Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Pesona Lukas


__ADS_3

"BRAKK, "


Suara pintu mobil ditutup, duduk bersebelahan dengan Paman rasanya anehh, itu menurutnya, tapi jika orang lain diposisi nya, pasti hal yang terjadi saat berada disisi nya adalah impian semua wanita,


terkadang pikiran orang itu membingungkan, sudah mendapatkan yang nyaman enak, masih aja mendesah,la Clarisha sendiri sudah begitu menarik perhatian Paman Lukas,tapi sebel bawaan nya dari tadi saat berada disamping nya,


sampai Lukas penasaran dengan mata hazel biru yang semakin menyejukkan dirinya kala mereka bisa dekat hingga kedua bahu itu saling bersentuhan,


"Clarisha, boleh Paman bertanya? "


awalnya Clarisha melihat semua yang ada disebrang jalan, tapi mendengar Paman bertanya ia pun langsung menoleh kearah Lukas,


"Ya, tentu, silakan Paman bertanya, aku akan jawab jika memungkinkan bisa menjawabnya! "


sedikit menaikkan bibir,


"kau bertingkah seolah Paman sedang mengajukan pertanyaan yang sulit saja! "


jemari tangan yang bermain diatas kepala Clarisha,


sepertinya Clarisha baru menyadari kalau hobi Paman nya suka mengacak-acak rambutnya walaupun dengan gaya pelan, namun pasti jemari tangan pria maskulin ini selalu tak lepas dari kata diam di tempat,


menatap wajahnya sambil Clarisha berbicara,


"Ya, untuk berjaga-jaga saja, takutnya Paman akan membuat ku kesulitan menjawab, jadi siaga sebelum terlambat! "


memandang keluar kaca mobil,


tiba-tiba saja kedua tangan Lukas memegang kedua pipi nya dengan lekat, sehingga dengan mudah dia memutar wajah Clarisha mengarah pada rupa Lukas yang tersenyum bahagia,


dia tak melepaskan kedua tangan yang telapak itu terasa hangat sampai tembus dikedua sisi pipi Clarisha, perlahan menariknya maju sampai tak ada jarak antara hidung mereka,hingga kini saling bersentuhan satu sama lain,


jujur ini Paman sangat suka membuat Clarisha terbuai, dimana tidak,setiap keadaan selalu dibuat nya romantic and sweet, Paman jangan buat hati kacau itu menjadi bingung,


Paman juga tak pandang kalau ada sopir yang sedang mengawasi nya,didalam mobil saling bertatap mata dengan serius, namun dia sama sekali tak merespon ucapan Clarisha kali ini,


"Paman, apa sudah puas melihat ku? apa ada yang aneh dengan wajahku? katakan sesuatu! jangan membuat ku bingung, Paman Lu! "


menatap Lukas dengan rasa penasaran lebih,


padahal udah beberapa menit dia masih menempelkan kedua telapak tangannya pada pipi Clarisha, dan sekarang dia malah memindahkan satu tangannya pada tengkuk leher Milik gadis bermata hazel biru itu,


ini yang bikin Clarisha tak bisa berkutik, ditanya gak dibales, malah dibuat seolah tindakan nya kali ini adalah jawabannya,gimana dia bisa paham dengan sikap Paman Lukas, sedangkan sekali lagi pertanyaan itu ditujukan,


"Paman, apa tidak capek dari tadi berpose seperti ini? "


lebih mengerikan, Lukas mendadak mendekatkan bibir nya pada rona bibir berbalut lipstik kecoklatan itu,hingga Clarisha dibuat tertegun membelalak karena gerakan spontan Paman Lukas padanya,


"Apa yang kau rasakan, Clarisha? "


setiap nafas yang keluar dari bibir itu terasa melekat,jantung Clarisha berpacu tak menentu didalam sana, bahkan membuat dirinya menelan saliva kala sang Paman melesatkan tindakan nya tanpa pikir panjang,


ya, Paman ini sebenarnya mau apa,keponakan nya sudah tak lagi berdaya, malah tetap membuat kedua bibir itu saling berdekatan, walau demikian, mata hazel biru itu selalu membikin Lukas terobsesi memandang nya,


"Clarisha, jika kau diam saja maka aku benar-benar akan melekatkan nya dengan mudah,bisa kau jelaskan,gadis pemilik mata hazel berwarna biru? "


sontak Clarisha memasang ekspresi terkejut,


tentulah, Paman nya memanggil tanpa sebutan nama,itu mengejutkan Clarisha sehingga ia mencoba menjawabnya,tapi


"Jika kau bertanya lagi, maka bibir kecoklatan ini akan langsung ku cicipi tanpa henti,coba katakan!salah sedikit hukuman mu akan menjadi manisan untuk ku,katakan sekarang juga apa yang kau rasakan-? "


"DEG, "


"DEG"


"DEG, "


Jantung Clarisha berjalan tidak normal,


perasaan Clarisha benar-benar seperti akan mengalami masalah karena dia sudah tercekat bahkan nyaris dia tak bisa bicara dengan jarak yang mendebarkan tidak karuan ini,namun


pak sopir memberitahu kan


"Tuan, ini sudah berada di depan perusahaan, Glek,"


tatapan tajam Lukas dialihkan padanya,


sedangkan Clarisha bisa bernafas lega karena Paman sudah melepaskan pegangan nya,


"Aku mengalami drop sesaat, "


menghela nafas panjang,


Lukas bertanya,


"Kau mengatakan sesuatu, Clarisha? "

__ADS_1


sahutnya


"Tidak, Paman salah dengar,mungkin! "


Keluar dari mobil pak supir menundukkan kepala nya sembari memberitahu Clarisha,


"Nona sudah selamat, bukan begitu! "


lega seketika terasa oleh gadis itu,


"Pak, makasih ya sudah nolongin,aku hampir tidak bisa bernafas tadi! "


berbisik pelan karena takut didengar oleh Lukas yang sedang sibuk mengecek ponselnya dari tadi,


"Kemari, Clarisha! "


Batinnya


"Dia itu seenaknya aja kalau mau nyuruh, tapi kenapa aku merasa sikapnya sedikit tegas ya,apa cuma perasaan ku? atau karena rencananya tadi gagal,sudahlah sebaiknya aku harus segera datang,hahh, sekarang yang ku pikirkan hanya ingin kembali pulang dan bersantai dikamar, "


"Clarisha, apa yang kau lamunkan sampai tidak mendengar ucapan ku? "


suara gentle nya terasa banget oleh Clarisha, dan disisi lain ada seorang wanita sedang berdiri disamping Lukas,


pikirnya,


"Seperti seorang sekertaris, "


Lalu jari itu mulai lagi mengangkat dagu Clarisha didepan beberapa orang berjaz hitam sedang yang lain berbaris menunduk dihadapan mereka berdua, begitu pula dengan wanita yang berpakaian seperti seorang sekertaris,


mata hazel itu lupa kalau ada Lukas yang sedang mencoba mengajaknya bicara,


"Mereka lebih menarik dariku, Clarisha! "


menelan saliva, merasakan bahwa sebentar lagi dia akan mendapatkan masalah dari Lukas karena dirinya lupa akan keberadaan nya,


yang namanya Paman itu gak peka, dikit-dikit buat masalah jadi tegang, kan Clarisha pengen nya liat seseorang yang ada disekitar sana, Paman malah membuat penglihatan gadis itu menghindari nya,


"Seperti nya orang yang mengajak ku bicara lebih dari sekedar kata menarik, apa aku salah bicara? "


melepaskan tangannya dari dagu Clarisha,


dia itu pengen nya apa ya,sikapnya dalam se perdetik bisa berubah seketika, dan lagi kenapa Clarisha merasa tak boleh melihat mereka, kan penasaran jadi pengen tau, tapi kenapa Paman Lukas bawaan nya sewot mulu,


belum masuk ke pintu perusahaan sambutan luar biasa menjemput kedatangan Paman Lukas,seseorang yang tengah berdiri disamping nya dia memberikan jadwal meeting yang akan dihadiri,


kata wanita itu,


"Baiklah, persiapkan semuanya, aku akan datang ke ruang rapat kali ini! "


"Baik, Tuan,"


"Tunggu, sekertaris Yera, kalau bisa percepatkan jadwal kali ini, karena mungkin aku ada pertemuan mendadak diluar, jadi tolong urus semuanya dengan benar, kau mengerti? "


"ya, saya mengerti, Tuan CEO, "


Clarisha tidak percaya kalau Paman nya adalah seorang CEO dan gadis tadi adalah sekertaris nya, namanya Yera, cantik, oke,tapi bukan tipe sang Lukas, hemm, lalu kemudian tibalah dia berjalan ke dalam disana, nampak semua pegawai memberi hormat kepada atasannya,


tidak diduga tiba-tiba Clarisha seakan ditatap tajam semua wanita yang bekerja di perusahaan milik Pamannya, perasaan gak enak, padahal dia tidak ngelakuin hal apapun disana, tapi mungkin karena satu alasan yang terlintas dipikiran nya,


ya, itu karena aku berjalan disebelah Tuan CEO jadi mungkin mereka berpendapat kalau Clarisha termasuk saingan, jika begitu hidup gadis bermata hazel biru kini kian berada dalam kondisi yang berbahaya,


dikantor perusahaan Lukas, semua mengarah pada wajah sang CEO, terdengar tampan, sexy, cool, maskulin, pokoknya semua diborong oleh Paman, tapi yang jadi perkara, Clarisha juga kena semprotan para wanita yang fans berat sama Lukas, ada yang mengatakan kalau wanita itu pasti perayu Tuan CEO,


datang kesini pasti berniat ingin mengoda Tuan CEO, memang terlihat muda tapi dia gadis matre yang ngejar uang boss,dan paling parah, Clarisha disebut simpanan CEO, semua itu dirangkum dengan tajam ditelinga,


Sekertaris yang melihat semua kelakuan pegawai pada Nona langsung membentak mereka untuk segera bekerja, dan ia pun menundukkan kepalanya meminta maaf kepada Clarisha,


"SRETT, "


Tangan nya kembali ke titik semula, menarik pergelangan Clarisha dengan cengkraman yang lumayan sampai ketarik berjalan mengikutinya,


"Dari tadi apa yang kau lihat, serius begitu, apa ada dari mereka yang mengganggu mu? "


"Setelah itu apa yang akan kau lakukan? "


bertanya pada Lukas,


kemudian dia menjawab,


"Jika salah satu dari mereka mengganggu mu maka aku akan memecatnya, dan kalau tidak tetap biarkan saja, bagaimana Clarisha? setelah ini tetap lah dikantor ku! jangan pergi ke mana pun atau keluar dari ruangan ku, kau mengerti!atau aku pasti benar-benar akan memberikan hukuman setimpal pada mu! "


"dia kenapa lagi? peringatan keras diberitahukan kepada ku, lalu kapan sesuatu yang dikatakan nya itu akan muncul?"


Clarisha main gerutu dalam hatinya,


"apa dia berbohong? "

__ADS_1


memasuki kantor dengan bergumam,


"semuanya, keluar sekarang juga! "


Clarisha kebingungan, tentu saja semua yang menjaga ruangan itu keluar sebab ucapan Paman, lalu sekertaris tadi malah memasang senyum padanya,


senyuman barusan membuat tubuh Clarisha merinding sempurna ditambah tatapan nya seolah ingin memakan seseorang,rasa takut kian menggebu hati gadis bermata hazel biru itu, apa sebaiknya keluar juga ya,pikirnya,


beberapa langkah kaki sudah dirinya berusaha, ternyata Lukas memegangi bahu kanan miliknya dengan cengkraman yang cukup kuat, katanya,


"Mau Kemana, Clarisha? "


jawab dengan mudah nya,


"Keluar, bukannya tadi Paman Lukas bilang untuk-"


"BUG, "


suara tubuh Clarisha yang ditarik dan didudukkan paksa diatas meja kerja dikantor Lukas,


"DEG, "


Lagi-lagi detak jantung Clarisha berpacu tak karuan,


sedangkan Lukas tengah duduk diatas kursi sembari memandangi nya, ia bergegas untuk langsung bicara, tapi entah kenapa ada rasa sulit untuk dijelaskan,


"Kau sama sekali tak membuat ku bosan memandang manik mata hazel biru milik mu itu, Clarisha! "


rasanya pengen gelegar kemana-mana, la mesti Lukas mengatakan hal diluar dugaan, tatapan yang kian liar itu membikin Clarisha mengubah posisi untuk turun dari sana tapi apalah daya,


"Sekali turun,semua aku lahap, coba pikir dulu, Clarisha! "


waduh, memang sedang apa dengan mood nya?lahap katanya,emang nya Clarisha makanan,apa semua jadwal tadi membikin dia jadi berubah seperti ini? atau Paman emosi sebab ada hal lain yang dipikirkannya! tidak tau juga, sekarang sikap nya berbanding terbalik ketika Lukas berada divila,


perhatian yang diberikan padanya, saat divila seolah dia memiliki rasa sayang pada Clarisha sebagai seorang Paman, sedangkan di luar semua tindakannya sangat sulit ditebak, mungkin perlakuan dan tindakannya yang mengarah pada suatu rencana yang lain, tidak mengerti,


Lukas begitu aneh, kenapa semua wanita dikantor ini tertarik padanya?adakah yang spesial darinya, Clarisha benar-benar tidak paham jalan pikir semua wanita yang begitu tertarik dan antusias padanya,


"CLARISHA-"


"DEG, "


panggilan itu membuyarkan semua imajinasi mengenai semua wanita di perusahaan, yang kini membuat nya harus menelan saliva nya, kenapa tidak? berulang kali dia dihadapkan dengan kondisi yang menghimpit nya,


sekarang dia memanggil namanya tepat ditelinga nya, bahkan bibir nya nyaris menyentuh telinga Clarisha, gadis itu sedang menghadapi segala masalah, mau melarikan diri, ancaman yang diberikan sangat lah brutal,


dia juga tidak tau,sudah sejak kapan Lukas beranjak dari kursi duduknya,mungkin disebabkan lamunannya, Clarisha sampai gak ngerasain kehadirannya,jadi seperti ini,juga karena Paman nya yang selalu bertingkah aneh,


"Clarisha-emmua, "


sebuah ciuman mendarat tepat ditelinga nya, hingga suara nafas yang begitu terasa, membikin jantung Clarisha kian berpacu cepat, Paman ini mau ngapain lagi sih,


"Dok, Dok, Dok, "


suara pintu diketuk cukup keras dari luar,


wahh, hati Clarisha bersorak-sorai kala ada gangguan mencoba menerobos gawang yang saat ini tertutup rapat, dia bahkan menguncinya dari dalam,


"Boss, anda sudah ditunggu diruang rapat sejak tadi? "


kata penjaga didepan pintu,


kata Clarisha,


"Bagus, serangannya digagalkan lagi, aku suka itu, kenapa waktu berjalan sangat lama kalau bersamanya? pengen jarum jam itu ku buat berputar cepat, setidaknya aku bisa kembali ke vila, disini menegangkan, dasar Paman Lukas, main salah alamat aja,sama keponakan juga, "


Lukas melangkah pergi untuk membuka pintu, setelah itu dia pun berangkat ke ruang rapat meninggalkan Clarisha dikantor, merasa bosan tanpa bisa keluar dari sini tanpa izinnya, maka gadis yang menatap kearah sofa panjang itu membaringkan tubuh letihnya,sampai membuat rasa kantuk tiba-tiba datang,


akhirnya Clarisha tertidur lelap dikantor Lukas, dari pada selalu diberikan hukuman, mending gadis itu beristirahat sejenak, tidak disangka sudah tiga jam lebih pemilik mata hazel tersebut masih tertidur manis dalam dunia mimpinya,


Lukas yang baru saja datang melihat ruangan nya nampak tak terlihat gelagat Keponakan nya, sehingga ketika pintu itu sudah tertutup rapat, dia tak lupa menguncinya dari dalam,


ternyata mata itu memandang hebat ke wajah Clarisha, semua sangat lah sempurna,


entah apa yang akan dilakukan sang paman saat gadis itu menikmati tidur diruangan kantor milik Lukas,


"Kau membuat ku lengah dengan keberadaan mu, bahkan semua yang kurasa sebelum dirimu,


dalam hitungan detik menghilang menjauh,


dan hanya kau Clarisha yang mampu menempati hidupku, aku tak akan pernah membiarkanmu terlepas olehku, sebab kau akan kujadikan kehidupan pengisi relung jiwa ku, bahkan semua yang kumiliki kan kuserahkan padamu jika kau mau, Clarisha, berikan hatimu padaku! "


"Paman ingin aku mati, kok minta hatiku, jadi paman mem-!


Clarisha yang hanya mendengarkan kalimat terakhir dan langsung menjawabnya membuat Lukas seolah dihantam sesuatu kala ucapan itu mengarahkan pada hal yang tak mungkin terbayang kan,


matanya terbelalak saat bibir Lukas memberikan ciuman lembut dibibir Clarisha yang telah membuat sang Paman jatuh hati pada sang keponakannya sendiri,

__ADS_1


disini Clarisha bingung, dia tidak memiliki kesalahan, Lukas juga menciumnya, menurut semua maunya, tadi juga mendapatkannya, caranya bagaimana harus menghindari Paman Lukas,


Bibir itu masih melekat erat disana, perasaan bahagia karena Lukas bisa merasakan bibir manis berwarna kecoklatan yang sudah sejak awal menggoda dirinya, namun waktu selalu mempersulit kan Lukas, hingga dititik ini dia bisa merasakan debaran luar biasa dihatinya, dan benar jika dia menaruh rasa pada sang keponakannya pemilik mata hazel biru menawan itu,


__ADS_2