Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Terserah saja,


__ADS_3

Melihat kenyataan kalau pendaki kaki ku adalah salah satu diantara mereka, benar- benar membuat aku merasa jengkel, lalu merasa sudah pada batas ketidak nyamanan, akhirnya kedua tangan ku menggebrak meja dengan sangat keras,rasanya cukup sakit dan panas, cuma bisa menahan sebab terasa aneh dibawah sana,


"Brak, "


sontak beberapa dari mereka tersedak karena ulah ku dengan ketidak tahuan mereka sehingga secara refleks sebagian dari paman tersedak, pikir ku mungkin orang yang duduk didepan lah pasti nya pembuat onar, namun ketika aku mencoba menjatuhkan sendok tak terlihat pun kaki brengsek gak tau etika itu menghilang mendadak tenang dalam sekejap, wow pinternya bukan main,


batinku,


"Sudahlah toh udah berhenti, "


tanya Deral,


"Ada apa dengan wajah kusut itu? "


Deray ikut menyambung,


"Kau ini seperti tidak tau aja, wajar kan kalau dia berekspresi saat kekasih hatinya pergi tanpa berpamitan, "


Sizen,


"Mungkin karena merindukan wajahnya, "


hatiku bergumam,


"Merindukan semuanya yang ada padanya, "


(Ciee, ngarep apaan tu?)


gak ada, cuma jadi Clarisha dan Finesha, rasanya masih sama,


(maksud mu? )


liat aja dari segi perilaku mereka, gelagat terhadap ku, bahkan nyaris begitu dekat, walaupun aku sendiri tidak percaya dengan keberadaan mereka yang nyusahin nya tetap siaga,


(Hahaha, demen sama lo kali,)


entah, sekarang aku cuma ingin bersantai sejenak,


Tanpa menghiraukan mereka, bahkan pertanyaan dari ketiga paman itu pun tak dibalas oleh Finesha, sekarang dia mencoba pergi kedapur dan mencuci piring itu sendiri,


ujar Shinje,


"Biarkan aja, nanti akan ada pengurus baru disini, jadi kau gak perlu repot membersihkan nya, gi sana keatas, rapikan dirimu, aku yakin Paman mu itu berulah saat membangunkan mu, Finesha! "


balas ku,


"Terimakasih, dan tepat sekali ucapan mu, Paman, aku duluan naik, paman Shinje! "


"Ya, jangan lupa kunci pintu nya! "


aku menoleh kaget dengan sarannya,


"Kenapa Paman? "


"Apa kau gak liat, semua yang disekeliling mu adalah buaya darat, jadi cuma waspadalah saja buat mu! "


"Baik lah, lagian juga percuma, "


Shinje terkejut,


"Kenapa? "


terbelalak mendengar Jawaban dari Finesha,


"Sepertinya masih ada kunci duplikat nya Paman, "


"Apa? ya, apa pembuat itu sudah tidak waras, "


"Tepat, dia memang gila, "


"jika kau tau, lalu kenapa kau tetap akan membiarkan nya? "


"Paman Sizen, apa kau mau berurusan dengan orang gila? "


"Aku gak kurang kerjaan sampai berurusan dengan si gila itu, "


"Bagus, sebab akulah di titik ini yang paling terancam, namun membiarkan nya walaupun menyusahkan, tapi sangat sulit menghadapi orang setengah waras dan gila itu Paman Shinje! "


"Aku punya ide, "


bulu kuduk ku tiba-tiba berdiri saat dia memberikan idenya,


"Haruskah kita membawanya untuk pemeriksaan, untuk mengecek, apa mungkin dia punya kelainan?"


aku benar-benar gak bisa bayangkan kalau Helizen mendengar perkataan ini, pasti jadi nya akan menimbulkan masalah besar, tapi terserah saja, setidaknya kan gak mengganggu ku, namun mungkin dia adalah penggemar gila ku, heheheh,


(gitu-gitu juga masih Paman lo?,)


iya tapi aku bisa apa coba?


akhirnya aku pun menaiki anak tangga untuk menuju kekamar ku,tapi tidak sengaja aku mendapatkan sebuah panggilan tak terjawab dari ponselku yang tergeletak diatas nakas,saat sudah berada di dalam kamar,


terpampang nama itu adalah Huyan,


senyum riang penuh kegembiraan luar biasa tak tertahankan, lalu ketika dia menyentuh layar ponselnya, mendadak seseorang mengambil ponselku dari belakang,


"Woi apa yang kau lakukan? "


"Menurut mu? "


"Jangan mencoba melakukan hal itu! "


"Ya,tentu nya, "


"Tutttt, "


"Kau mematikan nya, ada apa dengan mu? Paman apa kau gila! "


"Aku hanya tidak suka kau semakin dekat dengan nya, apalagi dia selalu berulah, "


"Kaulah yang berulah disini, bukan Huyan, dan kenapa kau menyalahkan nya? "


"Bukannya saat itu dia melakukan sesuatu padamu? "


"Apa? dia tidak melakukan hal yang aneh, "


"Jadi ciuman dengan nya bukanlah hal aneh, "


entah kenapa aku merasa terhimpit dengan ucapan ku barusan, dia berjalan semakin dekat, melangkah kedekat ku menarik pinggang dengan satu jemarinya yang menekan leher belakang ku dan, bibir nya dia lekatkan pada ku yang masih tertegun,


"Apa ini yang kau maksud dengan bukan hal aneh?maka aturan itu juga berlaku untuk ku, "


"Apa? "


"Emmuachh, hahhh, "


menekan dada bidangi miliknya, dengan begitu bertenaga untuk menghentikan tindakan nya,tapi dia begitu kuat jadi mustahil aku sanggup menghentikan ciuman yang benar-benar didominasi oleh nya, kini terjebak dalam situasi yang sangat sulit, antara perasaan dan hubungan keluarga, ini menjengkelkan padahal aku tidak pernah membayangkan akan terjadi hal seperti yang dia lakukan,


Tidak ku sangka selanjutnya tak berhenti disitu saja, tiba-tiba tubuhnya membuat ku melangkah mundur dengan melekat begitu dalamnya serangan nya, sampai tak kunjung aku dibuat untuk bernafas sejenak, lalu dititik dimana dia berhasil menjatuhkan tubuhku tepat dibawahnya, walaupun Helizen memberikan jarak diantara cela ke-dua tubuh kami, ku pikir dia masih mempunyai hati, tapi setelah beberapa saat memandang setiap cela pada wajahku, aku dibuat terpaku tak berdaya, kemudian melanjutkan kembali aktivitas yang membuat ku tak bisa meronta-ronta kala dia dengan cepat menarik dasi nya dan mengikat pergelangan tangan ku begitu saja,


ujar ku yang kaget,


"Ya, keponakan mu ini mau kau apakan paman? "


"Emmm, aku juga sedang berpikir, "


"Apa? jangan berpikir gila, dan awas kalau kau berani berbuat sesuatu yang salah kali ini! "


"Ternyata kau memiliki ide yang bagus, Keponakan!"


"Hah, maksudnya! "


secara langsung dia masuk kecela sisi leher ku dan,


"Paman, jangan meninggalkan jejak disana! "


Helizen terhenti dan menengok nya,


"Bahkan aku menginginkan lebih dari itu, "


aku pun menelan salivaku atas sikap Paman,


disini lah bibir ku terbungkam tak bisa lagi menahannya untuk tidak bertindak salah, tapi memang dia orang yang keras kepala, dan-


"eghhhh, "

__ADS_1


lenguh ku kala dia melakukannya dicela leher ku, dengan menekan sangat kuat tangan ku yang terikat, bahkan nyaris melakukan beberapa jejak disana,


gumamku,


"Paman, hentikan, ini tidak benar! "


ucapan ku membuat nya menatap erat wajah yang sampai saat ini mengacaukan pikiran nya,


kok yo bisa keponakan diembat, heh,


(lo kehabisan kata-kata Finesha? "


ya, aku cuma berharap ada yang mengetuk pintu itu dan menghancurkan ketegangan aneh ini, namun sebuah dering dari ponsel celananya menghentikan dirinya, sehingga akhirnya ia mengangkat ponsel itu menuju kedekat jendela membelakangi ku, dan kesempatan bagiku untuk pergi dari sini,


"Jeklak, "


wah nasib baik bisa keluar dengan melepaskan ikatan dasi miliknya, pergi keluar dan bersiap untuk mencari jalan keluar dengan berlari cukup kencang,


tanya Shinje yang terkejut,


"Apa yang sedang kau lakukan? joging didalam rumah! "


"Mau cari kesibukan! "


sambil berlari,


ucapnya,


"Aneh, kesibukan kok dicari, yang ada ketenangan yang mesti dicari, "


sahut Deral,


"Mungkin itu yang dia maksud kan, atau karena dia tergesa-gesa maka-"


sambung Deray,


"Asal bicara dan langsung ngegas gak tau jalan, "


Shinje,


"Didunia ini gak ada yang gak tau jalan, "


Sizen,


"Maksud mu! "


Shinje,


"Karena setiap jalan selalu ada pada tempat nya, jalan tol, apa kau juga gak tau? "


Lukas,


"Plakk, "


gerang Shinje,


"Kak ngapain mukul kepala? "


jawabnya,


"Ngapain juga ngejurus ke sana? orang juga bertanya dengan serius,kau itu selalu aja usil dan menganggap bercanda,"


sebenarnya aku juga pengen kumpul tapi,sepertinya keluar mencari udara segar di luar rumah lebih efektif untuk menghindari si Biang masalah,


berlari menuju gerbang depan, kemudian mencari jalan keluar namun tidak disangka tanpa pikir panjang ni jemari tanganku melambai memesan sebuah taxi,tapi tanpa ku sadari seseorang menyerobot masuk taxi yang pintu nya secara sengaja aku buka,


Wah dia bener- bener udah gila, siapa sih pria reseh kali ini, aku pun tidak mau kalah langsung ikut masuk ke dalam,


ucap pria itu,


"Apa kau sejalan? "


hah hidup ku kali ini dipenuhi dengan ketidak normal an, kalian juga bisa liat,kenal pun enggak main masuk taxi yang sudah aku stop barusan dan sekarang enteng banget ngomong nya, berasa kalau aku yang bakal menghambat jalan nya,


ku jawab aja,


"Sejalan atau gak, kalau lo takut turun sana!lagian siapa yang main masuk taxi pesanan orang? "


"Emang lo pesen? "


"La dikira gue gak pesen apa? tanya tu orang juga bisa ngomong? "


kata pak supir,


"Mbak dan mas kalau bertengkar nanti aja, sekarang mau pergi kemana? "


jawab kompak,


"Kemana saja, "


"srett,"


ngerem mendadak,


tanya Finesha,


"kenapa berhenti? "


Ujar nya,


"Lain kali ngerem bilang-bilang pak, kan bisa pegangan, "


di situasi kek gini masih sempat bilang seperti itu,


jawab pak supir,


"La gimana ndak ngerem mendadak to, la wong pacaran bertengkar aja sampai gak tau mau pergi kemana? emang Mas nya selingkuh? "


"Gak, "


tanya nya lagi,


"Mbak nya ya? "


"Enak aja, gak tu, gue setia kali! "


(wkwkwkwk setia dari hongkong,)


diem lo,


(hehehe, seru ni,)


puyeng yang ada,


(kayaknya tampan tu!)


bisa-bisa nya ngomong kek gitu,


(lo kenal,)


gak,


jawab nya dengan penuh tatapan yang seolah selama ini kami berdua sudah pernah menjalani hubungan,


"Benarkah!, lalu pria yang waktu itu siapa?kalau kau gak selingkuh dari ku, Finesha? "


mengejutkan bahkan dia tau namaku, padahal aku sama sekali tak mengenalnya, sepertinya aku harus berpikir lagi dan mungkin ada sesuatu yang terlupakan dalam ingatan ku, sembari menatap wajahnya sekilas aku melihat bayangan dari gambaran wajah samar-samar nampak mirip dengan,


"Kang Yun, "


hahh, oh my god, mimpi apa aku semalam? bertemu dengan pria yang gue suka, sekaligus cowok pertama yang menolak Finesha sebagai kekasih nya, sekarang dia satu taxi dengan ku,


"Selingkuh dari mu! kau itu beres atau gak sih,sejak kapan lo jadi pacar gue? pak jalan, entar gue telat, ke jalan xxxx, "


"Baik nona, "


"Kalau kau gak sejalan nyingkir aja dari sini, sapa suruh masuk taxi pemberhentian orang lain! "


jawab Kang Yun mencengangkan,


"Kau bahkan lupa, kalau kita sudah jadian! "


enteng membalas,


"Aku sadar kali ini aku berhadapan dengan orang gila versi ke dua, "

__ADS_1


menyahuti Finesha,


"Gimana Versi pertamanya? "


"Seenggaknya gak segila lo, "


padahal dalam hati gue, mendingan lo sih dari pada mereka, apalagi sekarang waktu nya cabut menghindari para CEO sampai-sampai lari dari sana baru nyadar, kalau aku gak tau jalan juga, heh parah, gila nya hampir kek mereka, nular kayak nya ni,


tidak kuduga Kang Yun melebarkan tangannya sehingga secara tiba-tiba jemarinya menekan ku dan secara otomatis kedua sisi bahu kami bersentuhan, aku pun memandang wajahnya,


"Lo gak bilang kalau kau punya penyakit bawaan, apa tangan lo main ngegas kalau disamping mu ada cewek kek gini? mungkin kebiasaan buruk mu kambuh dengan orang yang salah, "


"Gak perlu banyak omong, bilang aja suka, bukan begitu! kau sendiri tetap diam tanpa perlawanan, bukan begitu pak? "


"Ya , "


sembari tersenyum,


"Gimana kau bisa sepede itu,lo neken gue kenceng kek gini, lo pikir mudah apa lepasin cengkraman tangan lo, Kang Yun? "


Kang Yun,


"Jujur itu manis, "


Finesha,


"Dan lo itu pahit, "


"Pak kau dengar itu, bahkan dia sudah bisa merasakan ku, "


"Hahh, serah deh, dimana pun tempat nya capek gue? "


setelah setibanya, dia juga ikutan turun,


"Woi lo napa turun, ngikutin gue! "


pak supir tak kunjung berhenti tersenyum liat berdebatan kami,


"Wajar kan, takut sang pacar ketempol orang gimana? "


kata pak supir,


"Benar nona, sebaiknya pacarnya tetap dekat nanti kalau ada kejadian tak terduga, pasti ada yang ngebantu nona? "


"Ya terserah, capek, "


melangkah berjalan memandangi sekitar, pemandangan indah tempat ini membikin aku melupakan sejenak masalah ku, apa yang akan terjadi kali ini, harus berurusan dengan semua paman aja udah menyusahkan, sekarang ditambah satu orang lagi, nyesek hati gue hidup seperti tangga semakin naik semakin capek aja, apalagi dibelakang ku dia bisa dengan mudah sesantai itu,


Ucap Kang Yun,


"Lo lapar gak? makan yuk!"


napa sih, Pura-pura gak kenal kan bisa,


(sepertinya dia bukan tipe kek gitu,)


gak tau, nurut aja deh kayak nya,dari pada tersesat gak tau jalan,


"Oke, "


"emmm, "


"Napa liat gue kek gitu? "


"Lo tambah cantik, "


"Sekalian aja bilang, lo tambah menarik! "


"Benarkah aku menarik, ihh tau aja, "


"Haduh, apes ni hidup, "


"Beruntung kali yang benar, "


"ya terserah lo, "


percakapan kek gini sepertinya akan berakhir cukup lama,


(Gimana jadi nya kalau sampai Huyan tau?)


entah,


(lo kehabisan pikiran, Finesha,)


mungkin,


(servis dikit gimana? )


lo pikir ni otak mesin motor apa,


(jangan marah-marah entar cepet tua,)


yang ada kebanyakan orang yang lebih tua gilanya gak ada tandingannya, semua sudah terbukti, para paman aja bisa gak tau aturan,


(iya sih tapi, sekarang kalian berdua seperti kencan aja)


gak, cuma makan doang,


(yakin,)


iya,


Tanya Kang Yun sambil membelai rambut ku,


"Kau gak papa, Pacarku? "


"aku malah gak yakin kalau kau baik-baik saja! "


"Aku bisa yakin seratus persen sehat kalau bersama pacarku, "


"Setengah persen aku takut jika aku semakin menjadi gila karena masalah beruntun turun temurun kali ini,gak disana disini sama aja, nasib mungkin, sangat mencintai ku, "


"Aku juga sangat mencintaimu, jangan khawatir aku tidak akan menduakan mu, "


"Kau perlu kuatir karena kau sudah jadi kedua kalau sekarang menjadi pacar ku, "


"Apa? gak percaya, berikan buktinya? "


"Aku bukan tersangka, "


"Disini aku korban, "


"Korban nenek lo, "


"Korban perasaan, gue cinta sama lo, "


"Makan gak ni, mau gue tampol ke muka lo gak, mumpung ni tangan lagi demen banget ngerjain lo, Kang Yun, "


"Gue gak bercanda Finesha, "


"Gue tau lo gak sadar, walaupun aku lebih tau orang gak sadar juga masih bisa berjalan,tapi secara garis besar, lo gue end, ngerti gak lo, "


"Lo dan gue tu masih nyambung, "


"Sejak kapan ada orang yang menyambung nya, kupikir kabel yang terhubung sudah putus sejak beberapa tahun lalu, cepet juga nyambung nya, gue lupa orang yang menyambung nya juga cukup gila sampai salah pasang kabel bukan ke tetangga lain, tapi malah nyasar ke gue, "


"Karena lo unik, "


"apa lagi? "


"Pengen nambah, "


"Belum makan aja berasa kenyang mendadak, "


"Karena liat wajah gue, benarkan, "


"Lo kesambet narsis di mana sih? "


"Tetangga lo, "


"what? Kapan kita jadi tetangga an coba? "


"Sejak lo pindah ke hati gue, "


wah parah, bisa-bisa dalam waktu dekat, gue akan jadi pasien rumah sakit jiwa, gimana ini?

__ADS_1


__ADS_2