
Hari ini sepertinya menjadi hari yang sangat spesial bisa melihat raut wajah sang Daddy didepan mata, tak pernah ku bayangkan jika hari ini Daddy menanyakan kabar padaku, walaupun aku bukan lagi Finesha namun, perasaan bahagia nyaris tak bisa diungkapkan dengan kata-kata,
ungkapnya,
"Bagaimana kabar mu, Clarisha? "
pertanyaan ini seolah menyirami kekeringan dari kasih sayang yang telah lama tak pernah ku dapatkan,
"Aku baik-baik saja, Paman Henson,lalu bagaimana dengan kabar anda? "
kembali menjawab,
"Kabar baik dan aku harus membicarakan sesuatu tentang mu dengan Deriyan, tapi dimana dia sekarang? "
ternyata tepat dibelakangnya,
"Daddy kau disana, sejak kapan datangnya?Daddy sama sekali tak terlihat dari tadi,"
jawabnya,
"Iya, Daddy sudah tiba sejak tadi, cuma ada beberapa hal yang perlu diurus dengan Mommy, aku sangat merindukan mu, sayang, itu sebabnya kemari untuk menyempatkan mengunjungi mu, tapi kenapa kau semakin kurus? "
terkejut melihat perubahan sang putri,
Celoteh ringan Paman Shinje,
"Kurus dari mananya, toh, udah malah gemukan gitu, jika kurus artinya dia tidak cocok tinggal di Mansion, padahal, dia lebih gemukan kalau berada di Vila, bukan begitu, Kak Deray? "
sambungnya,
"Ya mungkin karena faktor pemikiran yang membuat berat badannya menurun bukan begitu, Kak Darka! "
langsung dianya memberi penjelasan,
"Clarisha hanya merasa tidak aman disini, dan lagian, kenapa Shintya juga meminta nya untuk tinggal juga? "
kemudian barulah Daddy Deriyan menyahuti nya,
"Clarisha, jika kau memang tidak nyaman tinggal disini, kenapa hanya diam saja? kan bisa memberitahu dan membicarakan nya, lebih terbuka akan membuat semua membaik, sayang! "
membelai lembut kepalaku,bahkan sekarang dia duduk disamping ku, keadaan seolah memberikan perhatian lebih padaku tapi, pikirkan, apa kau akan baik-baik saja saat mereka semua memperlakukan ku spesial tepat dihadapan mu Clarisha, bukan maksud ku Finesha, namun bisa ku lihat tangan itu mengepal erat dibawah sana,
Batinku,
"Ini juga bukan kemauan ku, jadi tolong mengertilah dengan kondisi ini, berpikirlah sedikit lebih dewasa, Finesha, kau akan tercekik melihat dirimu yang tak bisa merasakan kasih sayang mereka, Clarisha, kau harus benar-benar memainkan peranmu, begitu pula dengan ku, "
Dan kembali Daddy mengatakan,
"Bukannya tadi kau mencariku, Tuan Henson, ada apa?sampai sepertinya begitu serius,hingga menyematkan jauh-jauh datang kemari! "
(kenapa rasa penasaran ini menghantui ku)
jangan mikir yang aneh-aneh,
(its oke)
lalu Tuan Henson menjelaskan kepada Sang Daddy Deriyan kalau,
"Sebenarnya begini, walaupun aku tau ini bukan waktu yang tepat tapi, aku dan putriku berencana untuk mengajak Clarisha pergi berlibur keluar negri, apa Tuan Henson berkenan memberikan izin kepadanya? "
(Jreng... jerejenjeng..... lo pikir Paman mu bisa hidup tanpa kehadiran mu, Clarisha?)
gak tau juga, pikir ku saat ini hanya tertuju pada Mom, sepertinya dia tidak akan mengizinkannya, kalau Daddy gak tau juga gimana pastinya, kalau tentang semua Paman, mestilah gak akan setuju untuk aku nya keluar negri, mestinya butuh waktu yang lama pula saat kembali, terus semua keadaan kali ini tergantung sama keputusan Daddy Deriyan,
Entah kenapa Finesha hanya diam tanpa bicara,ataukah mungkin dia hanya tak berani saja mengatakan sesuatu?
(sepertinya memang begitu, tapi ada keanehannya disisi dirinya yang lain, tidakkah kau merasakannya, Clarisha?)
Iya, aku tau, tapi mau bagaimana lagi,
Tiba-tiba Mommy datang mengomel tanpa henti,
"Henson, kondisi putriku baru saja membaik, kau malah mencoba mengajaknya pergi! bagaimana jika terjadi sesuatu padanya nanti? "
sahut lantang Finesha yang mengagetkan ku,
"Aku dan Daddy akan bertanggung jawab penuh,jika terjadi sesuatu padanya nanti, "
(Waow, dia seperti menekankan dirinya, sebenarnya apa yang sebenarnya telah terjadi Clarisha?)
Mana aku tau, kau tanya aku, la aku nya ini tanya ke siapa coba, ada-ada saja kau ini,
Daddy Deriyan merasa cemas melihat expresi ketakutan Finesha sehingga ia langsung mendekati nya dan menepuk lembut sisi bahu kanannya,
katanya,
"Finesha jangan takut, Clarisha akan ikut pergi bersama mu, dan mungkin akan ditemani oleh beberapa Paman disisi nya, berjaga untuk melindungi dirinya, bagaimana menurut mu, Clarisha? "
dia disana membantu meringankan tekanannya sekarang malah bertanya padaku,
memang apa yang ingin Daddy dengar dariku, baiklah terserah,
akupun menjawab pertanyaan Daddy,
"Ide yang bagus, Daddy, "
bagus kalau Daddy memilih yang benar, jika salah, maka akan menjadi lubang perangkap untuk ku,
(Waow kabar eksotis, kau akan dibuat oleng dengan kesempatan kali ini)
gak tau, ikuti jalan permainan nya saja,
Mommy begitu kesal akan keputusan sepihak dari Daddy Deriyan, Sehingga dia keluar dan membanting pintu kamar dengan sangat keras,
__ADS_1
"BRAK, "
kata Lukas,
"Sepertinya yang paling berarti kali ini adalah keputusan pemilihan beberapa Paman yang akan menemani nya, siapa dia yang akan terpilih? dan mendapatkan kesempatan emas, untuk berdekatan dengan nya, "
gumamnya pelan didekat Sizen sehingga,
"Setidaknya siapapun itu, sebaiknya tidak Frand saja, sebab itu akan menjadi masalah besar jika dia sampai ikut menemani Clarisha, lebih berbahaya untuk nya, "
melihat semua reaksi Paman, apakah Finesha bisa merasakan nya?
(kau ingin dia merasakan apa? mustahil, dia tidak seperti mu yang peka tentang segala hal)
mungkin itu bisa menjadi alasan dia ingin mengajak ku berlibur ke luar negri,
(Bagaimana jika itu malah niatnya untuk membuat haluan yang lain?)
entahlah, gak mau mikir capek, udah bisa liat wajah Daddy Henson saja sudah membikin aku sedikit lebih tenang, tunggu mungkin dia tidak tenang sebab semua perhatian anggota hanya tertuju padaku, oh my god,
(tu otak lo akhirnya ada gunanya juga)
ya emang sejak awal sudah ada fungsi nya, mau cari masalah lo sama gue?
(gak, udah gak jadi)
yakin,
(iya, suer)
sip kalau gitu,
Sekarang diruangan ku benar-benar sangat ramai, bayangkan ke-lima Paman ku Dirga sama Defhan, Daddy Deriyan sekaligus Paman Henson beserta Finesha, lalu menjadi kendati hari ini dijadikan sebagai hari dimana aku akan berlibur, apalagi segala sesuatunya telah disiapin oleh Paman Henson, kini segalanya hanya menunggu keputusan sang Daddy Deriyan, rela atau bahkan berat hati,
"Baiklah, soal Mommy biar Daddy yang urus, dan hari ini berangkat lah, masalah keputusan seseorang yang akan pergi bersama mu, hanya Mommy mu yang bisa memutuskan, siapa diantara Paman ikut bersamamu, nanti mereka akan menyusul, "
akhirnya aku berangkat dan sekarang sudah semobil dengan Finesha, walaupun sudah duduk sejajar, tapi aku terdiam, berpikir siapa yang akan menyusul kebandara, sebenarnya para Paman ingin mencegah tapi, mereka tidak memiliki hak penuh, jadi mau tidak mau, mereka semua hanya bisa menunggu saja,
"Clarisha kau baik-baik saja? apa yang saat ini kau pikirkan? adakah dari mereka yang mengganggu mu? "
langsung saja ku jawab,
"Tentu ini menjadi faktor utama, sekaligus penentu, sebab ini akan menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan nanti pergi bersama, bukan begitu Paman Henson! "
sahutnya,
"Ya begitulah, "
Namun setibanya dibandara, sebuah mobil terhenti didepan kami bertiga,
Batinku,
"Ku harap Mommy tidak mengirimkan seseorang yang menakutkan disisi ku kali ini, "
setelah itu keluarlah seseorang dari sana, tepat ketika pintu mobil terbuka dia tidak lain adalah sesosok orang yang sangat ku nanti Paman Sizen,"
Uwaaaa sepertinya Mommy memang pengertian mengirimkan Paman Sizen kepadaku,
lain lagi ceritanya kalau sisi berikutnya yang keluar yaitu,
ya ampun, kenapa harus dia? menyebalkan,
(Prediksi ku kali ini, akan ada pertempuran sengit antara Sizen dan Frand, ku nanti tanggal mainnya, dijamin pasti seru!)
kalau urusan kek gini lo yang paling utama semangatnya, la gue yang ngalamin, hahhh, sudahlah,
(lo mainkan aja peran lo, beres to)
iya deh, aku ngikutin alurnya saja, capek,
akhirnya kami semua melakukan penerbangan khusus, mungkin ini adalah pesawat pribadi Daddy Henson, tapi entah kenapa perasaan ku kok tiba-tiba gak enak ya?
beberapa jam kemudian, tibalah kami di sebuah landasan pendaratan, disana begitu banyak yang menunggu kedatangan Paman Henson, disambut dengan begitu ramah tapi ternyata sesosok orang yang kini sedang menunggu dimobil itu adalah, seseorang yang dikenal sebagai kenalan Frand Huyan,
ujarnya,
"Lama tidak bertemu Henson, dan ternyata jauh-jauh kau juga memberiku kejutan dengan kedatangan kenalan lamaku, bukan begitu, Frand Huyan! "
katanya yang agak kaget,
Henson,
"jadi kalian saling kenal? "
sahutnya untuk Luis enrique,
"Tentu saja, dan bagaimana kabarmu, teman? "
sambil memeluknya,
jawabnya,
"Tentu, seperti yang terlihat, kau bahkan bisa menyimpulkan nya kan! "
entah kenapa firasat ku cukup buruk tentang hal ini,
(Dugaan yang tepat,)
katanya lagi,
"Baiklah, sekarang masuklah kalian ke mobil! "
setelah kami semuanya masuk, reaksi Finesha hanya diam saja,
__ADS_1
kenapa juga dia betah sama bungkam suara, atau dia merasa tidak nyaman semobil dengan Paman nya, mungkin juga,
selang dalam perjalanan, dia selalu mengajak kami semua berbincang,
"Oh ya, Henson, bagaimana kabar mu? "
"Baik, seperti inilah keadaan ku, "
"Lalu, dia putri mu cantik juga, bagaimana kalau kau jodoh kan dengan ku saja? "
"Kau terlalu tua untuk nya, Luis, "
entah dari mana datangnya ide itu, dia langsung saja berbicara,
kata Frand,
"Kalau dengan ku, apa kau mengijinkannya, Tuan Henson?"
suasana mendingin sesaat tapi aku sama sekali tak menghiraukan pembicaraan mereka, apalagi menatap wajahnya,
jawaban yang nyaris membikin ku terkejut,
"Tak akan ku biarkan dia dimiliki oleh siapapun! "
aku terbelalak tercekat seolah bahkan salivaku terhenti sesaat mendengar perkataan seriusnya itu,
mungkin karena dia masih ingin memberikan kasih sayang nya padaku, bukan maksud ku Finesha, inilah kenyataan terpahit yang ku inginkan didapatkan oleh mu, tubuhku yang kau tempati, Clarisha,
"Clarisha kenapa kau melamun, Clarisha, Clarisha?"
beberapa panggilan nyaris tak dapat ku dengar, namun sewaktu Paman Sizen memanggilku, aku langsung dalam sekejap bereaksi berlebihan, sehingga mereka semua menjadi khawatir kepada ku,
"Clarisha, "
"Ya, "
dengan nafas yang agak ngos-ngosan, membikin semua orang menatap ku dengan wajah cemas,
Paman Sizen masih bertanya kepada ku,
"Clarisha, katakan sesuatu jika kau merasa agak kurang sehat! "
dengan nada rendah namun berat,
"Tidak apa-apa Paman, "
pandangan Frand merasa janggal dengan sikap ku, sehingga ia pun berpikir untuk mencoba mengatasi nya,
"Haruskah kita cek dulu kerumah sakit, Clarisha! "
"Tidak perlu, lanjutkan saja perjalanannya, aku akan istirahat sebentar, mungkin dengan tidur nanti bisa terbangun dan Fit kembali, "
"Baiklah, jangan takut untuk bilang sesuatu pada ku, Clarisha, "
walaupun aku merasa gak nyaman padanya, tapi perhatian Paman Frand juga sebanding dengan Paman Sizen,
Setelah perjalanan hampir ditempuh kurang lebih tiga jam, di Mansion milik Luis enrique, tibalah aku membuka mata perlahan, didapati disana kedatangan kami disambut megah oleh para pelayan disana, namun aku tertekan kala melihat gadis yang tengah membuat ku seperti ini bekerja ditempat ini,
batinku,
"Fenesha, kau masih hidup, "
pertemuan ini memang tidak akan berpengaruh pada Finesha, sebab dia bukanlah diriku, tapi bagi tatapan buas seolah ingin membunuhku disana tersirat jelas ku lihat, dapatkah kehidupan kembali dengan liburan ini akan menjadi kebahagiaan atau malapetaka besar bagi mu, Finesha,
aku jadi mengkhianati keadaan yang tak pernah terpikir olehku,
kata Paman Henson,
"Jadi kau memelihara senjata buas disini, Luis, "
mendekati nya yang saat ini berdiri membungkuk menyambut kedatangan kami,
jawab nya,
"Kau terkejut, inilah kejutan ku untuk mu, Henson, dan Finesha, apa yang sekarang akan kau lakukan? bukankah hari ini ulang tahun mu, bagaimana jika aku berikan dia padamu, untuk mu bisa bebas berbuat apapun? "
Finesha tentulah terkejut, sebab disini yang berjalan melangkah seharusnya dia, namun kakiku tak sanggup berhenti melangkah dan,
"Plak, "
aku menampar wajah Fenesha di hadapan tubuh asliku yang diam membeku, tapi tidak disangka dia langsung menatap dingin kearah ku, sembari mengatakan,
"Siapa kau berani menamparku? "
semua orang terkejut, memang sebab aku seharusnya menjadi pihak luar yang seharusnya menonton hal yang bukan menjadi urusan ku, tapi jika ini berkaitan dengan Fenesha, aku gak bakal tinggal diam,
Paman Sizen menegurku,
"Clarisha apa yang kau lakukan, ini bukanlah urusanmu? "
mendekat menarik pergelangan tangan ku, namun dengan kasar aku menepis nya, dan berjalan menuju kedepan wanita itu, hingga tanpa sadar dia berjalan mundur,
"Jadi kau tidak ingat tentang ku, Fenesha? oh, aku harus memutar rekamannya kembali, baiklah, siapa orang yang kau temui dijalan Flown tepat ditikungan ke dua? lalu apa yang kau lakukan dengan wanita itu? aku hanya penasaran dengan sebuah amplop yang kau berikan padanya! dan setelahnya itu, keesokan harinya, tepat dihari pernikahan ku, bukankah kau menyuruhnya untuk datang ke acara itu, lalu peran apa yang kau berikan padanya waktu kejadian hendak berlangsung? kau bahkan berada disana dengan menyamar menjadi pelayan dengan sedia, tepat pada waktunya, dihari segalanya telah usai, bukankah kau sengaja mengirimnya ke vila suami ku, lalu kau yang dengan pintarnya mengubah jalan ceritanya, menghasut dia sehingga memutarbalikkan bahwa aku yang salah, kemudian setelah mereka ketahuan berbuat hal gila diranjang, kau juga membuat dia wanita itu sengaja ingin mengakhiri hidupku, apa aku salah bicara, Fenesha? "
Ditempat Finesha tak bisa berbicara, hari ini dia mengerti segalanya tentang saat dimana kedua mata itu melihat kebodohan dihari kebahagiaan nya sekaligus, menjadi ketiadaan nya, tapi takdir berkata lain, mungkin ini alasan dia memahami, bagaimana bisa sampai kedua jiwa kami bertukar tempat, masih mendengar mereka berdua,
"Kenapa kau tidak bicara, Fenesha? kau takut, bukankah selama ini kau tidak menggunakan pikiran mu untuk mempertimbangkan segalanya? hemmm apa yang sebaiknya aku lakukan padamu, Fenesha? "
batin Frand,
"Jadi dia juga bisa menjadi kejam, ku pikir gadis manja hanya mampu membuat ulah, ternyata dugaanku salah, jika seperti ini, kau membuat ku tak sanggup membiarkan mu lepas begitu saja, sepertinya aku harus mencari cara untuk menjerat mu, Clarisha? "
hati Sizen juga berpendapat,
__ADS_1
"Semakin kemari kau lebih dewasa Clarisha, inilah hal yang paling ku ingin kan darimu, memiliki mu, adalah pengejaran ku kali ini, akan ku gunakan kesempatan serta peluang besar tanpa ragu-ragu lagi, waktu nya melakukan siasat untuk membuat mu tak bisa lepas dariku lagi, Clarisha, "
Suasana menjadi lebih tegang dari biasanya.