
.
.
.
Menunggu waktu yang tepat ternyata Finesha hanya bisa melakukan sesuatu tanpa hal menarik bersama Helizen dan Lee Zhenka,kehidupan Fisha dalam panggilan seseorang yang semasa hidupnya dikenal sebutan berbeda itu nyaris tak mampu dimiliki oleh Zhenka, perasaan nya membuat dirinya harus menunggu untuk mendapatkan sepenuhnya dia dalam genggaman nya,
.
.
.
.
.
.
Begitu juga dengan Helizen sebenarnya ada keinginan nya untuk mendapatkan Finesha tapi, terkadang bersikap konyol bisa membuatnya terhibur oleh ulah Finesha, namun sayangnya nya hati nya hanya ditempatkan pada Frand Huyan,
.
.
.
.
.
.
Finesha,
"Paman, apa yang sebenarnya ada dipikiran mu sih? terkadang aku berpikir, kalau semua ini hanya membuang waktu saja? "
ucap Helizen,
"bagaimana jika semua ini untuk memisahkan mu dengan kekasih mu itu? apakah kau takut ? "
sahut Zhenka,
"sepertinya akan mudah jika ini berurusan dengan ku,kau bisa melihat nya nanti, "
Tiba-tiba seseorang datang dan mengatakan,
"Tuan Penerbangan sudah disiapkan, sekarang tinggal menunggu intruksi dari anda! "
pikir Finesha sehingga ia pun komplen disana,
"tunggu apa-apaan itu? bukannya kau mengatakan akan membuat Huyan untuk_"
wajah yang mendekat perlahan nyaris membikin Finesha tercengang, sebab bagaimana tidak kedua hidung yang saling bersentuhan itu membikin Fi sontak hilang kepercayaan, kalau jika sikapnya berubah drastis seperti ini, kemungkinan besar dirinya akan mengalami banyak kesulitan karenanya,
namun gertak Zhenka pada Fi,membungkam bibir gadis manis tersebut,
"sekali saja kali ini kau maju, maka tamatlah riwayat mu, kau tau bukan hanya kau saja yang akan mendapatkan masalah, tapi semua Paman mu, yang berada setempat dengan mu, haruskah aku segera membuat mereka bangkrut dalam dunia perbisnisan, Finesha? "
kemarahan dan ketidak berdayaan nya mengakibatkan frustasi tersendiri bagi Zhenka, walaupun dulunya kedekatan Fi dengan nya begitu akrab, namun sikapnya yang sekarang bahkan membuat luapan aneh dalam hati gadis yang didambakan olehnya itu,
Kecam Zhenka tepat di hadapan dirinya, menatap tajam sambil senyum seringai membikin bulu kuduk Fi berdiri tiba-tiba,
("kenapa? apa ada hantu yang setampan itu? ")
"idih lo nongol juga sekarang, "
(" suntuk lo suruh ngumpet mulu, ")
"sekarang bantu cari jalan keluarnya! "
(" gak ada, semua diblokir, ")
"emang tau dari mana?"
(" hati lo, ")
"hadoh.... terus gimana ni sekarang? "
namun sebuah sapu tangan itu tepat membungkam hidung dan bibir Fi sehingga tanpa disadari dirinya kini masuk perangkap lebih jauh dari Zhenka dan Helizen sampai tak sadarkan diri,
Ucap Helizen,
"kau benar-benar udah **gila** karena cinta mu pada Finesha, "
balas Zhenka,
"Aku gak akan tinggal diam, karena hanya aku yang pantas bersanding dengan nya, sampai ketemu lagi, Paman Helizen! "
salam perpisahan,
"Semoga impian mu bisa tercapai, "
akhirnya perjalanan dalam penerbangan bersama Finesha telah sampai pada Vila pribadi milik Zhenka, rasa cinta itu membikin sesosok CEO yang memiliki keunggulan luar biasa harus menmpuh jalan tak sesuai harapan disebabkan Finesha, lebih memilih Frand Huyan dibanding dirinya,
setelah dibaringkan Fi pada sebuah ranjang yang cukup besar, lelap nya dalam tidur membuat Zhenka termenung,
Ujarnya,
"Kenapa kau tak memilih ku? apa kekurangan ku Finesha? bahkan segalanya akan kutempuh hanya demi bisa selalu bersama mu, "
menyentuh helai rambutnya sambil tersenyum,
__ADS_1
setelah beberapa jam kemudian Zhenka yang sedang asyik mengobrol atau mengurus meeting penting lewat ponsel, adalah kunci pertama dirinya Finesha yang baru tersadar mencoba untuk melarikan diri, alhasil penjagaan yang sengaja diperketat membuat Fi menelan salivanya,
("wah gila parah tingkat dewa, apa kau sedang berburu mangsa Fi? ")
" lo pikir gue sedang main game apa? "
("ya lo tau sendiri, liat aja, bahkan setiap sudut banyak pria berjazz hitam bertubuh kekar nya gede gitu, emang bisa lo terjang apa? ngeri deh liatnya! ")
" apa lagi gue, pikiran ni udah gak ada jalan lagi, ya masak aku cuma diam dikasur nunggu masalah dateng ke gue, ogah banget, mending cabut, cari cela, langsung otw, "
("Ngegas woi, udah main nekat ni, ")
" ya percuma kalau mikir mulu, langsung tancap gas aja, beres, "
("semoga selamat sampai tujuan, ")
" selamat sepenuhnya, "
("percaya amet, ")
" jangan nakutin gue aja, bikin nyali ku sempit aja lo bilang kek gitu, "
("ya abis gimana? liat depan belakang samping gak perlu nengok keatas, semua jalannya diepnuhi plang gawat, bodyguard nya itu lo, bikin ngeri disetiap penjuru tempat, pojokan aja ada, terus gimana ceritanya ada kesempatan lo keluar dari sini? ")
" gak tau gue cuma mau berusaha aja, "
("okey, selamat mencoba, ")
Menunggu lama banget, eee gak ada kesempatan, namun setelah Fi menemukan ide untuk menyembunyikan bunyi darurat akhirnya detik itu juga puluhan penjaga terburu-buru masuk melihat keadaan setempat, disitulah penjagaan mulai lengah,
saat didapati pintu tanpa penjagaan Finesha pun langsung kabur berlari menyetop sebuah taxi dan pergi dari sana,
ucapnya yang begitu senang,
"Akhirnya selamat juga, "
("jangan santai dulu, liat belakang lo, berasa artis aja diikuti banyak mobil kek gitu, ")
" waduh, gawat, gimana ni? "
("suruh pak supir main ugal-ugalan aja, ")
" wah, gak bisa gitu,entar pak supir kena masalah lagi, "
balas pak supir,
"kalau begitu Nono pakai sabuk pengaman, biarkan saya yang mengurus hal ini, "
Ternyata,
("wah kehebatan pak supir perlu diakui cap jempol, sebab dirinya bahkan mampu menipu para bodyguard keren nya gak abis abis itu sampai ketinggalan jejak, mantap ni pak supir,point seratus buatnya,")
pikir Finesha,
dalam perjalanan yang sudah cukup jauh, akhirnya dia melihat salah satu paman yaitu Shinje, dan dia menyuruh pak supir untuk mengikuti nya, ternyata tempat pemberhentian nya adalah, Hotel,
kata pak supir,
"Nona gak salah alamat kan? "
Jawab nya,
"pikir ku juga begitu pak, sudahlah, oh ya pak makasih soal yang tadi, "
"okeyy,Nona Hati-hati didalam sana,area rawan nona! "
"ya pak makasih, "
pikir Finesha,
"paman ke hotel mau ngapain coba? "
ternyata saat dibuntuti dia bertemu dengan seorang wanita,
("wiihhh seru tu! ")
" apanya yang seru! "
("jangan-jangan itu kekasih gelap paman lo lagi, ")
" jauh amet pikiran lo, "
("bisa aja kan, bukti nya ketemuan aja dihotel, tercengang gak kau nya? ")
" iya juga sih, hahh.... gak mungkin aa, pasti cuma kebetulan aja, "
("lagian ceweknya keren juga lo, liat deh punggung belakang nya yang nampak, bertato full lo Fi, ")
" terus kenapa? emang apa masalahnya? lagian itu juga urusan nya, sekarang gimana ceritanya aku nemuin tu paman gue?la masak langsung main nrobos lampu merah aja, "
("gak papa sekali-kali salah maklum lah, keadaan mepet gitu, ")
" ogak ah, aneh, masak nyerbu paman gue sendiri, ganggu aja, "
("terus mau lo apa disini, sebelum mereka menghilang masuk kedalam hotel Fi, ")
" iya juga ya, okey, cap cuzz, otw, "
("sini sana aja pakek otw, ")
" kenapa sewot? "
("gak tuh, ")
__ADS_1
setelah menghampiri secara langsung dan menyapa paman Shinje sangat kaget sembari bertanya,
" ngapain kamu ada disini Finesha? "
melihat menengok kesana kemari,
katanya lagi,
"Dimana Huyan?kenapa ngajak lo ke hotel? "
jawabnya,
"boro-boro datang kesini, la dianya aja gak tau kalau aku sedang diculik, "
balas Shinje,
"Emang siapa yang bisa nyulik lo sih? mimpi apa dia? "
akhirnya percakapan menarik diantara ketiganya,
"mimpi jatuh dari atas pohon, paman gue beneran ini, gak bercanda lo! "
"lo pikir aku bercanda, dimana Huyan? "
"lo tu dibilangin bikin pengen nyolot aja, giliran ada orang nya aja gak berani bilang kek gitu, tanpa embel-embel pula, mantap tu leher bisa buat tebasan, "
"kalian saling kenal? "
jawab kompak,
"BANGET, "
"lucunya, kalian pasti keluarga! "
jawab bareng,
"YA, "
"ihh manis nya bisa satu set kek begini, saudara yah? "
Ngegas keduanya,
"BUKAN, "
"terus apa dong? "
"lagi syuting ikhlan, "
"lo tu bicara yang sopan sedikit bisa kan sama yang lebih tua, "
"napa harus paman aja ngajarin keponakan kek begini jalan nya,katanya gak punya, sekali dapet, idih bawah nya ke hotel pula, bukankah itu perlu di contoh, "
"lo nyolot yah, sekarang jangan nepis omongan gue, dimana,Huyan? "
"ambil ponsel telpon beres, kelar masalah, gak usah pakai otot, entar dapet hadiah pula, "
"maksud lo, "
"coba aja, dijamin berhasil seratus persen, heheh, "
setelah merogoh ponsel miliknya dipanggillah Frand Huyan,saat diangkat,
"Kau ajak kemana Finesha? "
"kau telfon main gertak emang mau apa? "
"sekarang kau dimana? "
"lo berani juga ya, dan lo dimana sama Finesha? "
"Dihotel, "
"Ngapain lo ajak Finesha kesana, bukannya lo jadi paman buat panutan, malah ngajarin yang gak bener, emang ngedate ditempat lain kan bisa, ngapain juga ngajak Finesha, mau minta apa gua ladenin sekarang! "
dilihat dari samping Finesha menahan tawa, dan ternyata ia memang tak datang dengan Huyan, hingga hal itu membikin Shinje penasaran,langsung memotong panggilan,
"lalu dengan siapa kau kemari? "
"sendiri, "
"kamu ninggalin dia sendiri? kok tega? "
"iya mbk, dia tegaaa banget sama keponakan sendiri, "
"kalau sama keponakan aja begini, bagaimana dengan pacar, kalau begitu kita sudahi saja sekarang, jangan panggil gue lagi, mengerti! "
"wihh, cari pacar galak amat, "
"lo tu ya yang bikin gara-gara sekarang kek gini ceritanya, pacar gue hilang karena lo Fi, tega banget, "
"jadi ke inget lagu apa ya....? "
sambil menarik telinga Fi,
"kita pulang sekarang! "
"iya iya, tapi jangan main tarik aja paman entar panjang kek gajah gimana? "
"yang ada gajah tu melebar, dan memanjang tu jerapah, "
"tega amet leher manis harum semerbak kek gini disamain ma jerapah, gak lah paman, "
"bawel juga ya ni keponakan, "
__ADS_1
"wajar, kan keturunan dari paman Shinje, heheheh, "