Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Terasa Berbeda


__ADS_3

Melihat kecantikan Clarisha membuat Lukas harus menyembunyikan sesuatu saat itu juga,sebuah debaran tiba-tiba menyulut hatinya,


gumamnya dalam hati,


"reaksi yang datang secara mendadak rupanya jatuh pada sang keponakan sendiri,


jauh-jauh dicari,


adanya yang dekat melekat dihati,


kau sangat mengejutkan ku kali ini,Clarisha, "


setiap pertemuan bahkan jamuan khusus yang dihadiri oleh dirinya memang kebanyakan sosok wanita anggun bahkan menggoda dengan gaya ciri khas berbeda,tentu dari semua kalangan yang dijumpainya tak sekalipun Lukas langsung mendapati dirinya ingin mendekat erat dengan julukan para wanita yaitu sang penakluk hati pria,respon itu tak pernah terjadi, sampai dimana seperdetik Lukas terpesona oleh Clarisha dengan kesederhanaan yang dimilikinya,membuat dia semakin ingin berada dekat dengan gadis pemilik mata hazel biru itu,patut diakui,tidak pernah dia sadari keberadaan gadis yang saat ini kurang dari beberapa meter saja sudah memberikan respon lebih dihatinya,memang terlintas mustahil,tapi walaupun begitu mencoba mengelak juga tak mungkin,sebab sejak awal inilah sesuatu yang dirinya khawatirkan pada Shintya, Lukas takut mengecewakan adik kesayangannya,


Kata Lukas,


"Semua sudah sempurna, sekarang kita turun ke bawah karena mereka tengah menunggu mu untuk makan bersama dimeja makan, Clarisha! "


membelai kepala Clarisha dengan lembut,


apakah semua perhatian ini memang sengaja dia berikan? bagi Clarisha ini aneh, walau baru pertama kali bertemu,Lukas memperlakukan seolah dirinya adalah orang yang begitu spesial dalam kehidupan nya,


yah, coba saja dipikir, Clarisha, bukan,maksud nya Finesha, orang yang pertama kali harus beradaptasi dengan keluarga, sekarang dia harus menghadapi tantangan hidup satu atap bersama lima pamannya, memang tidak bisa dipungkiri mereka berempat memiliki keunggulan masing-masing, dan disinilah Clarisha mengecualikan Paman Shinje sebagai peran yang paling sederhana,yang tidak akan menggangu pola jalan pikiran nya,


berjalan menuruni tangga Lukas masih memberikan senyum yang tersirat penuh arti diwajahnya, tapi tak ada yang bisa Clarisha lakukan karena dia yang tersenyum sendiri seolah menjadi kejanggalan hati sang wanita kala itu,tanpa permintaan darinya dia melakukan segalanya untuk memenuhi kekurangan dalam diri sang keponakan, Lukas seorang paman yang mencoba membenarkan bahkan menata semua agar kekurangan itu tidak ada di diri Clarisha,sehingga menjadi lebih sempurna,


masih dalam mode diam, Clarisha merasakan semua tatapan mereka saat ini tertuju padanya,


"Tidak adakah dari kalian yang berhenti memandang ku seperti itu,seperti nya para paman tidak mengerti kata dari ketidaknyamanan, wajar sih, karena aku sedang tidak ingin bicara,jadi mereka tidak tahu, "


berjalan sampai menuju didepan meja makan, Lukas membukakan kursi untuk Clarisha, dia tercengang,menatap raut wajah Lukas dengan tatapan terkejut,sehingga pamannya seolah berhasil membuat langkah demi mendekati sang penguasa hati miliknya tersebut, walau sebenarnya dia tahu ini tidaklah benar, tapi kenyataan dalam hati tak mungkin bisa untuk dipungkiri,


Clarisha pun duduk di dekat Lukas dan Sizen, berada ditengah pria tampan memang membikin jantung wanita itu seolah menjadi tidak normal dalam sesaat,tapi mau bagaimana lagi kini dirinya tinggal bersama mereka, jadi mau tidak mau harus menerima konsekuensinya,


semua sudah berkumpul dan mereka langsung menyantap hidangan yang sudah tertata rapi diatas meja,


"Drrrtttt....Kriiinggg, "


ponsel milik Lukas bergetar lalu berdering cukup keras, ia pun beranjak dari kursi meninggalkan meja makan tersebut, tanpa Clarisha sadari Sizen menangkap dirinya sedang memandang Lukas ketika menerima panggilan telfon tadi, jauh dari sana hanyalah nampak punggung Lukas saat dirinya menengok kebelakang,


Sizen membuat Clarisha terkejut dengan ajuan pertanyaan nya,


"Apa Kau terpesona dengan paman Lukas Clarisha? "


Clarisha hanya mendengarkan tanpa memberi jawaban pada Paman Sizen,


Lalu Shinje pun ikutan menimpali juga,


"Memang siapa wanita disekitar dirinya yang gak pernah suka pada Kak Lukas, lihat saja dari postur tubuh okey, tampilan cool abis, lalu sikapnya yang seratus persen dijamin wanita manapun terpikat oleh nya, tapi sayang nya! "


perkataan yang belum tuntas membuat Clarisha penasaran,


sambung Paman Darka seketika,


"Dia orang yang sulit menerima kehadiran seseorang selain kata hati yang diinginkan nya,"


menghela nafas sejenak memikirkan sang Kakak yang tak ujung mendapatkan pasangan, walau sebenarnya banyak yang terpikat, namun Lukas tidak pernah membuka hatinya untuk siapapun,


Deray angkat suara kalau mengenai Lukas kakaknya yang satu ini,


"Dia memang seperti itu kan, Shinje apa kau ingat kejadian di saat seseorang hendak mendekati nya melalui sang kakek dia mencoba melakukan pendekatan, namun dengan mudah dia menolaknya secara langsung dihadapan sang kakek, "


Sizen sampai geleng-geleng kepala mendengar nya,


"Memang waktu kejadian dia ada dimana sampai kalian bisa mengetahui hal itu?yang ku tahu keberadaan Lukas selalu tak pernah terlihat mencolok, apa lagi sampai terjadi kejadian seperti itu,mungkin kalian sudah salah mengenali seseorang, "


sedikit tidak percaya dengan perkataan mereka,


Deray berbicara sambil mengingat nya,


"Seingat ku tepat berada di Restoran milik sahabat nya, tapi ada kejanggalan setelah kejadian itu!"


Sizen,


"Maksudmu Lehan? karena setahuku sahabat nya hanya dia yang saat ini bisa ditemui, memang ada kejadian apa sampai kalian serius mengatakan kalau kejanggalan terjadi dengan mereka,menurut ku itu hanya karangan kalian,mustahil jika mereka sampai bertengkar!sebab keduanya memiliki sifat yang sama lembut nya,apa lagi Lehan"


masih tidak menduga jalan cerita adiknya


Darka,


"keduanya mengalami pertengkaran hebat Kak Sizen,mengenai wanita yang sengaja ingin dekat dengan Kak Lukas,namanya Dianka,seorang blasteran,tapi kau tau Kak Sizen,sebenarnya alasan nya karena Lehan menyukai gadis itu yang saat ini sedang mencoba mendekati Kak Lukas,nyatanya malah hati gadis blasteran hanya tertuju padanya,bukannya mereka memiliki sisi hal yang sama? "


sambil mengatakan dengan sungguh-sungguh,

__ADS_1


Shinje menyahuti,


"Mungkin karena kurang kaya?"


Tiba-tiba saja Clarisha membuka suara,


"Memang kau pikir yang ada dipikiran wanita itu hanya uang? "


betapa terkejutnya Lukas saat berada dibelakang mendengar Clarisha menanggapi Pembicaraan Shinje,


langsung saja Shinje menimpali nya lagi,


"Ya tentu, memang apa lagi yang bisa mereka lihat dari pria ber style menarik?pasti yang mendominasi pandangan mereka hanyalah sebuah nilai nominal,tampang urusan kedua, lalu postur tubuh juga harus ideal, hemm, wanita itu memang perhitungan disetiap langkah,sepertinya semua wanita memang bermasalah dan sama menjengkelkan, "


Clarisha benar-benar geram karena kesimpulan Paman Shinje,


"Jadi kau juga mengatai ku,disini aku juga perempuan, Paman Shinje! "


sedikit kesal,


lanjut Shinje berujar,


"Kau bukan perempuan,coba pikir apa ada emang wanita yang tinggal bersama lima pria sekaligus, apalagi seatap,bahkan kau bisa bayangkan apa yang ada dipikiran mereka tentang mu? pasti kau adalah gadis yang rakus-! "


cepat dicerca oleh Clarisha,


"Rakus makan adalah hal wajar, tapi disini bisa dijamin Paman Shinje tak bisa mendapatkan pasangan, kalau kau saja menyamakan semua wanita itu sama teori nya, maka lain kali jika kau mendapatkan kekasih berarti dia juga gadis yang menjengkelkan,karena dia mau saja sama Pria yang memiliki hubungan dengan ku yang bukan perempuan ini, "


semua dirangkus Clarisha untuk memperjelas Paman yang menyebalkan itu,


Shinje,


"Kalau kekasih ku dia paling spesial, berbeda dengan mu yang bukan perempuan! "


Clarisha,


"kau mengatai ku lagi, yaa,Shinje,jadi kau punya pacar,sepertinya kalian sama-sama tidak beres, "


mengeluh berhadapan dengan Shinje,


Shinje,


"Bocah, kau baru saja menghina ku? "


dengan mendongakkan kepala pada Clarisha,


Clarisha,


mereka tidak sadar bahwa kekompakan mereka saat adu mulut sangat sempurna sampai keempat paman yang lain terbawa suasana hingga tertawa lepas menyaksikan duel antara Paman yang tidak mau mengalah pada keponakannya, disisi lain Lukas membelai rambut panjang Clarisha sambil berkata,


"Ya, seperti ini lebih baik dari pada kau pendam semua sendiri,bukankah sekarang lebih tenang!setidaknya bibir manis yang sudah membawa suasana ceria ini, bisa membuat semua Paman berpikir,kalau Clarisha mempercayai kami dan nyaman dengan keberadaan kita,emm, "


tak lupa jemari tangan itu selalu menepuk pelan satu sisi bahu Clarisha


suara lembut itu membikin tatapan Clarisha beralih pada Lukas,dia pria ketiga setelah Daddy, Dirgha, yang suka menyentuh setiap kali bicara, tapi lebih sering Lukas yang memperlakukannya beda,


"Semua karena mood Clarisha yang buruk, Paman Lu sebaiknya kita makan aku sudah lapar? "


Lukas terkejut dari caranya memanggilnya juga karena dia belum makan padahal semua pamannya sudah menikmati santapan dengan lahap,terdiam menatap wajahnya,


sahut Sizen,


"Jika kau masih serius seperti itu, kau akan membuat keponakan mu kelaparan, dia menunggu mu dari tadi Lukas! "


dengan spontan Lukas menengok kearah Sizen dan dia langsung menganggukkan kepala padanya, untuk segera makan,hingga akhirnya Lukas membalas kakaknya dengan senyuman,


kata Lukas untuk Clarisha,


"Baiklah sekarang ayo kita makan, apa Clarisha menginginkan sesuatu dari menu milik Paman? mungkin bisa dijadikan sebagai menu tambahan! "


masih dengan jemari kiri yang asyik memainkan rambut Clarisha,


Clarisha berbicara sambil menatap kearah perutnya,


"Perut ku kecil, jadi untuk diisi porsi tambahan sepertinya akan penuh nanti,tidak perlu Paman, ini saja sudah cukup kok, lebih malahan, bagaimana dengan porsi Paman? kalau kurang aku bisa ambilkan untuk Paman Lu! "


Lukas terpanah atas perhatian putri ke-tiga Shintya,


"Tidak, Terima kasih untuk perhatian gadis yang begitu baik hati ini, sekarang ayo kita mulai makan, emm! "


Clarisha pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya, kali ini kedatangan keponakan mereka membuat suasana nyata lebih hidup, bagaimana tidak, biasanya yang paling suka menggerutu adalah Shinje dan sekarang ada lawan main tangguh yang akan selalu meramaikan sambungan dari Paman ke-lima yang bagi semua saudara nya dia adalah orang pembuat onar,


hal sepele bahkan terkecil sekali pun Shinje selalu komplen tidak karuan,sampai semua Kakaknya hanya sekedar membuat ocehannya seperti angin yang baru lewat, jika dia tidak dibiarkan yang ada mereka dibuat geram oleh kekonyolan sifat dan sikap Shinje,

__ADS_1


sekarang sejak adanya Clarisha yang siap sedia meladeni bibir salah tempat itu mulai terasa berbeda, simpulkan saja tanpa gadis bermata hazel biru itu, Shinje selalu mengeluh, mengomplen segalanya sendiri tanpa ada yang meladeni dirinya, membayangkan hal itu Shinje ibarat perempuan yang sedang marah main celoteh sendirian wajar kalau wanita, la dia pria, ngebayangin aja tentu semua kakaknya pasti kesal tujuh keliling mengatasi kelakuan sang adik laki-laki nya itu,


tapi lain hari lain cerita, sepertinya Shinje mulai sekarang tidak akan kesepian karena sudah ada kehadiran Clarisha yang akan selalu menemaninya mengobrol jika ucapan bibir pembuat masalah itu menyinggung nya,


tiba-tiba saja Shinje mencari gara-gara dengan Clarisha,


"Sudah berapa bulan kau tidak makan? "


mendengar hal itu Lukas bahkan sampai tersedak saat berada di samping Clarisha,


Sizen menatap pada mata hazel biru sudah mulai mencerna perkataan Shinje, dia pun mengalihkan pandangan nya yang saat itu sedang membaca chat dari sekertaris nya, ponsel dibiarkan tergeletak di atas meja, mengawasi apakah bibir dengan lipstik kecoklatan itu akan menanggapinya, dan ternyata,


Clarisha meladeni nya,


"haruskah aku memberimu dua garpu dalam satu piring, "


suara kesal terdengar bahkan raut wajahnya juga sudah berubah,


tanggapan unik dari Shinje,


"Memang nya untuk apa dua garpu dalam satu piring?bagaimana bisa aku menggunakan nya? aku hanya memiliki dua tangan,kau sengaja mengerjaiku? "


ledek Clarisha yang merasa sudah adil karena dia selalu dikerjai nya,


"pikir sendiri, belum dicoba juga, mana taukan!mustahil pria seperti mu tidak bisa menggunakan dua garpu,jika kau bisa berarti jalan pikiran mu benar, tapi kalau sebaliknya, maka Paman lah termasuk orang yang beberapa bulan tidak makan, sampai berpikir saja tidak bisa! "


Lengkap sudah menu pembuka dan penutup,keduanya diisi oleh candaan gemeru pria dan wanita dalam keluarga divila ini,akur tapi main smash aja kalau sudah berdebat, siapa lagi kalau bukan Shinje dan Clarisha,


Darka dan Deray sempat terbelalak bahkan tertawa meliat situasi meja makan yang seramai ini, padahal sebelum nya hanya satu orang yang aktif, dan keempatnya sudah siap memasang mode pesawat untuk berurusan dengan Shinje,


berbeda musim saat kedatangan Clarisha menghampiri Vila milik Sizen, mereka berdua kembali berceloteh ditempat,


Lagi-lagi Shinje menyambung perkara lagi pada Clarisha,


Shinje mengalami jalan buntu,


"Bocah, kau itu sedang mengerjaiku,kau itu keponakan ku, seharusnya kau harus menjaga sikap mu, mengerti tidak! "


Clarisha meletakkan sendok makan dan,


"aku tidak akan pernah mengerti, kalau kau benar pamanku, maka kaulah yang seharusnya membuat ku bisa menjaga sikap ku, tapi kau dari tadi menyulut api padaku, dan kau juga baru mengerjaiku, jika kau tau aku keponakan mu, kenapa kau tidak menjaga sikap mu, mengerti tidak, Paman Shinje! "


Gumam Darka,


"Sepertinya Clarisha selalu mengulang hal yang sama, maksud ku, dia lebih dominan melihat bagaimana seseorang bereaksi padanya,"


sedikit heran,


Deray menjawab,


"Jangan asal menyimpulkan perilaku seseorang!"


memberitahu untuk berhati-hati dalam berbicara,


kembali Darka berkata,


"Kau pun melihat perbedaan nya,Shinje yang seperti itu adalah ciri khas nya, tapi dengan kak Lukas, dia seolah mengimbangi nya, itu yang saat ini aku pikir kan, bagaimana menurut mu, kak Sizen? "


lalu tanpa sadar Sizen hanya diam karena tau Clarisha memperhatikan percakapan mereka barusan, Lukas pun mengalihkan perhatiannya dan mencoba mengajaknya ke kantor,


"Clarisha, maukah kamu menemani Paman ke kantor? "


jawab Clarisha,


"Memang ada apa disana? "


karena sejak kecil Shintya tidak pernah mengajak nya masuk melihat perusahaan, jadinya dia berpikir kalau itu hanya sekedar tempat yang membosankan,


Sizen merasakan sikap Clarisha berubah sedikit dingin pada Lukas,


kata Lukas mencoba membujuknya,


"sebenarnya ada sesuatu disana yang sangat istimewa, kupikir keponakan ku ini akan menyukainya, ternyata-? "


langsung menyela pembicaraan Lukas,


"Memang ada apa disana? "


kembali bertanya dengan kalimat yang sama,


langsung saja Lukas yang melihat Clarisha sudah selesai memakan porsi santapan nya, ia pun mendapatkan pegangan erat dari jemari Lukas sehingga dia berjalan mengikuti arah kemana sang Paman akan membawa nya kali ini,


katanya dalam hati,

__ADS_1


"dia orang yang paling berani bertindak asal main pegang saja padaku,apapun semua kelakuannya seolah membuat ku tak mampu menepis nya, Clarisha, ada apa dengan tubuh mu? kau membuat ku dalam masalah, dan jika dipikir kenapa aku menyalahkan dirinya? sekarang yang menjadi dia adalah aku, tapi jika terus seperti ini, itu sama saja aku akan terjebak, bahkan hingga terkunci di kehidupan Paman mu Clarisha, sepertinya aku sudah sedikit bodoh karena memanggil namaku sendiri, "


menjerit histeris tidak karuan.


__ADS_2