Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
welcome malaikat kecilku


__ADS_3

"hmm, lahiran? emang tandanya begini ya kalau mu lahiran?" tanya nada.


" lah mana aku tau ,aku aja belum pernah hamil" jawab thalita.


"sudahlah kalau begitu, aku mau istirahat dulu saja" kata nada.


mereka berdua pun istirahat, thalita tidur dengan nyenyak karena memang hari ini mereka sangat sibuk dari pagi, namun tidak dengan nada, nada merasakan sakit nya bukan hanya di pinggang namun semakin menjalar ke perut, nada bolak-balik ke kamar mandi karena kerap buang air kecil.


sampai adzan subuh berkumandang perut nada juga lebih mulas lagi, nada kemudian membangunkan thalita.


"ta ayo bangun, sudah subuh " kata nada sambil menepuk-nepuk bahu thalita.


"hmm " thalita hanya menjawab dengan deheman.


"ayo ta bangun, aw" panggil nada lagi kemudian memegang perutnya yang mulai mules lagi.


thalita yang mendengar suara nada kesakitan langsung bangun.


"kamu kenapa? ada yang sakit nad? mana yang sakit nad?" thalita menggeruduk pertanyaan pada nada dengan panik.


"gak papa ta, perut aku cuma mules aja " jawab nada sambil meringis menahan sakit.


"kok mules aja sih, aku yakin kamu mau lahiran ini, kita ke rumah sakit yuk" ajak thalita pada nada.


"em kita sholat subuh dulu yuk, nanti baru ke rumah sakit " jawab nada.


"kamu masih bisa sholat?" tanya thalita.


"insya allah masih ta, yuk kita sholat dulu" jawab nada.


mereka berdua kemudian mengambil wudhu dan melaksanakan sholat subuh berjamaah.


setelah selesai thalita memesan taksi online untuk pergi ke rumah sakit.


"nada perlengkapan mu untuk melahirkan ini sekalian di bawa apa nggak?" tanya thalita.


"em kita cuma periksa saja kan, di bawa nanti saja gimana?" jawab nada.


"ah di bawa sekalian, nanti kamu beneran mau lahiran gimana hayo" kata thalita.


"terserah kamu aja ta"


thalita mengemas semua barang keperluan persalinan untuk nada, setelah 10 menit taksi yang mereka pesan sudah datang.


"pak langsung ke rumah sakit sesuai aplikasi ya, soalnya teman saya mau melahirkan" kata Thalita pada supir setelah memasuki mobil.


"eh iya nona"jawab supir dengan sigap karena melihat penumpangnya yang merasa kesakitan.


di perjalanan perut nada semakin sering terasa mules, sesekali dia mengerang menahan sakit.


"kamu sabar sebentar ya nada, kita sudah mu sampai nih" kata thalita memegang tangan nada.

__ADS_1


"hmmm" jawab nada.


"punggung nya di elus-elus non, dulu istri saya waktu mau lahiran kata dokternya di suruh begitu " kata supir menimpali pembicaraan antara nada dan thalita.


"memangnya iya ya pak?" jawab thalita.


"iya non, kata dokter biar ibu nya merasa rileks gitu" jawab supir itu lagi.


thalita kemudian mengikuti saran yang di berikan supir taksi, beberapa saat kemudian nada terlihat lebih rileks.


"nah manjur jug nih saran pak sopir" batin thalita.


karena masih pagi suasana jalan masih sepi, 10 menit kemudian taksi mereka sampai di halaman rumah sakit ibu dan anak citra keluarga.


"sudah sampai nona" kata supir taksi.


"eh iya pak ,terimakasih pak" jawab thalita kemudian turun dari taksi.


"non di sini saja biar saya panggilkan petugasnya" kata sopir taksi kemudian.


"terimakasih banyak pak, terimakasih" kata thalita.


pak sopir taksi mengangguk kemudian pergi ke dalam rumah sakit.


beberapa saat kemudian petugas rumah sakit menghampiri, dan nada langsung di bawa keruang dokter kandungan.


dokter kemudian memeriksa nada.


"keluarga ibu nada aisha" panggil seorang perawat, thalita yang mendengar nama nada di panggil langsung menghampiri perawat tersebut.


tanya thalita.


"ibu nada sudah pembukaan 8 bu, sebentar lagi jika pembukaan lengkap siap untuk melahirkan" jawab perawat itu.


"hmm tuh kan bener dia mau lahiran" thalita malah berbicara sendiri setelah mendengar info daei perawat.


"nona dengan siapanya pasien?" tanya perawat tersebut.


"em, saya temannya sus" jawab thalita.


"di mana suami bu nada, kami membutuhkan persetujuan dan tanda tangan dari suami ibu nada untuk melakukan tindakan" kata


perawat .


"apa harus suami sus?" tanya thalita.


"kalau suami pasien tidak ada, bisa wali atau orang tua yang bersangkutan nona" jawab perawat itu.


"aduh gimana ini, aku kan juga gak tahu mantan suami nada, lagian nada juga merahasiakan ini dari dia" batin thalita kebingungan mencari solusi.


"nona ,bagaimana? kita harus cepat memutuskan" kata perawat itu lagi,karena melihat thalita yang malah bengong

__ADS_1


"em, begini sus suami dari teman saya ini sudah meninggal sus, trus dia juga yatim piatu , dia di sini hanya hidup dengan saya" kata thalita berbohong pada perawat.


"apa benar begitu bu?" perawat itu memastikan lagi.


"benar sus" jawab thalita.


"baiklah jika begitu, anda sebagai keluarga satu-satunya akan menjadi wali ibu nada, mari ikut saya ke ruangan"


thalita mengekor perawat itu menuju ruang pemeriksaan dokter kandungan, panjang lebar perawat itu menjelaskan pada thalita, thalita mengangguk-angguk tanda mengerti.


"baik nona silakan tanda tangan di sebelah sini" tunjuk perawat pada kertas yang disodorkan pada thalita.


"silakan tunggu di luar nona, kami akan menginformasikan keadaan pasien lagi nanti". kata perawat itu.


setelah thalita keluar dari ruangan ia menunggu di depan ruangan bersalin hampir 20 menit dia menunggu, dengan cemas dia mendengar rintihan suara nada dari dalam, namun tak berselang lama ada seorang dokter dan 2 perawat masuk ruang bersalin.


suara nada semakin meracau , terdengar ada seseorang mengarahkan nada.


"tarik napas bu, lalu buang pelan-pelan, semangat bu" suara yang di dengar thalita.


" oek oek oek" terdengar suara tangisan bayo, seketika air mata thalita mengalir deras.


"alhamdulillah ya allah, semoga mereka berdua baik-baik saja.


Di Dalam Ruang Bersalin


"selamat bu, anaknya laki-laki, tampan dan berhidung mancung bu" kata seorang perawat sambil menunjukkan bayinya pada nada.


kemudian perawat meletakkan bayi nya di atas dada nada.


sambil menangis bahagia nada terus menatap bayinya.


"selamat datang anakku, terima kasih sayang, sudah berjuang bersama ibu, terima kasih telah hadir dalam hidup ibu"


"bu kami timbang dan ukur dulu bayinya bu, ibu bisa istirahat dulu" kata seorang perawat sambil menggendong bayi nada.


nada hanya mengangguk memberi persetujuan.


perawat yang keluar dari ruangan menghampiri thalita.


"dengan keluarga ibu nada?" tanya perawat itu.


"iya sus gimana keadaan nada dan bayinya?" jawab thalita dengan pertanyaan.


"ibu dan bayinya sehat nona, dan ini bayinya laki-laki" jawan perawat sambil menunjukkan pada thalita.


"uhh ganteng sekali kamu, keren seperti aunty pastinya, hihihi" kata thalita yang melihat anak nada.


...****************...


"selamat ya buat nada"

__ADS_1


"gimana nih ibu-ibu yang udah pernah melahirkan?"


"bagi pengalaman nya di komen bu ibu suka dukanya melahirkan"


__ADS_2