
"CLARISHA, "
teriakan mereka membuatnya tersadar dengan ingatan Finesha mengenai kehidupan sebelum kecelakaan,
"Nak kau baik-baik saja kan? adakah yang sakit diKepala mu sayang? "
Mommy Shintya bertanya penuh kegelisahan dan diliputi rasa cemas mengkhawatirkan sang anak termuda nya,
bagaimana tidak, diantara ke-tiga anaknya dialah yang pertama mendahului kedua kakaknya untuk menikah duluan, namun ternyata diluar dugaan dirinya mendapatkan sebuah permainan dari sang suami yang tak bermoral itu,
Clarisha adalah gadis kesayangan dari keluarga termuda, memang dia orang yang ramah, baik, perhatian, dan memiliki tabiat yang luar biasa menakjubkan, sehingga banyak dari kalangan teman semasa dikampus mengidamkan dirinya menjadi sesosok istri yang hangat, namun tujuan dari kebahagiaan yang dipilih nya hanya sebatas mengorek luka terdalam dari hati Clarisha,
bahkan banyak dari mereka menghubungi ponsel miliknya, tapi dia sama sekali tak merespon percakapan dari semua temannya,dia seolah menutup diri rapat-rapat mengenai kejadian yang menimpa hidupnya, kabar memang selalu cepat terdengar, dari kebanyakan temannya tak ada satupun bisa membuat Clarisha berbicara,
ketika Clarisha dan keluarga nya sudah siap kembali dirinya dikagetkan oleh keberadaan Henson disana, tangannya tiba-tiba berubah menjadi dingin wajahnya memucat sampai berkeringat seolah rasa takut menatap Henson yang tengah mengalami perubahan,
kata Defhan,
"Mom, tadi diruang sebelah ada seorang gadis meninggal dunia,Mom harus tau gadis itu sangat cantik dan tidak salah pria yang tadi lewat dia adalah Ayah nya, "
dengan serius
mendengar percakapan Defhan sebenarnya dia ingin mengetahui sesuatu yang telah terjadi, tapi Clarisha tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja, jawab Mom pada Defhan putra kedua dengan hobi kesukaan nya mendengarkan cerita orang,
"lalu kenapa? memang ada urusan apa sama kita, Defhan? kau sangat antusias kalau mengenai masalah orang lain! "
sambil tersenyum pada nya,
menimpali lagi,
"Mom tau, hal yang paling tragis saat detik terakhir gadis itu mengalami kecelakaan pak tua yang disana menendang memukul sangat keras pria yang baru berjalan masuk tadi, sampai beberapa orang berjaz hitam melerai mereka Mom,"
cerita yang luar biasa didengar mereka,
lalu tiba-tiba datang mobil SUV yang dikendarai Daddy berhenti disana,
"Semua masuk, dan Dirgha bantu adikmu masuk ke mobil, Defhan kau didepan bersama Daddy! "
perintah Deriyan pada putranya,
keluh Defhan,
"Kenapa mesti aku yang duduk di bagian depan? "
mulai memasang wajah cemberut,
balas Dirgha,
"Takutnya mulut itu menyusahkan adik perempuan mu, kau pun tau tak ada rem di tempat mu, terkadang aku berpikir dia mirip keluarga Mommy yang mana? aku cukup penasaran lo Mom, soalnya tingkahnya berulah,sangat menjengkelkan,"
Mommy tersenyum mendengar ucapan Dirgha,
"Mirip sama saudara ke-lima Mommy, namanya Shinje, melihat adikmu bagai pinang dibelah dua, sangat mirip, "
"benarkah, pasti merepotkan jika berurusan dengan nya Mom? "penasaran,
" Bukan main kalau masalah logat, sikap harus ekstra tahan emosi jika berurusan dengan nya, itu juga alasan Mommy jarang berkunjung ke Mansion keluarga, tak ingin berjumpa dengan nya, menyebalkan, "
mendengar percakapan mereka Deriyan langsung terkekeh,
"Benar Dirgha, kapan-kapan kita berkunjung bagaimana? mungkin kalian bisa melihat wajah paman kalian? "
Defhan menarik nafas panjang,
"Aku tidak ikut, rebahan dirumah paling enak sambil main game dan cemilan ditangan, ngapain repot harus kesana! "
beralih bertanya pada Clarisha,
"Clarisha jika kau kesana, aku akan ikut bagaimana? "
reflek dirinya hanya mengangkat ke-dua bahunya yang menjawab dirinya tidak bisa ikut dalam rencana mereka, masih diam menundukkan pandangan,
beberapa jam akhirnya mobil SUV itu tiba didepan ViLa,
kata Defhan,
"Akhirnya bisa sampai rumah juga, "
lekas membuka pintu dia langsung pergi masuk ke dalam sana menggunakan kunci cadangan,
Clarisha hanya menatap kosong diVila itu, sebab semua ingatan mengenai dirinya hanya sebatas dirinya mengalami masalah dengan pria brengsek itu,
memasuki ruang tamu Clarisha mendekat pada bingkai foto keluarga yang terpampang jelas didinding sana, mereka seperti keluarga bahagia dengan keberadaan saling bersama satu sama lain, dan sekaligus penyayang pada pemilik tubuh yang di tempati oleh Finesha, terkadang dia bingung mau bersikap bagaimana, karena tentu pasti akan berbeda sebab dirinya hanyalah sosok pengganti ditubuh Clarisha,
seseorang memeluk kedua bahunya dengan lekat,
"Kau tahu, Clarisha, ada kalanya aku berharap kau bisa sediam ini, tapi melihat beberapa jam saja kau tanpa suara, Kau sudah membuat kekacauan dipikiran ku,itu adalah kerinduan sang Kakak pada mu, adik, jika kau ingin berkeluh atau bertanya, Kak Dirgha akan selalu disisimu, sa-yang! "
ucapan lembut itu membuat hati Finesha tenang,
namun tidak sampai disitu, Mommy dan Daddy sangat khawatir mengenai kondisi yang dialami Clarisha, sedikitpun ia tak memegang ponselnya sama sekali, melakukan gerakan yang sedikit,dan tanpa mau bicara dengan siapapun, mereka begitu bingung apa yang seharusnya dilakukan? sudah kembali untuk melakukan pemeriksaan, hasil yang didapat juga sama, Clarisha baik-baik saja dan mungkin karena dia sedang tidak ingin berbicara,
tanggapan dokter sama sekali tak didengar oleh Mom, Daddy juga cemas lalu terpaksa Mommy melakukan inisiatif membawa pergi Clarisha ketempat itu,
kata Mommy,
"sayang, aku sudah berpikir matang dengan mengantarkannya pergi ke Mansion milik Ayah disana, akan ku coba menitipkan dia pada ke-lima saudara Mom, tidak tahu kenapa kediamannya selama sebulan membuat ku sangat kacau, dan ini cara terakhir yang bisa kita lakukan, dan jika sebulan disana Clarisha tanpa ada perkembangan maka aku akan membawanya keluar negeri untuk melakukan pengobatan lebih serius padanya, "
Daddy hanya bisa mengikuti saran Mommy karena semua demi kebaikan dirinya,
"Okey Sa-yang, Daddy akan setujui apa tindakan Mom, itu patut dicoba, mungkin dia hanya merasa Canggung atau sedang dalam suasana mood yang buruk, tapi Mom bisa juga berpikir seperti itu! "
sedikit bangga memiliki istri yang perfect seperti shintya,
"Entah kenapa disana bagiku bisa dijadikan referensi untuk Pemulihan Clarisha Mas! "
"memang rencananya akan dilakukan kapan? bukannya seharusnya kita memberitahukan Clarisha terlebih dahulu! "
"tidak perlu Mas, aku akan mengantarkan nya sendiri ketempat mereka sekarang juga, Mas Deriyan, "
"Entah kenapa ini seperti kita menyerahkan putri kita kepada pamannya?kau pun tau Mansion itu di tempati ke-lima saudara mu sayang,tapi disisi lain Clarisha dia seorang gadis Shintya,kau sebaiknya urungkan hal itu,biarkan dia beradaptasi disini saja, aku jadi mengkhawatirkannya!"
__ADS_1
merasakan ketidak tenangan dari keputusan sang istri,
jawabnya
"tadinya Mas bilang gak pa-pa, kenapa sekarang berubah pikiran? toh mereka gak akan berani macem-macem sama anak Shintya Mas, pokoknya mas tenang aja biar aku yang urus sisanya, "
Deriyan masih bimbang dan berpikir dua kali memasukkan putri mereka ke sarang buaya,
"tidak perlu, biarkan dia tetap dirumah saja, lo Pak Yun kenapa masih disini? bukannya seharusnya mengantarkan Shintya kekantor? "
bertanya pada pak Yun supir pribadi Mommy Shintya,
jawab Pak Yun,
"Nyonya berangkat ke Mansion milik saudara nya Tuan, beliau berpesan pada saya untuk tetap jaga Tuan disini agar tidak menyusul begitu katanya! "
Deriyan keheranan, kalau sudah mengenai keputusan Shintya orang yang paling sulit untuk dikontrol,
"Baik Pak Yun, jangan khawatir aku tidak akan menyusul, takutnya Pak Yun nanti dapat teguran keras dari istri ku, jadi saya akan selesai kan sarapan ini dan akan segera pergi kekantor, "
"Baik Tuan,terima kasih atas pengertian nya, "
Deriyan orang yang lebih tau segalanya mengenai keluarga Shintya, diantara enam bersaudara dia adalah satu-satunya anak gadis yang dihormati oleh kakak-kakaknya, tapi dari semua hubungan itu tidak ada satupun dari mereka berani membuat masalah dengan nya, sebab dia memiliki garis keturunan mendiang sang ibu yang sangat menakutkan, yaitu bisa berbuat nekat melakukan apapun jika ada orang yang berbuat masalah dengan nya,
kemaren saat putrinya tak sadarkan diri, dia membabat habis keluarga pihak mempelai pria dengan sadis, tanpa Daddy Deriyan turun tangan, tapi kalau sudah porsi mengenai Defhan dan Dirgha Shintya selalu meminta suaminya untuk mengajarkan segalanya tentang kehidupan, ya walaupun hanya Dirgha yang lebih fokus saat sang Daddy memberi pencerahan, Defhan ma asyik main game aja,
Clarisha yang terduduk dibelakang pengemudi sempat berpikir,
"Ini hidup ku mau dibawah kemana oleh Mommy? "
mau tidak mau Finesha harus mengikuti arus kehidupan baru walau dirinya memiliki dua ingatan saat ini, milik Finesha dan Clarisha sendiri, apa boleh buat,
Dalam perjalanan Shintya membawa kedua Putranya,sang Mom yang terlihat memukau mengemudikan mobil sambil menelfon beberapa orang, tidak tahu kenapa Shintya berceloteh geram di sisi Dirgha,
"Mereka selalu seperti ini, pekerjaan saja menjadi prioritas utama, jadi sekarang aku diabaikan
lihat saja nanti! "
sahut Defhan melihat reaksi Mommy yang memukau,
"Kak Dirgha, Hati-hati singa akan melahap mu jika kau berani dekat-dekat dengan nya, "
garang Mommy langsung menyela Defhan,
"sebelum singa ini berurusan dengan Dirgha sudah dipastikan kalau Defhan akan menjadi kloter pertama mendapatkan hukuman dari Mom! "
mendengar hal itu Clarisha menahan tawanya, dirinya begitu bahagia bisa terdampar dikeluarga seperti ini,
jawab Defhan yang merasa takut dengan kecaman sang Mommy,
"Mommy masak sejahat itu padaku,gini-gini ini anak Mom sendiri lo,Tapi kenapa Mom marah sih? "
sahut Mom penuh emosi,
"Mom lagi ada masalah sama Paman mu Defhan, makanya dari tadi bawaan pengen marah terus, "
kembali bertanya,
penasaran,
jawab asal,
"lebih menarik Defhan, jika sikap mu sudah bisa diubah! "
cemberut menatap,
"hemm, bisa aja Mommy ini,kalau begitu soal tampang pasti kerenan aku kan Mom? "
kejujuran Mom,
"gak ada yang terlihat dari mu yang menarik nak,kau bisa tanya adik mu, kan dia wanita juga, "
Kata-kata itu membikin Dirgha terkekeh didepan,
lalu dia menatap Clarisha sedikit ternyata suasana raut wajahnya berubah cerah karena tingkah konyol mereka,Mommy benar-benar geram saat ini,
"Mom, kenapa gak belain Defhan si, memang apa coba kekurangan yang aku miliki? coba Mom jelaskan? "
Mommy pun menanggapi dengan lincah,
"postur tubuh tentu itu kriteria utama yang diidamkan wanita, menurut mu apa gadis betah lihat pria malas yang hanya taunya main game sama rebahan saja, Mommy aja sebagai wanita ogah liatnya, sayang nya dulu emang Mommy ngidam apa ya sampai jadinya Defhan yang gak ada kerennya sama sekali,"
mengangkat satu alisnya berharap putra keduanya bisa lebih mendominasi sifat Daddy nya bukan malah pamannya yang pemalas itu,
sahut lagi dengan lantang,
"Baiklah Mom, mulai besok Defhan akan berolahraga setiap pagi, biar tubuh ku bisa lebih baik dari pada punya kak Dirgha, liat saja kak, pasti bagusan milikku nanti! "
main menyahut,
"Coba saja kalau bisa, jika lebih baik dari punya ku, aku kabulkan satu permintaan mu, ingat itu baik-baik, Defhan! "
Defhan begitu riang membalas sahutan Dirgha,
"benarkah, baiklah kalau begitu ingat janjimu itu, kak Dirgha, aku akan minta sesuatu yang menarik darimu! "
Mommy mencoba menebak,
"halah, yang benar saja Defhan mau seperti Dirgha, memang nya bisa, baru seminggu pasti sudah drop,liat saja nanti, kalau bisa unggul dari kakak mu, mobil sport Mommy akan kasih kekamu, tapi dengan satu syarat! "
rasa penasaran Defhan membludak seketika,
"Ayo Mom katakan, aku akan lakukan apapun yang kau mau Mom, demi mobil sport, uwow, apa Mom coba beritahukan jangan bikin akun penasaran? "
merengek seperti anak kecil,
Clarisha yang masih duduk diam hanya bisa mendengarkan perbincangan diantara ketiga
keluarga nya yang begitu sempurna,sebenarnya hal seperti inilah yang dianggap normal dalam hubungan darah,tapi suatu yang didambakan Finesha kala masih bersama Grandpa Janson,kini telah hancur dan mustahil kemabali ketitik semula,
"jika memang apa yang diucapkan Defhan benar, maka kematian Finesha akan berakibat fatal pada seluruh anggota Fhinzen, pasalnya mereka selalu menyayangi ku seperti putri mereka sendiri dan jika Clarisha yang berada ditubuh itu artinya, aku Finesha selamanya akan terjebak di tubuhnya Clarisha,"
__ADS_1
memang hidup kini sedang memberikan kesempatan untuk nya memperbaiki semuanya,tapi apa gunanya? dia bahkan tak sanggup meninggalkan tempatnya sebagai Clarisha,
"CLARISHA, "
lamunan Clarisha terhenti mendengar Mommy nya memanggil namanya, langsung dalam sekejap ia membuyarkan anginnya dan melihat sosok sang Mom yang sudah begitu khawatir padanya,
"Sayang, kau baik-baik saja kan? cobalah katakan sesuatu mungkin Mommy bisa mengerti tentang kamu, jika kamu diam bagaimana Mom bisa mengerti,Clarisha? "
resah menatap wajah putrinya yang berada dalam pikiran yang sudah berjalan-jalan sampai kemana,
Clarisha hanya menatap datar Mommy Shintya,
gumamnya,
"sepertinya ini jalan yang terbaik, Dirgha Mom tak sanggup berpikir lagi jika adikmu masih tetap seperti ini, harapan terakhir Mommy adalah Mansion milik Papa sayang, semoga semua berjalan lancar! "
melihat cemas kearah Dirgha,
"iya Mom, Dirgha ngerti perasaan Mommy saat ini!"
beberapa jam kemudian mobil SUV itu terhenti didepan Mansion besar milik keluarga mendiang ibu, sebenarnya tempat sebesar itu diberikan kepada semua anaknya,tapi karena lokasi nya terlalu jauh mereka lebih memilih untuk membeli Vila sendiri,namun tiba-tiba saja penjaga gerbang tersebut memberitahu kan bahwa mereka semua sudah pindah ke Vila baru Tuan Besar Sizen dan tempat nya dijelaskan pada Nona muda yang tidak lain adalah Shintya, wajar jika dirinya kenal karena dia dahulu adalah bodyguard Nyonya besar Sherya, ibu Shintya yang sejak kecil dijaga oleh bodyguard itu,
kesal hingga menelan saliva,
"rasanya aku harus buat perhitungan ke mereka, apa lagi Sizen, bisa-bisanya tidak memberitahu ku masalah perpindahan semuanya, damn it, ke-lima kakak ku ini memang sedang mencari gara-gara dengan ku rupanya,liat saja apa yang akan aku lakukan disana? tunggu Shintya okeyy, lets go! "
kata Defhan,
"Kak, Mom kok bisa berubah nyeremin gitu,bukannya lima pria lawan satu wanita pastilah mereka yang menang kan? "
bertanya pelan
jawab Dirgha
"tak ada yang sanggup bahkan berani sama Mom apalagi mereka ber-lima,Defhan liat saja nanti, Mom kita bukan sembarangan orang lo, dia adalah seorang wanita utama di keluarga besarnya yang menjalankan beberapa perusahaan sebagai CEO handal, jadi jangan main-main dengan Shintya Louis okeyy, "
Clarisha terus menatap keluar kaca mobil disana sambil mendengarkan semua mengenai keluarga nya, tibalah saat Nona muda beranjak keluar dari mobil,
"SIZEN, "
teriakan keras menggelegar sampai ke dalam Vila, namun mendengar suara bising tersebut semua kakaknya terutama Sizen benar-benar dibuat tegang,
ujar nya,
"Semua akan kacau jika dia sampai masuk kedalam, Papa aku tidak akan bisa menyelamatkan gadis yang saat ini berada di rangkulan mu itu! "
memperingatkan sang papa yang masih asyik bersama calon istri barunya itu,
"BRUAK, "
dobrakan pintu keras dilancarkan,
dia terlihat sendiri namun selang beberapa saat Sizen dikejutkan dengan ketiga orang yang masih aktif mengikutinya,
tanya Sizen pada Shintya,
"Apa kau tidak salah membawa seseorang kemari?"
Ucapan itu membuat bulu kuduk Defhan berdiri,
gumamnya pelan pada sang Kakak,
"Apa ini benar keluarga Mom kak Dirgha? jika tidak itu wajar,kalau iya itu artinya mereka sudah salah membuat Mom marah,"
Dirgha hanya tersenyum manis ditempat sembari memegang tangan Clarisha,
berjalan melangkah kedepan Sizen langsung saja dia mencengkram kera kemeja miliknya hingga tergenggam erat pada jemari tangannya,
kata Sizen,
"kau tau apa yang kau lakukan, Shintya? "
walau pelan tapi itu membuat Shintya semakin geram kesal tidak karuan,
"Seharusnya itu menjadi perkataan ku untuk mu! kau pindah tanpa memberitahu ku, meninggalkan Mansion itu juga tidak memberikan kabar padaku sekarang kau bertanya apa yang kulakukan?apa sekarang kau masih saudara ku hah? "
dengan kasar dia berbicara,
melihat kondisi semakin memburuk papanya berusaha melerai mereka dengan berkata,
"Apa kalian masih seorang bocah, bertengkar karena hal yang tidak perlu?memalukan? "
pedas sangat Shintya meladeni papanya,
"Kau bahkan lebih memalukan lagi, liat dirimu pak tua orang seperti mu saja masih bermain bersanding dengan seorang anak muda, jadi kau berniat main level lebih tinggi dari ibu, baiklah jika aku sampai menemukan satu saja keluarga wanita ini, aku akan membuat perhitungan yang serius dengan mereka semua, "
Jawab wanita itu,
"walaupun aku begitu buruk dimatamu tapi setidaknya aku sudah menjadi Mama barumu saat ini,kau bahkan tak akan bisa menyentuh mereka sebab Suami ku sudah menjaganya,"
memperingatkan Shintya bahkan hingga membohongi dirinya berpura-pura sudah menjadi istrinya,
Shintya murka,
"Oh, jadi begitu baiklah jika itu keinginan mu! "
"DORR, "
satu peringatan keras pada mereka berdua,
"kenapa menghindar, bukannya dia suami mu, lihatlah bahwa kau hanya memiliki nyali yang kecil dan membosankan, "
sebenarnya Shintya hanya melakukan gertakan saja,
bahkan Bodyguard tersebut tidak sadar kapan Nona muda mengambilnya, terkejut luar biasa dia melihat Nona Shintya, tapi berbeda dengan Sizen, sejak awal pasti dia sudah menebak akan ada kejadian mematikan disini, dan itu mengenai Ibu baru yang papanya beritahukan tadi,
ucap Sizen,
"Wanita tidak tau diri itu mau mencari masalah,yah, biarkan saja setidaknya itu bisa mempercepat kematiannya, wanita bodoh yang dipelihara Papa akan hancur detik ini juga, "
"Apa kau pikir bisa lari dariku, anak muda! "
__ADS_1
sambil memegangi arah senjata itu, yang hendak akan ditujukan padanya.