Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
bertemu irham


__ADS_3

sudah 1 jam lebih nada berbincang dengan talita,


"lita aku pulang dulu ya ,udah jam 5 nihh, tadi aku kesini belum pamit orang rumah nanti mereka khawatir"


" kamu naik apa ? ,pesen taksi online aja nanti hujan kalau naik ojek" saran talita pada nada


" oke deh , aku pesen taksi dulu" nada memesan taksi online untuk pulang selang 10 menit taksi yang dipesan nada sudah datang


" aku pulang dulu ya lit ,bye" nada melambaikan tangannya setelah masuk taksi


"hati-hati nada, kabari aku setelah sampai rumah" jawab talita


nada hanya mengacungkan jempolnya tanda setuju dengan ucapan talita


Di kediaman wisnutama


iqdam dan carry memasuki rumah, ayah wisnu dan bunda vena sudah di ruang keluarga menonton film kesukaan mereka


" nada mana? kok kalian cuma berdua?" tanya ayah pada iqdam


carry langsung bingung menjawab pertanyaan pak wisnu dan menoleh pada iqdam , iqdam terlihat santai dan langsung menjawab


" tadi di kampus kita nunggu hampir satu jam tapi dia nggk muncul, mungkin sudah pulang" jawab iqdam dengan santainya


" kok kamu gitu dam, kan tadi bunda sudah berpesan untuk pulang bersama malah kamu tinggalin nada, dia kan anak perempuan kalau dia ada apa-apa gimana? tanggung jawab kamu ya" bunda vena sedikit mengomel karena iqdam tidak mendengarkan pesan nya tadi untuk pulang bersama


" bunda ini terlalu khawatir ,lagian dia kan sudah dewasa pasti nanti juga pulang" iqdam sudah terbiasa jika bundanya mengomel tapi bundanya tidak pernah marah pada nya jika memang bukan kesalahan yang besar yang dilakukan anak- anaknya.


''ihh kamu ini, bunda telpon aja nada nadanya" bunda vena hanya membuang nafas karena memang percuma berdebat dengan anak sulungnya ini , karena iqdam memang bukan orang yang perhatian pad orang yang baru ia kenal


bunda vena mencoba menelfon nada


" hallo bunda, ada apa" jawab nada diseberang telepon


" ya allah nak kamu dimana sayang bund khawatir kan lagi hujan deras ,kamu kok belum pulang" tanya bunda vena yang khawatir karna nada belum pulang karna sudah hampir magrib


" nada minta maaf bunda, tadi nada mmpir ke kos an teman nada sebentar ,nada lupa pamit pada bunda, ini nada sudah diperjalanan mau pulang kok bund" nada menjawab pertanyaan bunda vena agar bunda lebih tenang dan tidak khawatir lagi


" ya sudah sayang.... kamu hati-hati dijalan ya ,kamu ingat kan rumah kita yang mana" pesan bunda vena


"hihi,,, masih dong bund, nada tutup dulu ya bund telponnya assalamu'alaikum" pamit nada


"walaikum salam sayang" jawab bunda di seberang telepon

__ADS_1


dijalan taksi yang di tumpangi nada tiba-tiba macet karna mungkin kemasukan air ,


" ada apa bu kok berhenti ,belum sampai alamat saya " tanya nada pada sang sopir


" maaf nona sepertinya mobil saya macet , nona tunggu sebentar saya cek ya" sopir taksi keluar untuk mengecek mobilnya kemudian kembali menghampiri nada


" maaf nona mobil saya benar macet ini saya telfon bengkel katanya masih satu jam lagi datangnya ,gimana nona" tanya sopir taksi


" ya sudah bu saya turun di sini saja ,saya nunggu di halte situ aja mungkin nanti ada bis lewat , bisa antar saya kesana karena saya nggak punya payung " jawab nada


" bisa non mari saya antar" sopir mengantar nada ke halte bis,


"terimaksih bu,ongkos sudah saya bayar di aplikasi bu" nada memberitahu sopir taksi yang ditumpanginya


" loh non nggk usah nggk papa ini kan kesalahan teknis saya" sang sopir tak enak pada nad karna nada membayar full perjalanan kepada sopir ternyata


" nggk papa bu anggap aja ucapan terimakasih saya karna mau nganter saya ke sini" jawab nada


" terimakasih banyak non terimakasih, saya tinggal ke mobil dulu nona, sekali lagi trimakasih banyak nona" pamit sopir taksi online yang di tumpangi nada


" sama-sama bu" jawab nada sambil tersenyum


kemudian sopir taksi pergi meninggalkan nada di halte bis


" kok dingin banget ya, hujannya juga belum berhenti" nada melipat tangannya ke depan badan agar rasa dingin berkurang , sudah 15 menit sejak nada diantar sopir taksi ke halte belum juga ada bis yang lewat .


" itu tadi seperti nada, apa benar" ucap laki-laki didalam mobil


mobil mundur mendekati halte bis kemudian membuka kacanya


" mbak nada ya" tanya laki-laki di dalam mobil dengan memakai masker


nada takut karena tiba-tiba ada mobil berhenti di depannya dan pengendara mobil mengetahui namanya


" siapa dia ,kok tahu namaku " dalam hati nada


" hallo mbk, mbak nada kan" tanya laki-laki itu lagi


" iya...iya saya nada " jawab nada


" mau pulang ya mbak, bareng mobil ku aja mbk, lagi hujan lebat ini nanti mbk basah kuyup" laki-laki pengendara mobil menawari nada untuk menumpang di mobilnya


" tidak pak terimakasih " jawab nada sopan

__ADS_1


(" siapa sih laki-laki ini aku semakin takut, apa aku lari aja ya" ) nada membatin


" pak, dia manggil gue pak, setua itukah gue" pengendara mobil heran karna nada tidak mengenalinya , kemudian dia baru sadar kalau dia masih memakai masker , lalu dia melepas maskernya


" mbak nada ini saya anak bungsunya ayah wisnu dan bunda vena" irham menyapa nada lagi kali ini nada mengenalinya karna memang sudah dikenalkan waktu makan malam bersama setelah kepulangannya dari swiss


" ohh kamu" nada kaget ternyata pengendara mobil ini adalah irham


" iyaa mbak , ayo masuk hujan nya deras banget, nanti keburu basah kuyup mbak" irham membukakan pintu mobilnya


"iya...iya" nada kemudian masuk mobil irham


dan mobil melaju menuju kediaman wisnutama


irham membuka percakapan ,irham memang orang yang mudah bergaul dengan siapapun


"mbak nada dari mana hujan- hujan gini kok belum pulang masih dijalan" irham bertanya pada nada


" tadi kuliah, trus mampir kerumah teman aku," jawab nada


" ohh,,,,trus kok di halte bis mbak, nanti kalau diculik gendruwo gimana" tanya irham lagi sambil mengajak bergurau agar lebih akrab


"haha kamu percaya gendruwo mau menculik saya" nada tertawa mendengar ucapan irham


"ya kan mbak cantik bisa aja kan" jawab irham dengan tawa menimpali pertanyaan nada


nada bukannya tersipu malu di puji cantik oleh irham malah tertawa lepas " ya kn nggak gendruwo juga kan ada artis apa pejabat apa perampok apa apalah gitu masak diculik gendruwo " nada tertawa lagi


mereka berbincang di dalam mobil mereka mudah akrab karna memang lebih sefrekuensi dan enak diajak bercanda


" emmm kamu yakin adik kandungnya tuan iqdam?" nada bertanya pada irham


" hahaha pertanyaan macam apa itu mbk ?" irham heran dengan pertanyaan yang di lontarkan nada


" emang kita kaya bukan saudara kandung gitu, padahal banyak yang ngira aku dan kak iqdam itu kembar" jelas irham pada nada


" bukan itu , tapi kamu orangnya care banget dan mudah banget akrab dengan aku yang orang baru, tapi kakak kamu kan kayak singa, aku aja ngobrol sama dia takut soalnya menyeramkan dan suka menilai orang sesuka hatinya " kesal nada mengingat ucapan iqdam malam itu


.


.


.

__ADS_1


((saudara tu emang gitu yah , satu rahim tapi nggk bisa kan kalau sifat dan sikap nya plek ketiplek))


(( ada yang jail, diem, seriusan, terus baperan kayak author aku baperan loh gaes, semangati aku trus yaa))


__ADS_2