
Wajah yang belum lama itu aku lihat, kini begitu dekat, kedua bola mata yang menatap binar kearah ku, mulai berombak kala jemari memainkan trik manis pada rambut panjang melebar memenuhi ranjang di sekitar tubuhku, beberapa rambut bergelombang dengan sengaja ia masukan kecela jemari tangan Sizen, ditarik lah helaian itu tepat pada bibir yang begitu mengodaku, kali ini karena situasi menghimpit segalanya, seolah pertentangan batinku runtuh sekejap, melihat raut wajah mempesona milik Sizen yang memancarkan aura khas Paman, sebuah kecupan dia lakukan pada uarain rambut yang masih berada betul pada setiap sisi jemari nya itu,tepat dihadapan ku,
"DEG, "
Dentungan detak jantung kian berpacu hebat, saat tajamnya mata yang ingin mendapatkan semua keinginan tersembunyi jauh dalam hati, disini lah Clarisha mengalami gejolak hati yang sulit terkendali, menahan, ketika seorang Sizen dengan kehebatan tersembunyi itu kini menguak dirinya dengan penuh hasrat mendambakan segalanya dalam tatapan itu padaku,
benakku,
"Bisakah aku mengontrol kendali diriku saat ini, kali ini ujiannya melebihi batas kemampuan ku untuk bisa menghentikan nya, Paman kumohon hentikan sampai disini! "
walaupun seandainya dia mengetahui apa perkataan dan pengakuan ku, aku yakin hal itu tak akan mengaubahku dalam keselamatan gejolak yang melanda ku, paman ku benar-benar sukses telah meluluhkan hatiku hingga terjatuh sampai sejauh ini,
"Clarisha, apa kau tau, tak akan pernah ku lepaskan kau dalam genggaman tangan ku, walaupun aku harus terjun sendiri membuat masalah mengenai dirimu! "
sesak, dada Clarisha terasa bergeming mendengar penuturan sang paman yang masih berada dekat dengan tubuh nya, bukan menghentikan nya malahan dia sekarang secara tidak langsung hanya menatap ku, sehingga membuatku menelan saliva melihat ketegangan yang tak bisa ku lewat kan,kali ini,
"apa kau merasakannya Clarisha,sesuatu yang mungkin menganjal dirimu! "
apa yang dia maksud, walaupun aku tidak paham,tentang kejanggalan dari ucapan nya,
ini akan membuat ku semakin gila, ketegangan yang memuncak membikin bulu kuduk ku berdiri, berasa begitu dingin seketika, sampai dimana dia Sizen kembali memainkan bibir ku dengan gemulai manis caranya sampai setiap sentuhan familiar itu begitu terasa nikmat nya, mungkin rasanya vanila,atau bahkan lebih karena sudah bercampur menjadi satu semua rasa perpaduan itu, lincah nya desiran gerakan yang menguasai basahnya didalam bibir membikin Clarisha menutup mata dan merasakan lembutnya desaran arus Sizen yang begitu menarik hati gadis bermata hazel biru tersebut,
beberapa menit kunjungan itu tak terhenti sampai disana,ibarat bak mereka memuaskan kedalam samudera yang hendak dijangkau oleh keduanya, rasa yang semakin besar terlihat kala nafas itu memberikan kesempatan bagi keduanya untuk melepaskan melodi ******* dari kedua bibir yang tadinya saling bertukar rasa seperti cappucino,
pikir ku detik ini juga,
"Semua pasti sudah Berakhir kan!bisakah aku bebas jika ini dilanjutkan lagi maka aku- tak sanggup mengendalikan diriku sendiri, Mommy- hentikan ini semua,"
Kemudian dengan perubahan sikap yang lebih agresif Sizen mulai menyingkap setiap helai yang tertutupi oleh rambut panjang dari jenjangnya leher milik Clarisha, bahkan tak dibiarkan sedikitpun cela untuk nya bisa memberontak atas semua tindakannya itu,
aku hanya bisa terseret dari tuntunan setiap langkah permainan lihai paman pertama yang membuat ku terbelenggu semakin lama, jeratan kali ini lebih menguasai batin Sizen,untuk mengerjai Clarisha seutuhnya,
"Paman Sizen-apa yang sebelumnya hendak kau lakukan? "
ucapan ku yang tidak sengaja membikin dia lebih bersemangat melebihi sebelum nya,
suasana yang tiba-tiba mendung seketika,
Tiba-tiba saja dia menarik dasi yang melekat erat dileher itu,
selanjutnya apa lagi yang akan dia perbuatan kepadaku,
kemudian menarik kedua pergelangan ku menjadi satu,
apa untung nya juga dia sampai ngelakuin hal itu, sehingga rencana awalnya kini bisa berlanjut,
adakah aku menjadi seorang pemberontak hingga mendapatkan perlakuan khusus seperti ini,
mencengangkan,
selesai sudah kedua pergelangan tangan ku diikat dengan dasi miliknya,
setelah ini bagaimana pikiran nya akan melakukan sesuatu yang aneh,
bikin geram saja ni paman,
mengikatnya tepat dengan kencang nya,
mustahil juga aku bisa kabur kalau begini caranya,
"Bagaimana kau bisa berpikir sejauh ini,paman Sizen?apa lagi ini sangat keterlaluan!"
mataku terbelalak kala dia membalikkan tubuhku menjadi posisi tengkurap,
lo, lo, lo, ini anak orang mau diapain paman?
"Tunggu apa yang coba dia akan lakukan padaku, entah kenapa perasaan ku tiba-tiba berubah sekacau ini! "
siapa yang gak kacau coba jika berada dalam posisi ku,
memulai siasat nya dia kembali membisikkan sesuatu ditelinga sambil memberikan kecupan disana,
hemm, masih sempet to, main langsung kecup aja, ini keponakan paman, sadar deh,
"jika seperti ini maka drama ini akan menjadi siaran langsung, bukannya bersambung, aku lebih suka mengalami pemberhentian mendadak, siapa pun,datanglah untuk membuat nya menghilangkan semua sikapnya ini! "
oh tidak, jemarinya sudah mulai menjelajahi sisi ranjang di sekitar tubuh ku,
(jangan pada gagal fokus, sebenarnya ada alasan lain kok yang buat dia sampai ngerjain keponakan nya, )
"Paman apa yang sedang kau lakukan dibawah sa-na-?"
dengan kekhawatiran yang hebat tersirat dari wajah Clarisha,
wajar kan ni hati keponakan risau melulu dari tadi,
__ADS_1
jawab seringai tajam melekat erat di telinga Clarisha,dan Sizen masih mengerjai tengkuk leher milik gadis menawan yang kian mendera jantung hati nya, bahkan betapa dahsyat nya gejolak hati pria yang tak sanggup berpikir panjang atas tindakan nya kali ini,
batin Sizen,
"kali ini tindakan hanya demi mendapatkan hal itu aku harus membuat keponakan ku berpikir buruk, sudahlah,semua sudah terlanjur,"dia pun kini langsung masuk dalam jalur yang seharusnya tak diterjangnya,hanya demi memastikan sesuatu yang dicarinya,ujar nya,
" Dimana kau berada?kau sudah membuat keponakan ku berpikir gawat saja,tentang ku, "
walaupun senang bisa mendengar suara yang selama ini dinanti oleh Sizen,
namun dia sama sekali tak berniat melakukan sesuatu yang buruk pada sang keponakan manis nya itu,
karena jemarinya yang mengelitik itu kini membikin, Lenguhan bibir kecoklatan yang menarik perhatian paman itu kini memberikan intonasi indah yang membuat dia melayang seketika, perasaan menggebu Sizen dalam masa hitungan detik membuat Clarisha merasakan sesuatu yang berbeda,
walaupun aku mencoba kabur itu adalah mustahil, sekarang hanya bantuan dari luar yang bisa menghentikan segalanya sebelum semuanya kacau,
(jangan terkecoh)
namun mengejutkan kalau semua ini hanyalah sebuah jebakan yang tak terkira oleh pikiran gadis yang sudah dikerjai paman nya sendiri,
"Clarisha, ekspresi mu sangat mengejutkan! "
Ya Clarisha langsung terkejut dengan perkataan Sizen, lalu kemudian dia menimpalinya dengan serius,
"Maksud mu apa, Paman? "
dia pun beranjak dari tubuh tengkurap Clarisha dan menunjukkan flashdisk yang saat ini berada di genggaman nya, dengan mata menyungging keatas, barulah aku tersadar,
"Jadi tadi hanya rencana untuk mengambil sebuah flashdisk yang tertindih oleh bagian tubuh ku, paman, itu alasan kenapa jemarimu itu menggeliat seolah mencari sesuatu disana! "
senyum mengesankan terlihat sangat jelas di raut wajahnya,
"memang kau pikir paman mu ini akan melakukan tindakan sejauh itu, jangan pikir otak paman hanya berisi hal mesum, ini flashdisk yang aku cari sejak dari tadi, tidak tau kenapa, aku baru menyadari kalau flashdisk nya tidak sengaja ku lempar diranjang yang sudah kau buat senyaman mungkin dengan pose menantang seperti tadi, "
menjengkelkan, aku pun kembali menyahuti ucapan nya,
"Ooo, paman kau keterlaluan, sampai kau-"
sambungnya,
"Membuat mu mendesah, melengah begitu menyenangkan, bisa mendengar keluh keresahan keponakan paman yang cantik ini, "
Clarisha
Sizen
"jadi, kau ingin aku menyerang secara langsung area sarang madu mu itu, Clarisha! "
Clarisha malu dengan maksud tujuan paman,
"Bukan itu maksud ku, Paman Sizen! "
jawab Sizen,
"Lalu apa? kau ingin kita melanjutkan nya lagi tanpa jeda atau keponakan ku sudah berpikir berapa ronde untuk kita lanjutkan lagi nanti! "
geram Clarisha,
"Jangan memulainya lagi, Paman! "
pergi sambil tersenyum lepas melihat cara berpikir keponakan yang sudah terlewat batas,
"ku pikir tadi sangat menyenangkan! "
lihatlah aku mulai mendapatkan masalah serius yang genting, namun ujung-ujungnya, berakhir pada flashdisk, wow menyebalkan,
aku pun terpanah melihat kini Paman kembali kemeja kerja untuk menyelesaikan semua pekerjaan perusahaan yang semakin membuat Sizen tak berkutik, apalagi untuk menatap dirinya, dan disinilah dia berpikir untuk membalas atas apa yang barusan diributkan oleh nya, karena sebuah flashdisk menjengkelkan itu, aku sampai dibuat masuk dalam perangkap nya, sekarang giliran ku, apa jebakan ku akan bereaksi atau taktik dari Finesha ini bisa sampai melampaui batasan melebihi apa yang bisa kalian tebak, kita lihat saja nanti,
aku pun melakukan step pertama dengan mandi disini, sebenarnya ini kantor atau sejenis rumah yang disembunyikan di perusahaan, bahkan semua pakaian ganti juga tersusun rapi dilemari ini, lalu aku pun melangsungkan pergerakan kedua dengan sengaja membasahi pakaian ku didalam kamar mandi,karena hanya disana tempat yang tidak terdapat CCTV perangkap yang bisa membikin orang lain masuk rekaman,
lalu dengan menggunakan Bethrobe Clarisha melangkah menggunakan kemeja milik Sizen yang besar itu untuk ia kenakan, selesai itu,
rambut basah panjang ku juga akan menjadi masalah baru untuk paman ku,
"Paman bersiaplah untuk bertempur dengan ku! "
Clarisha berjalan keluar dari kamar yang sudah hampir sejam dia tak terlihat, sekali nampak Sizen bahkan dikacaukan oleh tatapan dari ujung kaki sampai kepala yang nampak menggoda baginya, Sizen pun berpikir, apa dia sengaja melakukan nya, atau ada alasan lainnya dibalik keberanian dirinya memakai kemeja besar miliknya, sambil meminum air dengan beberapa tegukan membuat Sizen lagi-lagi menelan salivanya, lalu aku pun mencoba bertanya padanya,
"Paman, kau masih bekerja?"
mendekat perlahan kemeja kerja milik paman, kemudian menyandarkan sebagian tubuhnya di meja dengan tenang nya, hingga Sizen secara langsung menyentuh kemeja yang dikenakan nya, Clarisha saat itu tidak menyadari kala dirinya sedang asyik membaca beberapa tumpukan berkas namun, tiba-tiba saja Sizen menarik pergelangan tangan Clarisha sehingga kini dirinya terduduk tepat dipangkuan Sizen yang masih duduk di atas kursi kerja nya,
"Bukankah begini lebih baik, Clarisha!apa kau sengaja menguji Paman mu ini, bagaimana jika aku benar-benar memasukkannya tepat pada sarang madu milikmu itu! "
Clarisha tersenyum, dimanapun orang yang namanya sisi sensitif wanita dibilang sarang madu,pasti dijamin nahan ketawa, kok ada hal serius dibikin salah alamat, sengat aja tu lebah gak usah minta ampun, biar dia jerah sudah mencari masalah dengan sarang madu, heheheh,
__ADS_1
rasanya gak bisa lepas dari cara logat bik amesa seperti ini, karena semua ini terasa sangat menyenangkan,terdengar suara ketukan pintu dari luar,
"Dok,Dok, Dok, "
entah kenapa perasaan ku tiba-tiba bergetar tidak karuan, langsung merasakan hawa yang menyekat seolah dia sedang berada di tempat ini,
pikir ku,
"Sepertinya dia datang, paman, kalau Lukas kemari katakan aku tidak ada, karena aku bisa dibunuh olehnya hidup-hidup dengan pakaian ku ini, kenapa harus datang disaat seperti ini! "
melihat reaksi Clarisha membikin Sizen tersenyum bagaimana tidak, bahkan hanya demi menghindari adik keduanya ia bahkan bersembunyi dibawah meja kerja Sizen tersingkuk disana dengan wajah takutnya,
"Aku baru menyadari kau setakut itu dengan Lukas!tapi darimana kau tau kalau yang datang itu dia? "
jawabku,
"Karena aku bisa merasakan kehadirannya, paman Sizen! "
sahut kembali Sizen,
"Mustahil kau bisa menerkanya! "
lalu saat pintu itu terbuka ternyata yang terlihat yang datang kali ini didepannya adalah,
katanya
"Kak, kenapa hanya bengong? ucapan ku saja tidak direspon sama sekali, apa pekerjaan kakak kali ini menyulitkan mu? sampai aku datang saja tidak disambut hangat olehmu, kak, kau mendengar ucapan ku kan! "
tidak habis pikir semua tebakan gadis bermata hazel biru itu memang benar nyata,
Paman jangan hanya bengong tu Lukas napa gak di bales sih, bagaimana jika sampai dia curiga, aku pun langsung menepuk sebelah kakinya untuk membuyarkan lamunannya,
akhirnya satu sentuhan tangan ku membikin dia berbicara,
"Ya, Lukas, hanya terkejut kau datang tanpa memberikan chat pada ku, bukankah ini pertama kalinya kamu kemari tanpa mengatakan kedatangan mu terlebih dahulu pada kakak mu ini, Lukas! "
jawab nya,
"Memang, tapi kenapa gadis itu tidak kelihatan? "
Sizen tersenyum sendiri sambil memandang kosong lembaran dokumen yang berada dihadapan nya,
katanya,
"Baru beberapa jam Kakak mu meminjam nya sebentar, apa kau setakut itu, Lukas? jangan khawatir, Sizen ini tak akan melakukan hal yang akan mengecewakan mu, adik kedua ku! "
mereka berdua memang gila,meminjam katanya, apa aku seperti barang bagi mereka,woah jahat banget satu saudara itu, aku bersikap seperti ini seolah pencuri yang sedang mencari tempat persembunyiannya, padahal aku tidak mencuri apapun tapi kondisi kali ini, membuat ku harus ngumpet setenang mungkin agar tidak dimangsa buaya darat itu, mati sudah hidup ku jika dia sampai melihat ku berpakaian se menyeramkan ini, sudah pasti Bibir ku akan mendapatkan serangan double chocolate yang ******* sehancur hancur nya, apalagi jika dia benar-benar lagi pengen,wah nyawa keponakan jadi taruhannya,
"Kak aku bertanya serius lo, dimana dia saat ini, rasanya lagi pengen melihat nya saja! "
ini ni, jika sampai paman Sizen memberitahukan, sudah pasti aku akan berada di posisi terhimpit dikedua tubuh gagah CEO yang gak tau aturan ini, dalam batinku,
"Pergilah dari tempat ini, Lukas, aku sangat sibuk, ya walaupun mencoba merayu saja sudah sesulit ini, apalagi beneran itu terjadi, hahh... gagal edisi membuat Sizen masuk ke perangkap ku, ibarat aku terjebak masuk ke perangkap ku sendiri, tau begini, ogah juga bermain dengan paman, tidak diduga Lukas menyempatkan mampir hanya untuk melihat keadaan ku, bohong pasti, cuma kangen aja ngerjain Bibir ini, memang ada apanya sih? sampai mereka serius banget kalau udah main ******* permen rasa stroberi, bawaannya gak mau berhenti,ni aku nya main nerocos mulu padahal suka juga jika diserang dengan rasa sempurna,bak rasa cappucino yang emmm, gitu deh.
"Kak, kenapa diam aja? dimana Clarisha? "
Sizen menyematkan menatap ke arah ku, langsung saja aku memberikan kode mata dan gelengan kepala ku, alhasil, paman ngerti juga, lega deh, walau sedikit, Itung-itung gak bakal terjadi hal yang tidak diinginkan disini,
jawab nya,
"Clarisha sedang keluar sebentar, carilah diluar, tadi dia merasa tidak nyaman didalam, kau pun tau tadi aku memaksanya kemari, lihat ekspresi nya yang seperti itu, kamu juga pasti paham kan, Lukas! "
kecewa dengan apa yang didengar nya,
memang paman Sizen jago banget memanipulasi ekspresi hingga Lukas percaya,
"Baiklah kakak, aku akan mencari di luar, kalau Clarisha sudah kembali jangan lupa hubungi aku kak! "
balas Sizen,
"Iya, kakak akan chat kamu nanti! "
setelah dia sudah pergi, Clarisha masih meringkuk dibawah meja,
"Sampai kapan kau akan duduk bersembunyi dibawah sana, Clarisha? "
"itu masalah nya! "
"Kenapa? apa ada yang salah? "
"Kaki ku Kram paman, bantu aku! "
akhirnya Paman langsung menarik pelan tangan sekaligus tubuh Clarisha, namun tidak terduga saat Sizen mencoba membopong dia, Ternyata Lukas sudah berada tepat dibelakang mereka,
Oh my god, sekarang apa yang akan terjadi pada hidupku?
__ADS_1