Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Masuk Dalam Jebakan


__ADS_3

Tatapan sorot mata yang condong diberikan pada gadis pembuat onar dihati Paman,yang kini masuk terlampau jauh dalam kehidupan Sizen dan Lukas,


Ya kok Clarisha dibilang gadis pembuat onar, to semua pria bergelar CEO itu yang mengusiknya benar tidak,


kata Lukas,


"Kak Sizen, setelah dia bangun nanti,santapan ini mau kita apakan coba?kakak yang memilih memutuskan? "


perundingan baru saja dimulai,


"Memang apa yang begitu membuat mu yakin, kalau aku akan bertindak, Lukas? "


seringai tajam membekas diwajahnya,


"Tak ada orang yang lebih kejam dibandingkan kakak, kalau berurusan dengan sebuah persiapan, aku hanya ingin melihat sebagai mana, reaksi nya saat mengetahui seperti apa sikap kakak sebenarnya? bukan begitu! "


perkataan itu membuka bibir Sizen untuk memberitahukan arah permainan yang menarik pada adiknya,teruntuk sang keponakan,


mereka memang sadis,


Bukannya sejak awal cemburu, kenapa sekarang malah sengaja ingin memojokkan Clarisha, bukankah itu aneh, atau memang dari pertama kali, sengaja dia memiliki dua wajah agar bisa menarik perhatiannya,


entahlah, tapi kenapa Clarisha gak bangun-bangun si, wajarlah dia pikir kan dirinya dijaga oleh paman Deray, ya main lanjut aja tidur nya sampai pulas,padahal sejak dari tadi mereka menunggu santapan nya yang begitu tidur dengan lelapnya,


kini Lukas menjadi pendengar sekaligus pengikut untuk menjatuhkan keputusan dari gadis yang bernama Clarisha, setelah semua perbincangan sudah diketahui, maka perlahan gadis itu membuka kelopaknya, melihat didepan sudah didapati oleh kedua bola mata hazel biru,duduk seseorang yang berjulukan paman ke-dua sudah bersiaga menyambut nya,ketika hendak mencari cela untuk kabur,Clarisha dapat mengetahui keberadaan yang satunya lagi,ketika menengok kebelakang ternyata, nampak kakak tertua dari keluarga Mommy,


jika mengingat nya membuatku semakin bertambah emosi, ya gimana tidak, punya tiga anak dan Clarisha yang hanya patokan utama seorang putri ketiga nya,begitu tenang membuat nya masuk kedalam kandang Serigala, itu julukan baru untuk pria CEO yang buas nya gak ketulungan, entah kenapa bulu kuduk ku dari tadi tiba-tiba merinding, berada terhimpit diantara mereka berdua,


tutur kata Lukas,


"Apa masih ada yang kurang dari caramu melihat kami,itu terlihat sangat jelas, Clarisha?lalu(tiba-tiba saja mendekatkan wajahnya tepat sampai hidung kami bersentuhan, lalu disusul secara mendadak, Sizen dibelakang menyingkap geraian rambut panjang dan mencium tengkuk leher ku, dibarengi oleh ciuman Lukas pada leher jenjang depanku, sesaat dalam waktu kurun secara bersamaan kedua kecupan yang dilakukan berkali-kali dijalankan dengan pergerakan sama, aku mendapatkan penyerangan yang mengakibatkan tubuhku tak sanggup berkulik sedikit pun, mereka menyerang ku didepan dan belakang,sadis sekali,Mommy aku terperangkap, please, help me!)


Setelah puas melakukan keseruan pada sang keponakan kini mereka berdua, Lukas dan Sizen duduk disamping Clarisha, masih dalam kondisi sama, paman pertama duduk di sebelah kiri, dan Paman ke-dua tepat disisi kanannya,


lengkap sudah penderitaan ku, dalam satu kedipan mata, di Vila tanpa ketiga paman lainnya, komplit sudah bak sebuah bakso dengan sambal extra pedas, walaupun perutku tidak sanggup menahan pedas nya, tapi terpaksa harus menyantapnya, demikian dengan posisiku kali ini, aku sama sekali tidak menginginkannya, walau dicoba beberapa kali hasilnya juga sama, jadi mau tidak mau aku sebagai Clarisha harus menerima nya,


seperti biasa kebiasaan buruknya kembali aktif , jemari tangan Lukas kembali membelai rambut yang menjuntai panjang dengan gelombang kecoklatan, membuat paman Ke-dua tak sanggup berhenti bermain dengan keindahannya, di titik kedua kupikir paman pertama akan diam, namun ternyata Sizen lebih jahil dari Lukas, jemarinya perlahan bergerak kebawah lalu keatas mengitari leher dan telinga yang mungkin juga akan dibuat mainan olehnya,


"ini nasib ku akan berakhir di pulau mana?"


kedua jemari mereka bagaikan turis yang sedang menjelajahi tempat yang sedang dicapainya,


Sizen memulai pembicaraan,


"Adakah yang paling kau sukai dari tindakan kami, Clarisha? "


dengan suara yang lembut namun bergetar dalam aura tubuh gadis itu,


Lukas juga menambahkan kata,


"Kau tinggal menjawab menerima kami berdua sebagai seorang kekasih mu atau? "


kembali Sizen menyambung kalimat,


"Aku akan buat kau menerimanya dengan senang hati, Clarisha! "


tiba-tiba Clarisha menelan salivanya merasakan hawa yang mencekam dari kalimat yang diperjelas oleh Sizen, merasa seakan dia bukanlah paman pertama yang dikenalnya,


apa itu sikap paman Sizen yang sebenarnya, jadi semuanya yang terjadi sebelum nya hanya sebuah alasan untuk mendekati saja,uwah,jadi itu seperti akting,melakukan taktik dengan aturan sempurna sehingga aku yang dijebak dalam permainan mereka, bisa dengan mudah masuk kedalam gelombang arus rencana briliant itu,wow paman ku benar-benar sempurna nakal nya,


ungkap Clarisha,


"Kenapa kalian sengaja membuat ku menjadi seperti ini, padahal aku tidak pernah melakukan sesuatu yang sangat mengganggu kalian! "

__ADS_1


mengeluh tanpa sebab dirinya dibuat terbelenggu dengan semuanya,


Sizen pun mengatakan sesuatu yang membuat Clarisha terbelalak sekejap itu,


"Karena kau sudah mengisi tempat yang tak mampu dimiliki oleh orang lain, sejauh sebuah dinding pembatas, yang kami pasang agar menguatkan hati kami, untuk tidak menyukai bahkan menginginkan orang lain, tapi malah lebih memilih mu dengan menghancurkan segalanya, dan kami sudah pikirkan akan menerima konsekuensinya dari apa yang akan dilakukan Mommy mu pada kami, "


lalu Lukas pun menjawabnya juga,


"Untuk Daddy mu, itu masalah yang cukup mudah, jadi kami tidak perlu sampai melalui tindakan apapun, karena dengan sengaja Mommy mu pemegang keputusan yang paling mutlak mengenai kehidupan mu sekaligus kebahagiaan mu, Clarisha!"


Lalu dengan begitu berat Clarisha menyandarkan punggung dan kepalanya tepat di sofa panjang itu,


"Apa yang membuat semua pembatasan kokoh itu tiba-tiba roboh dalam sekejap? "


sambil menatap langit-langit divila yang saat ini dirinya tengah berada dalam ikatan paman dan keponakan yang sudah melewati hal yang tidak mungkin menjadi suatu kepastian, semua tergantung pada pilihan ku, kali ini, jika tidak berpikir panjang atau gegabah maka akan timbul masalah besar, disisi tempat ini,


Aaaaa rasanya aku ingin menjerit di sebuah jembatan yang tinggi dengan berteriak keras, mengeluarkan semua kepenatan yang menghantui semua pikiran ku, dan membayangkan dikedua sisi sudut jalan, sudah nampak Lukas dan Sizen siap menghadang ku, aku tidak tau lagi harus berbuat apa,


Dad-dy.....teriak batinku,


memanggil Mommy juga percuma,toh teringat kalau mereka saudara, yang,menjengkelkan,


Lagi-lagi aku heran dengan tingkah kedua paman ku ini, sekarang mereka bahkan membuat kedua paha ku sebagai pengganti bantal, sambil memejamkan mata mereka menghayati rasa santai diatas penderitaan ku,sehingga ujung kepala itu saling bersentuhan satu sama lain,


Lukas berkata,


"Tidak ada yang begitu nyaman selain dirimu, bahkan semua yang terlewati berubah dalam sekejap karena keberadaan mu, sekarang segalanya yang berada dalam genggaman kami, masih belum lengkap tanpa dirimu, Clarisha! "


Sizen pun tak lupa menyambung nya,


"Pilihan hati tidak ada yang tau, jatuh bangun kehidupan manusia sudah ada yang mengatur, namun cinta yang ada sekarang, kaulah orang yang seutuhnya memiliki tempat itu, jika ada sebuah pilihan, maka yang ada lebih baik menempuh kematian hanya demi mendapatkan dirimu, karena tidak ada yang berharga melainkan perasaan dan balasan dan ketulusan mu, Clarisha! "


Oh my god, Mommy, Daddy, hari ini sebuah bom mendarat padaku, bagaimana ini, bantu aku, ini kesulitan pertama dalam hidupku bersama kedua paman ku,sanggup kah bibir ku ini akan tertutup rapat atau sebaliknya,


namun beberapa saat, tibalah seseorang yang sedikit menghibur rasa frustasi ku kali ini,


itu suara Paman Shinje,


tapi memang disini siapa yang menjadi korban lebih pantes dijadikan tersangka ya, dasar udang rebon, darimana datang pikiran kepiting yang siap menyapitku dengan mudah,ini gak liat apa wajahku udah seperti mie rebus tanpa bumbu, sebab yang menjadi pelengkap rasanya masih berada tepat di kedua paha ku yang masih berpura-pura tertidur, bahkan menyerahkan tugas, ujian lisan dari paman Shinje untuk ku jawab sendiri, baiklah, aku akan balas dendam karena udang rebon sudah menuduhku,


"Yakin, ingin tau, mereka berdua sudah masuk perangkap ku, baru saja keduanya meminum obat beracun, yang membuat mereka tergeletak tidak berdaya, dan seperti nya kau juga harus merasakannya, Shinje? "


dengan melotot padanya, bukan nya takut dia malah duduk dan bertanya pada Clarisha,


"Memang dimana kau membeli obat itu,apotik, temanmu, atau dari orang tertentu? siapa mereka katakan padaku? "


rasanya bukan cepet selesai, ini malah semakin memanjang urusan nya kalau dengan paman Shinje,


"Kau sudah kenal, kenapa harus instropeksi aku, memang disini siapa lagi yang bisa membuat kopi yang begitu pahit sampai mereka tepar seperti itu,obat dari hongkong, apa paman pikir keponakan mu ini gila ya, sebenarnya memang sudah sedikit tertular yang namanya rasa kegilaan yang kadang-kadang muncul ya kalau ada kau, paman Shinje,karena dibuat jengkel oleh ulah mu, ya,kau memang sangat menyebalkan! "


Shinje tersenyum sendiri dan tertawa lepas dihadapan nya,


gumam Clarisha,


"jika diteruskan aku akan segera terdaftar sebagai pasien yang tertular gila dari pamannya sendiri, hah., capek banget rasanya pengen lepas dari semua beban ini, "


ketika mata itu kembali menutup tanpa disadari, Darka berada tepat diatas kepala nya dan mencium dahi Clarisha,


wah, wah, wah, langsung main cium aja, sebenarnya semua paman di sini udah pada beres apa,


"Kau dalam masalah, Clarisha, dan aku bisa menambah kan satu tambahan lagi khusus buat mu! "


waduh, gawat, aku tau persis apa yang barusan ia katakan, nambah satu lagi, berarti Mommy kembali lah jemput aku, Daddy bantu aku, aku gak kuat sama tingkah para paman yang usil level tinggi ini, dan,tidak terduga lagi,

__ADS_1


"Kau baik-baik saja, Clarisha! "


aku merasakan Kalau Deray berada didepanku, tapi tidak seusil mereka bertiga, katanya kembali,


"Kau yakin gak butuh bantuan! "


jawab Deray yang masih membuat kepala dan pandangan mata Clarisha membatu sesaat,


kata si usil Shinje,


"Tidak, Apa kau mendengar dia bicara, Deray? "


jawab nya,


"Ya, memang tidak menjawab, tapi sepertinya dia sedang begitu berat, entah apa yang membuat nya seperti itu! "


aku tidak habis pikir kalau Deray bisa bicara seperti itu, singkirkan saja semua kepala yang membuat ku serasa kram pada kedua paha ku, dan satunya lagi kepala ku terasa, sulit kembali kedepan karena dia menahan nya dengan pegangan jemarinya, sekarang Shinje malah mengobarkan api pertempuran pada ku,


"Oh ya kak, Deray gak ikut gabung gitu, sama mereka, usilin keponakan manis itu? "


tu ucapan gak diatur volumenya apa, main nyuruh orang gabung aja, aku setuju aja jika dia adalah aku, la ini udah kerepotan setengah ampun, masak mau ditambahkan lagi, memang kalau Shinje itu seharusnya dimasukkin ke rumah sakit jiwa, biar tenang dia disana, gak tau lah kalau sekarang aku jadi keponakan yang jahat nya minta ampun, paman sendiri dikatain, ya memang salah siapa main nyuruh orang buat gabung, marah kan akunya, situ enak santai-santai, la aku, buat bergerak aja susahnya bukan main,


Jawab Deray,


"Kau itu, dalam keadaan seperti ini masih bisa membuat orang lain berkobar, apa kau tidak pernah berpikir bagaimana kalau kobaran api itu mala menyulut dirimu, baru tau rasa! "


akhirnya aku masih punya harapan dirumah ini, dengan adanya paman Deray, lanjut ucap nya,


"Tapi jika dipikirkan dua kali, masalah gabung seru juga! "


Wah, oke,aku tarik kembali ucapan ku mengenai paman Deray, mereka satu saudara semua sama saja,gak ada yang benar-benar normal,


sahut Shinje,


"Kan sudah ku katakan, asyik la ikutan sama mereka, dari pada menyendiri mulu, udah tua cari lah yang segar? "


yang benar saja, dia kata aku ini buah apa dibilang segar, gak enak juga lama-lama tu mulut gak disumbat,


akhirnya dengan tekad yang luar biasa gadis bermata hazel biru itu mengancam semua pamannya,


"Ya, baiklah, aku diam bukan berarti kalah, tapi aku akan membalikkan keadaan semakin lebih kacau secara beruntun,ini janji ku pada mu, paman Shinje,"


sebenarnya mereka tidak sadar kalau satu tangan Clarisha memegang sebuah ponsel,jadi secara mendadak dia melakukan panggilan dengan seseorang yang begitu membuat panik semua paman,dengan gaya bersantai ria,langsung sontak berdiri gelagapan tidak karuan,


ternyata,


"Ya, Clarisha, kamu baik-baik saja kan sayang? "


suara Mommy nya yang membuat semua menggemparkan suasana menjadi merinding dalam sekejap,


mereka pikir Mommy aku hantu apa, sampai memasang tampang gak aturan seperti itu, ini ni, kesempatan untuk ku balas balapan mereka yang tadi meyerbuku secara beruntun, lihat lah kalian, jangan meremehkanmu sang keponakan kecil mu lagi, emang hanya pria aja yang bisa main permainan, ibarat game, semua pengguna bebas,tapi hari ini, harus aku yang memenangkannya,


jawab ku,


"Mommy, aku kangen Mommy, bisakah datang untuk menemuiku? "


serius banget, aku suka liat ke lima tampang paman ku yang menjadi kusut seolah pakaian yang gak pernah kena setrika, uwaaa, hari ini aku pemenangnya,


jawab Mom,


"Sayang, kamu sudah bisa bicara, Mommy senang banget, dengerinnya, entar kami akan berkunjung kesana, tunggu Mommy, okey! "


mendengar ucapan itu mereka berlima menatap kembali pada ku seolah mau mencari kesempatan agar membuat Clarisha ini jera pada mereka, siapa takut, aku gak akan menyerah, Anak Mommy kok dilawan, tentu nya Mommy Shintya yang akan menghadapi mereka, suka deh punya Mommy yang ditakutin sama saudara, gereget banget liat ekspresi semua paman, tapi jika Mom datang dan aku katakan semua padanya,

__ADS_1


"Apa mala Mommy akan, mencekik leherku, karena sudah terlanjur terlibat dengan saudaranya, atau Malahan aku akan diapa- apakan sama Mommy dan Daddy, gimana dong? "


udah susah-susah cari jalan sekarang mau memasuki area buntu, ayolah, bantu aku.


__ADS_2