
*********
Dalam perjalanan Finesha merasa lega karena berada duduk dibelakang bersama Farah, dia yang bersebelahan asyik ngobrol gak jelas pada Finesha yang sedang memikirkan bagaimana caranya agar sang tukang srobot gak main serang kali ini,
batinnya,
"Gimana ya cara yang ampuh plus jitu ngilangen stress nya Om ku? "
dengan geleng-geleng kepala wajah yang gusar sejak dari tadi dalam perjalanan tak luput dari pandangan singa yang sedang menyetir,
Disisi itu Farah sengaja bertanya hal yang membikin Om Frant tersenyum seolah itu menjadi peluang apalagi kesempatan baginya namun,
"Fi, sebenarnya kriteria cowok lo tu seperti apa sih? "
"Napa Far? Tumben tanya gak jelas! "
"Tu udah yang paling jelas,makanya aku tanya model kek apa sih cowok idaman temen dekat gue yang satu ini,"
"Teruss, "
"Gue cuma penasaran aja Fi, gak macem-macem kok, gak jodohin lo juga, jangan khawatir okeyy, kasih tau dong! ayoo la Fiii! "
"Gak belakang gak depan ngeselin orang aja! "
"Kan tinggal ngomong Fi ya masak ngeselin, gak lari jadi gak capek, cepet Fi ngomong! "
"Ogah gitu males ni bibir gue, "
sahut yang didepan,
"Butuh colokan ekstra gak Fi, mumpung tersedia secara GRATIS Fi, kalau kau mau! "
jawab kesal Fi,
"Mana ada dijam segini puter promosi, apalagi yang ditawarin colokan, Ogah gue! "
senyum Frant pada sang ponakan,
"Gak puas apa dengan colokan Om? "
cerutu Finesha padanya,
"Colokan yang gak GUNA? "
sahut Farah disamping nya,
"Colokan apa si yang kalian maksud? "
Frant hanya terkekeh kecil giliran Finesha yang menjelaskan dirinya kelabakan gak jelas menjelaskan nya,
"Colokan nya Om,spesial terbitan terbaru versi milik Om,Full gila pokoknya! "
ujar Farah,
"Om kalau gitu, gue juga mau colokan nya Om dong? "
"Bruzzzz, "
Finesha yang minum disana mengeluarkan semua minuman yang hendak ditengak nya,
Frant pun tertawa lepas melihat reaksi Finesha yang menyemburkan minuman nya,
balas gila Finesha,
"Gimana tu Om? ada yang daftar bahkan minat dengan colokan nya Om, dijamin gratis, heheheh! "
mendengar candaan Finesha Frant bukannya marah, namun tiba-tiba ia menatap Fi dengan seringai tajam,
batin Fi,
__ADS_1
"Mampus gue, apa yang kini sedang ia pikir kan? apa mencoba mencari cara buat nerkam gue? "
***********
Dikediaman Om,
Iden mendapatkan sebuah panggilan telfon dari sang Mom,diangkat lah dengan wajah ceria nya,
"Hallo Mom, gimana kabarnya? "
"Baik sayang, kalau Iden sendiri disana baik kan? "
"Baik juga tentunya, Mom? "
"Ya sayang, "
"Kapan kita diajak balik? "
"emang kenapa sayang? "
"lagi pengen balik aja Mom, kangen? "
"Mom juga kangen sayang, "
"Mom kasian kakak? "
"kenapa sayang? "
"Mayat hidup kayaknya ngincar kakak deh? bagaimana kalau sampai dimakan? "
"Iden ngomong yang jelas, jangan buat Mom bingung, kalau bercanda iseng banget deh ngerjain Mon kamu itu yah! "
"Sudah kuduga, kalau begini capek juga, hahh, "
panggilan terputus,
"Tutt... tutt... tuttt..., "
sesampainya ternyata tebing pun ditutup karena sedang ada perbaikan,
batin Fi,
"Kesempatan sedang berpihak padaku, iyesss, "
tapi tiba-tiba Frant mengeluarkan pendapat,
"Mau nonton film gak? "
sahut Farah,
"Dimana Om? "
jawab Fi kocak,
"WARTEG, "
ini begini jadinya kalau emosi udah berada diluar kepala jalan nya pasti tancep gas mulu, namun Frant selalu dibuat senyum kalau Si manis berbuat ulah dengan ucapannya yang gak jelas, karena setuju maka mobil pun berputar untuk beralih tujuan menuju ke bioskop,
gumam Finesha,
"Lama-lama ni otak pasti ujungnya akan frustasi ngelayanin dua orang modelnya kek begini, "
sahut Om,
"Gak akan Frustasi Fi, kan ada Om entar kalau File nya dicopy terus disave, pasti enak Fi? "
Otak Finesha berpikir keras mengenai arti luas dari beberapa kata tersebut, ya walaupun berhubungan dengan keterangan, tapi Fi cukup tau itu pasti berbaur mesumnya Om Frant,
ujar Fi capek,
__ADS_1
"TERSERAH, "
karena otak Fi udah gak bisa nyambung,
************
Tepat dibioskop mereka mengambil tempat duduk paling belakang sebab pesanan tiket mereka paling akhir jadinya mereka bertiga bersiap duduk untuk melihat filmnya, ketika sudah diputar hal pertama yang dirasakan Finesha adalah,
"Om Gila! "
sebab jemari tangan Frant masuk kedalam rok panjang Fi sampai bisa dirasakan bulu kuduk Fi terbangun merinding dibioskop yang begitu gelap, ketika suasana menjadi tegang tengkuk Fi ditekan oleh Frant sehingga dengan cepat wajah manis menggoda itu berhadapan muka,
"Apa kau menyukai ini Fi? "
"Om jangan gila deh, hentikan tingkah konyol Om! "
"Om ingin membuat filenya dicopy setelah itu disave ke tempat Om! "
"Maksudnya, sudahlah, singkirkan tangan Om__"
Frant langsung membuka file lembut merona dengan warna lipstik yang menggoda tak lupa saling merasakan bauran mengeliat di dalam hingga seolah ibarat sentuhan basah keduanya bak mencopy filenya agar bisa saling berinteraksi sama, barulah Frant membuat Fi saling menengak salivanya,
selesai itu Frant menjelaskan kepada nya,
"Haruskah aku melakukan pemindaian lebih Fi! "
kedua jemari Fi reflek bergerak menutupi bibir nya,
batin Fi,
"Dia melakukan hal gila ditempat seperti ini, apa yang menganggu otak Om sebenarnya? "
ujar Frant,
"Bukankah aktivitas tadi menyenangkan Fi! bagaimana kalau kita melanjutkan nya diruang VIP? "
"Tu kepala udang direbus kek, digoreng terserah lah, setelah itu ditelen biar gak nampang buat gue stress mendadak,"
namun jemari Om senantiasa menari bergerak berdansa dibawah sana, berputar menjelajah seolah kaki ku adalah hamparan luas, Dan Om adalah penjelajah yang udah gak waras,
batin Fi,
"Masak dari tadi bikin orang gak fokus aja liat filmnya,Dasar Om mesum! "
***********
setelah selesai menonton Farah tersenyum gembira melihatnya, beda cerita dengan ekspresi Finesha yang seolah seperti kepiting rebus yang gak mood untuk berbicara, lalu dalam perjalanan pulang Frant mengantarkan Farah sampai ke depan rumah nya, kemudian barulah mereka kembali ke tempat nya,
tak bisa dibayangkan posisi duduk Finesha dibuat berubah atas perintah Frant, ditepikan mobilnya,
"Ke depan! "
perintah nya seolah bom bunuh diri bagi Fi,
"Om jangan bertindak nekat deh! "
lalu Frant pun menyetir kembali kejalan namun bukannya kembali ke kediaman nya tapi berubah jalur disebuah taman yang tak ada satu pengunjung pun disana,
tanya Fi,
"ini dimana Om? "
"Mau tancepin colokan lebih dalam untuk mu Fi! "
membungkam bibir nya namun tidak diduga bahu Finesah mendapatkan gigitan dari Om nakal nya,
"Om ngapain sih, kek anak kecil aja main gigit, sakit tau, "
"Bukannya kamu memang pengen seperti itu! dikasih enak gak mau, jadi Om kasih beberapa kali gigitan aja biar Om merasa puas dengan mu! "
__ADS_1
"Om jangan gitu, masak buat jejak kaki di sana sini, kan gak baik Om, Tapi__"
sekarang tibalah posisi duduk Finesha seolah berubah sedikit berbaring, sebab kursi itu tengah dirubah nya agar bisa mendapatkan segalanya yang diinginkan nya menjadi menarik, kini Finesha tak mampu berkutik dengan siapa ia diserang secara bertubi-tubi.