
Membalikkan badan, terasa berat langkah kaki yang mencoba menghampiri mereka diluar sana,
(Emang niat)
gak tau, gak jadi deh,
lalu Clarisha pun akhirnya terduduk diranjang dengan punggung bersandar disana, walaupun demikian dia membuat dirinya seolah telah bermimpi buruk dengan kembalinya dia dalam tubuhnya,
(mimpi buruk, yang bener!)
setengah mungkin, hehehe
tanpa mendengar suara pintu kamar terbuka, tidak dirasa seorang Frand Huyan datang duduk tepat disamping ku,
jemari yang terasa hangat kini melekat erat dipipi kananku, hingga beberapa jari bermain dengan lentiknya di wajah yang sedikit memucat kala itu,
ucapnya,
"Minumlah, bukankah kau tadi bermimpi buruk! "
memang aku tidak tahu, itu mimpi atau nyata, namun semua kejadian seolah aku benar-benar ya dan pasti, aku yang berada disana, bukan yang lain,
(jika kau disana sekarang yang berpikir disini siapa coba? bagaimana bisa kau bisa berada disana sedang engkau masih bersama ku, Clarisha! )
tidak tau juga, entahlah,membingungkan,
masih terpaku menantap gelas yang kini mendekati bibir ku, pikiran ku yang kini kacau balau sampai melupakan seorang mafia yang tengah memberikan perhatian nya kepada ku, dan tanpa pikir panjang, Frand Huyan tiba-tiba saja meminum semuanya dengan cepat, namun tidak disangka dia mendekatkan bibirnya sehingga membuatku harus membuka bibir ku lalu,
"GLEG, "
"GLEG, "
"GLEG, "
ya, tiga dari tegukan air minum itu terasa di kerongkongan ku, hingga membikin aku terpaku membisu, bahkan selesai melakukannya, dia juga masih berada di posisi sama dekat nya seperti sebelumnya, ternyata,
OH MY GOD.
dia mencium tetesan air yang kini berada tepat dibawah bibir ku,
Woah, jika diatur seperti ini jantung aku seperti mau melompat,
(Ya udah, sana lompat aja kalau bisa, lagian tu jantung juga pasti sudah standby ditempat,)
Aaaaa..... paman jangan membuat jantung aku seperti salon jika musik dimainkan, pasti tak lupa Dung, Dung nya memainkan peran nya,
(Ya benar salon pernikahan toh, bisa aja mikir sampai disitu!)
lo lupa, mikir kan kerjaan gue,
(ya terserah lo, la sekarang mau gimana? tu FRAND juga demen yang gituan sama kayak beberapa paman lo, bisa lo ngatasi yang satu ini? )
mustahil jika dikatakan bisa, karena, dia dalam hitungan perdetik membuat seorang Finesha yang ada dalam tubuh Clarisha mematung,
(wajar efek gagal fokus dengan pemandangan langka)
ya kali, mungkin seperti itu,hidup gue mah benar-benar nyasar kalau kek gini terus,
(emang nasib lo aja yang udah dibuat kek gitu,)
namun lagi-lagi Frand mendekati wajahku dengan kedua mata seolah menyiratkan sesuatu yang berbeda, tidak tau apa artinya, tapi aku bisa merasakan ada hal yang sangat berbeda yang menekan pikir ku, sampai dimana keberanian ku muncul ditengah dia benar-benar berada begitu dekat dengan ku,
perlahan tanganku mengayuhkan menuju wajah yang merasa begitu dekat, seolah kerinduan yang selama ini ku rasakan bak terobati dengan adanya kehadiran nya,jemariku tak sanggup menahan untuk menyentuh semua yang amat menenangkan bagiku, akhirnya seluruh telapak tangan ku memegangi penuh wajah familiar itu, dengan sela jemariku barulah aku menyadari pandangan kedua mata nampak dari cela jemari tangan ku membuat ku sontak menariknya, namun terhalang dengan genggaman tangan Frand yang semakin menyentuh ku dengan lembut nya,
sebenarnya apa bedanya sih dengan semua pegangan mereka,
(memang siapa yang kau tanyakan, aku juga gak ngerti, paham betul semua masalah ini tentu nya kamu sendiri Clarisha)
tidak kusangka dia mengembalikan ku ke sisi semula dimana aku menempatkan telapak tangan ku, bedanya dia lebih memilih melakukan sesuatu diluar dugaan pikiran kacau balau bersama nya,
bibir itu kini mencium telapak tangan ku dengan pandangan ingin menghncurkan ku,
apa-apaan itu, bagaimana dia bisa bersikap lebih double kuota dari paman Lukas, bedanya, dia agresif saat aku memulai tindakan ku, sedangkan Lukas dia-,
belum juga aku meneruskan perkataan ku Frand langsung saja menarik tengkuk leherku ke cela cerung lehernya,hingga sekarang kedua kepala kami hampir saling bersentuhan, anehnya, semua ini malahan membuat ku tenang,
(Wah, pikiran lo tidak beres tu, baru beberapa waktu yang lalu kau katakan benci banget yang namanya Mafia, sekarang, hemmm, rasain tu, demen juga to akhirnya, hati gue bisa nerka dia banget, kalau tak ada yang lebih sempurna dari semua paman, kecuali Frand Huyan)
akhirnya ni pikiran ku mau tidak mau harus ngakuin kalah sama lo, hati yang gemerunyu bukan main, tapi selanjutnya apa bisa ku perbuat,
Mommy datang, please,
Ujar nya,
"Aku sudah memberitahukan semuanya kepada Mommy mu, dan kau tau hari ini juga, akan ada sebuah kejutan untuk mu! "
entah kenapa firasat ku memburuk sesaat setelah dia mengatakan semua itu, selang beberapa menit tiba-tiba saja ponselku berdering, langsung saja aku mengambilnya tepat diatas nakas kala itu,
ucapanya,
"Sayang, ini Mommy, bagaimana kondisi mu sekarang? apa sudah membaik? "
__ADS_1
jawabku,
"Mommy, bisakah aku didekat mu! "
kali ini perkataan ku membikin Mommy menghela nafas panjang,
balasnya,
"Baiklah, kalau begitu dengar kan apa kata Mommy? janji, jangan mencoba menolak keputusan Mom! "
"Baik Mom, "
"Hari ini, ikutlah pergi bersama Huyan, dan mulai sekarang kau akan tinggal bersama nya di Mansion milik mu, kau tau maksud Mom bukan! "
"Tunggu, maksudnya, Mansion milik nenek! "
"mulai sekarang kau adalah pemilik asli dari semua kekuasaannya, dan Mansion itu harus kau tempati, namun disisi lain, ada sebagai Mansion disekitar punya Sherya yang telah diberikan mutlak kepada Huyan, area pribadi seorang Mafia tepat disana, "
"Dan Mommy meminta ku untuk tinggal disana bersama nya! "
aku tidak habis pikir, dan kali ini seseorang yang nampak berdiam diri didepan pintu memandang lekat kearah ku, sebenarnya disini penglihatan ku sudah mulai membaik, tapi, apa hanya perasaan saja, ini seperti sebuah taktik atau semacam perangkap untuk ku,
(hemmm, ini ni, akibat kebanyakan nonton serial drama, ada-ada saja pikiran nya,)
hei, hati lo nyadar gak, kalau kali ini akan menjadi malapetaka buat nasib Clarisha, walaupun aku tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya, namun, seolah lebih baik aku tinggal di vila paman Sizen dari pada Mansion yang berada tepat disekitar kawasan ular piton itu,
(maksud mu Rubah tampan itu)
tarik kembali ucapan tampan, dia menjengkelkan, aku tau pasti ini ulahnya, agar aku bisa berada dalam jangkauannya, dasar Ular piton yang licik,
(walau Licik kau juga kesem-sem to, nyadar dikit napa, bukankah ini kesempatan langkah, mengejar seorang Mafia yang membuat mu berpeluang besar mendapatkan nya)
aku masih normal, jangan membuat ku gila karena semua arahan lo,
lalu setelah semua keputusan dari Mommy, akhirnya aku harus berpamitan kepada semua Paman yang kini tengah menunggu diruang tengah untuk mengantarkan keberangkatan ku,
kata Sizen,
"Kuharap kau bisa menjaga kondisi mu disana, Clarisha! "
Lukas,
"Apa sekarang kau akan meninggalkan ku, Clarisha? "
jawab ku,
"Iya, Paman,"
Deray,
"Hati-hati, keponakan! "
Darka,
"Ya, seperti nya semua akan sangat merindukan mu, Clarisha! "
bukan hanya kau Paman, tapi aku juga berpikir sama,
sahut Shinje,
"Setelah semuanya, kau benar-benar akan pindah, seperti nya tak ada yang menyenangkan lagi disini!"
aku tersenyum kecil menatap wajahnya,
Lalu setelah aku keluar vila disana Paman Huyan ternyata sudah mempersiapkan segalanya untuk ku pergi ke Mansion, memasuki mobil disana aku bisa melihat wajah sayu mereka menatap ku penuh harap, agar untuk ku bisa membatalkan kembali kepergian ini,
ya jika ini sejak awal keinginan ku, pasti aku sudah membatalkan nya sejak tadi, aku tidak tega melihat raut kecewa berat itu, namun apalah daya, kalau sudah Mommy Shintya yang putuskan, maka semua kakak hanya bisa menerimanya, memang dari dulu Mommy adalah seorang jagoan diantara semua keluarga, terdengar aneh dan terkesan lucu, kan beda kalau ibarat Mommy adalah pria sedang semua saudara nya adalah cewek, la ini, memang patut diakui jempol sama silsilah dari Nenek Sherya,
perjalanan pun ditempuh lebih dari enam jam,
waduh panas banget ni pantat, dari tadi duduk mulu, pegel banget, pasti hobi kehidupan ku sangat suka ngerjain aku sampai setragis gini,
(tragis dari mana nya, yang ada lebih menarik kan, to duduk di sebelah yang bening-bening,)
napa sangat suka sih dengan yang bening-bening,
(bener lo gak suka, lalu tipe cowok lo gimana?)
bukan urusan lo, diam aja sana, jangan ganggu jalan pikir gue,
(bukannya seneng aku bantu)
gak, terimakasih tawarannya, gak ngaruh
Tiba-tiba saja seseorang dengan sengaja memasukkan pergelangan hingga sebagian bahunya tepat di tengkuk leher ku, kemudian menarik bahu ku sampai membuat kepala ku dibuat bersandar di bahu nya, sambil telapak tangannya menepuk pelan sisi bahuku,
jika aku diperlakukan seperti ini, rasanya kantuk di mataku kini sudah mulai menerjang ku,
ya kan wajar mendapatkan perhatian sehangat ini, pastinya ngaruh toh, apalagi saat dalam kondisi buruk seperti ini,
(mana ada buruk, yang ada lo beruntung bisa dirangkul sebelah tangan Frand dan mendapatkan extra paket komplit perhatian dari seorang Mafia)
__ADS_1
ternyata tanpa kusadari aku tertidur lelap disisi Nya, dia yang melihat ku seolah begitu tenang tanpa masalah walau tau kalau saat ini keponakan nya mengalami hal yang tak pernah bisa dibayangkan,
(tidur di bahunya adalah sebuah hadiah yang tak pernah bisa dibayangkan oleh wanita manapun, kau benar-benar beruntung, Clarisha)
setibanya di Mansion Frand Huyan langsung mengangkat dengan kedua tangan nya ala bridal style,
(Widiuh,menarik tu)
ketika sebuah pintu masuk Mansion terbuka, secara disengaja Frand telah mempersiapkan segalanya,kedatangannya disambut hangat oleh puluhan bodyguard yang tengah menjaga Mansion atas panggilan Frand, mereka adalah orang-orang pilihan khusus untuk melindungi Clarisha, sebab Frand hanya merasa khawatir disebabkan dialah keluarga termuda terpilih sebagai kandidat pengganti Nyonya mulai saat ini,
selesai Frand membawa masuk ke dalam Mansion, tibalah disalah satu ruangan megah, mewah dan semua yang nampak disana tak sanggup diutarakan dengan kata-kata,
kemudian dibaringkan lah perlahan tubuh Clarisha diatas ranjang yang besar dan luas, setelah itu tidak sengaja Frand Huyan mendapatkan sebuah panggilan dari seseorang yang mencoba memberikan kabar penting baginya, sontak secara langsung dia pun kini meninggalkan kamar tersebut,
akhirnya mata hazel biru itu membuka pandangan nya dalam beberapa jam yang melelapkan, di lihatlah nampak sangat memukau semua yang dia pandang,
ini dimana, oh iya aku lupa kalau kemarin melanjutkan perjalanan ke Mansion, tunggu ini berarti kamar ku,Oh my god, ini bukan kamar namanya,
(emang apa kalau bukan kamar? jelas banget lo ngerasa aneh dengan semua keistimewaan ini, sebenarnya menurut ku wajar, toh mulai sekarang kau seorang Nyonya)
Clarisha pun berpikir bahwa apa yang dikatakan hatinya memang memiliki kebenaran,
tapi bukan kah ini keterlaluan, kau bahkan bisa melihat sebesar apa ini tempat yang membuat ku dalam sekejap terbelalak,
(ya juga,tapi mau gimana lagi, mau protes, brani apa sama Frand Huyan ketua Mafia di keluarga mu ini)
enggak, la terus gimana? berarti aku harus nrima semua yang sudah disiapin ini, begitu,
(ya, sesekali jadilah penurut, Oke, dari pada nanti mendapatkan permasalahan lagi, inget lo sekarang hanya berdua dengan Frand, bahaya lokal lo, awas, Hati-hati)
lo jangan malahan nakutin gue napa sih, hobi banget ngingetin kek begituan,
(ya kan cuma ngasih tau aja)
terlihat sebuah pintu terbuka perlahan,
"KRIET"
(emang pintu tua sampai menimbulkan bunyi kek gitu)
diem aja napa, biar jadi sensasi aneh, kan menyenangkan,
(dari mana kata menyenangkan itu ada, yang benar orang yang masuklah yang membikin hati waspada,tapi napa lo nya bengong kek kesambet gitu, ohh, ada Ular piton to, )
hushh, dia bukan ular piton,
(bahkan panggilan ejekan nya saja berubah, lalu apa coba sekarang?)
Pembunuh hati,
(sudahlah lo lanjutin aja, gue mau istirahat)
emang dari tadi siapa yang nyuruh lo, lo nya aja suka nongol sendiri,
disitulah Clarisha kaget postur tubuh tinggi, pakaian yang dikenakan juga menarik hati,
ekspresi wajahnya melebihi ekspetasi,
dan dada bidang yang timbul itu membuat bulu kuduk gue berdiri,
lanjut ini gak tau lagi gue bakalan apa yang akan terjadi,
ungkap nya,
"Clarisha, bagaimana? apa sudah membaik sekarang, atau sekarang kau membutuhkan sesuatu? "
rasanya aku ingin mengatakan kalau dia sangat tampan dan perfect abis, gila gue akan setiap hari dapat pemandangan langkah seperti ini,
(ini ni, gue coba istirahat bentar cakap lo udah bikin gue greget,lo suka sama Frand Huyan?)
ya jika tampilan seperti ini terus seperti nya akan bertambah buruk situasi hati gue,
sepertinya kedatangan Clarisha di Mansion malah membikin runyam dirinya, bagaimana tidak, berontak pikiran dan perasaan nya kian menderu,
dan tidak disangka, Frand Huyan mendekati Clarisha dan tak ada sepoi angin lewat dia langsung menarik tengkuk leherku dan mencium bibir ku, akhirnya semuanya akan berjalan mengalir seperti instruksi sang Mafia, habis terjerat para paman di Vila sekarang aku terperangkap dalam godaan yang memiliki level tertinggi,
huww, ini akan membuatku pingsan mendadak kalau setiap celanya di sempat kan untuk memberikan ciuman hangat untuk ku,
(kayaknya benci lo udah jadi cinta)
woi, jangan, gak tau kenapa kalau aku berada di tubuh Clarisha bawaan sikap gue hampir semua hilang kendali total, kek bukan aku aja,
(ya kan lo Clarisha, bukan Finesha)
ya aku tau, lalu, sampai kapan ciuman yang membuat lemah ini berhenti, Paman Frand, hentikan ini akan membuat hati aku meledak,
(emang hati lo terbuat dari bom apa? sampai bisa meledak)
la gimana coba, dia sama sekali gak ngelepasin tu bibir gue, malahan seolah ini kesempatan sempurna untuk merasakan semua yang dia lakukan, Mommy...... sesekali dateng kenapa?
(ntar Mommy lo datang malah dibuat bersambung gimana?)
__ADS_1