
Disinilah awal dari sebuah kesengsaraan bagi Clarisha,memang menegangkan, lebih serius nya lagi, kini adu sengit terjadi antara paman dan keponakan yang masih dalam kondisi dalam bopongan genggaman tangan Sizen,
"Paman, nyawaku sudah hampir separuh jalan, bagaimana kali ini kau harus membantu ku? kasihan keponakan mu,yang mengeluh tak berdaya ini! "
tutur Sizen,
"Entahlah! "
risau menatap wajah kerucut ke arah nya,
"Tidakkah ada sedikit rasa simpati untuk ku, Paman! "
merasa tidak tega, akhirnya dia pun membalasnya dengan tenang,
"Baiklah, aku akan membantu mu, kau tidak perlu setakut itu, Clarisha! "
lalu karena merasa seolah dirinya tak dianggap,bahkan keberadaan nya saja masih tabu didekat mereka,Lukas pun langsung main tegas, ujar nya,
"Apa sekarang adegannya baru memasuki episode terbaru seasons dua dari drama sandiwara cinta! "
Wah, dari mana asalnya dia bisa menemukan sebuah judul yang pas dengan kejadian yang terjadi,memang sama persis dengan ucapan nya, adegan yang di katakan paman Lukas memang baru separuh jalan dan dia sendiri penyebab drama romantis ini bersambung,kalimat itu mengisyaratkan bahwa dirinya seperti seorang sutradara yang benar-benar memahami hal dalam kisah yang sekarang ini tayang perdana,cerita yang diperankan oleh Paman dan keponakannya, bagaimana tidak, toh ucapan nya barusan hampir sembilan puluh sembilan persen mengalami hal nyata,
lanjut ucapnya,
"Sampai kapan kau akan terus berada di bopongan kakak ku, Clarisha? "
sambil memasang wajah siap menerkam habis dirinya,
lalu mau tidak mau Clarisha pun turun dan mengeluh dengan datar tanpa ekspresi,
Dia itu sama sekali gak peka, tau nya aja cara menjebak seseorang apalagi jika membuat targetnya salah tingkah, sikapnya kali ini mengingatkan ku pada paman Shinje, pria menjengkelkan di Antartika yang gak ada tandingannya,
Tidak disangka dalam perjalanan pulang bersama Deray dia mengalami bersin beberapa kali,
"Hajishh, "
katanya,
"Tumben aku bersin, pasti sedang ada yang sibuk memanggilku sampai aku dibuat bersin seperti ini!"
balas Deray kala bersama dirinya,
"Untung jika dipanggil, kalau dijadikan mangsa bagaimana Coba? "
Shinje menyunggingkan senyum mendengar kakak nya berbicara mengenai kekhawatirannya,
"Mustahil bisa memangsa ku, karena aku tidaklah pantas menjadi target sasaran, lebih cocoknya jika gadis bermata hazel biru itu yang jadi kandidatnya, betul tidak, kak Deray Gak perlu khawatir kak, pasti keponakan dan para idiot gila yang berada jauh tempat nya dari kita sedang bermain api didalam perusahaan,atau bahkan bentrok pasti terjadi kalau salah satu dari mereka saat ini mulai mencari perkara pada sang keponakan,yang mungkin saat ini sedang mengataiku! "
jawab Deray karena terkejut dari kesimpulan Shinje,
"Apa hubungannya? kau kan disini, sedangkan mereka berada diperusahaan tanpa sepengetahuan mu, mudah sekali kau bisa menyimpulkan nya begitu saja! jangan mengambil kesimpulan kalau mereka yang sedang membicarakan mu, Shinje, apalagi mangatai mereka idiot, kau bahkan tak akan bergeming jika para kakak mu memainkan perannya,bahkan aku saja belum pernah melihat bagaimana menakutkan nya mereka itu,tepat dihadapan mata kepalaku!"
ungkap Shinje yang sudah memahami tingkah imut kakaknya kalau memang masalahnya mengenai sang wanita adalah keponakannya sendiri,
"Pasti saat ini mereka berada dalam posisi sulit, jadi tanpa sengaja, membicarakan namaku, tentu siapa coba yang gak bersin, kalau namaku aja sekarang jadi daftar perburuan dalam meningkatkan kestabilan hubungan mereka, tanpaku keharmonisan diantara percintaan itu gak akan pernah lengkap! "
yang ada dengan keberadaan lo, paman Shinje malah menjadikan aku bermasalah,ge'er amet jadi orang,
kembali ke perusahaan,
Clarisha sudah mengubah posisi berada sejajar dengan Sizen, namun ketika tiba-tiba saja Lukas melangkah mendekati Gadis itu,Clarisha perlahan sembunyi dibalik tubuh gagah paman nya, sehingga Sizen pun menghadangnya untuk tidak membuat nya dalam masalah lagi,
"Jangan menghadang ku, aku hanya ingin melihat seberapa dia bisa bertahan kali ini! "
Liatlah baru aja aku ngomong apa, dianya udah main pengen nyasar kekota sebrang,gak tau apa masih ada satu kota yang saat ini berdiri tepat dihadapan nya, jika aku meng ibaratkan kakak seperti ini, lalu mereka tau, mampus, nyawaku benar-benar tak kan tertolong di grebek masa sama mereka, satu saudara yang kompak nya bukan main,
tapi Sizen tak membiarkan dirinya mendekat kearah Clarisha,
"Kenapa kakak sekarang menjadi seorang perantara? dia kekasih ku? "
lontar Clarisha,
Tunggu barusan dia panggil aku apa, enak aja main nyelonong memberi cap merk pada status ku,sejak kapan pula itu namaku sudah diganti mendadak tanpa memberi tahu ku,kekasih, ogah banget,
(bener gitu,)
kalau giliran mendapatkan rasa special Tiramisu tuh bibir pengennya berasa campur dengan Coklat,
Ya, emang siapa coba yang bisa sampai nahan diri kalau ambang dirinya berada dalam kondisi seperti aku, tentunya pasti mereka juga sama kok, terbawa eksperimen kegaduhan bibir gila mereka,
"Jadi sekarang kakak melindungi dia dariku! "
__ADS_1
Tiba-tiba saja Lukas menarik pergelangan tangannya dari sedikit cela yang terlihat dari pandangan nya, walaupun nyatanya berhasil, namun tarikan cukup keras itu membikin aura ditempat menjadi dingin seketika, karena tangan yang sudah jelas menggenggam erat itu kini terhenti oleh jemari Sizen sebagai penghalang, sebut penghambat agar Sizen tak langsung memainkan permainan itu pada Clarisha yang saat ini berasa di perusahaan nya,
Tegur Sizen,
"Jika kau masih bersikap seperti ini, maka jangan salahkan aku untuk memberikan peringatan besar padamu, Lukas! "
untuk pertama kalinya aku mendengar dia mengatakan nama adiknya bak seperti bukan saudara, tapi Rival dalam percintaan nya,
Tau begini, aku pasti gak akan mau kalau sampai membuat hubungan persaudaraan mereka hancur hanya karena masalah aku yang berperan sebagai keponakannya, Clarisha kau tau hidupku sebagai Finesha sekali dalam seumur hidup saudara kembar ku lah perenggut segalanya dalam kebahagiaan ku, tapi kini hidup seolah memberikan ku soal matematika dengan rumus yang aku sendiri tak bisa memecahkan nya,
Emang dari dulu pelajaran matematika kalau sudah menyangkut perhitungan, salah satu langkah saja, sudah pasti salah semua, sama seperti saat ini, sekali saja aku salah perhitungan, maka aku akan menjadi daging cincang, opor ayam, perkedel atau apalah yang membuat hidupku tak mungkin bisa lepas dari emosi buas nya macan yang kini terdampar didepan ku,
(ini keponakan beneran berani ngatain paman yang dia takuti,)
bukan berani toh, ini pembelaan batin, okey,
"Aaahh, Sakit Paman, tolong jangan seperti ini! "
Clarisha menjerit kesakitan kala tarikan itu semakin menjadi,
Dia pikir ini tanganku lagi sedang dalam mode tarik tambang apa, Paman Sizen sebagai garis pembatas dari permainan sementara,
batinku,
"Mommy, sejuta kali aku memanggil mu kau sama sekali tak merespon ku! "
Udah dari dulu la, ratusan juta kau teriak kalau didalam hati sapa juga yang tau,
(punya HP toh gunakan saja itu untuk menghubungi seseorang,)
"Ide bagus! "
langung saja tangan satunya mencoba menghubungi paman Deray, Eee mala yang kepencet nomor Paman Darka, ini hari sial mulu kenapa sih, oh ya, mungkin karena gak ada pawangnya, seandainya Mommy disini, pasti itu akan menjadi hari Festival paling bersejarah dikehidupan sang keponakan,
terhubung sudah panggilan itu berlangsung namun Clarisha sedikitpun tak bisa berbicara sebab. keduanya kini semakin berseteru hebat mengenai diriku,
emang ada apanya toh, sampai gadis seperti ku masuk ke game yang sudah naik ke level tiga ini, aku berharap hanya ini saja, jika sampai semua memuncak bersamaan, dengan perubahan keputusan dari Paman Deray dan Shinje maka kelar sudah game ditingkat lima sebagai bom permainan akhir dari penghancur Clarisha dan para Paman meraih kemenangan total dalam hal ini,
gak trima jika aku masuk kategari ter wow, mengenai urusan pria, aku dijadikan peran menguntungkan karena bisa hidup lagi,sekaligus dibikin was was mulu sebab ulah ngeselin mereka,
selang beberapa waktu perdebatan yang kian menderu itu kembali mereda, saat kedatangan Darka kesana menghampiri keduanya,
"Lagi apa kak? kok serius banget, boleh ikutan! "
apa yang akan terjadi lagi kali ini, dan kenapa juga jantung ku merasa berpacu sekeras ini, tidak kuduga firasat ku ternyata memang benar, tanpa dugaan Darka yang saat itu melangkah perlahan dibelakang Paman Sizen langsung menarik pinggang ku sehingga sontak saja, aku berpindah tempat melekat pada dada bidang Paman Darka,
asli Seratus persen mereka benar-benar CEO yang membuat ku geger tidak karuan,
"Apa yang kau lakukan, Paman Darka? "
sahutnya,
"Coba tebak, jauh-jauh datang kemari menyaksikan kedua kakak ku berdebat hanya mengenai hal sekecil ini! "
ucapku,
"Apa aku sekecil itu dimata mu, Paman? "
kembali menimpali,
"Menurutku, kami semua sudah larut karena mu, Clarisha, sebelumnya bertahun-tahun tak pernah ku dapati situasi yang aneh ini, tapi-"
entah kenapa kalimat yang terputus itu mengalihkan ku yang pada akhirnya kedua mata hazel biru menengok menatap raut wajah yang sumringah itu,
ada apa dibalik senyum tak wajar itu, mungkinkah,
Dia berulah, dan ya, inilah kondisi yang tidak pernah ku ingin kan, mendorong tubuhku berada ditengah mereka bertiga,
Wow aku pun menelan salivaku kala mereka bertiga mulai melakukan siasat dari keinginannya, Lukas pastilah jadi yang pertama membuat rencana untuk mendapatkan ku,
Menarik pinggangku sampai kedepan perutku ditarik lah tubuhku bersandar pada dada bidangnya,
melihat hal yang membuat keresahan dihati Sizen, ia juga mendekat melekatkan jemarinya pada punggung belakang ku, yang membuat ku sangat tertegun pasif kala itu, menatap melihat kearahnya, aku sedikit lega bisa melihat ekspresi Paman Sizen yang seolah tidak Terima, adiknya melakukan hal itu padaku, kemudian tidak berhenti disitu, Darka pun ikutan bergabung namun dia lebih menjengkelkan, sama seperti sebelumnya, ketiga Paman ku, memiliki jemari aktif di berbagai tempat yang berbeda, Paman Darka langsung meletakkan jemari nya pada tengkuk leher milikku sembari membelai lembut disana.
hemm, beginilah hidupku pada akhirnya, ditolak pun gak mungkin, tiga lawan satu, siapa juga yang bisa memenangkan nya,
kata Lukas yang membuat ku buyar dalam angan-angan,
"Sekarang apa yang menghinggapi pikiran mu itu, bahkan keberadaan tiga pria yang saat ini disisimu saja masih bisa mengalihkan pandangan mu! "
sahutku,
__ADS_1
"Ada yang sedang mengusik pikiran ku,tunggu dia kemari!"
mendengar ucapan Clarisha membikin ketiga bersaudara itu saling bertatap muka, apa gerangan yang membuat gadis itu gelisah tak menentu sekarang,
lalu tiba-tiba saja Clarisha memberontak dari ketiga cengkraman CEO sehingga mereka saling melongo kala dia berlari kembali untuk bersembunyi di bawah meja kerja milik Sizen,
disitulah mereka baru menyadari kalau ternyata ada seseorang yang menerobos masuk dari depan pintu yang tidak lain adalah Frand Huyan,melihat dengan mata kepala sendiri rasanya tercengang luar biasa, apa jadinya jika sedikit saja gadis itu berada dalam pengawasan nya maka, lain lagi kasusnya yang akan terjadi,
meringkuk sendiri tanpa teman,
ogak peduli walau tanpa teman, setidaknya, gue aman, beres,
aku bisa merasakan ada ular berbisa yang sedang memasuki ruangan,
darimana datangnya piton yang sebesar itu coba,
kejanggalan hati Lukas bahkan Darka masih tidak mempercayai tingkah Clarisha yang mengetahui kalau jika keberadaan nya diketahui oleh saudara angkat tertua ini, maka, pasti dia tak akan terselamatkan,
sebut dia Frand Huyan, dia menjadi sesosok Kakak tertua dari semua kalangan enam bersaudara pria, Shintya menjadi ketujuh kalau dirinya datang, namun memang dirinya adalah ketua kelompok mafia yang saat ini sedang mengambil cuti disela kesibukannya tanpa henti,
(widih, Mafia kok cuti,)
Dia menjadi salah satu pewaris pertama Mafia yang diberikan kepada mendiang Sherya,
jadi nenek juga memiliki alur berbeda to,
karena menurut pendapat nya, diantara semua putra nya yang paling cocok berada dalam kendali seorang Mafia hanyalah, Frand Huyan,
(menurutku namanya aneh)
"Apa yang sedang kalian sembunyikan, dibalik pertemuan ketiga CEO dalam satu pertemuan, ini pasti ulah wanita! apa aku benar, Adik! "
ucapan itu tajam hingga Sizen pun angkat bicara, sebenarnya hubungan mereka sangat jauh berbeda, dan hal ini dibuat atas kediaman Sizen, Luka beserta Darka, dimasa hidup Nyonya besar Sherya, Frand Huyan orang pertama yang mendapatkan dukungan melebihi siapa pun, kasih sayang dari nenek membikin semua berpikir buruk mengenai alasan dibalik adanya dirinya disela mereka,
Jawab Sizen,
"Tidak perlu basa- basi, katakan apa niat kedatangan mu Frand? "
langsung berbicara tanpa rasa hormat sedikitpun,
"Mulai hari ini, aku akan tinggal dikediaman Villa milikmu Sizen, untuk sementara, "
mendengar hal ini tiba-tiba saja Clarisha yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka mengalami cegukan disana, akibatnya rasa penasaran Frand Huyan membuat nya semakin beralih untuk tau dari mana asalnya bunyi suara cegukan seseorang itu,
"Hegk, Hegkh, "
Gak tau kenapa tadi juga baik-baik saja, kenapa sekarang ni mulut langsung aja cegukan mendadak kala mendengar orang yang dianggap Clarisha lebih menakutkan akan tinggal seatap dengan nya juga,
Gak tau atau apa coba, sekarang nambah lagi orang yang nyeremin melebihi batas toleransi, seorang Mafia pula, Paman Sizen bantu aku,
perkataan Sizen menjadikan ketegangan serius kala dia menyingkap sebuah hal dihadapan kakak angkatnya,
"Jika kau berani menyentuh milikku, mengenai dia, kupastikan, akan ku buat lebih buruk situasi nya mengenai keberadaan mu, atau memang kau tidak ingin dianggap oleh semua adik angkat mu, Frand Huyan! "
itu adalah sebuah peringatan keras demi menyelamatkan Clarisha, dia menjadi faktor utama, demi kebebasan dan keselamatan dirinya,
karena seorang Mafia seperti Frand, yang selalu berada dalam didikan Sherya, sangatlah menakutkan, dibandingkan dengan Shintya, Frand adalah orang yang paling memiliki kategori sama dengan Nyonya besar, apabila jika dia bahkan mengetahui dari Rayan, kalau keponakannya menjadi pewaris terbesar keluarga Eraldi, pastinya Frand akan membuat jeratan melebihi mereka, inilah kegelisahan Sizen,
Lalu,
"Baiklah, Asalkan dia mau menampakkan wajahnya, maka dengan senang hati aku akan keluar karena sudah mengganggu alasan dibalik rapat rahasia ini,Sizen! "
kemudian Clarisha pun menuruti panggilan paman Sizen, saat gadis bemata hazel biru itu keluar dari tempat persembunyiannya, dia mengalami masalah,
"Kaki ku Kram lagi, tolong bantu aku! "
Lagian sembunyi juga di bawah meja kerja, gitu to jadinya,.
(gak mikir ni hidup mau jadi apa kalau yang datang saja malah seorang Mafia?katanya juga,mau tinggal lagi ditengah lancarnya persaingan para Paman mengenai seribu rasa pemanis yang dibuat mereka,dan kenapa bukan peran lain sih, nyeremin amet, seorang Mafia,)
ketika gadis itu mulai dibopong oleh Sizen, pancaran tersirat berbeda dari wajah Frand Huyan padanya,
"Gadis yang mengesankan,"
mendengar lantunan suaranya membuat buluku berdiri secara mendadak,
mendekat dan memberikan sedikit kesan bahaya pada Clarisha,
"Menjauhlah dari pandangan ku, atau seekor Rubah jantan akan menguliti mu saat nanti kau berpapasan dengan nya, ingat itu baik-baik!gadis bermata hazel biru, kau seorang pemikat yang jenius, "
pergi begitu saja, semua ucapannya barusan membikin suasana disana seketika menegang, tentu saja, dia bahkan sudah berani memberikan ancaman bagi Clarisha walaupun ketiga saudara angkat nya masih berada dihadapan nya,
__ADS_1
"Ini Mimpi buruk yang nyata, "
Huahhhh, Sial amat ni hidup, baru aja lepas dari ketiga serangan mendadak, sekarang aku dijadikan target untuk menjauh darinya, apa dia itu gak mikir apa, tinggal se Vila, dan harus menjaga jarak dari Rubah jantan katanya, nasib yang gak pernah berjalan mulus.