
Berbalik badan meninggalkan Finesha,
betapa leganya hatiku dia berjalan keluar membuka pintu dan
"Brakk, Jeklak, "
tunggu, bukan nya barusan adalah bunyi pintu kamar yang terkunci, dia, apa yang sebenarnya berada dalam pikiran Biang masalah ini,
"hahhh, "
membungkam mulut dengan kedua tangan ku,
oh my god, bisa-bisanya dia merangkulku dengan kedua lengan panjang nya, ini begitu dekat, dada bidangnya nya juga menempel pada punggung belakang ku, apa-apaan dia? jemari yang melekat erat didepan membuat setiap nafas nya terdengar disudut telinga ku,sebab dagu yang disandarkan tepat di bahu membikin Finesha menelan salivanya,
gumamnya,
"Apa kau begitu takut dengan ku, Finesha? "
seolah itu hentakan yang membuat setiap suaraku nyaris tak bisa keluar dari kerongkongan,
"Kau itu seharusnya cuma menjadi milikku, bukan Huyan! karena orang seperti dia gak cocok berada disamping mu, Finesha, "
Tiba-tiba mendadak dia memaksaku menoleh menghadap tepat pada bibir nya sehingga dengan mudahnya dia langsung memberiku percampuran rasa miliknya, dengan semua kombinasi yang pernah ada dia orang yang membikin aku gak bisa berkata-kata, sebab ini benar-benar membikin terbawah suasana seseorang dengan sempurna,dengan cara yang nikmat namun langka, kenapa harus dia? berbeda dengan sebelumnya, caramel, vanila atau yang lainnya aku suka itu tapi ini, bikin aku susah sebab dia lebih mendominasi setiap gerakan yang membuat tiap wanita mudah terjerat, kecuali aku, hatiku sudah aku kunci jadi miliknya,
(bagaimana dengan yang lain,?)
blokir dong,
(la ini sekarang, gimana caranya ngeblokir?)
ya itu dia masalah nya, bantuin kek ngeblokir es teler nya, susah ni, buat gerak badan dikit aja gak bisa, kek dililit ular, kekunci oleh segel nya,
setelah dia memberikan sedikit jeda, Finesha menatap wajah Paman biang masalah itu,
"Kau kenapa melakukan hal seperti ini padaku?"
jawabnya,
"Karena mulai sekarang kau akan menjadi milik ku, Keponakan ku! "
terkejut,
"Apa? bagaimana kau bisa-"
langsung dia melakukan mode kedua dengan lebih agresif,
jika ini diteruskan, bisa gawat, nanti bagaimana jika langsung membuat ku tergelincir,bahkan terperosok,hingga terperangkap padanya, lakukan sesuatu? berpikirlah?ni otak kapan nyambung nya sih, capek bibir gue, gak bisa nafas, masak hidup buat nahan nafas,
(emang kau bisa?)
gak yakin juga,
(yakin bisa fokus)
gak la, susah nya bukan main, otak suruh mikir, ni bibir dibabat abis emang rumput apa ni Paman udah beneran mau ngehancurin bibir imut gue, Royal banget dia bisa menikmati nya,gak kasih diskon juga demen amet merasakan nya,
(tu bibir emang ber merk apa sampai muncul juga diskon nya?)
tanpa lebel abal-abal, ni asli bibir gue napa juga jauh-jauh kek ada merk nya, gak ada cap apapun yang ada aku malah kangen sama paman gue, heheheh,
(Paman yang mana? paman lo kebanyakan,)
na itu,bingung mikir, Huyan aja,
Akhirnya perpaduan rasa teler yang menguncang berhenti,
lega banget bisa bernafas kembali,
"Kau benar-benar candu dengan ciuman, Finesha! "
secara logis ni orang emang udah gak beres,
(tepat sekali)
enak aja main kesimpulan bahwa gue tipe candu sama ciuman nya dia, ogahh banget, ge er di pelihara, pakek tu kaca mata biar jelas, bisa nya ngomong doang, sukanya aja cari masalah,Grandpa dapet ni anak orang dari hasil cetakan siapa sih, nyebelin amet,cari anak tu yang gak nyusahin, gak ngerepotin, la ini, udah gak ada tandingan nya, ya masak keponakan juga di embat,
(bukannya semua paman lo kek gitu?)
beda crita lain tempat, semua paman kan nyaris tak ada hubungannya sama aku, beda saat dunia kedua saat memasuki ke tubuh Clarisha,la itu baru menjadi Paman beberapa detik nyosor mulu dari tadi,
(la sekarang gimana cara lo keluar dari jebakan nya?)
gak tau, ni pikiran ku kacau, paman Sizen juga gak bisa bantu pula,
tunggu, tiba-tiba saja aku menemukan sebuah ide,
"Paman? "
menatap lembut kearah sang keponakan,
"Kenapa? adakah yang ingin kau katakan, Finesha? "
kebetulan aku menggunakan poni saat ini, dan ternyata jahil juga jemarinya, ia ke asyikan main tu rambut sambil melirik anehh ke arah ku,
batinku,
cobaan yang berat,
(bukannya seru,)
seru dari mana nya?
balasku ringan,
"Aku bosan dirumah aja, bisakah paman mengajak ku jalan-jalan keluar mencari suatu tempat yang berbeda! "
sambil mengusap lembut kepala ku,
(hemm, awas lo mendadak demen!)
gak tenang, udah ada yang punya,
(ceh, beneran, pasti nantinya juga pindah tempat lagi)
gak denger apa ucapan Huyan, udah bersertifikat, wah mana bisa gue nentang, yang ada tujuh hari tujuh malem gue gak bakalan bisa hidup tenang,
(iya juga sih,)
ujarnya,
"Baiklah, pergi mandi dulu gi sana, lekas itu bersiaplah, aku akan tunggu kamu dibawah! "
berjalan keluar pintu dan akhirnya,
tu pintu kebuka juga, semoga semua berhasil dengan mudah,dan lancar
(emang mau ngapain?)
kabur dicela kesempitan, ngapain lagi kalau gak cari cara didalam kesempatan yang ada,
sekarang tinggal ngasih kode ke paman Sizen, gimana caranya ya?
(lo tu cari masalah aja, nunggu paman Huyan bertindak aja kenapa sih? cari perkara sama biang masalah, awas entar malem malah beneran dapat jatah hukuman berat lo baru tau rasa, mending gak usah cari gara-gara deh sama ni paman yang repot nya gak main-main)
gue gak akan nyerah begitu aja,
(terserah lo aja,)
siapp,
setelah beberapa saat aku bersiap akhirnya turun dari kamar tersebut,
"Sepertinya ide ini lebih sempurna untuk dicoba? "
(ku harap kau berpikir dua kali sebelum melakukan nya, ingatlah konsekuensi nya,)
oke, akan ku ingat saran mu,
turun melewati beberapa anak tangga ternyata aku merasakan tatapan yang membuat ku harus merasakan firasat aneh,
tidak bisakah, dia bersikap normal!
(memang kau pikir dia itu siapa?)
seenggaknya mata nya tu, tajam banget ngeliat nya,
Batin Paman biang masalah,
"Memakai long dress silk hijau, ternyata cocok juga dengan bentuk lekuk tubuh ideal itu, menarik, "
lalu sesampainya tepat dibawah aku disambut hangat oleh Paman biang masalah itu, sebenarnya namanya siapa sih?
(iya juga ya, kau gak tau juga,)
yup, Sama-sama gak tau, males nanya,
jemari tangan seseorang menyentuh punggung belakang ku, aku sangat terkejut, sebab dress yang ku pakai memang terbuka pada bagian punggung belakang, tapi kenapa biang masalah ini rewel banget jemarinya, langsung aja aku tarik dan lempar kan kebawa, namun,
"Srett, "
dia malah merangkul bahuku dengan satu tangan nya, gak ada capek nya ngusilin keponakan sendiri, uda tua juga ngeselin amet,
(gak tua tu, masih mudah malahan, liat aja tampang nya?)
seketika aku melihat ke arah wajahnya,
menarik kembali menghadap paman Sizen,
ucap nya,
"Adakah yang membuat mu terkesan hari ini, Finesha! "
balasnya,
"ya jika bukan karena pergi bersama Paman, ogah juga berpakaian seperti ini, "
dia membalasnya dengan senyuman,
(bukankah itu manis,)
__ADS_1
jika biang masalah aja manis, gimana lo liat orang lain coba,kesambet mulu entar, jika kata lo semua manis, gak akan ada yang bisa bandingin manisnya gula, heheheh,
(lo tu ada aja perbandingan nya,)
kemudian setelah beranjak aku pun meminta izin pada Grandpa,
"Grandpa, aku akan pergi keluar bersama dia, dan Paman Sizen, bolehkan? "
jawabnya,
"Gak perlu bawa Sizen, dia ada sesuatu yang harus diurus, "
kesalku,
"Ya udah gak jadi aja, biar aku kembali ke kamar! "
akhirnya tanpa pikir panjang si biang masalah langsung komplain,
heheheh itu mau ku, biarin aja dia langsung masuk ke dalam perangkap jebakan permainan ku, sekarang gantian, oke, rasain lo,
"Sizen kau ikut kami sebentar, tidak masalah pa, setidaknya hanya meluangkan waktu sehari saja, "
sahut Grandma,
"Pergilah, kau juga butuh waktu untuk istirahat beberapa saat, Sizen!"
sebenarnya suasananya terlihat biasa, tapi kenapa rasanya seperti aku yang dimanfaatkan si, bukan kedua orang tua itu, melainkan si biang masalah satu ini,
kata ku saat kami bertiga memasuki sebuah mobil,
"Sebenarnya namamu siapa sih paman? "
balasnya,
"Nama kekasih ku ini,"
jengkel ku,
"Apaan sih, ogah, gue mendingan pacaran sama paman Sizen dari pada sama lo, Paman! "
Sizen terkejut, hingga menimpali ucapan,
"Kau bahkan baru mengenal ku, Finesha, jangan asal bicara dan menentukan sesuatu dengan mudah, "
sahut yang satunya,
"Tepat sekali, "
jawab ku,
"Terserah, siapa juga yang akan dengerin pendapat kalian, toh ini hidup gue, jadi keputusan tentu aku yang akan tentuin, inget itu baik-baik! "
"Manisnya, "
hiii ucapannya membuat ku merinding lagi,
Sizen hanya tersenyum menatap ku,
hah sabar ngadepin para pria tua usil di dunia ku,
katanya yang mengajak ngobrol,
"Namaku-"
"krrtttt, "
mobilnya tiba-tiba terhenti disebuah Resto yang sangat luar biasa,
"Waoww, ini seolah bukan nyata, "
dia langsung mencubit ku,
"Auuu, apa kau gila? sakit tau! "
tersenyum sambil berjalan di menjawab lembut ucapan Finesha,
"Hanya mencoba memastikan, apa itu mimpi atau bukan, hemmm, "
dia lebih mengkhawatirkan dari dugaan ku,
"Tunggu, "
sembari menarik pergelangan tangan nya, dia pun membalas dengan sebuah kecupan manis didahi,
"emmuachh, keponakan yang manis, "
desah ku,
"menyesal benget gue tadi ngapain coba narik pergelangan tangan nya juga, "
kata Sizen,
"Nyesel, "
"Banget, "
"Ya, kenapa kau malah tersenyum? "
karena paman biang masalah sedang memesan tempat ini maka sekarang adalah saat yang tepat,
"Paman Sizen, hari ini ingatlah, kalau kita berdua harus kabur darinya, bagaimana pun caranya? mengerti! "
dia masih bingung,
"Sebenarnya kau itu ada sangkut pautnya apa dengan Grandpa atau Paman biang masalah itu? "
jawab nya,
"Sampai kapan kau akan membuat ku menahan tawa, Finesha? "
kesal melihat ekspresi aneh Sizen,
"Aku ini serius Paman, kita harus kembali ke tempat Huyan kalau Paman tidak mau, maka ke Shinje saja gimana? "
masih tidak percaya dengan cara bicaranya,
hingga tanpa diduga Finesha langsung menarik dasi milik Sizen, sampai wajahnya begitu dekat dengan dirinya,
"Kau itu apa yang kau simpan sejak dari tadi aku ajak bicara, gak nyambung sama sekali, nanti cari cara, pokoknya kau harus bertanggung jawab, mengerti Paman Sizen? "
jawabnya,
"Baiklah, soal Helizen, dia orang yang cukup sulit untuk dikelabui, aku tidak jamin bisa membuat nya terpengaruh, "
ujarku,
"Oh jadi si brengsek itu namanya Helizen, "
"Ctuk, "
"ya apa-apaan tadi?kenapa kau membuat jidat ku berbunyi? emang ganggu lo apa? "
"Banget, "
sambil berjalan,
"Bagus berada di dua Paman reseh bikin naik darah it's okay, seenggaknya mereka tampan, kalau tidak, runyam pasti berurusan dengan ku, hah, "
sesampainya ditempat,
"Oh my god, is perfect, apa pacar mu datang, Helizen!"
menarik dagu ku dan langsung main gaspol aja,
dia mencium bibir ku secara langsung dihadapan Paman Sizen, benar-benar gak ada kelakuan yang pantas disebut dengan seorang Paman,
tegur nya,
"Lain kali, Hati-hati saat bicara! "
mengernyitkan dahiku,
"lo pikir ngomong gak hati-hati, udah pasti nyesel banget, lidah gue aja terkadang gue gigit gak tau apa alasan nya, spontan langsung reaksi kek gitu, gimana asal nerocos aja, lagian lo juga jadi Paman reseh banget, tau tempat apa? "
balas nya bikin aku kaget,
"it's Oke, entar kita lanjut nanti malam! "
melongo tidak percaya sambil mendudukkan tubuhku dikursi, Sizen melihat ekspresi ku sontak menahan tawa didepan Helizen,
"Makanlah, aku akan memberikan kejutan untuk mu, dihari yang sangat spesial kali ini! "
"hahh, "
desah ku,
"sekarang apa lagi yang akan dilakukannya? "
Helizen keluar dari sini dan berbicara dengan seseorang,
"Paman, apa ada masalah sesuatu? mungkin kau tau? "
"Tidak, mungkin masalah pekerjaan kan! "
karena merasa lapar,
"Paman mending makan aja dulu, aku duluan ya, laper, "
"Ya, Hati-hati dan jangan sampai tersedak, "
"siap deh, "
"Kau gadis yang lucu, "
"benaran, "
"Ya, cantik pula, "
"Hah, baru tahu ya, heheheh, "
__ADS_1
sambil memakan santapan nya tiba-tiba saja,
"Kau menarik perhatian ku, bagaimana jika kau sampai mengubah hati dari seorang Sizen ini, Finesha? "
"akhgg akhhhg, "
langsung dalam sekejap Helizen menepuk pelan punggung Finesha,
"Apa yang terjadi? kenapa kau sampai tersedak begini? "
balasku,
"Karena menunggu mu terlalu lama, Paman Helizen, "
"Baiklah aku minta maaf, soalnya ada sesuatu yang penting harus diurus tadi! "
"Srttt, "
Lagi-lagi sikap serampangan ku kembali kambuh, menarik dasi miliknya kemudian bergumam,
"Awas kalau sampai kau membuat ku kesal dan-"
"emmuachh, "
"ya apa-apaan kau ini! "
"itu kunci agar kau tidak bawel lagi, sekali lagi kamu menarik dasi Paman mu, bisa dijamin, Keponakan ku gak akan ku biarkan tidur nanti malam, "
"Glekk, "
menelan salivaku,
"Dasar si brengsek, "
*******
disisi lain Huyan kini sedang dalam perjalanan menuju Daddy nya, namun alhasil dia sama sekali tidak bisa bertemu dengan nya, dia tidak tau sebenarnya ada rencana khusus yang akan menanti dirinya, di suatu tempat istimewa seseorang yang dianggap nya tiada sebenarnya mereka semua masih hidup dan dalam kondisi baik-baik saja,apapun yang terjadi sebelum ini hanya sebuah rekayasa dari semua orang untuk membikin Huyan sekaligus Finesha bermasalah,kejutan yang keterlaluan,
ketika Helizen mendapatkan sebuah panggilan, akhirnya ia mengajak Finesha dan Sizen pergi ke suatu tempat yang bisa dikatakan, ini akan mengawali segalanya menjadi lebih menarik lagi,berhenti tepat didepan suatu castil besar dan unik, kami pun melangkah perlahan berjalan disana, ternyata,
"Cett tarr, "
"kejutan, selamat ulang tahun terindah sayang, "
disana aku terkejut melihat semua orang berada disini berkumpul hanya untuk membikin proses menjengkelkan ini, sahutku,
"Ya, apa semua penculikan juga karena alasan ini, Daddy? "
jawabnya tenang,
"kau tanyakan saja sama pak tua itu, "
menoleh pada Grandpa,
dan kue yang berada diatas meja membuat Finesha bertanya-tanya,
"Lalu kue yang itu! "
sahut seseorang dari belakang,
"mereka telah berhasil menipu kita dengan taktik dan cara yang tragis, kau tau, mereka semua cukup gila mengerjai kita berdua hanya demi rencana merayakan ulang tahun kita bersama,Finesha, "
sahut Delega Rison beserta putra keduanya,
"Apakah ekting kami sempurna? "
kata Hezan,
"menurut ku itu keterlaluan,"
jawab Shintya,
"Wajar, kan dia seorang mafia, mental harus kuat donk, "
Ucap nya sambil geleng-geleng kepala,
"Rencana yang tak habis pikir, lalu kabar perceraian kalian? "
sahut Deriyan,
"Maaf, tolong jangan salah kan aku, karena ini kemauan Shintya, "
tidak habis pikir,
"Sampai bertindak sejauh itu, Dirgha dan Defhan bagaimana mereka? "
Dirgha menyahuti,
"kami juga korban Paman, "
begitu dengan Defhan,
"Aku juga sama Paman, "
Grandpa dan Grandma mengatakan segalanya,
Grandpa,
"Bukankah ini menarik, Huyan dan Finesha, "
Grandma,
"Walaupun berlebihan setidaknya ini menarik kan, "
Finesha mengomel,
"Ya ini keterlaluan, tunggu jadi Helizen juga terlibat! "
dia tersadar menyebutkan namanya sontak langsung beralih tempat bersembunyi dibelakang Sizen,
"Untung aja gue nyadar, kalau gak, wah kena apes hidup gue sama kemarahan Huyan, "
kata Huyan yang melihat tingkah aneh Finesha,
"Ngapain ngumpet kek gitu? "
"Gimana kalau gue jadi santapan orang? "
"Emang siapa yang mau gue bunuh, "
Sizen dan Helizen tersenyum,
kata Daddy Huyan,
"Maafkan kami semua, sebab dengan begini acara kedua ulang tahun kalian pasti tak akan terlupakan seumur hidup, benar bukan! "
kesal ku,
"Kak Huyan, tu Daddy beneran mirip sama sifat mafia mu, ya masak aku juga bukan anaknya di kasih juga cara aneh kek gini, "
"Lo tu juga jadi adik gue, akal-akalan mereka juga,gak tau dapat ide dari mana segalanya berjalan dengan sangat rapi tanpa sepengetahuan ku, mereka itu benar-benar biang masalah, "
heheheh kayak Paman Helizen,
bisik Helizen pada ku,
"Nanti malam kita akan lanjutin yang lebih sempurna, okey, keponakan ku! "
"Apa? "
teriak ku,
ujar Huyan,
"Awas kalau kau sampai ngelakuin hal aneh padanya! "
jawab Daddy Henson,
"Dia orang yang usil, pasti kau melakukan sesuatu dengan putriku, kakak? "
senyum nya yang membikin aku gemetar,
"mulai hari ini semua Paman akan tinggal di castil bersama Finesha, kejutan untuk mu sayang ku! "
sambil membelai lembut pipi ku, Huyan langsung berdiri dan bertindak,
"Sekali lagi kau menyentuh nya, lo bakal gue bunuh! camkan itu! "
melihat tingkah mereka seolah Daddy benar-benar tersenyum,
"Huyan, sebaiknya kau harus jaga baik-baik kekasih mu itu, sebab dia mungkin akan menyerang dengan sebuah pelatuk lebih dari mu,"
pikir ku,
mereka berdebat dengan sempurna seperti ide konyol nya, tapi yang bikin aku kepikiran adalah, aku akan tinggal bersama semua Paman di castil ini, wah parah gilanya, la terus gimana nasib gue selanjutnya? diterkam banyak pria tua buas disatu tempat, ni acara napa jadi keluar jalur sih. histeris gue, jadi Clarisha lebih mending, la ini gak ada hubungan apa-apa mala akan tinggal se castil bareng mereka, hahh, hidup ku emang terkunci didalam dunia para Paman, tunggu giliran mereka menyerang, dan mati gue, jika bergiliran.tapi bukannya ini akan lebih membahayakan, toh posisi aku bukan pihak dari keluarga secara otomatis,
sahut seseorang dari belakang,
Shinje,
"Wah ada target baru untuk diserang, "
Deray,
"Hem, ini akan menjadi hal yang lebih menarik! "
Lukas,
"Sepertinya Finesha tak akan bisa lepas dengan semudah itu, "
Penderitaan hidup gue baru saja dimulai, brengsek, kenapa kembali ke titik awal lagi. hahh nasib-nasib mulus amet, sampai bisa begini,
(bukannya ni mau lo, kumpul lagi ma mereka)
ya juga tapi, lo gak dengar ucapan mereka,
(bersiaplah mengunci pintu kamar selama dua puluh empat jam,Finesha)
ya gue kan inget itu baik-baik.
__ADS_1