
setelah menemukan ruang perawatan ayah, iqdam dan nada masuk ke ruangan , disana sudah ada bunda ,irham dan juga cary.
"gimana keadaan ayah bund?" tanya iqdam mendekat ke bundanya.
"ayah baik-baik saja" jawab ayah, ternyata ayah sudah siuman.
"ayah sudah sada? apa kata dokter tadi" tanya iqdam lagi.
"ayahmu hanya kelelahan dam kata dokter,, sekarang sudah enakan, kata dokter cuma disuruh istirahat dan tidak terlalu banyak aktifitas biar cepat pulih" jelas bunda pada nada dan iqdam.
"syukurlah kalau ayah tidak papa bund, aku dan mas iqdam khawatir sekali tadi karena kata irham dokter cukup lama memeriksa keadaan ayah"kata nada.
"iya sayang, dokter lama meriksa karena sekalian memberikan resep obat ayah" jawab bunda vena.
"jadi ayah nggak opname malam ini?" tanya iqdam.
"nggak lah , ayah aja sudah sehat begini kok" kata ayah yang sok sehat, padahal masih merasakan lemas.
"hm oke kalau begitu yah"
setelah mendapatkan resep obat mereka semua keluar rumah sakit.
"ayah beneran nggak mau dianterin iqdam" tanya iqdam
"nggak usah nanti kalian repot lagi harus bolak-balik " jawab ayah.
"nggak kok yah kalau repot, kan cuma nganter ayah pulang ke rumah" kata nada.
"sudahlah nggk usah sudah ada bunda, irham dan cary juga, lebih baik kalian pulang saja ini sudah malam, pengantin baru kalau jam segini harus sudah dirumah" kata ayah lagi.
"memangnya kenapa harus ada dirumah?"tanya nada dengan polosnya.
"ya nanti kalau keluar-keluar terus ayah sama bunda cucunya gak jadi-jadi dong" irham yang menyahut pertanyaan nada.
"nah betul itu "kata bunda menambahkan , ayah yang mendengar juga mengacungkan jempolnya tanda setuju dengan perkataan anak bungsunya itu.
pipi nada berumah merah karna malu , iqdam yang mendengar irham seperti mengejeknya memukul bahu adiknya itu.
"heh bocah gak boleh ngomongin masalah orang dewasa" kata iqdam pada irham.
"gue udah bukan bocah lagi, lagian gue gak ngomongin orang gue cuma kasih tau Yee" kata irham yang tak terima dengan omongan kakaknya.
setelah itu ayah bunda ditemani irham dan cary pulang ke kediaman wisnutama begitu juga iqdam dan nada yang pulang ke apartemen mereka.
belum ada percakapan antara mereka didalam mobil, hingga tiba-tiba nada bertanya pada iqdam.
__ADS_1
"kamu kapan menikahi kekasihmu itu"
iqdam yang mendengar pertanyaan nada tak menjawabnya, ia tiba-tiba menepikan mobilnya di sebuah taman.
"kok berhenti disini?" tanya nada yang heran kenapa iqdam tiba-tiba berhenti.
"aku mau ngomong sama kamu"kata iqdam.
"pertanyaanku saja belum kamu jawab mas, kok mau ngomong" kata nada.
iqdam menghela nafas kemudian
"secepatnya aku akan menikahi ninsya, tapi aku minta tolong sama kamu jangan sampai ayah dan bunda mengetahui perihal ninsya" kata iqdam pada nada.
"memangnya kenapa kalau ayah dan bunda tau?" tanya nada yang heran dengan permintaan iqdam.
"ya pokoknya jangan sampai mereka tahu aja"
jawab iqdam.
"dia yang mau memadu aku , aku yang disuruh jaga rahasia" batin nada kesal.
"mas kenapa kita nggak cerai aja kalau kamu mau menikahi kekasihmu itu? jadi kamu bisa leluasa bersama dia," tanya nada.
"lah mas tau sendiri kita baru 2 hari menikah tapi mas mau memadu ku dengan orang lain, apa itu hal yang wajar?" nada mendebat iqdam yang tak setuju dengan sarannya.
"kamu nggak ngerti keadaannya, lebih baik kamu menurut saja dulu" iqdam mulai emosi dengan nada yang mengajaknya berdebat.
"kalau menurut kamu aku nggak mengerti maka jelaskan padaku, ini kamu nggak mas, kamu menerima perjodohan ini terus menikahi aku dan tiba-tiba kamu ingin memadu ku, aku juga punya perasaan mas , mana ada wanita yang mau dimadu?" nada meluapkan emosinya, suaranya semakin meninggi, tapi dia tak menangis, sekuat tenaga dia menahan air matanya agar tak keluar.
iqdam yang mendengar suar nada meninggi mencoba menurunkan emosinya, dia tak boleh menekan nada karena ini adalah salahnya.
"oke nad, aku bisa mengerti kamu marah padaku, tapi untuk sekarang aku belum bisa menjelaskan padamu , tolong , tolong turuti saja keputusanku ini dan jangan bertanya lebih lagi" iqdam memohon pada nada agar dia menuruti semua keputusan nya.
sebenarnya iqdam ingin menceritakan tentang ninsya pada nada, tapi baginya nada belum pernah mengenal ninsya jadi belum tentu dia akan mengerti keadaan ninsya.
nada yang mendengar iqdam terus memohon untuk menerima keputusan ini seperti muak, namun dia menenangkan dirinya.
"oke mas jika kamu mau aku menerima keputusan ini aku juga punya beberapa perjanjian untuk mu" kata nada pada iqdam.
"perjanjian? perjanjian apa itu?"tanya iqdam.
"ya perjanjian dalam pernikahan kita" jawab nada.
"maksud kamu perjanjian masalah gono-gini?" tanya iqdam yang belum mengerti maksud perjanjian pernikahan yang disebutkan nada.
__ADS_1
nada tersenyum mendengar pendapat iqdam
"mas aku bukan wanita yang gila akan harta, aku nggak pernah perduli dengan kekayaan kamu" jawab nada yang tak habis fikir dengan iqdam.
"lalu maksudmu perjanjian pernikahan yang bagaimana?" tanya iqdam lagi.
"begini mas, aku mau kamu berjanji jika kamu menikah dengan kekasihmu kau harus memastikan jika istri keduamu nanti tidak menyusahkan aku, aku hanya mau menyiapkan segala keperluan mu tidak termasuk keperluan istri keduamu itu" kata nada pada iqdam.
"hm perjanjian seperti ini yang kau maksud?" tanya iqdam.
nada hanya mengangguk dengan pertanyaan iqdam.
"aku akan memastikan itu dan menuruti permintaanmu asal masalah ini tidak sampai terdengar ayah bunda dan siapapun" jawab iqdam dengan yakin.
"ada lagi selain itu" kata nada lagi.
"katakan " jawab iqdam.
"kau tidak boleh menyentuhku sama sekali selama pernikahan ini" kata nada lagi.
"hm hanya itu? itu hal yang mudah bagiku" jawab iqdam.
"baiklah, aku pegang janjimu, setelah ini aku akan pindah ke kamar tamu, terserah kau mau berbuat apa dengan istri keduamu itu" kata nada.
setelah kesepakatan itu iqdam melajukan mobilnya lagi. sesampainya di apartemen ninsya ternyata masih belum tidur ,ia menunggu kedatangan mereka di ruang tamu.
suara pintu apartemen terbuka,
"itu pasti mas iqdam" batin ninsya kemudian ke arah pintu menyambut iqdam.
iqdam yang melihat ninsya bertanya padanya
"kamu belum tidur sya?"
"belum sayang aku nggak bisa tidur" jawab ninsya yang langsung menggandeng tangan iqdam tanpa memperdulikan keberadaan ninsya.
......................
thor memang yakin nanti iqdam bakal tahan kalau nggak berhubungan dengan nada?
hm tahan nggak ya?
lanjut baca dong kalau mau tau, oke!
dan jangan lupa dukung terus karyaku ya dengan vote di akhir bab, like dan juga komen ya teman-teman
__ADS_1