon Lowrn juga menimpali ucapan pengacara khusus itu,
"Baiklah, aku mulai hari ini akan menjadi pengikut setia Nyonya besar baru, yang akan menempati kediam mendiang Nyonya Sherya! "
itu mengejutkan ku, sebab memang bisa dengan mudah membuat ku lepas dari genggaman para pamanku, tapi disisi lain, jika aku memutuskan mempercayai segalanya pada Dexzon Lowrn, maka seperti nya semua keinginan nya akan berjalan lancar,hari ini setiap ucapan nya seperti seorang rival yang sengaja memainkan permainan dengan memasukinya sendiri,memang menakjubkan,pantas sampai Nenek memberikan kekuasaan CEO hingga gelarnya kini terkenal di luar negri,ini harus diralat dengan benar sebelum kekuasaannya mempengaruhi tempat yang Seharusnya ia dapatkan, mencegahnya lebih baik dari pada membuat nya berangan yang tak pasti,
sahut Paman Sizen,
"Kau tidak memiliki hak untuk membuat keputusan kalau Clarisha, maksud ku Nyonya besar untuk tinggal dikediaman Mendiang Nyonya Sherya, semua hal itu berada dalam pilihannya sendiri, bukan dari mulutmu itu, Dexzon Lowrn! "
jawabnya,
"Kau memang benar, tapi bukankah seharusnya memang harus seperti itu, apa kau akan membiarkan kediaman mendiang Nyonya Sherya harus kosong, bukankah keputusan sudah mutlak, dan seperti nya Nyonya besar baru, tidak bisa mengelaknya bukan! "
__ADS_1
aku tersenyum dengan keberaniannya,
lalu akupun dengan sengaja menghubungi Mommy untuk memberikan persetujuan dari nya,
walaupun menurut ku yang ada kekacauan akan bertambah jika aku menghubungi nya, namun itu lebih baik dari pada tidak,dalam hitungan perdetik nya, bersiap saja dia akan menerima hasilnya kali ini, ya biar Dexzon Lowrn berjaga saja, mengenai tindakan apa yang akan dilakukan oleh Mommy padanya,
sebuah panggilan dengan lantang dengan efek suara pengeras agar bisa didengar oleh semua yang ada diruangan rapat tersebut,
panggilan diangkat,
"Sayang ada apa? Tumben menghubungi ku, Mommy sedang melakukan pertemuan khusus disini, katakan maka Mom akan memberikan waktu beberapa menit pada mu? "
sahutku
"ini lebih penting dari pertemuan mu Mom, kau tau Dexzon Lowrn, dia memaksaq untuk tinggal di kediaman mendiang Nyonya Sherya, secara paksa, apa Mom juga memberikan perihal yang sama, kalau begitu apa jawaban Mom? "
tanpa menjawab terdengar, suara gebrakan meja dengan keras,
"BRAKK, "
gumamnya yang terdengar oleh mereka, sebab Mommy tidak tau kalau saat itu sambungan ponsel masih aku aktif kan,
dia memanggil sekertaris nya,
"Layon, siapkan Helikopter sekarang juga, dan beberapa pistol untuk ku bawah, suruh beberapa orang pergi ke tempat, perusahaan Sizen, kau mengerti, aku mau dalam beberapa menit mereka semua harus sampai, mereka sudah membangunkan ku, lihat saja, akan ku hancurkan semaunya, Dexzon Lowrn, camkan ucapan ku? "
mendengar hal itu raut wajah Dexzon berubah, kata ku untuk memenangkan nya,
kata Dexzon Lowrn,
"Sepertinya aku mencari urusan dengan orang yang salah, terlihat dalam pandangan mataku, seorang gadis bermata hazel biru, ini memang memiliki penurunan sikap dari Nyonya Sherya, bukan begitu, Nyonya besar! "
seringaiku padanya,
"Entahlah, hanya kau dan seseorang yang dibelakang ku orang paling mengetahui bagaimana sikap seorang wanita yang bernama Sherya itu, jika aku seperti dia, mungkin akan ku buat kau terus tercekik disamping ku dengan kesalahan mu yang mencoba mengubah kepercayaan menjadi rival dalam aturan saham kali ini, Hati-hati saja beberapa menit lagi, Tuan CEO Dexzon Lowrn,ini akan sangat menyenangkan!"
tidak pernah terbayang kan kala gadis yang mendapatkan desakan dari Sizen mengalami perubahan drastis ketika dirinya sudah mulai terjun dibidang saham perusahaan, ini real, tapi sulit untuk diungkapkan karena mereka tidak sebanding dengan kekuasaan yang dipegang kendali oleh Tuan CEO Dexzon Lowrn, kini saingan terberat hingga harus membuat nya bertekuk lutut jika berurusan Dengan Pemegang saham terbesar, Nyonya Clarisha,
beberapa menit kemungkinan sebuah helikopter mendarat tepat disisi perusahaan milik Sizen, keluar lah dia sesosok wanita yang disegani, bahkan ditakuti oleh semua keluarga nya,
sahut Clarisha ditempat,
"Paman, sepertinya saudarimu benar-benar sudah kemari, menurut mu ini akan bertahan cukup lama, atau hanya seperdetik saja? "
pikir nya sambil menjawab pembicaraan ku,
"Ini akan memperpanjang masalah, atau mungkin sebaliknya, semua tergantung dari keputusan Mommy mu kan! tak ada yang sanggup menahan luapan kemarahan nya, apalagi sekarang, tinggal liat apa hidup CEO Dexzon Lowrn selamat atau tidak? "
aku pun menimpali perkataan nya,
"Menurut ku perbandingan nya setengah, tak menentu, tapi yang pasti dia akan mengamuk terlebih dahulu, bukankah begitu paman? "
__ADS_1
jawab nya sambil tersenyum menatap Dexzon Lowrn,
"Ya tentu saja, mustahil dia tak memainkan jemari nya yang begitu ringan itu, "
Tiba-tiba suasana disekitar tempat itu berubah seperti dikutub, dingin banget, bahkan tatapan mata yang tak kunjung berhenti melongo melihat Mommy sekarang sudah berada di depan kami semua dalam pertemuan rapat pemegang saham,
kata Dexzon Lowrn,
"Jadi ini wajah dari putri mendiang Nyonya Sherya!"
merasa tak nyaman dengan ucapan nya, akhirnya dengan mudah nya Mommy mendominasi permainan,
"Haruskah sekarang dalam hitungan detik perusahaan yang kau pegang saat ini, ingin dibuat runtuh seutuhnya, maka dengan senang hati aku akan laksanakan, Dexzon Lowrn! "
ancaman sekaligus peringatan pada nya,
lalu dengan berhati-hati Dexzon Lowrn menyampaikan hasil rapat dari keputusan pengacara yang diutus mendiang untuk penyelesai masalah besar ini,
"Sekarang yang menjadi pemegang saham terbesar dalam perusahaan sekaligus menjadi Nyonya besar baru adalah Clarisha, putri ke-tiga mu, Nyonya Shintya! "
berharap dengan mengatakan hal itu, Shintya bisa dengan mudah menarik putrinya untuk tidak menyetujuinya, namun ternyata berbeda dari dugaan, dia malah memberikan pengakuan khusus kalau Clarisha memang bisa mengubah aset Nenek Sherya,berita ini pun membuat nya mengurungkan niat nya untuk membuat kegaduhan diperusahaan Sizen,
ucapnya,
"Aku percaya kau bisa mengubah segalanya menjadi mungkin, putriku Clarisha, dan untuk mengenai perpindahan dikediaman mendiang Nyonya Sherya, Mommy tidak mengizinkannya, "
namun Dexzon tidak Terima dan berinisiatif untuk memanipulasi keadaan, tapi secara mendadak Shintya mengacungkan pistol mengarah tepat pada dirinya,
kata Shintya,
"Sekali kau berulah!ku buat nyawa mu menghilang ditempat ini, dengan sangat mudah, Dexzon Lowrn? "
akhirnya disini lah tanpa pikir panjang dan perlawanannya membuat paman sekaligus aku tersenyum, tadi dia bak pria dengan gagah berani menantang seolah tiada yang sanggup menahan puncak emosinya, sekarang giliran berhadapan dengan Mommy, dia bahkan tak berkutik sama sekali,memang Mommy ku beda dari yang lain,
lalu kini Mommy kembali untuk melakukan perundingan khusus mengenai saham mutlak yang benar-benar sudah dimiliki oleh Clarisha, Sebenarnya Mommy heran, kenapa Rayan sampai memilih putrinya, memang janggal tapi, mungkin karena adanya sebab tertentu membuat dirinya masuk kedalam keputusan yang luar biasa, memilih pengendali saham pada gadis muda bermata hazel biru itu,
dari semua paman memilih ku sekarang bahkan saham juga ikutan seperti mereka yang secara langsung memilih ku sebagai pemilik sah keluarga besar Eraldi,kemudian setelah semua sudah diurus, akhirnya Mommy berpamitan untuk kembali sekaligus membawa Dexzon Lowrn untuk ikut kemana Shintya pergi, Ujar nya,
"Masalah Dexzon Lowrn, biar Mommy yang tangani, lakukan lah yang terbaik, putriku, ternyata kau sudah sembuh sepenuhnya, Terima kasih sudah membuat Mommy lega, semoga berhasil, sampai jumpa! "
lo kok bukannya aku diajak ikut bersamanya, kan aku sudah bicara, bukannya itu ibarat kesembuhan ku yang selama ini dikahwatirkan, dan seharusnya Mommy tidak langsung berpamitan seperti itu,
tatapan keheranan ku membuat paman Sizen berkata,
"Karena kau sudah menjadi pemegang saham terbesar sekaligus Nyonya besar, maka dia tidak berani mengambil keputusan tanpa perundingan dari tangan kiri mu itu, "
lalu ketika semua sudah selesai aku pun pergi ke ruangan pribadi milik paman Sizen, disana hanya ada kita berdua, suasana terlihat sangat canggung namun, tidak diduga aku yang lelah mencoba membaringkan tubuh ini di kamar pribadi yang berada disisi tempat meja kerja Sizen, ternyata kurasakan dekapan seseorang mendekat dibelakang punggung ku, terasa begitu hangat, jemari yang perlahan berjalan mendekap erat dipinggang ku hingga begitu terasa disana,sampai saat dia paman Sizen mengecup tengkuk leher ku beberapa kali yang membuat hatiku semakin resah, sebab tubuh ini tiba-tiba saja merespon sentuhannya, dan ketika dia memindahkan bibir itu pada sisi leher jenjang Clarisha, Sontak,
"Hngghhh-"
sebuah lenguhan keluar dengan mudah karena ketidak sengajaan yang timbul dari reaksi oleh kissmark Sizen secara langsung tadi,sehingga tanpa keraguan dia mengubah posisinya beralih berada diatas tubuh Clarisha,
__ADS_1
"Apa yang akan dia lakukan padaku kali ini? "