Ternyata DIA Istri Terbaik

Ternyata DIA Istri Terbaik
sidang mediasi


__ADS_3

sore harinya iqdam pulang ke apartemen.


ninsya membukakan pintu,


"mas ada surat untuk kamu" kata ninsya setelah iqdam masuk.


"surat! surat apa?" tanya iqdam heran karena belum pernah mendapat surat dari siapapun.


"aku taruh di meja kerja kamu, nanti segera ke meja makan ya, aku sudah pesan makanan tadi" kata ninsya.


iqdam hanya menjawab dengan anggukan kepala, setelah sampai kamar iqdam mandi dulu setelah itu baru melihat surat yang di maksud ninsya, iqdam mengambil amplop coklat di atas meja kerjanya dan membaca tulisan pada amplop coklat itu.


"pengadilan agama" kata iqdam, iqdam cukup kaget setelah membaca pengirim surat tersebut, dia langsung membuka dan membaca isi dari surat tersebut.


"sidang mediasi, jadi nada sudah mendaftarkan perceraian di pengadilan, aku kira dia tak akan serius dengan kata-katanya, ternyata dia malah bertindak sejauh ini, hah " iqdam menyobek surat yang ada di tangannya.


iqdam mengambil ponselnya dan menekan panggilan pada nomor nada, sudah 4 kali panggilan tapi nada tak kunjung menjawab panggilannya.


dan panggilan kelimanya baru di angkat oleh nada.


"hallo" jawab nada diseberang telepon.

__ADS_1


"maksud kamu apa" tanya iqdam


"maksud aku apa bagaimana sih" jawab nada bingung tak mengerti pertanyaan iqdam.


"ya maksud kamu apa mendaftarkan perceraian di pengadilan, kita kan belum berbicara, kenapa kamu mengambil keputusan secara sepihak?" tanya iqdam.


"bukannya aku kemarin sudah mengatakan bahwa aku minta cerai"jawab nada tegas.


"tapi aku kira kamu tak serius dengan semua kata-katamu" jawab iqdam.


"hm aku tak pernah seserius ini mas, sudahlah mas sampai bertemu di sidang mediasi nanti" tanpa menunggu jawaban iqdam nada menutup teleponnya.


"ha halo nad, halo, ish dia menutup teleponnya" kesal iqdam.


"nggak" jawab iqdam singkat kemudian pergi ke meja makan.


ninsya langsung menyusul iqdam.


di meja makan iqdam masih terlihat kesal, mereka makan tanpa berbicara satu patah katapun, saat selesai makan iqdam ingin bergegas kembali ke kamar tapi ninsya tiba-tiba bertanya,


"kamu kenapa sih mas? bukannya memang ini adalah rencana awal kita, jangan bilang kamu nggak setuju bercerai dengan wanita itu" tanya ninsya.

__ADS_1


"sudahlah sya nggak usah bahas itu lagi, mungkin memang ini sudah jalannya" jawab iqdam kemudian berjalan ke kamar.


"ekspresimu tak bisa berbohong mas, lihat saja aku akan buat kamu melupakan dia dan hanya fokus padaku dan anak ku" batin ninsya.


beberapa hari telah berlalu, sidang mediasi antara nada dan iqdam juga berlangsung, pada awal mediasi, mereka belum menemukan titik terang dalam hubungan mereka, iqdam di rasa alot untuk melepaskan nada, tapi setelah mediasi selama hampir 2 jam iqdam akhirnya setuju juga untuk bercerai dengan nada.


mereka keluar ruang mediasi


"apa kamu sudah senang dengan keputusan ini?" tanya iqdam di luar ruangan.


"ya, aku senang, semoga dengan ini aku bisa lebih bahagia dan tenang menjalani kehidupan" jawab nada.


saat nada dan iqdam sedang berbicara ninsya menghampiri mereka.


"kamu nggak minta harta gono gini kan, kan kamu nggak ada anak sama SUAMIKU" kata ninsya sengaja menekankan kata suamiku di hadapan nada.


nada yang mendengar kata-kata ninsya tersenyum dengan tatapan heran dengan sikap ninsya.


"oh tenang saja nyonya iqdam rendra wisnutama, saya bisa memenuhi semua kebutuhan saya sendiri, saya bukan anda yang bisanya hanya bersolek di depan kaca tanpa bekerja" jawab nada tegas.


nada kemudian pergi dari tempat itu, sedangkan ninsya kesal dengan jawaban nada.

__ADS_1


"dasar perempuan gak tau diri, perempuan desa yang munafik, penggoda laki-laki, sudah yatim piatu sok jagoan lagi" geram ninsya, nada masih mendengar ucapan ninsya tapi dia masih meneruskan langkahnya ,dia mengepalkan tangannya.


"aku akan buktikan kepada kalian jika hidupku akan lebih baik dari kalian, aku akan menjadi orang yang kaya sehingga bisa membungkam mulut-mulut kotor seperti kalian" batin nada.


__ADS_2