
tak berselang lama nada sampai di tempat thalita, nada membuka pintu kos thalita dan masuk ke kamar.
.
.
.
thalita pulang
"apa nada sudah sampai ya?" kata thalita kemudian dia mengetuk pintu, dan benar saja nada sudah ada di dalam.
mereka kemudian masuk dan duduk di ruang tamu, thalita yang melihat ekspresi nada mengetahui jika sahabatnya ini sedang ada masalah.
"kamu kenapa nad?" tanya thalita, nada yang mendengar pertanyaan thalita menghela nafasnya dan berkata
"aku akan bercerai lit"
"Cerai!" thalita kaget mendengar jawaban nada, nada hanya menganggukkan kepalanya.
"kemarin kamu bilang mau baikan, kenapa sekarang mau bercerai, sebenarnya apa permasalahan mu dengan suamimu itu?" tanya thalita.
"panjang thalita" jawab nada.
"ya makannya cerita ,sepanjang apapun kalau kamu nggak cerita aku kan nggak tahu" kata thalita lagi.
"em ceritanya nanti aja gimana?" kata nada
"kenapa nggak sekarang aja" kata thalita.
"hehehe laper" kata nada sambil melihat tas kresek hitam yang dibawa thalita, thalita sontak melihat makanan yang dibawanya.
"oh iya ya, aku tadi beli makanan ,ya sudah makan dulu deh" kata thalita.
thalita mengambil 2 piring dan sendok untuk makan, mereka berdua makan nasi goreng yang tadi di beli thalita.
"hemm kenyang" kata thalita setelah menghabiskan satu bungkus nasi gorengnya.
"aku masih laper lit" kata nada ,thalita sontak melihat ke arah nada.
"masih laper? tumben banget kamu makan segitu masih lapar nad, biasanya yang ngabisin aku" thalita heran karena biasanya porsi makan nada sedikit tapi sekarang makan nasi goreng porsi besar malah masih lapar.
"kamu nggak makan satu minggu ya? apa ibu panti nggak kasih kamu makan?" kata thalita lagi,
__ADS_1
"ya dikasih lah, kalau nggak dikasih makan kering kerontang badanku lit" jawab nada.
"lha trus kenap tumben makannya banyak?" tanya thalita.
nada yang belum sempat menjawab pertanyaan thalita merasakan perutnya mual lagi, dia kemudian berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya yang tadi baru dimakan.
thalita yang mendengar nada muntah-muntah menyusul ke kamar mandi,
"nad kamu nggak kenap-napa kan?" tanya thalita dari luar pintu.
tok tok tok "nad nada" panggil thalita lagi.
tak berapa lama nada keluar kamar mandi.
"kamu kenapa sih" tanya thalita
"nggak papa kok, cuma mual-mual saja" jawab nada.
"hah mual, apa kamu" thalita yang melihat wajah nada sedikit pucat dan muntah-muntah berfikir jika nada sedang hamil.
"kenapa lit" kata nada yang melihat lita tiba-tiba bengong.
"em apa kamu hamil?" tanya thalita.
thalita mendengar jawaban nada lngsung menutup mulutnya.
"kamu beneran hamil nad?, dalam perut kamu ini ada bayinya?" kata thalita sambil menunjuk perut nada.
"Hem iya lita" jawab nada, kemudian nada berjalan ke ruang tamu dan thalita mengekor di belakang nada.
.
.
"ceritain ke aku kenapa kamu bisa hamil, sudah berapa bulan, hamil anak siapa lagi" thalita mencecar nada dengan banyak pertanyaan.
"ih kamu tanya nya satu-satu tau" kata nada.
"hahaha oke-oke ,kamu hamil anak siapa?" tanya thalita.
"ya anak suami aku lit, eh calon mantan suami aku lit" jawab nada.
"anaknya iqdam? kamu bilang kalian punya perjanjian untuk tidak menyentuh satu sama lain, trus sekarang kenap bisa hamil? apa iqdam punya ilmu hitam biar bisa buat kamu hamil?" kata thalita panjang lebar.
__ADS_1
"ish kamu ngomong apaan sih lit, panjang ceritanya" kata nada.
nada kemudian mulai bercerita semuanya, awal mula dia bertengkar dengan iqdam, sampai masalah tadi sore yang membuat nada yakin untuk bercerai dengan iqdam.
"huh dasar laki-laki b**d*b, mau enaknya saja, sekarang tek dung malah gak mau mengakui" thalita kesal mendengar cerita nada tentang ke egoisan iqdam.
"hmm makannya aku mantap untuk bercerai dengannya , aku rasa dia tak akan berubah jika ninsya terus bersamanya, aku tak mau terus sakit hati"kata nada
"trus secantik apa sih istri kedua nya itu, awas kalau ketemu aku acak-acak mulutnya" kata thalita lagi.
"ya memang cantik sih menurut aku" kata nada mengingat wajah ninsya yang memang cantik, karena banyak perawatan.
"kami juga cantik kali nad asalkan dirawat dengan benar dan bahagia" kata thalita.
"lita tapi kamu janji ya ,nggak bilang siapa-siapa kalau aku sedang hamil" kata nada.
"siap aku janji akan bantu kamu" jawab thalita dengan mempraktekkan tangannya dengan hormat.
"terimakasih ya, selama ini kamu terus membantuku, kalau nggak ada kamu aku pasti bingung mau pergi kemana" kata nada.
"apaan sih kamu, kita ini kan sahabat sekaligus rekan bisnis, kamu aja bantu aku untuk dapat uang masak aku nggak mau bantu kamu" kata thalita , mereka kemudian tertawa bersama .
"eh tunggu nad, terus kuliah kamu bagaimana? kalau kamu pergi ke kampus nanti bisa-bisa semua orang tahu tentang kehamilanmu" tanya thalita.
"aku satu bulan kemarin kuliah online, jadi untuk semester berikutnya aku juga mengikuti online saja" jawab nada.
"ohh oke" thalita mengacungkan jempolnya.
"lit aku lapar lagi, pesan makan dong, aku yang bayar deh" pinta nada.
"hemm oke, kamu mau makan apa?" tanya lita
"aku mau siomay, roti bakar, martabak, trus donat kentang dan minumnya coklat panas dan jeruk hangat"
"banyak banget pengennya, memang kmu habis?" tanya lita.
"habis mungkin, pengen banget" jawab nada.
"hemm bumil banyak makan juga sekarang, dulu aja makannya kaya orang diet, sekarang beuhh"kata thalita sambil melirik nada.
"hahaha ya gitu deh, ini kan yang kepengen anak aku" kata nada.
"kok anak kamu tau nama makanan martabak, trus siomay , coklat panas, alasan saja jangan fitnah anak kamu ya " kata thalita.
__ADS_1
"hahaha haha" nada tertawa melihat ekspresi sahabatnya itu.