
setelah iqdam dan ninsya selesai sarapan iqdam mengantarkan ninsya check up ke dokter dio,
"perkembangan kesehatan ninsya cukup bagus, jika keadaan ninsya seperti ini kesehatan mentalnya akan cepat sembuh" kata dokter dio pada iqdam.
iqdam mengangguk mendengar penjelasan dokter dio, pemeriksaan ninsya sudah pun sudah selesai.
"sayang temani aku ke mall dulu ya" pinta ninsya pada iqdam.
"aku kan harus ke kantor, kapan-kapan saja ya" jawab iqdam sambil mengemudikan mobilnya untuk pulang ke apartemen.
"nggak mau aku maunya sekarang besok kan pernikahan kita aku mau pakai perhiasan baru saat pernikahan kita besok, aku mau terlihat yang paling cantik besok" ninsya ngotot ingin pergi ke mall untuk berbelanja.
iqdam sebenarnya kesal dengan sikap ninsya, dalam hatinya dia ingin sekali marah.
"aku harus tahan emosiku, kesehatannya mulai membaik, aku harus sabar sedikit agar dia segera sembuh" batin iqdam
"gini aja sya, kamu dirumah saja ya, nanti kalau pulang kantor aku janji bawain kamu hadiah banyak" iqdam membujuk ninsya,
setelah berfikir sebentar ninsya akhirnya menyetujui nya.
"oke ,tapi kamu janji beneran ya, awas kalau bohong aku beneran marah sama kamu ya" kata ninsya.
"iya janji" jawab iqdam.
ninsya yang bahagia karena iqdam akan memberikannya hadiah memeluk iqdam dan mencium pipinya.
"sya kamu apa-apaan sih, aku kan lagi nyetir, nanti kalau kenapa-napa bagaimana?"protes iqdam karena sikap ninsya yang berani, sebelumnya iqdam memang menjalin hubungan dengan ninsya tapi sikap ninsya tidak pernah seberani ini.
"iya maaf-maaf" ninsya melepaskan pegangannya .
iqdam mengusap pipinya yang tadi di cium ninsya, ninsya melihat sikap iqdam jadi kesal.
"kok kamu gitu sih , kamu udah gak sayang lagi ya sama aku" dengan cemberut ninsya protes pada iqdam.
"kenapa lagi sya?" tanya iqdam yang tak mengerti maksud ninsya.
"kok kamu mengusap pipimu yang tadi aku cium" tanya ninsya.
"sya kamu kan tau aku nggak suka kalau di sentuh orang asing, apalagi dicium, aku kan risih sya" jawab iqdam spontan, dia tidak menyadari jika jawabannya semakin membuat ninsya kesal.
__ADS_1
"aku bukan orang lain ya, aku ini calon istri kamu, besok aku akan SAH jadi istri kamu, jadi kamu gak boleh bersikap seperti itu lagi mengerti" ninsya membentak iqdam karena kesal iqdam menganggapnya orang lain.
iqdam yang tidak ingin berdebat lebih panjang dengan ninsya hanya bisa membuang nafas dengan kasar.
"hmm ya ya aku tahu" jawab iqdam
"awas ya kalau sampai kamu begitu lagi, aku akan marah sama kamu, aku bakal mogok bicara sama kamu"ninsya memperingatkan iqdam.
"iya sya ninsya ,aku gak bakal seperti itu lagi, tapi kamu juga jangan bersikap seperti tadi, tiba-tiba mencium ku" kata iqdam , iqdam selalu berusaha sesabar mungkin pada ninsya, karena di dalam hatinya menyimpan janji dan rasa bersalah pada seseorang.
flash back of iqdam
"dam gue mau curhat sama lo" kata rico pada iqdam.
rico merupakan sahabat terdekat iqdam, mereka berteman sejak mereka masih sekolah taman kanak-kanak, mereka juga bertetanggaan, keluarga mereka pun sudah sangat dekat seperti saudara sendiri.
"curhat masalah apa lo, tumben amat lo curhat " jawab iqdam.
"gue suka sama ninsya" kata rico lagi.
deg!
"ninsya! ninsya siapa yang lo maksud?" tanya iqdam.
"itu ninsya anak kelas 10 adiknya rizky yang kemarin juara kecantikan sekolah" jawab rico.
rico tidak mengetahui jika ninsya menyatakan cinta pada iqdam, iqdam juga belum mengatakan pada siapapun perihal ninsya yang menyukainya dan menyatakan cinta padanya.
"gimana menurut lo dam ? kalau gue nembak dia waktu latian minggu depan, dia kan selalu nonton kita latihan" rico meminta saran pada iqdam.
"hmm ya terserah lo, gue dukung apapun keputusan lo, kalau lo butuh bantuan telpon aja gue" jawab iqdam, iqdam tidak keberatan jika rico menyatakan cinta pada ninsya, dulu iqdam sempat tertarik pada ninsya karna dia cerdas, tapi dia belum sempat menyukainya.
"oke trimakasih ya bro" kata rico, dia tersenyum sendiri sambil membayangkan suasana nanti ketika dia menyatakan cintanya pada ninsya.
bel pulang sekolah berbunyi, seluruh siswa keluar dari kelas, di parkiran sekolah iqdam akan menaiki mobilnya tapi tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.
"dam" seorang laki-laki berpakaian sama seperti iqdam berdiri bersama bernama ninsya. iqdam menoleh padanya , ninsya dan laki-laki tersebut berjalan mendekat pada iqdam.
"bro gue mau bicara sama lo" kata laki-laki itu
__ADS_1
"mau bicara apa ki lo? gue buru-buru nih" jawab iqdam.
" sebentar aja bro, ini masalah adek gue" kata rizki pada iqdam , iqdam kemudian menoleh pada ninsya.
"oke deh" jawab iqdam.
"kamu tunggu disini dulu, kakak mau bicara sama dia, tapi ingat ya dek apapun keputusan iqdam kamu gak boleh marah" kata rizki pada ninsya, ninsya yang mendengar perkataan kakaknya hanya menurut.
iqdam dan rizki berjalan agak menjauh dari ninsya,
"bro sorry nih gue lancang sama lo, tapi karna ini menyangkut adek gue, maka harus gue perjelas " kata rizki, iqdam dan rizki memang satu angkatan tetapi beda kelas, tapi mereka juga berteman walau tidak terlalu akrab.
"maksud nya" tanya iqdam.
"soal perasaan adek gue ke lo, gimana ?" tanya rizki lagi.
"oh masalah itu, gue tau dia adik lo, tapi sorry bro gue gak bisa sama dia, gue harap lo mengerti dan paham keadaan gue" jawab iqdam, dari awal ninsya mengungkapkan perasaannya iqdam sudak menolaknya, mungkin dia pikir jika yang berbicara pada iqdam kakaknya iqdam akan berubah dan mempertimbangkan keputusannya.
"oke gak papa bro gue ngerti kok" rizki yang mendengar jawaban iqdam tak marah.
dia kemudian pergi dan memberi penjelasan pada adiknya, dia paham dengan alasan iqdam, rico yang dulu pernah meminta izin karna mencintai adiknya mungkin sudah mengatakan pada iqdam, dia fikir mungkin iqdam tak enak hati jika menerima adiknya,
satu minggu telah berlalu, setelah jam pulang sekolah ada latihan basket, seperti perkiraan rico ninsya benar datang dan menonton latihan, setelah latihan selesai rico melancarkan rencananya.
rico dan ninsya menjadi perhatian teman-temannya.
rico membawa buket bunga dan sekotak coklat dia mengutarakan isi hatinya pada ninsya.
"maukah kau menjadi kekasihku ninsya?" kata rico sambik berlutut dihadapan ninsya.
"dia menembak ku, hmm jika aku menerimanya , aku bisa punya banyak kesempatan untuk dekat dengan iqdam, mereka kan satu tim dan kerap kali bersama" batin ninsya.
"iya aku mau" ninsya menerima pernyataan cinta rico , walaupun dia tak mencintainya dia berencana ingin memanfaatkan rico.
......................
Hallo teman-teman, bagaimana kabarnya?
makin seru gak nih ceritanya?
__ADS_1
besok lanjut episode berikutnya ya