
Tidak aku duga jikalau ini membuat Paman ku bertindak gegabah, sebenarnya aku memiliki niatan untuk mengetahui alasan dibalik sikap kegilaan saudara kembar ku, namun bukan hasil yang kudapat melainkan,
"BAKK, "
Hah memang darah yang mengalir ditubuh nya sudah terlalu asing, wajar juga karena tidak ada ikatan tali persaudaraan, ya bagaimana aku sampai berpikir seperti itu, tanpa berunding langsung dia main tangan dengan memukul belakang tubuh Fenesha tepat di bagian bawah kepalanya, hingga akhirnya ia terjatuh tersungkur dibawah tergeletak tak sadarkan diri,
kata Luis
"Apa yang kau lakukan Frand Huyan?semua ini adalah urusan Clarisha, walaupun aku tidak tau jika dia juga menjadi korban namun, Fenesha yang membeku mematung ditempat seperti sebuah es, sedangkan Clarisha bak bara api yang menyala ingin menyambar nya, tapi kenapa kau yang bersusah payah, jika begini, aku jadi sia-sia untuk memberikan kado untuk nya, "
menjawab tanpa aturan,
"Begini lebih mudah dan cepat untuk dibereskan! "
ujarku yang pengen emosi mendengar alasannya,
"Kupikir kinerja seorang Frand Huyan berkualitas tinggi, mengingat kau berada dalam naungan Nyonya Sherya, sekarang kau membuat ku berpikir dua kali mengenai dirimu, Frand Huyan! "
memalingkan muka darinya,
(Lo kesal padanya?)
jelaslah bukan main, padahal ini menjadi kesempatan sekaligus peluang terbesarku untuk mengetahui kebenaran, namun berhasil dikacaukan dan dihancurkan oleh Paman Frand, menyebalkan setelah itu bahkan kini Paman Henson juga mengambil tindakan dengan memutuskan seseorang untuk memerintahkan agar,
"Kalian bereskan dia dengan secepatnya, mengerti!"
Tanya Finesha yang mencoba bertanya,
"Maksud Daddy apa bicara seperti itu? "
dia hanya menimpali nya dengan senyum,
entah kenapa satu kalimat tadi membuat bulu kuduk ku berdiri,
batinnya,
"Bagaimana jika ia sampai mengakhiri segalanya, Clarisha? "
emang gue pikirin!
(yah, dia adik lo, saudara kembar lo!)
ambil gitu gue gak butuh saudara yang makan saudara nya sendiri, biarin aja dia agar tau rasanya dari akibat perbuatan nya, yang mirip dengan sikap seorang psikopat itu,
sekilas suara Paman Sizen membuat ku tersadar,
"Clarisha kau baik-baik saja kan? akhir-akhir ini kau sering kebanyakan melamun,"
jawab ku,
"Ya, semua baik, Paman Sizen, "
tersenyum memandang nya, perhatian nya adalah hal paling berharga yang kupunya saat ini, menyenangkan bisa selalu dekat dengan nya, dan sengsara bisa melihat tatapan kejamnya dari kejauhan mata seorang Frand Huyan,
"Entah apa ini hanya ilusi ku, kedua mata itu nyaris mencekik ku, menindas ku seolah tertekan saat aku benar-benar melihat sorot matanya yang begitu tajam, dia memang orang dengan mudah nya akan menang dalam adu membunuh dalam pertempuran beradu tatapan saja, menakutkan, "
(Menurut ku malem ini sebaiknya lo Hati-hati dan bersiap saja, menjaga diri lo, Clarisha, )
Woi, maksud lo apa bicara kek gitu jika dia dateng dalam mimpi sih itu gak masalah, kan gak beresiko, la sebaliknya kalau mereka mendatangi ku tengah malam dijam tidurku,
"Terus gimana nasib hidup gue! "
(Rasain aja sendiri,)
lo kok gitu,
(Hahhh, ke-dua Paman mu, akan membikin dirimu terbelit, menjerit dalam ketidak berdayaan mu, Clarisha, pasti semua akan terasa seru kali ini,)
Sahut Finesha yang mengkhawatirkan ku,
"Bagaimana keadaan mu Clarisha? "
dengan tersenyum aku menjawab,
"Baik, jangan cemaskan aku, Finesha! "
"Tapi melihatmu sering menatap kosong, membuat ku menjadi lebih takut! "
"it's okay, gak perlu takut semua baik-baik saja, "
kata Luis memotong pembicaraan mereka berdua,
"Sebaiknya sekarang kalian beristirahat dulu, pasti kalian semua capek menempuh jarak sejauh ini untuk datang kemari demi berlibur, "
akhirnya saran yang diberikan tadi membuat semua masuk kekamar masing-masing dari mereka dengan persiapan sebelum nya, Tuan Luis adalah orang yang pengertian.
Dikamar Clarisha,
"Akhirnya ni tubuh yang butuh daya pengisian bisa berbaring di ranjang yang sangat besar dan mewah, hemmm, sepertinya aku akan tertidur sejenak, "
mata ku mulai sayup tak tertahankan, merasakan kenyamanan yang luar biasa sehingga tanpa ku sadari, aku kedatangan seorang tamu yang datang masuk menerobos ruangan ku saat ini, tidak tau kenapa? bahkan dengan alasan apa? seseorang itu langsung saja bertindak gegabah,
jerit ku,
"Akhhhh, "
menyadari betapa sakitnya itu, aku langsung tergerak menghindari gigitan yang terasa sakit dan panas dibahuku, ternyata hal ini membuat bahu atas ku meninggalkan jejak seketika,
omelku,
"Yahhh, apa kau gila? kenapa tidak pergi kerumah sakit jiwa? akhh, ini benar-benar sakit, kau pikir bahu ku daging ayam apa? mana tu otak buat mikir, dasar Frand gila, "
tiba-tiba saja dia langsung berlari menaiki ranjang itu dan mencoba mengejarku, sebisa mungkin aku berlari dari nya, menghindar dan saat rencana ingin melarikan diri keluar kamar, dia sengaja mengunci lebih awal pintu kamar ku,jadi
katanya yang saat ini berada tepat di punggung ku,
"Kau tau, hari ini bahkan kau sengaja memberikan santapan manis pada tengkuk leher mu kepadaku,yang memiliki aroma begitu manis,Clarisha,"
"Kau pikir aku apa? gula? kau gila!minggir-"
memaksa untuk membuat tubuh nya mendekat dari ku malah sekarang dia menekan punggungku, mau tidak mau aku tak sanggup menghindar lagi, sekarang dia-
"Apa yang kau rasakan saat ini, Clarisha? "
"Merinding! "
"Aku tidak bercanda! "
"Lo pikir aku bercanda, siapa juga yang gak merasakan hal itu saat ditempat kejadian, datang-datang langsung menggigit, mengejar mangsa dengan brutal, setelah mendapatkan kau langsung menghimpit nya seperti sekarang ini, kau bahkan nyaris seperti hantu, datang sendiri tanpa diundang, menyebalkan, pergi dari ku, cepat! "
"Kenapa? "
"Aku gak nyaman sama lo, ngerti gak! "
"gak, buat aja menjadi senyaman mungkin,"
"Apa kau bilang?"
__ADS_1
dia langsung menggigit tengkuk leher ku,
"Apa yang kau lakukan? lepasin gue, Frand!
lagi dan lagi,
" Akhhh, ya itu sakit, sadis amet si, lo vampir apa main gigit anak orang! "
"karena kau adalah target sasaran untuk menjadikan mu, milikku, Clarisha! "
"apa, kau gila? "
"Ya, kau lah yang membuat ku gila hingga haus akan dirimu! "
"Kalau kau haus pergilah kedapur cari minuman disana! ke napa nyasar ke aku, Frand Huyan? "
"tegukan air tak akan membuat dahagaku mengenai dirimu sirna,mereka tak sanggup melepaskan penat kerongkongan ku, melainkan,"
Tiba-tiba menarik wajahku menghadap kearahnya dan, dengan reflek kedua bibir kami menyatu, perlahan dengan lembut Frand memainkan ciuman hangatnya kepada ku,
mendorongnya,
"apa yang kau lakukan lagi? jangan berbuat ulah disini, Frand? "
"Karena hatiku sudah menempatkan mu membuat ku menginginkan mu sekarang! "
Lagi-lagi menarik tubuh ku tepat di pinggang ku ia merangkul dengan tangannya,
"Sekarang apa lagi mau mu? "
"Tok.. tok.. tok.. "
seseorang mengetuk pintu dari luar,
batinku,.
"seseorang datang, sekarang bagaimana ini? "
kebingungan berpikir ternyata dia yang kini berdiri didepan pintu adalah,
"Clarisha, apa kau sudah tidur? "
suara paman Sizen, oh my god, kenapa yang sejak awal masuk bukan kau saja paman, malahan beruang kutub Selatan yang berkeliaran,
katanya,
"jika kau tidak mau menjawab biar aku saja yang angkat bicara! "
sontak terpaksa aku menutup mulutnya dengan telapak tangan ku, namun bukanya marah, malahan dia tersenyum gak jelas sendiri sekarang,
ni hidupku kok ribet banget sih,
(sekarang saatnya main petak umpet)
lo itu gak bisa bantuin nerocos mulu,
entah kenapa aku merasakan sesuatu yang mengancam pada telapak tangan ku saat ini,
gerutuku pelan sambil menarik tangan ku,
"Kau bahkan menganggap tangan ku seperti es krim yang kau santap dengan lidah konyol mu itu, aku benar-benar tidak tau lagi harus apa? "
sahutnya,
"Jadilah penurut maka semua akan baik-baik saja,"
aku terpaku sejenak, mendengar perkataan nya barusan,kemudian tanpa pikir panjang dia membisikkan sesuatu ditelinga ku,
"Paman hentikan tingkah aneh mu ini, tolong henti kan oke, aku benar-benar capek,mau istirahat! "
"Lalu yang diluar, kau akan biarkan seperti itu! "
"Hemm, ya, kau puas, masak kau nyuruh aku masukin juga, kedua paman didalam satu kamar ku, kau gila, aku tidak segila dirimu, paman Frand! "
"baiklah bagaimana jika aku yang keluar, biar bisa bergiliran! "
"kau benar-benar sudah kehilangan akal sehat, "
mencoba membuka pintu,
Srett
aku menghentikan dia dari menyentuh gagang pintu,
ucap ku pelan agar tak terdengar oleh paman Sizen yang masih diluar sana,
"Jangan berani keluar dari sini, Paman Frand! "
"Jadi kau ingin aku temani malam ini, Clarisha! "
"Apa kau benar-benar mengujiku paman? "
"Tidak, "
"Kau ingin keluar dan memperlihatkan kalau kau berada dikamar ku pada nya, bukankah itu alasan mu yang sengaja membikin semua menjadi runyam! "
"Bagus kalau kau paham! "
"Clarisha, kau didalam kan? "
sebenarnya aku tak ingin berbohong, tapi tidak ada jalan keluar lagi selain membuat beruang kutub Selatan ini terdampar dikamar ku, mengesalkan,
Lama-lama aku juga akan ikutan terpengaruh gilanya,
(wkwkwkwkk, gimana seru to terjebak sama Frand Huyan,)
seandainya lo orang, aku bisa jamin, lo gak bakal hidup lama, sayang nya lo versi kedua gue, ni pikiran sama hati selalu aja bentrok kalau urusan asmara, hahh...
"Jika kau berani menjawabnya, aku pastikan akan keluar sekarang juga, dan jika kau tetap membiarkan ku didalam, maka akan luar biasa hebat nya, kita akan bersenang-senang bersama malam ini! "
entah kenapa firasat ku cukup buruk dengan ucapannya barusan,
"Terserah, gue capek, cukup dan hentikan, "
membiarkan dia diluar menunggu adalah ketidak relaanku, namun dari pada jadi perkara, lebih baik aku pergi untuk beristirahat, namun tidak diduga, Frand Huyan kesekian kalinya, menggendong ku ala bridal style dan membawa ku diatas ranjang, menaruhku pelan, membelai Kepala ku sembari berbaring tepat disebelah ku, ia bergumam,
"Pejamkan matamu, maka selekas itu aku akan pergi keluar setelah dia yang kau tunggu pergi dari depan pintu,Clarisha! "
"Janji, "
"Ya, janji, Anak manis, "
"Kau bilang apa? "
"Anak manis, jadi kau sangat suka ku panggil manis, "
"Terserah, gak ada tenaga lagi buat ngeladenin kamu, Paman, "
__ADS_1
akhirnya aku tertidur tepat disamping nya,
(oalah klepek juga tu anak orang,)
nyingkir lo, aku mau tidur,
setelah Sizen pergi dari sana ia kembali ke ruang tamu berpapasan dengan Finesha,
tanya nya,
"Bagaimana kondisi mu? apa sudah membaik? "
terlihat dia begitu tenang menangapi perkataan Sizen,
"Baik Paman, semua sudah membaik, "
sembari tersenyum,
batin Sizen,
"Cara bicara nya yang mengulang hampir mirip dengan kebiasaan kecil Clarisha, mungkin hanya sebuah kesamaan saja, "
ujar nya,
"Paman, bagaimana kesehatan anda? "
Sizen terkejut mendengar pertanyaan itu, sebab tak ada yang tau jika sebelum nya dia pernah sakit,
dan itu hanya diketahui oleh Clarisha saja,
"Kau tau itu dari mana? "
"Tentu Clarisha paman, "
"Gadis itu memang tidak bisa diajak untuk main rahasia ternyata, "
"apakah paman marah? "
"Tidak, kenapa harus marah? "
"mungkin karena dia tengah memberitahu aku! "
"Tidak, itu adalah ciri khas Clarisha yang sudah mempercayai mu, itu sebabnya dia membagi cerita keluarga nya dengan kamu, Finesha,"
Selang beberapa saat, setelah percakapan keduanya selesai mata Sizen mengarah pada seseorang yang kini menjadi perhatian nya, dia adalah Frand Huyan, ia berjalan dari arah kamar Clarisha, pikir nya
"Apa barusan dia berada dikamar Clarisha? "
sontak setelah Frand lenyap dari hadapan mereka Sizen langsung pergi menuju kamar Clarisha, disana dia sejenak terlihat kalau keponakan nya masih dalam kondisi terlelap tidur diranjang ruangan ini,karena merasa ada yang aneh dengan gelagat Paman Sizen maka dari tadi ia mengikuti kemana dirinya begitu mencemaskan perihal, yaitu mengenai keadaan Clarisha,
batinku,
"Aku baru tau kalau Paman memiliki perhatian yang begitu berarti untuk nya, "
Diruangan tamu kini semua berkumpul, hanya menunggu kedatangan Clarisha dan Sizen, sebelumnya ketika Finesha melihat Paman Sizen berada didekat Clarisha dikala dia sedang beristirahat, ternyata dia mengambil kesempatan untuk mencium bibir nya,
kaget dirasa Finesha,
"Bukankah itu sikap yang tak seharusnya terjadi! "
sahut seseorang,
"jika kau saja masih begitu nyaman tinggal ditubuh Finesha, kau pikir semua akan membaik, jangan mengharapkan sesuatu yang mustahil terjadi, kembali ke titik awal, pasti nya begitu sulit, Clarisha! "
tertegun lalu,
"Paman Frand, kau tahu apa yang sebenarnya telah terjadi? "
"Begitulah, kenapa?apa itu mengejutkan mu, Finesha? "
"Tadi Paman! "
"jangan pernah terkejut dengan apa yang kau lihat, sebab semua perkara ini karena ketidak sengajaan diantara kalian berdua, dan berkat hal ini pula semuanya lebih menarik dari sebelumnya, "
"Maksud Paman apa? aku sama sekali tidak mengerti? "
"Lebih baik tidak mengerti dari pada kamu memahami nya, nanti akan lebih tercengang lagi, ya anggap semua adalah kesempatan bagi kalian berdua, nikmati lah kehidupan dia dunia yang berbeda dalam satu pandangan, "
"Ucapan Paman selalu saja membingungkan ku, "
lalu setelah beberapa saat Paman Sizen keluar dan meninggalkan kamar Clarisha, setelah itu aku dan Paman Frand yang semenjak dari tadi berbicara, kini kembali menuju kekamar peristirahatan kami, namun selang waktu beranjak lebih akhirnya semua berkumpul kembali di ruang tamu,
kata Luis,
"Kenapa Mereka berdua masih belum datang juga? apa jangan-jangan masih tertidur pulas? "
sahut Paman Henson,
"Mungkin juga, jika kau lapar, makan saja duluan, biar nanti yang datang terlambat bisa menyusul kan, "
ucap Finesha,
"Iya Paman Luis, perkataan Daddy ada benarnya juga, "
Frand juga ikutan bicara,
"Nanti juga mereka turun sendiri, kita makan saja dulu sekarang, "
padahal mereka tidak tau kalau sebenarnya Clarisha sudah dalam perjalanan turun namun Sizen menghadangnya karena,
"Katakan padaku sebenarnya, sebelumnya apa Huyan berada dikamar mu? "
mencoba berpura-pura,
"Maksud Paman Sizen apa sih? "
terdesak lebih,
"Jangan menghindari ucapan ku Clarisha, atau aku-! "
cemberut sesaat,
"Aku apa? lanjutkan saja, aku tidak takut! "
ternyata dia menarik pinggang ku dengan erat langsung mencium ku sehingga perlahan ciuman itu mengagetkan ku kala Paman mengunci pintu kamar ku sama seperti yang dilakukan Frand namun dengan cara yang berbeda,
"Hahhh, "
memberi kesempatan untuk bernafas sedikit,
"Masih kah kau ingin menyembunyikan nya, Clarisha! "
"Ada apa dengan mu Paman Sizen, kau tidak nampak seperti biasanya? "
"Kau ingin tau, atau kau pura-pura tidak tau, aku seperti ini karena cemburu melihat mu saat dikamar bersama Frand, Clarisha! "
"Tapi-"
__ADS_1
tak kusangka dia sama sekali tak memberikan kesempatan bagiku untuk menjelaskan, melainkan dengan melodi irama bahkan temponya semakin menjadi dari biasanya,
(Clarisha tak bisa berkutik ditangan kedua Paman nya, selanjutnya, apa yang akan terjadi?)