Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Plus-Plus


__ADS_3

Panggilan berdering tepat disamping Ashen dan di depan Huyan,


"Mati aku bisa terjebak di situasi semacam ini, "


Ashen yang mencoba menenangkan kegundahan Fi,


"Kenapa harus takut? kamu gak ngelakuin hal yang salah Fi! "


sedikit merasa lebih tenang, namun saat melihat kembali wajah Huyan,


"Jantung gue mau copot Ashen, "


senyumnya membikin keadaan lebih tak terkendali,


"Jangan bikin gue gemes sama tingkah lo Fi, semenjak sudah lama tak bertemu kau sudah semakin berubah Fi, "


jawab iseng nya Fi,


"Mungkin karena udah tua kali ya? "


Lagi-lagi Fi membuat Ashen terkekeh sehingga ia lupa mengangkat ponsel tersebut,


ujarnya saat mengingat kalau dia sedang ditunggu,


"Ashen gue pamit ya, entar sambung lagi dengan chattan, oke! "


balas nya dengan sangat ramah,


"Oke, akan aku tunggu, "


"byee, sekarang aku yang akan jadi korban nya, "


batin Ashen,


"Dia selalu membuat orang terkecoh dengan sikapnya, sifatnya yang mengesankan itu membikin seseorang berasa nyaman untuk di dekat nya, tapi entah kenapa gue kepikiran lagi sama Kang Yun, "


********


Ditempat semula kala reuni masih berlangsung, gerutu Kang sambil marah,


"Woi napa kalian ninggalin gue kek gini, jangan dua kan gue Fi, dan kenapa harus Ashen yang kau pilih? "


jawab Shayma,


"Lebay Kang, "


merengek di pundaknya,


"Lo mala ngingetin gue saat Fi bilang Kang ke aku, senang banget dengernya, "


sahut Shayma,


"Karena gue tau makanya aku panggil seperti itu biar lo sedikit tenang,"


celoteh nya yang keras,


"Fiiiiii jangan tinggalin gue! "


********


didepan gerbang Vila milik Ashen,


"Napa gue berasa ada yang ngomongin ya? "


ketus Huyan,


"Selingkuhan lo mungkin, "


Widih pacar gue cemburu asyik ni,


(inget sama siapa lo bercanda, entar lo gak dapet oksigen, mampus baru tau rasa, )


enggak la, ya masak dia kejem amet sama pacarnya,


(Buktinya lo yang paling kejem ngeduain dia)


Husst jangan asal ngomong, cinta gue cuma buat Huyan,


"Brakk, "


suara pintu ditutup dengan keras,


dia ngapain sih sewot mulu,


(lo tu gak nyadar apa Fi?)


ya gue sadar kok, ni buktinya, gue bicara sama lo,


(Bukan itu,)


la terus, Oh pacar gue, entar dikasih plus-plus juga reda dengan sendirinya, lagian lo bilang kek gitu berasa gue buat salah deh sama dia,


(emang benar,)


gak ada benarnya, gue cuma numpang istirahat di Vila nya Ashen, dodol,


(itu pikiran lo, la Huyan kayaknya gak deh,)


itu dia yang jadi bahan pemikiran gue, hidup itu sulit, semudah apa pun soal, gak ada yang lebih enak kalau gak liat jawaban yang lain,


dalam perjalanan Fi terdiam walaupun menatap wajah Huyan yang tak ada nafsu makan, tapi dia bertingkah lucu,


"Frand? "


tak ada tanggapan,


"Huyan, "


respon negatif,


"Frand Huyan, "


masih fokus berkendara,


kesal nya membikin Finesha berbuat nekat,


membuka sabuk pengaman dan duduk diatas pangkuan Huyan disaat dalam keadaan menyetir, akhirnya dengan terpaksa dia harus menepikan laju mobilnya dan berhenti sejenak,


"Cinta gue cuma buat lo, tau gak dia Ashen temen masa kelulusan yang secara tidak sengaja bantuin gue kabur dari pria keriting yang kurang kerjaan, kalau dia gak bantu gue, bisa dijamin gue kabur dan tersesat entah apa yang akan terjadi dengan hidup gue, lo masih marah Huyan, gue udah coba ngejelasin semua sama kamu, jangan kek gini berasa dicuekin itu ngeselin banget Frand, oke aku minta maaf soal kejadian hari ini, "


setelah pidato panjang lebar akhirnya alasan ku diterima dengan sempurna, yang pada akhirnya kekacauan ini di hangatkan oleh sentuhan ke-dua bibir yang begitu melekat erat sehingga berasa dunia hanya milik berdua,


(Bukannya efek cinta itu emang begitu ya, )


setiap sentuhan lembut membikin bulir es nya terasa didalam saat dirasakan, rasa haus membikin seisi tempat itu bagaikan pantai yang berombak menghiasi kegundahan hati keduanya, tapi dicela kedua, Frand Huyan menarik dasi miliknya dan melilit kan pada pergelangan tangan Finesha sehingga ikatan kuat itu membuat nya tak bisa bergerak bebas, lalu menaruh tangan itu tepat diantara kepala Huyan, wajah yang begitu dekat membuat detak jantung Finesha berdebar kencang, kenapa gue suka banget yang namanya plus-plus,


(waduh serindu itukah, Fi?)


ya rindu berat, buat aku gak kuat,


(iya kah, gak percaya)


ya udah, gue pengen lagi yang plus-plus,


(idih seneng banget lo yang plus-plus, gak suka yang cetar-cetar?)


gak, kan gue bukan anak kecil jadi gak akan suka sama yang namanya petasan,


(ya, lo bikin gue ketawa Fi,)


napa emang,


(masak petasan sih, bukannya yang plus-plus bikin nagih aja)


lalu mendadak serangan Plus-plus berubah menjadi mengoda dan sensitif,

__ADS_1


"Ya, ngapain lagi Frand? "


jemari tangan yang nakal membuat Finesha terkekeh geli sebab dia menggelitiki pinggang ku dengan sangat sempurna,kemudian tak kunjung sampai disana ia lalu perlahan mendekatkan kepala ku sambil menekan kedepan wajahnya lebih dari sebelumnya namun, beberapa hal mengejutkan Finesha, Frand langsung memberikan berkali-kali kecupan pada setiap leher jenjang milik Fi,


"Lo hanya bisa jadi milik gue, Finesha, dan siapapun yang ngerebut lo dari gue, bisa ku pastikan akan ku buat dia berhenti bernafas! "


jawab lucu Finesha,


"Kan masih ada oksigen dirumah sakit, "


kekesalan Huyan,


"Mau gue ancurin juga gak selingkuhan lo, Finesha! "


terkejut,


"Dia bukan selingkuhan gu-e, "


helaan nafas panjang membuat Frand tak sanggup menahan ciuman pada Bibir kesayangannya, kini dia lebih dominan menguasai jalannya cerita, bahkn alurnya semakin kemari membikin was-was saja,lama merasakan debaran detak jantung masing-masing membikin Frand tersadar bahwa dirinya harus kembali menyetir namun, Fi lagi-lagi mengagalkan ingatan itu dan kembali dengan nuansa Romantis,plus-plus itu berasa kerinduan yang amat dinanti oleh Finesha, namun alhasil sebuah panggilan dari benda pipih milik Huyan menghentikan gadis dengan kemauan tinggi untuk melanjutkan keinginannya,


gerutunya,


"Nyebelin banget, gak tau apa lagi sibuk! "


senyum Huyan mendengar kalimat Finesha yang terdengar ngambek karena ciuman yang dengan sengaja di hentikan sebab adanya panggilan, dan ternyata sekertaris nya mengatakan,


"Tuan apa anda masih lama? Tuan Bosa clan sedang-"


jawabnya,


"Katakan padanya kalau aku sudah membawa Finesha kesana saat ini! "


balas sangat sekertaris,


"Baik Tuan, "


lalu ia pun langsung mendudukkan kembali Finesha serta melepaskan ikatan itu, tapi ekspresi wajah yang menggambarkan kekecewaan berat itu berasa mengemaskan bagi Huyan,


"Finesha, kita bisa melanjutkannya nanti, tapi hari ini kamu harus membantu ku terlebih dahulu! "


mendadak dia terpikir dengan perkataannya,


"Maksudnya, membantu? aku kan gak tau apapun! "


tegas Huyan,


"Kita lihat saja nanti saat diruang rapat, oke! "


"Okey! "


walaupun dia agak bingung dan gak paham, mau tidak mau keinginan sang kekasih harus juga dipenuhi sebab, sepertinya ini masalah mendesak,


setelah beberapa saat dengan perjalanan yang cukup lama, Finesha bergumam,


"Kenapa perusahaan mu jauh banget sih, Frand? "


sahutnya,


"Entahlah, "


"Apa? sesingkat itu! "


dibuat terkejut oleh kata pendek yang mengesalkan,


lalu ketika kaki itu sedang memasuki perusahaan setiap mata tertuju pada Frand Huyan, wajar dia pria yang sangat menarik, jadi suasana begini pastilah akan terjadi, namun setengah perjalanan keduanya terhenti kala ketua Bosa clan hendak pergi dari tempat itu karena tidak percaya, ternyata tepat dihadapan nya, ia terbelalak dengan keberadaan Finesha, dan sebaliknya, tatapan gadis itu mencoba mengingatkan seseorang yang saat ini memandang lekat dirinya dengan penuh daya ingatnya mengenai wajah yang familiar tersebut, setelah beberapa menit kemudian, ekspresi terkejut Finesha membuat Ketua Bosa clan menyeringai,


"Ohh, "


Huyan pun bertanya,


"Ada apa Finesha? "


tergagap berbicara,


"Kk-kau, "


"Apakah keduanya memiliki hubungan sebelum nya? "


lalu dengan cepat Ketua Bosa clan langsung berbicara,


"Berikan perjanjian itu, dan kau bisa menandatangani kontrak kita sebagai partner, Finesha! "


sahut Huyan yang merasa kesepakatan berubah,


"Tunggu bukannya sejak awak Finesha hanya menjadi saksi dari perjanjian ini? "


ternyata Huyan baru menyadari kalau ini adalah sebuah perangkap sekaligus jebakan untuk memojokkan Finesha,


"Lo itu ngapain ingin berurusan dengan ku? yah, apa penyesalan mu datang terlambat,Lee Zhenka? "


semua mata tertuju dengan panggilan nama asli Ketua Bosa clan yang sama sekali tak diketahuinya siapapun, namun Finesha bisa memanggilnya dengan mudah, bahkan setiap bawahan nya nyaris tak tau nama masa lalu Ketua nya,


ucap Huyan,


"Kau tau nama aslinya, Finesha? "


masih memandang kesal wajahnya,


"emmm, kau itu sampai kapan akan seperti ini? selalu bermain- main, tidak bosankah? atau mungkin karena kau belum cukup puas, Lee Zhenka? "


membelai rambut panjang Finesha yang terurai menggoda nya,


"Kau sudah banyak berubah, Fisha, "


Fisha adalah nama singkatan yang dibuat Lee Zhenka untuk Finesha,


balas nya yang begitu dingin,


"Benarkah, menurut ku kau yang sudah berlebihan mengatakan, "


Tiba-tiba menarik pinggang ku dan merangkulnya dengan satu tangan nya, disana Frand Huyan tertegun tak sanggup berkutik, sebab satu kesalahan impian Nyonya Sherya akan lenyap, namun disisi lain Finesha dalam keadaan yang tak bisa berkutik membikin perasaan Huyan hancur,


"Lepaskan, bukankah kau berniat untuk melakukan perjanjian dengan Huyan, "


tegasnya,


"Aku kemari untuk melihat dirimu keluar dari persembunyian, Fisha, "


menarik dasi nya dengan kasar,


"sembunyi, kenapa juga aku harus segila itu melakukan hal konyol seperti ucapan mu, "


menyeringai sambil menekan leher belakang Fisha sehingga kedua bibir yang saling berdekatan itu membuat Huyan ingin memisahkan mereka,


tapi Finesha tersenyum sejenak, dan membuat Ketua Bosa clan melepaskan nya,


"ada apa dengan senyuman mu itu, Fisha? "


"Penasaran! "


"Kau lebih cerdik dari sebelumnya, perubahan mu membuat ku harus menelan kembali perkataan ku tempo hari, "


"Ya, sejak kapan kau sudah menua? emang kapan kita bertemu sebelum nya, jangan hanya membuat ku susah saja, "


"Bukankah ini membutuhkan persetujuan mu, Fisha? "


"emmm, tapi bagaimana kau bisa tau aku ada dikawasan ini? "


"Menurut mu, selama ini apa yang bisa aku lakukan dengan semua keadaan ku, Tapi Lee kau kesini dengan nya? "


pertanyaan dan Keakraban mereka membikin hati Huyan semakin kacau,


lanjut perbincangan keduanya,


"Siapa yang kau maksud? "

__ADS_1


Finesha menengok kebelakang melihat seseorang yang sedang dicari nya ternyata,


"Lee, kau meninggalkan nya! "


sahutnya lembut,


"Lebih tepat nya membuang yang tidak berguna! "


emosi Finesha,


"Kau pikir sampah apa? "


jawab tegasnya,


"Mau melakukan perjanjian atau tidak? "


tanpa pikir panjang,


"Tidak, "


lalu Huyan menarik pergelangan tangan Finesha dan membawanya jauh dari Ketua Bosa clan,


merasa gak nyaman dengan paksaan Huyan,


"Kau kenapa bertingkah seperti ini? pergelangan tangan ku sakit, "


ucapnya,


"Pikirkan baik-baik, "


Fi


"Kau ingin aku bagaimana? menerima tawaran nya, kau bahkan tak tau siapa yang kini ada dihadapan mu? "


Frand,


"aku yang lebih tau dari pada kau, Finesha, jadi tolong bantu aku menandatangani kontrak ini, "


Fi,


"Kalau syarat dari kontrak ini adalah hubungan kita berakhir, apa kau masih mau mempertahankan rasa bakti mu kepada mendiang Sherya, dibandingkan cintamu padaku, atau memang sejak awal kau mempermainkan ku, Frand Huyan? "


Frand,


"Kenapa kau berpikir sejauh itu?"


Fi,


"Jadi kau membiarkan wanita mu terbagi, "


Frand,


"Sampai kapan kau bertindak seperti ini Finesha?kau menyimpulkan semua dengan pikiran kekanak-kanakan mu itu, "


Fi,


"Akan ku ingat kata-kata mu itu, "


lalu kemudian kami semua kembali ke ruang rapat dan melakukan perjanjian disana, dengan kontrak tersebut tertera sebuah persyaratan, kalau menjadi partner pihak kedua harus memberikan apapun kemauannya dari pihak pertama, disini Lee Zhenka adalah pihak pertama, sedangkan saat keinginan dari pihak utama disebutkan,


Huyan tercengang bahkan tak sanggup berkata-kata,


"Sekarang berikan Finesha padaku, karena dia yang akan menjadi pihak penghubung diantara kerjasama kita, Tuan Frand Huyan, "


(Wah gimana bisa ada persyaratan kek gitu)


sejak awal itu sudah menjadi niatnya,


(bagaimana kau bisa tau?)


awal pertemuan bisnis, sebab Grandpa tidak setuju dengan persyaratan,


(memang apa itu?)


sebuah pertukaran perusahaan, tapi kali ini dia memang sengaja melakukan hal itu supaya aku berada di dekat nya, terlihat jelas bagiku mengetahui keinginan nya, sekarang tergantung Huyan, terserah dia saja, mau aku tetap disisi nya, atau dia lebih mementingkan kebodohan nya, aku akan ikuti jalannya permainan perusahaan ini,


Lalu Lee Zhenka bertanya,


"Bisakah kau memberikan ku keputusan, Fisha? "


ucapku,


"Aku akan melakukan sesuai keputusan Frand Huyan yang bisa berpikir lebih baik dari seorang wanita kekanak-kanakan seperti ku, dia yang akan mengambil keputusan nya,mewakili ku, bukan begitu,Ketua Huyan!"


Lee Zhenka,


"Bagaimana jika dia menandatangani nya, dan berarti-"


Fi,


"Seperti nya bagiku untuk bekerja disamping mu, ya lebih tepatnya kau menang dalam kontrak ini, jika itu benar terjadi, "


kebimbangan Huyan sangat buruk kali ini, namun dia tidak akan trima kalau sang kekasih dipermainkan seperti ini,


"Baiklah, "


Finesha terkejut,


sambungnya,


"Kalau begitu kita batalkan kontrak ini, Ketua Bosa clan, "


seringai Lee Zhenka terlihat,


katanya,


"Jadi hubungan ini sudah dimulai sejak awal, baiklah, kalau begitu, aku akan pergi,"


berdiri beranjak dari sana dia Lee Zhenka menekan tubuh Fisha hingga terdesak disisi meja,


peringatan,


"Hari ini kau lolos, ingatlah ada hari dimana kekasih mu sendiri yang akan memberikan hubungan spesial bagimu kepada ku, Fisha ku, sampai jumpa di lain waktu, "


pergi meninggalkan mereka, Finesha terduduk melongo mengingat gertakan yang serius itu pasti akan terjadi,


namun setelah tinggal mereka berdua disatu ruangan, Tiba-tiba saja Frand Huyan menjadi sangat brutal, dia menarik tangan ku mendudukkan ku dipangkuan nya,tatapan mata seolah tidak Terima dengan semua hal yang terjadi, kembali dia membuat lelehan coklat cair membeku dibibir ku, semuanya terasa lebih berbeda, saat dia lebih dalam merasakan sensasi luar biasa,setiap gerakan lidah itu semakin lincah menarik ku ke dunia berbeda, ini lebih double plus dari sebelumnya, kecemburuan nya membuat ku tak sanggup bisa mengimbangi perpaduan cream didalam sana, bahkan terasa agresif saat menyerang duluan,


"Dia tak memberiku sedikit kelonggaran untuk bernafas, "


walaupun mendorongnya tetap juga percuma, Finesha jatuh dalam dekapan Plus-plus Ketua Mafia,


"Ini membuat ku sulit percaya, "


(Sekarang lo terjebak dengan perangkap sempurna, tapi lo udah janji dengan Ashen, sekarang bisa gak tu dia ngelepasin semuanya dalam sekejap?)


entar gampang kalau berurusan Ashen, serahkan saja padaku nanti, okeyy,


lanjut dulu,


(Awas bengkak, )


tenang gue punya teknik arit matik,


(ya lo pikir lagi sekolah,Fi bersambung aja dulu,)


gak, lagi pengen entar juga dia kerja lagi, bye bye, jangan ngiri ya,


(Gak tuh,)


kacian,


akankah mereka bisa semesra sekarang saat Tuan Bosa clan melancarkan siasat nya?


bisakah Huyan tetap menggenggam nya?

__ADS_1


dimana Finesha mendapatkan pertemuan secara paksa oleh Lee Zhenka?


__ADS_2