
di rumah sakit ninsya akhirnya sadar, perawat kemudian memanggil dokter dio,
"bagaimana perasan kamu sya" tanya dio pada ninsya
ninsya tak menjawab sama sekali , dia hanya diam meski tau yang bertanya padanya adalah dio.
setelah memeriksa keadaan ninsya dio kembali ke ruangannya kemudian ia menghubungi iqdam untuk menginformasikan jika ninsya sudah sadar,
dio memberitahu iqdam jika ninsya tak mu menjawab jika di tanya.
"oke yo setelah ini gue kesitu , thanks ya". iqdam kemudian menutup telpon dari dio.
dia kemudian menggeser kontak di ponselnya dan menghubungi carry.
"siapkan mobil, dan handle pekerjaanku dulu, jika ayah bertanya keberadaan ku katakan jika ku masih ada urusan sebentar" perintah iqdam pada carry di seberang telpon.
setelah carry menyiapkan mobil iqdam pergi dari kantor menuju rumah sakit , iqdam tidak langsung menemui ninsya tapi ke ruang dokter dio terlebih dahulu.
"dari pemeriksaan keseluruhan ninsya mengalami trauma akut dam, mungkin ini suatu keadaan yang terus berulang yang di alami ninsya, dan keadaan ninsya sekarang merupakan yang lebih parah 2 kali lipat dari keadaaan ninsya terakhir kali aku periksa" dokter dio menjelaskan pada iqdam keadaan ninsya yang memprihatinkan.
"trus apakah ada cara untuk menangani ninsya saat ini, agar keadaan ninsya menjadi lebih baik" tanya iqdam pada dio apakah ada hal yang bisa dilakukan demi keadaan ninsya lebih baik lagi.
"hal yang bisa dilakukan hanya membuat ninsya bahagia dam, dengan perasaan dan fikiran positif dan bahagia perlahan kekebalan tubuh ninsya akan berkembang lagi, sehingga lebih mudah pada saat itu untuk menyembuhkan ninsya, sekarangpun percuma merawat ninsya di sini karna obat dokter hanya bisa menenangkan emosi ninsya saja" penjelasan dio semakin membuat iqdam dilanda bimbang dia terus teringat janji nya pada seseorang ,dia merasa terus dihantui rasa bersalah.
"sekarang coba kamu temui dia dam, mungkin saja dengan bertemu denganmu keadaannya lebih baik " saran dio pada iqdam ,
dio memang belum mengetahui perihal pernikahan iqdam, karna memang hanya keluarga inti yang diundang saat pernikahannya ,dan resepsi pun rencana akan di gelar setelah iqdam dan nada siap untuk mempublikasikan pernikahan mereka.
iqdam menuruti saran dio, iqdam pergi ke ruangan dimana ninsya di rawat .
ninsya yang mengetahui kehadiran iqdam masih diam.
iqdam mencoba mendekat pada ninsya ,
"untuk apa kau kemari" tanya ninsya yang masih dengan pandangan lurusnya .
"bagaimana keadaanmu sya, aku mengkhawatirkan keadaanmu" tanya iqdam mencoba mencairkan suasana,
__ADS_1
ninsya yang mendengar iqdam bertanya tiba-tiba menangis dan langsung memeluk iqdam , iqdam yang menerima perlakuan itu bingung tapi kemudian ia teringat dengan ucapan dokter rio, kemudian iqdam membalas pelukan ninsya.
"aku gak bisa hidup tanpa kamu dam, aku sangat mencintaimu, bukankah kamu juga mencintaiku , tapi kenapa kamu menikah dengan wanita itu, apa yang lebih dimiliki wanita itu daripada aku??? bukankah dulu kau bilang aku cinta pertamamu, aku yang mengajarkanmu sebuah cinta tapi kenapa kini kau mencampakkan aku?" iqdam yang mendengar ninsya mengatakan itu berusaha tenang dan tidak gegabah, dia mencoba menenangkan ninsya.
beberapa saat kemudian akhirnya ninsya bis tenang dan bisa diajak berkomunikasi lagi .
"gimana sya, kamu sudah lebih tenang" tanya iqdam
ninsya menganggukkan kepalanya , dia masih di pelukan iqdam dan tak mau melepaskannya.
perawat mengantar makan siang ninsya.
"silakan nona makan siangnya, mohon dihabiskan ,setelah satu jam kami akan mengambil piring kotornya"
"terimakasih sus" iqdam berterimakasih sambil menerima piring makan ninsya, kemudian perawat itu pergi dari ruangan ninsya.
"kami makan ya biar cepat pulih"
"aku mau disuapin " jawab ninsya dengan manja.
"aku mau berobat sampai sembuh dam, tapi dengan satu syarat, apa kamu bisa memenuhinya" kata ninsya
"selama aku bisa memberikannya padamu aku akan berusaha agar kamu cepat pulih" jawab iqdam
"NIKAHI aku" ninsya menjawab dengan yakin persyaratan yang ia inginkan.
"sya , itu nggak mungkin" iqdam menjawab dengan spontan persyaratan yang diajukan ninsya.
"kenapa tidak ,bukankah kamu akan berusaha memenuhinya, itu persyaratan ku, selama aku belum menjadi istrimu aku tidak mau sembuh, lebih baik aku mati saja karna itu lebih baim bagiku" nisya mulai marah dengan penolakan iqdam.
" sya kamu kan tahu sendiri aku sekarang sudah menikah dan memiliki seorang istri, mna mungkin aku bisa menikahi kamu, lagian ayah dan bunda tidak akan mengizinkan jika aku menikahi kamu" jawab iqdam
" aku mau menjadi istri keduamu, lagian kamu kan tidak mencintai istrimu, kamu kan lebih mencintai aku, dan jika orang tuamu tidak setuju tidak perlu izin orang tuamu bahkan istrimu itu" jawab ninsya dengan santai
iqdam kemudian memikirkan perkataan ninsya " mungkin ini jalan terbaik, aku akan menikahi ninsya agar dia mau berobat dan sembuh , nanti setelah ninsya sembuh aku yakin dia akan mengerti dengan keadaanku dan kita akan berpisah secara baik-baik "
"baik aku akan menikahi kami ,tapi kamu janji setelah kita menikah kamu akan berobat sampai sembuh" iqdam akhirnya menyetujui permintaan ninsya.
__ADS_1
"aku janji sayang"ninsya sangat bahagia mendengar iqdam akan menikahinya,
"tapi sya, kita akan menikah secara siri, dan tidak boleh ada yang tahu mengenai pernikahan kita" kata iqdam lagi
"terserah kamu sayang "ninsya terus memeluk iqdam.
.
.
.
DI KAMPUS
setelah iqdam berangkat ke kantor nada bersiap untuk pergi ke kampus , nada berangkat ke kampus dengan taksi online.
hari ini dosen mata pelajaran nada ternyata tidak masuk , akhirnya nada pergi ke perpustakaan dan membuka laptopnya untuk cek toko onlinenya.
setelah nada mengecek toko online ternyata thalita aktif mengelola toko online mereka.
"rame banget orderannya, semoga saja nanti aku bisa sukses walau sekarang hanya bisa berjualan online, amin"
"oh ya thalita kemana ya sejak kemarin kok belum mengabari aku" batin nada
"apa aku telpon saja ya dia"
"tapi kemarin dia mau menghubungi aku dulu"
"dia ni kebiasaan suka ngilang-ngilang, hm tapi semoga dia baik-baik saja deh" kata nada
nada akhirnya memasukkan ponselnya ke tas nya lagi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
((aduh thor masak nada mau dimadu sih))
( (ya gimana ya ))
__ADS_1