Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Clarisha mendominasi


__ADS_3

"Drrtttt, "


Panggilan ponsel berdering, Paman Sizen langsung pergi keluar untuk mengangkat ponsel miliknya, tanpa disadari pandangan Clarisha langsung tertuju padanya, mungkin karena rasa nyaman yang ada dihati gadis itu, sampai dia tersenyum tersipu malu, mengingat perkataan yang waktu itu keduanya saling bicarakan, ya bagi Clarisha semua hal berurusan dengan paman Sizen,cukup menyenangkan,


ya, bener, kan hatinya sedang menilai, mungkin dibandingkan dengan Lukas, seperti nya, perbandingan nya, Clarisha lebih memilih Sizen, itu yang jelas nampak adanya,


lalu mereka pun kembali saling bertukar pembicaraan diruang inap yang ditempati Clarisha,


Tepat didepan pintu ketika Sizen sudah selesai menerima panggilan, seorang dokter menghampiri nya dan memberitahukan, bahwa kondisi Clarisha sudah membaik, jadi dia diperbolehkan untuk kembali pulang, dan tidak tau kenapa perasaan Sizen begitu senang mendengar kabar yang baru saja dia dapatkan dari dokter tersebut, membuka pintu masuk ruang inap, tatapan mata Sizen langsung mengarah pada Clarisha, yang saat itu juga membalas pandangan nya, hingga membuat gadis yang memiliki pesona itu bertanya padanya,


"Paman, sepertinya kau sangat senang,apa ada kabar gembira yang tidak aku tahu? "


reaksi yang diberikan Clarisha pada Sizen sangatlah berbeda dengan dia saat berbicara pada Lukas, entah kenapa Lukas juga merasakan hal itu,


Tentu saja kan, sebab keduanya memiliki respon yang terhubung satu sama lain, sedangkan Clarisha dengan Lukas, hanya dari pihak Lukas nya saja yang main memaksa untuk hati gadis itu menjadi miliknya seutuhnya, lalu Sizen pun menjawab pada sang keponakan,


"Ya, baru saja dokter memberitahu ku, kalau kau bisa pulang, sebab kondisi mu sudah membaik, Clarisha! "


mendengar kabar itu Clarisha begitu nampak bahagia dan semangat, hingga antusias untuk bisa merasakan kembali ranjang empuk miliknya,


"Aaa, akhirnya aku bisa tiduran dan bersantai dirumah, paman Sizen! "


dengan memasang senyum duchenne,


melihat hal itu mata yang jeli pasti sigap bertanya,


"Ya, kalian ini seperti orang yang sedang kasmaran saja, atau mungkin kalian ini baru mulai proses? ingat umur, sudah pada tua, masih bisa pakek acara genit seperti itu, dan lagian ingat faktor? "


tiba-tiba saja mereka langsung mendengar penuturan yang sampai salah satu dari Paman itu merespon ucapan Shinje,


Darka yang kesal dengan tanggapannya kali ini dia yang angkat bicara,


"Ku pikir kau sangat kompeten, tapi ternyata hanya bisa membikin masalah saja, kasmaran dari mananya, dia tu tersenyum juga wajar, kak Sizen memberi kabar adalah hal normal, dan faktor apa yang kau maksud kan itu, Shinje? "


sambil melotot keheranan,


sambil melipat tangannya dia berargumen,


"Ya,apa kau juga tidak bisa melihat tingkah aneh mereka? dan tentu saja Faktor keadaan yang harus dikondisikan, sebab keduanya adalah Paman dan keponakan, masak ya menjalin hubungan, "


mendengar penjelasan dari saudara yang suka buat masalah, tentunya mereka tak harus mendengarkan, tapi entah kenapa hati Clarisha merasa tidak nyaman dengan Lukas yang memberikan tatapan serius padanya,


Ujar nya dalam hati,


"Sepertinya akan ada badai yang mengintai ku, sebelum itu terjadi, aku harus berlindung pada Paman Sizen, Lukas orang yang melupakan segalanya jika menginginkan sesuatu, dia menyebalkan, "


Lalu akhirnya Clarisha berada di gendongan Lukas ala bridal style yang membikin Sizen merasa tidak nyaman melihat nya, karena sebelumnya,ketika Deray meminta Clarisha untuk memilih siapa diantara Paman yang akan dimintai pertolongan untuk menggendong nya, dia lebih memilih Lukas,tentu saja itu pasti dilakukan nya, memang siapa yang berani menolak, sebelum memilih saja dia sudah memberikan kecaman dengan kode mata yang menyinggung kan bibir nya, tentu Clarisha risau dengan semua keterpaksaan ini,


dalam batinnya,


"jika aku tidak memilihnya, pasti dia akan membunuh ku hidup-hidup dirumah, walaupun aku meminta bantuan Paman Sizen,juga percuma,paman yang satu ini,dia orang yang super sibuk dengan semua pekerjaan nya, pastinya dia tidak akan meninggalkan pekerjaan jika itu tidak penting, sedangkan Lukas, orang yang akan meninggalkan segalanya untuk mendapatkan sesuatu dari ku, hahh, hidup ku berada dalam masalah saat ini, Mommy bantu aku! kok jadi kangen sama Kak Dirgha dan Defhan ya,"


Mungkin karena semua kekacauan yang terjadi sehingga membuat ku merindukan keberadaan mereka di sisi ku,


Lukas mengajak Clarisha untuk berbicara secara terang-terangan dihadapan semua pamannya saat menuju ke parkir mobil, pertanyaan itu juga membuat langkah kaki semuanya terdiam, saat Clarisha saling berbicara dengan Lukas satu sama lain,


"Clarisha, bagaimana calon pria idaman mu? "


mendengar pertanyaan pertama membikin semuanya memasang senyum seringai secara tiba-tiba,


jawabnya,


"Sebaiknya gak perlu tau, gak ada gunanya juga, "


sambil malas menanggapi Lukas,


tanyanya kembali,

__ADS_1


"Kau salah, jawaban dari kejujuran mu adalah hal utama yang ingin aku dan semua Paman mu tau,mengenai sang keponakan! "


Lukas memang jago bikin Clarisha semakin geram,


tidak ditanggapi pun, Lukas masih sangat antusias untuk mendobrak hati kecil milik Clarisha, tak pandang tempat maupun dengan cara dia mencoba sembunyi atau terbuka, semua logat, Clarisha sangat paham, hanya beberapa hari tinggal di lingkungan sama, membuat dengan mudahnya, pemilik mata hazel biru itu, merangkum semua sifat sang Paman usil bukan main,


perkataan Lukas sontak membuat dia kembali memandang wajahnya,


"Diantara semua Paman,kriteria mana yang hampir serupa dengan pria favorit mu, Clarisha? "


Lagi-lagi, benarkan, dia memang tak kalah jauh hebatnya dengan Shinje, nyebelinnya tingkat Level satu, ya, harus bagaimana lagi, mulut Clarisha harus menjawabnya,


"Paman Sizen, "


setelah dia menjawabnya, barulah dia menyadari kalau itu adalah sebuah jebakan, perangkap dari Paman Lukas untuk sang keponakan yang masih dalam rangkulan ala bridal style saat ini,


pikir Clarisha,


"Kacau- semua sudah sangat diluar kendali, kenapa aku harus sebodoh ini sih? pasti saat ini diotak nya sudah terancang semua siasat jitu untuk mengakali ku dengan cara yang sadis! Mommy tolong Clarisha! "


pekik nya membikin kedua alis itu mengernyit, sampai saat dia dimasukkan ke dalam mobil yang tidak lain lagi adalah mobil pribadi Lukas,


hati gadis itu ingin menjerit habis-habisan namun, tiba-tiba saja, Sizen menengok ke dalam bertanya pada Clarisha tepat yang saat ini duduk disebelah Lukas,


"Clarisha, bagaimana kalau nanti kita mampir dulu ke toko bunga, apa tidak masalah? "


memang sedikit aneh, meminta persetujuan ku, kan bisa langsung mampir sendiri saja, dan ngapain juga Paman Sizen main mampir disana, jawab ku,


"Ya, tidak masalah Paman? "


tentu saja mau tidak mau, Lukas harus mengikuti keinginan sang kakak, walau ekspresi itu tidak meyakinkan setelah sesosok Sizen pergi dan sudah memasuki mobilnya,ternyata dia cukup main politik juga sih, tampang Lukas, ya, gimana tidak, tadi saat ada Paman Sizen, raut wajahnya begitu menyakinkan serta seolah dirinya gak mempersalahkan, namun sekarang, mendongakkan saja seperti ada yang begitu berat terlihat, tanpa di sadari, Lukas bertanya padaku,


"Apa wajah ku begitu menarik, sampai kau dari tadi tak kunjung mengalihkan perhatian untuk tidak menatap ku, Clarisha sa-yang! ".


rasanya luapan kekesalan terjadi lagi, masih saja sempet tu mulut buat kesal, namun tidak disadari jemari sebelah tangannya sudah bermain lincah di pinggang miliknya, ya tentu saja aku langsung menoleh pada nya untuk berbicara ke Lukas untuk melepaskan pegangan nya, walaupun tadi sudah dicoba dengan berusaha sendiri, tapi butuh kekuatan ekstra untuk melawan pria ini,


" Lukas, tolong lepasin pegangan mu! "


tautan bibir itu masih dirasakan kedua nya, tanpa menyadari pak supir yang dibuat kacau oleh ketegangan dari mereka, namun semakin lihai sentuhan bibir itu tidak menyangka kalau Clarisha mendapatkan sebuah panggilan, ya, dalam detik itu juga permainan itu berakhir, bukannya dengan sikap Lukas yang selalu kurang, pasti kejadian mendadak ini membuat dirinya marah, namun tidak, malah sebaliknya dia memandang lekat kearah Clarisha dengan tersenyum afiliasi sekaligus tak lupa karakteristik nya keluar langsung bergerak, walaupun dia tau kalau Clarisha sedang mengangkat ponsel menerima panggilan itu, jemari tangannya sudah mulai aktif kembali namun disisi yang berbeda, tepat disekitar bibir Clarisha dia membelai nya dengan jemarinya pelan,


kata Clarisha,


"Paman Sizen, ada apa? "


heran mendapatkan panggilan darinya,


jawabnya,


"kenapa mobil kalian tidak berhenti di toko bunga, Clarisha? "


tanyanya yang membuyarkan segalanya,


kembali memberikan alasan,


"Oh ya, jadi toko nya terlewat?benarkah!tunggu,Paman Lukas, kenapa mobilnya tidak berhenti di Toko bunga? "


menanyakan langsung pada Lukas sehingga mau tidak mau dia menjawab simple,


"pak supirnya kelupaan mungkin! "


lalu memberitahukan,


"ya, Paman kami akan kesana! "


akhirnya mobil itu memutar kembali demi janji bertemu ditoko bunga, ungkap Clarisha,


"Paman ini bagaimana kok bisa lupa? kan tadi sudah dikasih tau! "

__ADS_1


dengan spontan senyum manis Lukas diberikan pada Clarisha,


"Memang salah siapa? sampai paman hanyut dan terbawa suasana,Clarisha sangat baik sampai mampu membuat Paman Lukas melupakan sesuatu, dari beberapa ******* jitu sang keponakan termanis ku? dan kupikir dengan duduk dipangkuan ku,akan terasa sangat nyaman! "


karena sadar Clarisha langsung berpindah tempat, hingga dengan sangat malu dia pun menepuk dahinya secara langsung dihadapan Lukas,


"Oh iya, aku sampai lupa,aku minta maaf Paman! "


sahutnya,


"tak perlu minta maaf, Paman suka kok dengan hal yang tadi Clarisha lakukan! "


geramnya sambil cemberut,


"itu sih maunya Paman aja, emm-"


tidak berani menghadap ke arah nya,


"Bukan nya Clarisha sendiri juga menikmati nya?apa Paman salah mengartikan nya ya? "


kejujuran Paman membikin gadis itu tersipu malu,


"iya sih, tapi cuma sedikit-"


gumamnya pelan membuat Lukas semakin tertarik menggoda dirinya,


"Mau lanjut lagi? "


Clarisha menoleh memandang Paman dengan tatapan mata yang terkejut,


"Paman ah-jangan ngerjain Clarisha dong! "


suasana berubah drastis dari sebelumnya,


tadinya dia yang semakin segan dengan kehadiran Lukas,tapi nyatanya,sekarang bakalan dia menjadi penguasa dominan dalam kehidupan Clarisha,


lalu setelah itu tibalah mobil itu terhenti tepat didepan toko bunga, ketika pak supir membukakan pintu turunlah gadis bermata hazel itu yang ditunggu oleh Sizen disana, namun tidak disangka ia merasakan sesuatu yang sangat berbeda dari sikap Clarisha saat itu, karena penasaran sebab hati merasakan adanya sesuatu yang mengganjal, akhirnya, Sizen menyematkan bertanya padanya,


"Kau baik-baik saja kan Clarisha? "


Lukas yang baru keluar langsung mencela pembicaraan itu


"Jangan khawatir Kak, aku tidak akan memakannya hidup-hidup! "


sontak Clarisha pun menimpali perkataan nya,


"memang kau pikir aku makanan apa? "


Sizen pun merasakan kembali kedekatannya nyaris membikin kecemburuan pada hati sang kakak,


gimana tidak, baru sebelumnya dia menempati kedudukan yang sempurna didalam hati Clarisha, sedangkan dalam hitungan detik Lukas membalikkan kedudukan dengan sangat imbang,


ya tentu saja, dia seorang buaya darat yang sudah berhasil meluluhkan seorang gadis dengan penuh keberhasilan, tindakan nya saja lebih mendominasi dari pada Sizen, dan semuanya juga salah siapa sampai dengan mudah nya Clarisha terbuai dengan rasa coklat, cream, vanila dan stroberi yang selalu bergeliat dibibir manis kecoklatan itu,


anggaplah semua rasanya mencapai ketitik dimana Clarisha semakin candu dengan sikap dan keberanian dari tindakan Lukas padanya, alhasil di sini, Sizen tak ingin lagi mengalah pada adiknya,


masuk ke Toko Lukas memang berinisiatif untuk memberikan keduanya kebersamaan, sebab Lukas sudah mulai paham dengan sikap gadis yang dicintainya itu,


disisi lain Clarisha tiba-tiba menuju kesalah satu bunga yang menjadi bunga kesukaan dirinya, mawar merah, memang dalam sekejap dia tersenyum duchenne menatap luasnya bunga mawar yang ada di toko sebesar ini, ketika dia menyentuh salah satu bunga mawar yang memiliki dua warna yang mendominasi dirinya, disitulah, Sizen dengan sengaja mendekapnya dari belakang, bahkan rasa kaget menekan dada Clarisha sebab mana dada bidang miliknya melekat begitu erat dipunggungnya,ketika dengan waktu yang bersamaan,jemarinya juga menyentuh tangan miliknya, Clarisha pun dibuat menelan salivanya waktu itu, dengan menyesap tengkuk leher yang terlihat oleh mata Sizen, dia pun menyematkan kata,


"Kau ibarat mawar yang kau sentuh saat ini Clarisha, kau memang mawar, tapi kini dihiasi oleh dua warna yang mendominasi dirimu, mawar mampu menjadikan kedua warna itu sebagai simbol keindahan pesona kecantikan nya, sedangkan dirimu, Clarisha? "


pikiran Clarisha semakin kacau kalau ucapan yang tadinya sebagai pertanyaan itu kini bersambung kembali,


"Sebagai seorang wanita yang kini mendominasi dunia dua pria sekaligus, mendengar hal ini, apa yang akan coba kau lakukan? "


sebenarnya pertanyaan ini seperti memperjelas suatu hubungan yang akan terjadi selanjutnya,dan wajar kalau Sizen ingin mengetahui jawabannya, tanpa ragu-ragu, Clarisha mengatakan dengan sangat sempurna,

__ADS_1


"Tergantung dari ke-dua nya, jika memang bisa jadi seperti sewajarnya, itu lebih baik, dari semua yang terjadi mustahil bisa menghentikan semuanya yang sudah terlanjur terjadi, tapi bagaimana keegoisan mereka bisa memulihkan keadaan, tentu akan ada keuntungan yang ku tunggu untuk didapat, bukan begitu, paman Lukas, "


seperti sebuah jawaban itu bisa ditebak dengan mudah oleh Sizen, namun tiba-tiba saja, Lukas menarik pinggang Clarisha yang tangannya masih digenggaman erat oleh Sizen, ya, hal itu membuat Tubuh gadis bermata hazel biru terhimpit oleh kedua pria yang disebut Paman oleh nya, sebenarnya yang membikin Clarisha tak berkutik adalah, kedua tangan paman itu masih berada dipinggang nya, dengan saling bertatap muka, hanya Clarisha sebagai jaraknya, dan akankah Gadis yang terangkul diantara keduanya bisa lolos dari Cengkraman Paman Sizen dan Lukas, ya semuanya tergantung dari keberuntungan.


__ADS_2