
setelah selesai dengan makan malam mereka , iqdam mengajak ninsya pergi ke taman, iqdam ingin menjelaskan keadaan yang ada sekarang, iqdam akan berkata dengan apa adanya ,
iqdam berfikir sejenak dia harus segera membuat keputusan antara cinta pada ninsya atau menjalankan pernikahan yang tinggal beberapa hari lagi.
"aku mau bicara penting dengan kamu" ucap iqdam saat yakin dengan keputusannya
"dari tadi kita sudah bicara sayang , apa ada yang lebih penting lagi?" tanya ninsya
iqdam menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya
" aku akan menikah dalam waktu lima hari" jawab iqdam
ninsya benar-benar terkejut mendengar penuturan iqdam , selama ini hubungan mereka baik-baik saja ya meskipun belum diketahui oleh kedua orang tuanya tapi mereka berencana melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.
" kamu lagi bercanda kan sayang? kamu lagi prang aku kan?" tanya ninsya meyakinkan lagi
" maafin aku sya , tapi semua yang ku jelaskan padamu sungguh benar adanya dalam waktu lima hari ini aku akan menikah dengan seorang gadis pilihan ayah dan bunda, maka dari itu aku ingin mengakhiri hubungan kita sekarang sya" jawab iqdam lagi, sebenarnya iqdam tak tega melihat ekspresi ninsya.
" trus aku gimana?" tanya ninsya lagi
" kamu wanita cantik dan sangat baik, aku yakin kamu akan mendapatkan seseorang yang lebih baik lagi sya " jawab iqdam
"kamu jahat dam, kamu bilang kita akan menikah suatu saat nanti tapi kamu malah mau menikah dengan orang lain " ninsya menangis mengingat rencana masa depan mereka
iqdam mencoba memberi pengertian pada ninsya bahwa posisi nya sekarang sulit dan memang harus memilih satu diantara 2 pilihan
" sya aku mengerti ini berat buat kita, tapi aku juga nggak bisa menentang permintaan ayah dan bunda, karna alasan tertentu, aku yakin allah merencanakan ini untuk kita ,kita masih bisa bersahabat kan" ucap iqdam lagi
"sahabat kamu bilang,,,,, aku nggak mau jadi sahabat kamu, aku hanya mau menjadi istrimu dam istrimu" ninsya semakin menangis lalu langsung pergi meninggalkan taman dengan masih berderai air mata, dia langsung menaiki taksi menuju apartemennya.
iqdam tak mengejarnya karna dia tahu ninsya , dia tak kan mendengar alasan apapun kecuali di sudah tenang
iqdam menelfon carry kemudian berjalan keluar taman , iqdam langsung masuk mobil sebelum cary membukakan pintu mobil ,
suasana hati iqdam sedang kacau.
" kita langsung pulang apa kemana dulu tuan"
tanya cary
"kita pulang" jawab iqdam singkat
cary hanya menjawab dengan anggukan karna dia melihat dari kaca mobil bahwa temannya seperti sedang dalam keadaan yang bad mood jadi carry juga nggak mau bertanya lebih banyak lagi, biarkan dia tenang nanti juga akan cerita sendiri
__ADS_1
diperjalanan tidak ada percakapan antara mereka. sampai di rumah iqdam langsung masuk ke ruang kerjanya, dan carry berpamitan pulang ke apartemennya.
iqdam di ruang kerjanya sedang merenung dia memikirkan tentang ninsya dan rencana pernikahannya.
"tok ..tok.."tiba-tiba terdengar pintu diketuk dari luar
"siapa?" tanya carry
"ini bibik den" jawab bik tanti
"masuk bik"
"aden di panggil tuan wisnu diruang kerja, katanya ada hal penting den" bik tanti menyampaikan pesan tuan wisnu
"aku capek bik, kepalaku juga pusing katakan saja pada ayah untuk bicara besok" iqdam merasa malas untuk membahas pernikahan nya.
" tapi tuan wisnu berpesan harus sekarang den, kalau aden nggk kesana nanti bibik lagi yang dimarahi tuan" ucap bik tanti lagi
iqdam membuang nafas "yasudah katakan pada ayah sebentar lagi aku kesana" kata iqdam lagi
" baik den kalau begitu bibik permisi" pamit bik tanti
setelah kepergian bik tanti iqdam berusaha meyakinkan dirinya, dia harus memilih satu antara ninsya dan wanita yang dipilihkan kedua orang tuanya
" tok,,tok," iqdam mengetuk pintu sebelum masuk ke ruang kerja ayahnya
" masuk" jawab ayahnya singkat
"mmm kata bik tanti ayah mau bicara penting denganku ya" tanya iqdam
" ya, ayah ingin bicara empat mata denganmu" jawab ayahnya sambil menatap putra sulungnya itu " duduk dulu " perintah ayah wisnu
iqdam langsung duduk sesuai perintah ayahnya
" apa kamu sudah memutuskannya" tanya ayah pada iqdam
" ya ayah ,aku akan menuruti permintaan ayah untuk menikah dengan nada" jawab iqdam
" bukan itu maksud ayah" jawab ayah
"lalu maksud ayah" jawab iqdam bingung karna tidak mengerti dengan maksud ayahnya
"maksud ayah ,apa kamu sudah memutuskan hubunganmu dengan teman wanita mu yang kamu temui tadi" jawaban ayah seketika membuat iqdam terkejut
__ADS_1
"jadi ayah tahu jika tadi aku tidak bertemu klien tapi bertemu ninsya? dari mana ayah mengetahui semua ini, apa jangan-jangan carry yang mengadu pada ayah ,tapi,,,, itu bukan sifat carry " batin iqdam masih bingung,
karna ternyata ayahnya mengetahui soal hubungannya dengan ninsya yang padahal iqdam belum pernah mengenalkan pada orang tuanya perihal ninsya bahkan hubungannya dengan ninsya tidak ada yang mengetahui karna iqdam dan ninsya sangat menjaga privasi mereka.
" kenapa kamu diam dam? kamu bingung dari mana ayah mengetahui tentang wanita itu? " tanya ayah yang melihat ekspresi kebingungan iqdam
"ayah tahu bahwa tadi aku tidak bertemu klien tapi bertemu dengan seorang wanita?" tanya iqdam
"Hem,,,, ya ayah tahu semuanya dam , aku adalah ayahmu , aku merawat mu dari kecil , jangan kamu kira ayah diam berarti ayah tak mengetahui hal-hal kecil yang kau sembunyikan dari ayah" jawab ayahnya
iqdam menelan ludah mendengar perkataan ayahnya
"lihat ayah dam" perintah ayahnya
" ayah tahu tentang hubunganmu dengan siapapun, bukan carry yang mengadu pada ayah , tapi kamu tahu kan orang ayah banyak jadi tidak sulit untuk ayah jika hanya mengetahui tentang siapa yang sedang dekat denganmu" ucap ayah , lagi-lagi iqdam hanya terdiam mendengar penuturan ayahnya
"ingat dam kamu sebentar lagi akan menikah, kamu harus mengakhiri hubunganmu dengan wanita itu" ayah mengingatkan iqdam lagi
" tapi aku mencintainya yah" jawab iqdam lagi
ayah iqdam tersenyum mendengar perkataan iqdam
" kamu yakin perasaanmu itu cinta?" ayah bertanya seperti mengintrogasi iqdam
"maksud ayah" jawab iqdam
" ayah sudah bilang bahwa ayah mengetahuinya bukan , jadi turuti saja perkataan ayah putuskan hubunganmu dengannya dan fokuslah untuk pernikahanmu dengan nada , dan belajarlah menjadi suami yang baik untuknya, jangan kecewakan ayah tentang ini" ayah mengingatkan iqdam lagi
"hmmm baik ayah" jawab iqdam pasrah
dia sudah paham bahwa ayahnya mengetahui semuanya jadi dia tidak bisa menyangkalnya lagi,
" kalau sudah tidak ada yang dibicarakan lagi iqdam pamit istirahat dulu yah" pamit iqdam lalu keluar dari ruang kerja ayahnya , sebelum sampai keluar ayah iqdam mengingatkannya lagi
" ayah yakin kamu bisa di andalkan dam dan tak akan mengecewakan ayah dan bunda"
iqdam hanga mengangguk
......................
hai teman- teman author ingatkan lagi untuk tekan tombol ♥️ yang belum ya
dan jangan lupa like dan komen ya
__ADS_1
terimakasih