Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
malam pertama terlewat


__ADS_3

setelah cary menjelaskan sudut apartemen pada nada cary berpamitan pergi , ketika akan berpamitan nada berkata pada cary.


"car apa aku boleh tanya sesuatu padamu?"kata nada.


"silakan nona , selama soal yang anda berikan pada saya mudah saya akan menjawabnya" kata cary.


"tuan iqdam itu orangnya seperti apa sih" tanya nada


cary melihat ekspresi nada yang begitu tegang,


"nona tenang saja tuan iqdam itu orangnya baik banget non, sejauh saya mengenal tuan ,tuan adalah orang yang selalu berbuat kebaikan yahh walaupun kadang ada nakalnya sedikit" jawab cary.


"hmm apa dia selama ini tidak punya pacar?" tanya nada lagi.


"hmm kalau masalah itu bukan ranah saya menjelaskan nona, nanti setelah tuan kembali nona dapat menanyakan sendiri pada tuan" kata cary , cary tidak menjawab pertanyaan nada karena tidak ingin jika jawabannya nanti menimbulkan salah paham antara iqdam dan nada.


"apa ada pertanyaan untuk saya lagi nona?" tanya cary karna nada terlihat diam saja mendengar penjelasan cary.


"hmm tidak " jawab nada sambil menggelengkan kepalanya.


"kalau begitu saya permisi untuk pulang dulu , sebentar lagi tuan mungkin akan kembali, silakan nikmati malam bersama tuan" setelah berpamitan cary kemudian keluar apartemen dan pulang.


setelah kepergian cary , nada kemudian bersiap untuk menyambut malam pertamanya setelah sah menjadi seorang nyonya iqdam rendra, nada bersolek di depan kaca rias yang ada di kamar .


"sudah jam 11 malam kenapa dia belum kembali" nada mulai khawatir karna 3 jam berlalu setelah iqdam pergi ia tak kunjung kembali, karna iqdam tadi berpamitan untuk pergi sebentar.


" apa terjadi suatu hal sama dia " nada berfikir macam-macam tentang iqdam


" ya lebih baik aku menghubunginya " nada kemudian mengambil ponselnya di tas ketika dia membuka WhatsApp ia baru ingat kalau tidak memiliki nomor ponsel iqdam karena perkenalan diantara mereka kurang baik.


" sudahlah mungkin sebentar lagi dia pulang" kemudian nada kembali menaruh ponsel ke atas meja , nada menunggu dengan bersandar sofa, nada mulai merasa mengantuk dan tak lama ia tertidur.


.

__ADS_1


.


di tempat lain ternyata yang menghubungi iqdam adalah sahabatnya bernama dio , dio adalah seorang psikiater di rumah sakit ternama di kota ini, dio menghubungi iqdam karena kejadian tadi sore saat akan berangkat ke rumah sakit untuk bekerja, sebelum sampai di rumah sakit ia melewati jembatan kota, dio melihat ada seorang wanita berdiri di pinggir jembatan , awalnya dia mengira wanita itu hanya orang yang mau bersua foto di pinggir jembatan. tapi setelah mobil dio melewati wanita itu, dio melihat wajah wanita itu dari kaca spion mobilnya, dan dia mengetahui ternyata wanita itu adalah ninsya.


"ninsya ,ngapain dia sendirian di sana ??"dio memperhatikan ninsya yang sepertinya kakinya mulai memanjat besi jembatan.


"jangan-jangan...." dio langsung meminggirkan mobilnya dan keluar menghampiri ninsya , ketika dio memanggil-manggil nama ninsya sepertinya ninsya tak mendengar,


"NINSYA...kamu ngapain disini" dio mendekat dan menarik tangan ninsya, kemudian ninsya menatap dio dan tiba-tiba langsung pingsan.


"sya kamu kenapa bangun, bangun sya" dio menepuk-nepuk pipi ninsya namun ninsya tak kunjung bangun.


akhirnya dio membawa ninsya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan, di perjalanan dio bingung harus bagaimana, kemudian dia teringat bahwa ninsya berpacaran dengan iqdam, dio langsung menghubungi iqdam, namun iqdam tak kunjung mengangkat telfon nya.


setelah sampai di rumah sakit dio segera membawa ninsya ke ruang UGD ,dio memeriksa keadaan ninsya kemudian menyuruh salah satu suster untuk menunggu ninsya sampai siuman.


di luar ruangan dio mencoba untuk menghubungi iqdam lagi dan kali ini iqdam mengangkat telfonnya.


"hallo dam, ini gue barusan ketemu ninsya pingsan dia sekarang lagi di rumah sakit gue kerja, sampai sekarang dia belum siuman kamu bisa kesini sekarang" dio menjelaskan keadaan ninsya pada iqdam


"oke gue akan langsung kesana" jawab iqdam kemudian menutup telfonnya


.


.


beberapa menit kemudian iqdam sampai di rumah sakit , ia langsung menuju ruang kerja dio,


.


.


"gimana keadaan ninsya " iqdam langsung menanyakan perihal ninsya

__ADS_1


"kalian lagi berantem ya? " dio menjawab pertanyaan iqdam dengan sebuah pertanyaan


"maksud kamu " iqdam bingung maksud pertanyaan dio


" setelah aku memeriksa keadaannya sepertinya ninsya lagi stres, banyak pikiran" jawab dio ,


" kamu kan lebih tau dari pada aku bagaimana keadaan ninsya. menurut pemeriksaan ku tadi, keadaan ninsya sangat lemah dan pikirannya sedang trauma, aku menemukan ninsya tadi di pinggir jembatan kota, dan seperti nya dia akan melakukan hal yang akan menyakiti dirinya" jelas dio saat dia tadi bertemu dengan ninsya di jalan.


iqdam mengusap wajah nya karna bingung dengan keadaan dilema hari ini. kemarin saat bertemu dengan ninsya iqdam menjelaskan semuanya dan ninsya berkata bahwa ninsya mau mengerti, tapi kenapa keadaan dia malah seperti ini.


" kamu nggak usah khawatir aku nyuruh kamu kesini karna aku tahunya orang terdekat ninsya disini ya kamu, tapi tadi aku sudah menyuntikkan obat penenang dan obat tidur agar ninsya bisa istirahat, aku sudah menyuruh suster juga untuk menunggunya" dio mencoba menenangkan iqdam yang terlihat cemas


"oke kalau begitu, makasih banyak ya yo"


"apa kamu akan menginap disini" tanya dio lagi


" aku lagi ada urusan penting sebenarnya jadi aku nggak bisa nginep, karna tadi kamu bilang sudah suruh suster untuk menemani ninsya aku bisa pulang dulu" jawab iqdam


setelah melihat keadaan ninsya iqdam kemudian pulang ke apartemen, saat masuk ke kamar iqdam melihat nada yang tertidur di sofa .


iqdam menatap lekat wajah nada


"kamu cantik nada, aku nggak tau kenapa aku belum bisa mencintaimu" tanpa sadar iqdam membelai pipi nada , kemudian iqdam memindahkan nada ke kasur.


setelah membersihkan diri iqdam kemudian duduk di sofa , iqdam masih dilema mengingat keadaan ninsya.


"maafkan aku , aku telah gagal menjaganya, aku tak menepati janjiku padamu untuk tak membuatnya sakit lagi, apa kamu kecewa padaku?" iqdam berbicara sendiri mengingat seseorang yang telah lama meninggalkannya.


beberapa saat iqdam tertidur dengan posisi duduk bersandar di sofa.


malam pertama iqdam dan nada terlewatkan begitu saja.


setal

__ADS_1


__ADS_2