Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Terbuat tak berdaya


__ADS_3

Semakin kemari hidup ku jauh tak sanggup lagi dibilang mulus, semua rintangannya begitu terjal sampai mencari jalan keluar saja harus benar-benar menyerah, masih berada dalam belenggu nya, ia terhenti menatap lekat mata ku dengan sorot yang sayup membuatku goyah tak bisa melawan arus pelukan hangat erat hingga terasa suhu tubuh Paman Sizen kini berasa dengan tubuh ku, tanpa pikiran apapun nyata sudah aku terbuat tak berdaya oleh ciuman nya yang kini mulai melangkah ke bawah leher jenjang ku,


"Taukah kau Clarisha, tak ada yang ku ingin kan didunia ini melainkan dirimu, "


aku terbelalak kala dia menyesap leher ku sehingga bibir ku dibuat menggigit atas sikap Paman Sizen, setelah dia selesai melakukan nya, kini dia menyandarkan punggungnya tepat dipintu kamar yang masih terkunci,


Ujar nya,


"Kembalilah, pakailah sweater yang memiliki gaya penutup pada leher mu, Clarisha, agar kau juga tidak akan malu jika keluar nanti! namun yang aku khawatir kan hanyalah, saat kau dekat dengan nya! "


sambil membelai lembut dengan jemarinya ia memainkan rambut ku dengan senyum sekilas namun membuat jantung ku berdegup kencang,


haduh Paman senyum mu semangat ku,


(Bagaimana dengan Frand?)


jangan membuyarkan keadaan ku bak seperti drama teater ini, aku memang sudah gila karena jatuh hati pada Paman Sizen,


selesai aku berganti pakaian, dari kejauhan dirinya berdiri tidak kuduga, saat bercermin yang tadinya ingin melihat apakah atasan yang kupakai cocok, ternyata seseorang dari belakang memeluk bahkan mengenggam erat jemarinya hingga menyatu dikedua sisi tangannya, dibahu ku ia menyandarkan kepala nya dan memberikan beberapa kecupan kecil tapi setiap gerakan itu selalu melangkah merambat disetiap leher milikku,


sebenarnya leherku ada apanya sih, sampai mereka demen banget sama leher ku?


(memang kau tidak memberikan sejenis aroma khusus gitu yang membikin mereka klepek-klepek tak jelas sampai begitu?)


gak, aku biasa ae tanpa ramuan apapun, asli seratus persen,


katanya,


"Setiap hari, tiada melihat mu tanpa tampil cantik, selalu saja perfect, dan membikin aku semangat tak bisa lepas lagi dari mu,Clarisha! "


dia sudah mabuk tak sadarkan diri walaupun bisa berdiri, dan bisa berbicara apalagi memahami, tapi dia sedang mulai sibuk mengurus sesuatu.


jemarinya berubah tepat dtempatkan dikedua pinggang ku,


sekarang apa lagi yang akan dilakukannya?


Ucap nya sambil memasang wajah kaget,


"Kenapa kau semakin kurus, Clarisha? "


Hahh... sudah ku duga pasti ada aja kata tanya yang membuat ku menjadi heran,


jawab ku,


"Aaa.. mungkin karena kurang tidur Paman! "


balasnya,


"Kau gak lagi kepikiran sesuatu yang mengacaukan keadaan mu kan? kalau kurang tidur seperti nya bukan alasan tepat untuk dikatakan padaku! "


hemm itu pun tau, tapi tetep aja kokoh bertanya,walaupun begitu tidak masalah, seenggaknya orang yang ada disisiku adalah kau Paman Sizen,


mereka tidak sadar kalau kedatangannya telah di tunggu diruang tamu oleh Luis dan semua orang yang berkumpul disana, setelah langkah kaki berada tepat pada gagang pintu yang akan dibuka, ada hal yang membikin aku semakin khawatir,


"Clarisha, bolehkah aku tau sesuatu dengan kejujuran mu? "


dia membuat ku terkejut,


"Iya Paman, katakanlah! "


langsung bertanya,


"Adakah sedikit dihatimu kau tempat kan untuk Frand Huyan? "


aku tertegun nyaris memandang wajah Paman dengan rasa yang aneh,


"Kenapa harus pertanyaan yang begitu serius Paman? "


menghela nafas panjang,


"Jika itu sampai terjadi, aku gak bakal tinggal diam padamu, Clarisha! "


sembari mendekat ku yang membuatku merasa takut dia mendekat langsung menyambar bibir ku dengan agresif, tidak seperti biasanya, tanpa jawaban yang ku berikan dia mengambil inisiatif semakin menekan ciumannya lebih dalam dari biasanya


aku bahkan sampai tak sanggup mengimbangi nya,


(Wow kau pasti menyukai nya!)


sangat dan gak pengen dia termiliki oleh orang lain, akan gue bunuh orang yang ngambil Paman Sizen dariku, awas saja siapapun itu,


tanpa jeda iklan ciuman bibir nya membuat ku tak bisa bernafas dan, aku pun langsung mendorong tubuh nya sejenak, tatapan kedua mata itu seolah masih lapar dan menginginkan lebih dariku, tak kuduga dia dengan sengaja bersikap posesif hari ini, menekan tubuhku sehingga terhantam punggung ku tepat di pintu kamar, menarik sweater ku yang tadinya tertutup olehnya sekarang tersingkap terbuka dan,


"Ah-"


aku harus menutup suara ku sebab terdengar seseorang berada diluar saat ini,


"Clarisha, apa kau masih disana? bisakah kau menjawab ku? "


mendegar hal itu Paman dia lebih asyik bahkan semangat mencium bahkan menggigit leher ku pastinya sampai meninggalkan beberapa bekas kemerahan disana, ketika bibir ku hendak bersuara ternyata,


"Iya, dia ada disini Finesha! "

__ADS_1


aku mematung melihat Paman yang benar-benar mengatakan hal itu,


pikir Finesha dari luar,


"Kenapa Paman Sizen ada dikamar Clarisha?tunggu-"


dia pun langsung mengajukan pertanyaan yang membikin Finesha semakin khawatir,


"Clarisha, kau baik-baik saja kan, tidak terjadi sesuatu yang buruk kan didalam? "


mendegar hal itu malahan tanpa pikir panjang Paman mencium lebih extra dari tadi,


batinku,


jika ini diteruskan maka sengatan lebah yang dari tadi mulai buas merasakan cream nikmat dibibir ku,akan berdampak buruk bagi bibir ku,


(Awas bengkak Clarisha!)


lo hentikan bisa gak?


(gak, takut, dia lagi agresif saat ini,)


gimana dong terusan, dan Finesha aku bahkan gak sanggup buat bicara saat ini,


(Cinta nya membikin semua tindakan dirinya menjadi lebih gila, Clarisha)


aku setuju dengan hal itu,


tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang membuat mood Paman Sizen berubah drastis,


"Sebaiknya kalian keluar, atau aku yang akan dobrak pintu kamar ini sekarang juga! "


ekspresi yang ditunjukkan Paman entah kenapa terasa berbeda dari biasanya, kemudian tanpa pikir panjang ia membuka pintu yang sengaja dikunci sejak awal tadi oleh nya,


Ujar nya,


"Apa yang begitu kalian ingin katakan?walau aku tidak terlalu peduli, tapi bisakah untuk tidak menjadi pengacau disini! "


aku kehilangan kata-kata mendengar apa yang dia lontarkan pada Paman Frand dan Finesha,sebab dari kesekian kalinya, baru pertama aku merasakan hal yang begitu menekan dan menakutkan, karena merasakan sesuatu yang tak wajar tadinya Paman Sizen ingan menyembunyikan diriku di balik pintu, namun secara sengaja aku menerobos keluar melewati belakang punggung nya dengan raut wajah pucat, bisa diartikan aku cukup takut dengan tekanan atmosfer dari dirinya, sehingga kini aku bersembunyi dibalik tubuh Frand Huyan, Finesha pun berkata,


"Clarisha kau baik-baik saja, wajahmu sangat pucat,bisakah kau beritahu padaku? atau adakah yang sakit Clarisha? "


masih diam tanpa kata, Paman yang melihat kondisi ku mencoba mendekat namun dalam sekejap dihalangi oleh Paman Frand,


ungkapnya,


"Kau membuat keponakan mu sendiri setakut ini, Sizen! padahal aku tau, kau bukan tipe pria yang dengan mudah memperlihatkan segalanya dengan mudah, tapi kali ini-"


"Sekali lagi kau bertindak se ceroboh ini, bisa ku pastikan-"


berbisik ditelinga agar Clarisha tidak mengetahui nya,


"Akan ku buat kau tersungkur ketanah dengan mudah, bahkan semua saudara mu tak akan sanggup membantu mu, begitu pula Shintya, dengar kan baik-baik perkataan ku ini, Sizen! "


lalu dengan sigap Clarisha yang masih termenung tiba-tiba saja dibopong Ala bridal style, karena terlihat mustahil dia melangkah menuruni tangga, Finesha masih tak percaya, seorang Paman yang dikenalnya selama bertahun-tahun kini berubah menakutkan dalam hitungan detik,


gumam Finesha,


"Ada apa dengan nya? dia berubah menjadi seorang yang aneh! "


berjalan turun, Henson yang melihat hal itu terkejut dan bertanya,


"Apa yang telah terjadi, Frand? "


jawab nya pelan,


"Sepertinya dia harus melakukan pemeriksaan hari ini, bagaimana menurut mu Clarisha? "


aku hanya bisa menganggukkan kepala saat ini,


dan pada akhirnya Paman Frand membawa ku untuk pergi kerumah sakit ditemani oleh Paman Henson juga Finesha,


batinku,


lagian aku juga gak papa mungkin efek dari kondisi ku yang agak kacau saja,makanya sampai wajahku menjadi lebih pucat,


tapi semua sibuk banget khawatirkan keadaan ini, hahhh...


setelah melakukan perjalanan menuju rumah sakit kata dokter kalau aku hanya mengalami sedikit tekanan yang mungkin akan mempengaruhi kondisi tubuhku,


pikir ku,


"Terserah lagian aku juga baik-baik saja, "


namun tepat diruang pemeriksaan yang hanya ditunggu oleh Paman Frand, Tiba-tiba saja tubuh ku terjatuh diatas lantai yang membuat semua keadaan semakin buruk seketika,Paman menjadi lebih takut kalau ini akan berakhir dan berdampak negatif dengan kondisi ku yang ternyata, apa yang dikhawatirkan terjadi, tubuh ini mengalami masalah lagi-lagi hal aneh terjadi disini, Finesha yang berada diluar menunggu pun jatuh pingsan mendadak, keadaan dibuat rumit sekaligus mencekam, lalu sesegera mungkin Paman Henson juga membawa Finesha tepat berada disamping Clarisha yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri dan melanjutkan pemeriksaan,


selang beberapa waktu kemudian kedua mata yang begitu berat membuat ku ingin menutup kembali kelopak ini, namun saat aku merasakan sesuatu hal aneh langsung aku berusaha menguatkan untuk membuka mata dan melihat kalau seseorang yang saat ini berada disamping ku adalah Daddy Henson? apakah aku kembali ke tubuh ku?lalu bagimana keadaan Clarisha?


saat aku mencoba turun dari bed pasien, Daddy mencoba menghentikan tindakan ku,


"Jangan melakukan hal yang ceroboh, Finesha! Clarisha masih dalam keadaan tak sadarkan diri dan kau mau pergi kemana? jangan buat Daddy ketakutan lagi! "

__ADS_1


merasa cemas akupun langsung menimpali dengan perkataan ku,


"Daddy, aku baik, tak ada yang terjadi pada ku, bisakah aku melihat kondisi Clarisha? "


dengan berat hati aku harus merasakan keputusan nya,


"Tidak,tak akan ku biarkan kau turun dari bed pasien Finesha! "


ya sekarang mau tidak mau, aku harus nyerah toh, tapi jika Clarisha tidak sadarkan diri, pasti aku yang akan menjadi orang pertama yang bertanggung jawab atas perkataan nya sebelum ini, padahal yang berbicara juga Clarisha bukannya aku, hahhh.... tak tau setiap masalah selalu saja senang berurusan dengan ku,ujung-ujungnya mesti aku yang kena damprat nya, menyebalkan, selang beberapa saat seseorang datang menghampiri kamar ku, dengan emosi yang membludak dia bertekad untuk melakukan sesuatu hal kepada ku, ketika pintu kamar terbuka,


Ucap penuh kemarahan Nyonya Shintya,


"Kau sudah sadar,sekarang buat putriku juga tersadar!kau tidak lupa akan janjimu bukan, apa sekarang kau puas dengan kematiannya? "


kaget ku,


"Apa? Daddy kau menyembunyikan ini dariku! "


lanjut bentaknya,


"Jangan mencoba membuat sandiwara di depan ku! kau pikir ini semua lucu, kau yang mengatakan jika kau akan bertanggung jawab penuh bukan! "


masih menatap Kearah Daddy yang terdiam,


kata ku,


"Inikah alasan kenapa aku tidak diizinkan turun dari bed pasien, bahkan demi menjenguknya, Daddy jelaskan kepada ku! "


bahkan semua emosi luapan dari seorang ibu yang kehilangan putrinya sungguh pastilah sangat tertekan dan kehilangan segalanya, apa lagi Clarisha adalah hal terpenting bagi hidup Nyonya Shintya,


Daddy menjelaskan perkataan ku,


"Sebenarnya Daddy sengaja tidak menjelaskan semuanya, sebab dihari kau pingsan, dan tepat kalian bersebelahan dengan kamu yang masih tak kunjung tersadar, disitulah detik itu juga, Clarisha meregang nyawa, hari kedua semua pemakaman juga telah selesai, namun dihari ketiga, ketika Daddy terduduk beberapa menit dari kunjungan menemui tempat peristirahatan Clarisha, barulah kamu tersadar, maaf Daddy tak sanggup memberitahukan mu, "


dalam sekejap tubuhku bergeming, aku kembali tertegun, tapi dia menghilang lenyap, apa yang sebenarnya terjadi, sahutan seseorang membikin aku semakin bingung,


"Katakan padaku, aku memegang janjimu, pilihlah salah satu dari tanggung jawab mu, masuk ke penjara atau menjadi putri angkat ku dan tinggal di tempat ku, Finesha? "


memandang ku, tapi aku lebih suka mendengar jawaban dari Daddy,


"Daddy, aku ingin Daddy yang memberikan jawaban itu pada Nyonya Shintya! "


aku tak bisa mengambil keputusan berat ini, melainkan hanya Daddy lah yang bisa memberikan Jawaban yang ingin didengar oleh Nyonya Shintya,


butuh waktu bagi Daddy Henson merelakan sebuah keputusan berat ini,


"Kau ingin mengambil satu-satunya putri ku saat ini, taukah kau, untuk kedua kalinya seseorang memintaku untuk merelakan keberadaan nya disisiku, pertama demi hubungan ku menikahi istriku, aku harus membuat nya terpisah dari ku selama bertahun-tahun, sekarang kau bahkan mengatakan kepada ku, untuk meminta pertanggung jawaban dengan ingin memiliki nya, aku tak akan biarkan hal itu terjadi! "


Ujar Nyonya Shintya,


"Jadi kau lebih memilih putri mu tinggal dipenjara! "


menantangnya,


"Coba lakukan kalau kau bisa! karena kau bahkan tak tau siapa saat ini yang tengah kau hadapi, "


ingin melawan namun Luis menahan ditengah kegaduhan mereka berdua, Sizen dan Frand hanya menatap pasif disana, dan aku masih memegang kepala ku yang masih tak percaya dengan semua perkataan mereka, dari Clarisha meninggal sampai menginginkan ku menjadi putrinya, semua nyaris membikin alur ceritanya menghantuiku,


akhirnya Luis membawa Shintya keluar dari kamar Finesha, katanya,


"Hentikan sikap konyol mu! Clarisha meninggal juga bukan ulah Finesha, dia tidak ada sangkut pautnya dalam kejadian kali ini, tapi! "


merasa penasaran,


"Lanjutkan, jangan mencoba membuat ku semakin gila Luis! "


sahut Frand Huyan,


"Penyebab dari rentetan semua kejadian ini adalah dirimu, Sizen, aku tidak percaya bahkan kau tak sanggup mengucapkan nya tepat didepan adikmu sendri! "


terkejut, tercengang mendengar alasan yang diberikan kepada nya, tertuju kepada orang yang paling dipercayai nya untuk menjaga sang putri,


"Kak, bisakah kau jelaskan padaku! dan inikah yang membuat Luis bungkam sesaat, kak katakan sesuatu!"


menghela nafas berat,


"Ya akulah penyebab kematian Clarisha, bukan Finesha, bahkan karena kesalahan ku, Finesha yang merasakan kekhawatiran kalau terjadi sesuatu pada keadaan Clarisha, dibuat sampai dirinya juga ikutan tak sadarkan diri, jika kau meminta pertanggung jawaban, maka seharusnya kau melakukan itu kepada ku, bukan kepada gadis yang tak tau apapun seperti Finesha, katakan lah akan aku Terima semua konsekuensi nya, adik, "


tak sanggup berkata-kata, kini Shintya terduduk memandang sayup lantai yang kini dipijak nya dengan tatapan kosong,


Frand mencoba menenangkan hati Shintya,


"Cobalah pikirkan yang terbaik dari segala urusan mengenai keputusan yang akan kau ambil hari ini Shintya? "


mereka semua terdiam mematung melihat keadaan yang masih tak bisa diungkapkan, sebab saat ini yang menjadi pengacau hati Shintya adalah, keberadaan Clarisha harus ada, dan lagi-lagi kini dia malah bertindak nekad, mengambil sebuah pisau meletakkannya tepat di bagian sisi lehernya dengan mengancam,


"Jika kau Henson tak mengizinkan putrimu menjadi milikku, maka dia juga harus berakhir sama seperti Clarisha! "


sepertinya Shintya sudah mulai menjadi gila, akankah keputusan Henson berubah demi keselamatan Finesha?


sebuah liburan yang berakibat malapetaka telah terjadi.

__ADS_1


__ADS_2