Terkunci Dalam Dunia My Uncle

Terkunci Dalam Dunia My Uncle
Keberangkatan Tertunda


__ADS_3

Sejak hari dimana Clarisha menghubungi Mommy nya, nampak kemarin sore sampai pagi ini suasananya seolah mengalami perubahan musim dingin, tak satu pun dari mereka membuka suara, bahkan baru beberapa jam yang lalu, di Vila ini mengalami cuaca panas berkelanjutan, dimana,mereka secara beruntun berdesakan hanya demi untuk berada di dekat Clarisha,seolah bayangan yang selalu ada dimana gadis itu bercermin pasti ada dirinya,


ya iya dong, masak to yang muncul lain,jantungan pasti tu orang liatnya,


tapi setiap wanita diluar sana, pasti mengalami hal yang normal,namun ditempat ini, aku yang bercermin malah nampak ke-tiga bayangan pamanku dibelakang,


Woah, kaget la, gak muncul wajah ku,malah ada tampang srampangan mereka,uda paket komplit dibawah,gangguan nya itu lo menjadi kan ujian akhir dalam status ku sebagai sang keponakan,


hmmm, kalau dipikir seseorang yang saat ini sedang serius memahami ku, pasti pengen deh, berada diposisi ku,ambil deh ketiganya sekaligus, setidaknya bisa menambah berat badan ku, oh iya, semenjak beberapa hari ini aku mengalami penurunan drastis, udah tiga kilo, nambah nya sulit turunnya cepat, apalagi ditambah frekuensi dari semua paman ku, yap, pas banget membuat goyah perut ku semakin mengecil, gimana punya mood makan,mereka seperti bodyguard, yang ada untuk ku kapan saja, bedanya, dari ketiga bodyguard ku bodoh amat sama aturan, yang ada jika udah pas puasnya, yah, diriku baru bisa dianggurkan, bahkan kadang apel malam pun diterobos masuk ke kamar tanpa aba-aba, itu sih perbuatan Lukas, tapi kenapa paman Sizen juga ikutan juga, lalu nambah paman Darka pula,uwaahhhh, gak tau lagi deh a,


melihat mereka dalam benakku adalah pertanda mimpi terburuk dalam hidup ku,itu memang benar, real, padahal kalau dilihat dari wajah yang dicermin dibandingkan yang asli, juga gak ada bedanya,sama-sama ekstrim,gak tampan, itu mustahil, mereka seorang CEO, dimana pun orang nya,yang namanya CEO pasti angan mereka tersihir seketika,tidak menyangka jati diri seorang CEO sangat lah ajaib dan mujarab bagi kaum wanita,kecuali aku, apa lagi Class pengusaha besar, mayoritas semua yang terganjal dikepala, pasti is the best, perfect, padahal bagiku, mereka itu gak ada sisi yang gimana ya, la mereka aja langsung main buka kartu truf didepan ku, gimana hatiku gak bocor coba, walaupun udah dikasih penahan yang kuat,jika yang menghantam itu badai cinta,mereka juga gak mungkin untuk mengelak apalagi serangannya itu para CEO berkelas tinggi,dan apalagi kalau mengenai postur tubuhnya bukan main itu, biang masalah nya,pasti kesemsem juga yang deket dengan nya,


Tiba-tiba sebuah telpon milik Clarisha berbunyi, langsung saja detik itu juga dia mengangkatnya,


"Iya,Mommy? "


balasnya yang semakin membikin tubuh Clarisha dibuat membeku seketika,


"Maafkan Mommy ya, sepertinya keberangkatan Mommy tertunda, ada masalah serius disini, gak apa kan sayang? "


ekspresi depresi Clarisha mengeluarkan wajah laknat ketiga pamannya, menyunggingkan alisnya,


ini ni, karena kesalahan Mommy ku, aku akan dibuat terbangun dari kehidupan kedua ku lagi, Mommy tidakkah kau memiliki hati,dimana kau meletakkannya Mom, gak kuat kalau sampai mereka bertindak lebih dari kemarin, kemajuan teknologi pikiran mereka sangat canggih Mom, anak Mom kalah total jika dikepung dari tiga sisi sekaligus, ni hidup sehari gak histeris rasanya gak enak,aaaa, pengen menjerit aja,


selesai aku menutup ponsel ku, ternyata sambutan baru diberikan padaku dari paman Shinje,


"Hasil riset membuktikan, sepertinya raja hutan tidak jadi mendaratkan dirinya ke vila ini, ya tentu saja, tempat nya kan dihutan, bukan begitu, Clarisha? "


sahut Deray,


" Bagaimana kau bisa menyamakan adik kita dengan raja hutan, Shinje, dia itu perempuan? "


balik kata Shinje pada Kak Deray,


"Apa kau tau kak Deray, Shintya itu ibarat raja dan ratu hutan, dia adalah orang yang mendominasi bak luasnya kawasan hutan belantara,kau pun tau dia adik kita semua yang paling menakutkan,la disini, hanya ada ruang sesempit ini, sepertinya tidak pantas baginya untuk datang, aku tidak takut, karena Mommy mu tidak akan bisa menolong mu, Clarisha keponakan ku? "


ucap nya membikin Clarisha mengomel didepan sana,


"Paman adalah seorang saudara yang memiliki spesies, yang paling terbawah dari semua kalangan habitat nya, bukannya kau juga saudara raja hutan, dan kenapa kau sampai jauh-jauh datang kemari, tersesat, baiklah, hasil follow membuktikan bahwa saudara kandung raja hutan telah mengalami penurunan daya ingat secara tidak wajar, jadi dimohon agar kalian para saudara nya agar tidak mendekat, sehingga tidak megalami penularan imunitas daya ingat sekaligus, bisa terhindar dari mangsa sesama saudara, aku akan membuatmu menjadi yang pertama merasakan gerakan tamparan laknat Mommy ku, awas saja kau, Shinje, karena kau sudah menghinanya!"


tegur Deray pada Shinje,


"Aku setuju, setidaknya mulut itu perlu diajak baku hantam dengan Shintya, biar gak sejahil ini sama kamu, Clarisha,! "


sambil menepuk bahuku pelan,


jawab ku,


"ya paman, terimakasih atas perhatian nya, "


balik melawan untuk membabat habis kekuasaan Clarisha yang tinggal sejengkal lagi,


kata Shinje,


"Kak, disini siapa yang berkenan pada Clarisha? bukanya dengan adanya keberadaan nya kau juga harus ekstra menampakkan kualitas performa mu sebagai seorang CEO, bukan malah sebagai seorang kakak yang mencoba menjahili adiknya,"


ku pikir dia tidak paham ternyata, dia sengaja memutar jalur dan memblokir setiap arus jalan untuk masuk ke hidup Clarisha lebih dari sekedar Hubungan kata sang keponakan,


ujar Clarisha,


"Ya, Shinje kurang kerjaan, siapa yang saat ini dijahili, apa sikap mu seperti ini bisa lagi di toleransi? "


langsung berdiri menghadap pada Clarisha,


sahut Shinje,

__ADS_1


"Aku Shinje juga akan memberikan rem blong pada mu? "


Clarisha dibuat tercengang, mana kala,dia sangat tidak paham dengan perkataan nya barusan,


jelas nya,


"Maksudnya apa? aku sama sekali gak ngerti,apa hubungannya masalah ku dengan rem blong,gak nyambung bener,paman Shinje?"


lalu Deray yang paham menimpali nya juga,


"itu artinya dia akan melakukan perlawanan sama seperti mereka,yang kini mulai membuatmu tak sanggup mengemudikan kendali mobil yang melaju kencang,dengan kecepatan mereka sungguh maximal mengerjai nya tanpa ampun, hingga rem yang tadinya normal bisa kau kendalikan, sekarang blong tiba-tiba, sebab semua orang disini ibarat bagian yang ada pada mobil yang kau kendarai, dan akhir dari permainan nya, siapa yang lebih unggul menguasai atau dikuasai oleh permainan ini, jika rem benar-benar blong,otomatis sekarang hanya tinggal setirnya aja yang masih normal dalam kendali mu, Clarisha? "


penjelasan ini memang terlihat jelas mengarahkan pada ku yang masih dipercaya untuk mengendalikan mobil, bagaimana jika tiba-tiba saja tangan ku membanting stirnya,


percaya deh gak kan kuat, stir kok dilawan, nempel tu sama semua bagian mobil, dan kenapa ini malah menjurus ke mobil sih, yah biang keladinya selalu pada Paman Shinje, dia memang beda dari yang lain, maksud ku gilanya, dia udah over dosis, sampai mencoba mengubah arus perjalanannya,


ini keponakan apa gak dilihat apa udah pucat kek gini masih aja mau di apain coba,


kemudian tanya Lukas pada Clarisha,


"Mommy mu membatalkan penerbangan, Clarisha?"


sebelum dia membuka mulut itu Sizen pun langsung menimpali lagi dengan ucapannya,


"Lebih tepatnya, mungkin keberangkatannya ditunda sementara! "


wah, dia memang nomor satu paman yang menakutkan, bahkan dia bisa menebak dengan sempurna tebakan yang mustahil diterka, ya walau hanya sekedar melihat ekspresi wajahku, toh kemungkinan mustahil bisa berpikir tepat dengan keadaan yang sebenarnya, aku tidak mau menjawabnya, biarkan mereka migren dengan sambungan sahut kesana oper kesini, setelah dari orang pertama lanjut terhubung ketiga tiba-tiba saja tendangan dari pihak ke empat, dia adalah Deray langsung menatap ku,


hei paman jangan menatap ku, oper tu bola pada Shinje masukan sekalian sama orang nya, nyebelin banget,


kata Shinje,


"Clarisha, dari pada gak ada kerjaan bukannya mendaftar aja sama salah satu paman mu sebagai seorang sekertaris!"


"Memang kau memiliki berapa nyawa!"


sambung Deray,


"Jangan khawatir, dia memiliki dua nyawa suku cadang, jadi gak perlu takut juga kalau sampai dicekik sampai tewas ditempat,"


sahut ku,


"Ya, memang orang seperti dia gak perlu dibuat pikiran, toh adanya dia malah muncul masalah yang berat, benar-benar paman yang menjengkelkan, "


sejenak kami semua terhenti dengan percakapan, agar bisa untuk menyelesaikan menu sarapan yang sudah diletakkan diatas meja, namun mendadak kedatangan seorang wanita cantik menawan datang tepat berdiri dibelakang Sizen,namun hanya polesan wajah itu yang tidak begitu menarik perhatian,


pikir ku saat pertama kali melihat nya,


dia bukan wanita penggoda kan, tapi bagaimana bisa jika dia bekerja diperusahaan bisa bebas berpakaian seminim itu, hahh paman kalau sudah ada wanita seperti dia selalu disisi mu, apa sedikitpun kau tidak melirik nya sebagai seorang wanita, seperti nya sudah jelas jawabannya, dari sikap dinginnya ini hanya sebatas pekerjaan, namun wajah ku masih tak mau lepas dari pandangan wanita itu hingga menuai tanya dalam pandangan paman Sizen,


"Kau bisa bertanya jika penasaran! gak perlu bersikap seaneh itu, Clarisha! "


saat namaku dipanggil tiba-tiba saja gadis itu menatap tajam padaku,


wuah, seolah jika bisa tatapan itu bak musuh yang mencoba mendekat untuk menyantap buruan santapan yang diincarnya, jadi itu adalah niatnya,


ya, baiklah bisa diuji tu bibir dan mata bisa bertahan sampai berapa lama melihat ku seolah aku adalah saingan atau ancaman, gak akan ngaruh juga, gak takut tu akunya, dan mereka juga gak normal udah punya sekertaris yang luar biasa bak boneka cantik merona, tapi yang dilirik malah gadis seperti ku, gak ada sempurna nya dibandingkan dengan seseorang yang selalu berada didekat semua CEO, atau mungkin karena udah bosen jadi cari nuansa yang lain, terserah,ya setelah paman Sizen mengatakan hal itu, langsung aja aku bicara padanya,


"Paman, dia sekertaris mu? "


dengan nada rendah dan lembut dia menanggapi ku,


"Iya, kenapa kau bertanya seolah ada yang aneh dari tatapan mu, Clarisha? "


memang sulit kalau berhadapan dengan pemahaman paman Lukas, mudah sekali membaca situasi seseorang dengan mudahnya,

__ADS_1


"ya, karena wanita yang disebelah mu, dia dari tadi memandang aneh saja padaku, paman Sizen? "


ucapan terakhir ketika aku memanggilnya, dia menatap dengan aura yang sangat agresif, untuk pertama kalinya aku bisa melihat sesosok Sizen dengan tatapan buas yang mengagetkan ku.,


balas nya,


"Ada apa, Clarisha? tidakkah kau ingin melanjutkan pembicaraan mu, kali ini? "


rasanya aku harus menghentikan ucapan ku sebelum terjerumus dalam masalah besar dengan nya, Clarisha hentikan ini sebelum perasaan ku semakin memburuk, tidak tau kenapa seolah akan ada firasat buruk yang akan menghantui ku kali ini, setelah aku selesai sarapan, seorang laki-laki meminta Sizen untuk segera memasuki keruang rapat, namun harus dengan membawa wakil resmi dari pihak keluarga, yang dipercayai oleh mereka, dan secara langsung dia meminta ku menjadi wakil dalam urusan perusahaan nya, ya karena mau bagaimana lagi, dari pihak keluarga harus yang tidak pernah terlihat dari perusahaan, tu acara atau apa sampai ada kesepakatan rapat aneh-aneh seperti itu,mau tidak mau ya hari ini juga aku pun berangkat untuk pergi ke perusahaan paman Sizen,


mungkin ini yang dimaksud dengan perasaan yang aneh tadi,semoga tidak ada yang terjadi apa pun dalam perjalanan kali ini,


kini keberangkatan Mommy yang tertunda membuat ku harus menerima permintaan paman Sizen untuk rapat dalam pertemuan serius ini,


emang ini alasan utama aku gak mau kerja, ribet nyusahin, ini giliran aku yang gak ada sangkut pautnya aja main langsung diseret masuk ke perusahaan, cerita yang alurnya maju mundur aja menarik, la ini, hahhh, aku udah ditarik ditubuh Clarisha sekarang nyusahin pula, gak bisa aja bentar, biar aku bernafas lega, memang ini mungkin tujuan utamanya, membuat ku sengsara dengan semua paman menyebalkan itu, lamunan yang tadinya enak aku bikin emosi sendiri terpotong kala paman tiba-tiba saja menarik bahu kanan ku hingga secara reflek tubuh ku bergerak mendekat padanya,


"Apa yang kau lamunkan? apa bayangan salah satu dari paman mu, emm? jangan hanya menatap saja, kalau kau tidak jujur, detik ini juga Bibir yang bungkam itu akan ku buat mati rasa? kalau itu mau mu, Paman mu ini akan sangat senang mendengar nya?"


tu, tu, tu, baru aja ni hati udah resah nya gak karuan sekarang langsung nyodorin mau membuat ku mati rasa, yah, paman bisa gak direm dikit,jangan asal nge blong aja, kasian keponakan mu ini paman, punya hati dikit napa sesekali gak nyusahin aku, sayang banget sama aku sampai bebas Dikit aja gak bisa,


jawab ku,


"Gak tau lagi apa yang bisa kupikirkan, was was mulu dari tadi, gak tau kenapa? walaupun cuma ada paman Sizen, tapi aku hanya lebih ngerasa, ngeri aja dibanding sebelumnya saat berkumpul bersama mereka, gitu, paman! "


senyum seringai penuh menghiasi wajah CEO terkemuka dengan status sempurna nya,


perebut hati kalangan wanita,


aku gak ikutan,


kemudian merasa lebih berdegup kencang kala wajah miliknya mendekat tiba-tiba,


woaahh, Lama-lama jantung ku bisa keluar arena,


kata ku,


"Adakah yang salah dari wajah ku, Paman Sizen? "


masih memandang penuh sambil senyumnya yang dia pasang sejak dari tadi,


tepat ditempat duduk bagian depan satu supir pribadi dan sekertaris nya memandang kami,memang paman Sizen sengaja,meminta untuk se mobil dengan nya, tapi


lirikan matanya bak seorang yang hendak melahap mentah-mentah santapan gorengan nya,


terlalu dekat hingga nafas keduanya terasa berat,


ya, kacau sudah, jika lanjut lagi aku pasti akan ke makan oleh nya, mati rasa ni bibir ku, ogah ah, paman jangan,


kedua mata hazel biru itu kini terdesak hingga tubuhnya sekarang bersandar sepenuhnya di kursi belakang sana, ayunan gemulai memulai dari berbagai arah, menekan Tengkuk leher miliknya kemudian berlanjut dengan terjangan kedua yang membelai penuh kelembutan namun sejalan dari yang mereka berdua lakukan,kini berbalik bahkan memutar haluan menikmati setiap sentuhan permainan yang kini mulai membuat nya terpengaruh, sehingga dirinya kini tak lagi bisa menolak, bahkan setiap gerakan bak diiringi melodi berpacu lebih terasa indah tanpa keraguan, hingga dimana saat Bibir itu berpindah tempat dan meninggalkan sebercak tanda merah membuat Clarisha menggeram,


"Paman, apa yang kau lakukan? barusan kau? "


lanjut Sizen menyambung nya,


"Meninggalkan sesuatu, nanti yang lainnya, akan menyusul dibelakang, Clarisha! "


seenaknya main kata menyusul, la dipikir hidup ku ini apa main kasih kode sandi akan menyusul, yaaaa, bentar lagi aku bakalan masuk ke ruang rahasia yang akan membelenggu ku, setajam?pikir sendiri. capek,lanjut jalan aja ni aku jadi Clarisha ngekor mulu sama paman, ya ternyata sembilan puluh sembilan persen orang tampan itu menyusahkan. titik, gak perlu koma.


bahkan saat masuk ke perusahaan logat mana para pegawai asyik namun histeris menyaksikan gagah nya Paman Sizen yang menjadikan idola wanita pekerja kantor.


melihat reaksi mereka hampir sepenuhnya aku melamun lagi dan


"BUK, "


menabrak punggung si pria berkedok topeng ini, gawat, aku pasti akan dapat hukuman double lebih dari yang tadi.

__ADS_1


__ADS_2