
"emaknya suaranya bagus gini kok hahaha" kata nada dengan pedenya.
"bagus banget kaya emak-emak bangunin orang sahur" jawab thalita.
"biarin wek" balas nada.
.
.
.
sementara tiga hari berlalu di apartemen iqdam, ada kurir yang mengirim surat.
tring tring tring
"siapa sih yang siang-siang begini datang, ganggu orang lagi nyantai aja" gerutu ninsya yang lagi menonton tv di ruang tamu.
tring tring tring bunyi bel apartemen terdengar lagi, ninsya kemudian beranjak dari duduknya untuk membuka pintu apartemen.
"paket mbak, " kata kurir setelah ninsya membuka pintu.
"paket apa ya mas? saya hari ini nggak pesen apa-apa kok" kata ninsya.
"oh bukan barang mbak, ini surat mungkin, ini pengirimnya tertulis dari pengadilan agama untuk tuan iqdam rendra wisnutama" jawab sang kurir sambil membaca nama yang tertera pada luar paket.
__ADS_1
"pengadilan agama" ninsya terkejut mendengar perkataan kurir.
"iya mbak, ini tolong tanda tangan disini" kata kurir lagi
setelah kurir pergi ninsya segera masuk dengan ekspresi bahagia, dia tersenyum melihat paket yang diterimanya.
ninsya langsung membuka isi paket tersebut dan membaca surat yang ada di dalamnya.
"ternyata tau diri juga itu perempuan, dia pasti sekarang mengerti bahwa dia tak bisa bersaing denganku dan dia tak pantas menjadi istri mas iqdam" kata ninsya dengan senyum smrik nya.
kemudian ninsya melanjutkan aktivitasnya untuk menonton tv lagi, tiba-tiba ponsel ninsya berdering tanda panggilan masuk ke ponselnya.
setelah membaca nama yang tertera di ponselnya dia segera mengangkat panggilan itu.
"hallo baby bagaimana kabar kamu?"jawab seseorang itu, dan suaranya adalah seorang laki-laki.
"aku baik-baik saja, ada apa?" tanya ninsya lagi.
"aku kangen sama kamu, apa kamu nggak kangen sama aku" jawab laki-laki diseberang telepon.
"hm jangan basa basi max, sebenarnya ada apa kamu menghubungi aku, aku kan sudah katakan jangan pernah menghubungiku sebelum aku menelpon mu terlebih dahulu" kat ninsya memperingatkan laki-laki diseberang telepon.
"hus jangan marah-marah begitu sayang, cantikmu nanti berkurang kalau kamu marah-marah" jawab laki-laki bernama max di seberang telepon.
"terserah, kamu ingat ya kita sudah pernah berjanji kalau kita akan mengakhiri semuanya tanpa ada drama lagi, kamu bebas dengan pilihanmu dan kamu nggak bakal ganggu aku lagi max" kata ninsya.
__ADS_1
"hm aku ingat baby, aku masih mengingatnya, tapi kamu pasti tau kan kalau aku menghubungimu aku membutuhkan apa?" jawab max.
"aku lagi tidak ada uang max sekarang" kata ninsya cepat.
"mana mungkin kamu nggak ada uang, suami kamu sekarang kan pengusaha besar, dia pasti kaya raya, jadi 50 juta masak kamu nggak punya, itu hal mustahil baby" kata max lagi.
"aku bilang nggak ada ya nggak ada, dan stop panggil aku baby max, aku sekarang adalah istri orang" kata ninsya.
"kamu memang istri orang sekarang tapi kamu dulu adalah wanitaku, kamu nggak mau kan kalau suamimu yang bodoh itu mengetahui semua tentang kita" kata max mengancam ninsya.
"kamu jangan macam-macam max" jawab ninsya.
"nah kamu pasti takut kan, kalau kamu nggak mau aku memberi tahu suamimu, transfer apa yang aku bilang tadi sekarang, aku tunggu". kata max lagi
"hm oke oke aku akan transfer setelah ini, tapi kamu janji ini gang terakhir ya, aku nggak mau nanti mas iqdam curiga padaku mengerti" kata ninsya.
"oke baby, kamu masih yang terbaik" jawab max di seberang telepon kemudian dia segera menutup panggilannya.
"dasar laki-laki sialan, sudah kere banyak permintaan lagi" gerutu ninsya dengan kesalnya setelah menutup panggilan dari max.
meski begitu kesal ninsya langsung melakukan permintaan max tadi.
"ini akan jadi yang terakhir, kalau sampai kamu berani melakukannya lagi, aku tak akan menutup mulutmu dengan ung lagi melainkan menutup mulutmu selamanya dengan tanah" kata ninsya.
......................
__ADS_1